
Kenapa bukan aku
,♡♡♡♡,
Hari masih sangat berembun ketika Kyuhyun melarikan kuda kesayangannya menuju istana, hari ini juga Kyuhyun akan mulai mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Hagi. Sekalipun Jong Seo sudah memberitahukan semuanya Kyuhyun bisa merasakan jika Hyungnya itu merahasiakan sesuatu darinya.
Kyuhyun butuh izin Khusus untuk mendatangi mentri Jang di penjara dari Raja Sejong, Kyuhyun harus bergerak cepat sebelum hari eksekusi terjadi. Tanpa izin dari Raja Kyuhyun tidak bisa mendatangi mentri Jang yang sudah di dakwa sebagai penjahat besar.
Saat sampai di istana tadinya Kyuhyun berpikir ia harus menunggu Raja Sejong untuk bangun, tapi Raja muda itu justru sudah bangun dan nampak sedang melamun di taman tempat biasanya Raja Sejong bertemu dengan Hagi. Kyuhyun bisa memahami perasaan Raja Sejong yang kehilangan Hagi, karena itulah yang Kyuhyun rasakan sekarang. Hanya saja Kyuhyun tidak puas dengan semua yang terjadi, dia benar-benar yakin ada yang salah dengan kematian Hagi.
"Yang Mulia..." sapaan Kyuhyun awalnya sama sekali tidak membuat Raja Sejong bergeming dari lamunannya tapi ketika Kyuhyun menyapa untuk kedua kalinya barulah Raja Sejong tersadar.
"Ah kau ternyata, maaf aku sedang melamun tadi. Kau baik-baik saja?" Kyuhyun menunduk sambil tersenyum kecil.
"Maafkan saya Yang Mulia, tidak seharusnya saya beristirahat di saat seperti ini. Mulai hari ini saya akan kembali bekerja." Raja Sejong menarik nafas perlahan lalu kembali menerawang ke arah taman di hadapannya.
"Kyuhyun_ah... apa rasanya sesakit ini? Jika iya maka kau tidak perlu minta maaf karena aku mengerti begitu berat menjalani hari ketika dia sudah tidak ada." Kyuhyun menatap Raja Sejong nanar, satu lagi orang yang begitu terluka dengan perginya Hagi, Kyuhyun terlalu larut dengan perasaannya hingga tidak sadar jika banyak orang yang juga sama menderitanya ketika Hagi pergi. Kyuhyun memejamkan matanya sesaat lalu berusaha menormalkan suaranya yang siap pecah ketika mengingat betapa buruk sifatnya pada Hagi di detik terakhir hidup gadis yang ia cintai itu.
"Yang mulia maafkan saya karena tidak bisa menjaga Selir Suki dengan baik. Jika saja saya lebih memperhatikan beliau hal seperti ini tidak akan terjadi." Perlahan Raja Sejong menatap Kyuhyun sendu, seminggu sebelum Hagi dinyatakan meninggal, Raja Sejong bisa melihat jika Hagi menjaga jarak dengan Kyuhyun. Raja Sejong sempat bertanya kenapa Hagi melakukannya dan Hagi hanya menjawab dengan senyum sendunya.
Awalnya Raja Sejong berpikir Hagi masih kecewa karena Kyuhyun mendukung keputusannya untuk tidak mengizinkan Hagi ke utara bersama Jong Seo, tapi jika hanya itu alasannya kenapa Hagi terlihat biasa saja padanya bahkan Hagi terlihat lebih memperhatikannya terlebih masalah pangeran Suyang yang mendapat pengaruh buruk dari Mentri Jang. Mengingat hal itu membuat Raja Sejong semakin sedih karena mengabaikan peringatan Hagi.
"Jika ada yang harus di salahkan seharusnya adalah aku. Suki bahkan tidak pernah berhenti mengingatkanku tentang mentri Jang. Aku hanya berpikir Suki terlalu cemas mengingat pangeran Suyang yang terlalu dekat dengan mentri Jang." Kyuhyun mengerutkan keningnya dalam, ada perasaan terluka yang menghinggapi hatinya karena ternyata bukan hanya Hyungnya yang tahu tentang masalah Hagi, tapi Raja juga mengetahuinya membuat Kyuhyun tersenyum miris.
'Kenapa? Kenapa kau tidak bicara apapun padaku? Kenapa hanya padaku?'
Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat berusaha menahan rasa cemburu yang menurutnya sungguh tidak pantas apa lagi kini Hagi sudah tiada. Perlahan rasa heran mulai menghinggapi hati Kyuhyun, jika di pikir lagi peristiwa belakangan ini terlihat sangat pas dan sempurna, jika ini mentri Jang tidak mungkin bisa semudah ini terungkap.
"Yang mulia, izin kan saya mencari tahu apa yang terjadi. Seperti Yang Mulia tahu, selir Suki menjaga jarak dengan saya selama seminggu terakhir. Jadi saya tidak tahu apa yang terjadi."
"Apa Jong Seo tidak memberitahu?" Kyuhyun menarik nafas panjang lalu menatap Raja Sejong ragu.
"Saya diberitahu hanya saja saya merasa ada yang salah disini. Jadi izin kan saya mencari tahu sendiri Yang mulia." Raja Sejong mengangguk paham, walaupun awalnya beliau juga merasa ada yang aneh, tapi bukti yang Jong Seo berikan padanya masuk akal. Sehingga akhirnya Raja Sejong menerima semua dengan berat hati.
"Baiklah, jika menurutmu kau tidak puas dengan hasil penyelidikan Hyungmu kau bisa mencari tahu dan membuktikannya sendiri. Kau ku izin kan mencari tahu." Kyuhyun memberi hormat berterimakasih. Lalu menatap Raja Sejong yang menatapnya nanar, Kyuhyun tersenyum miris dia tahu apa yang Rajanya ini pikir kan. Karena mencari tahu sendiri akan lebih menyakitkan ketimbang menerima apa yang sudah terlihat hasilnya, terlebih jika kematian itu adalah kematian orang yang sangat kau cintai.
Tujuan pertama yang Kyuhyun datangi tentu saja penjara, dia ingin sekali mendengar langsung pengakuan mentri Jang tentang pembunuhan ini, walaupun Kyuhyun tentu saja harus menjaga emosinya untuk tidak membunuh mentri Jang.
Kyuhyun menatap orang di hadapannya sambil mengetatkan rahangnya, tatapan tajam yang Kyuhyun berikan hanya di balas senyum sinis dari orang di hadapannya.
"Untuk apa kau kesini? Apa kau ingin mengancamku seperti Hyungmu itu?" Amarah Kyuhyun perlahan reda, kini kecurigaannya semakin meningkat. Wajah heran Kyuhyun justru membuat mentri Jang semakin kesal.
"Apa tidak cukup dengan menjebakku sebagai pembunuh? Apa kau juga ingin menuduhku melakukan kejahatan lain? Cih Aku tidak menyangka keturunan mentri Kim ternyata lebih busuk dariku." Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu mencengkeram baju mentri Jang dengan kemarahan yang kini justru lebih besar dari sebelum nya bahkan tidak bisa Kyuhyun tahan.
"Apa maksudmu? Kau pikir aku tidak tahu jika kaulah yang memang membunuh selir Suki." Mentri Jang menatap Kyuhyun heran tapi tidak lama kemudian mentri Jang tertawa keras membuat Kyuhyun yang sudah kalap dengan amarah melayangkan tinjunya di wajah mentri Jang.
"Beraninya kau tertawa setelah Apa yang kau lakukan." Mentri Jang memegang ujung bibirnya yang sobek lalu meludah ke samping menatap Kyuhyun mengejek.
"Aku tahu dari seseorang jika kau pernah jatuh hati pada Selir Suki dulu saat beliau masih seorang pengawal, aku kira itu hanya isu, tapi jika melihat amarahmu aku bisa yakin kau memang jatuh hati pada Selir Suki." Kyuhyun lagi-lagi mencengkeram baju mentri Jang marah.
__ADS_1
"Jangan sampai aku membunuhmu sebelum waktunya. Aku hanya butuh jawaban kenapa-kenapa kau membunuh Selir Suki hanya karena korupsi busukmu." Lagi-lagi mentri Jang tersenyum mengejek pada Kyuhyun.
"Bunuh saja, toh aku tetap akan mati cepat atau lambat. Dan seperti yang kau katakan aku tidak perlu repot-repot membunuh hanya karena korupsi yang sudah lama aku tutupi. Aku tidak tahu kenapa Jong Seo bisa setega itu membunuh yeoja yang di cintai adiknya sendiri." Kali ini Kyuhyun sudah tidak tahan lagi menahan amarahnya dengan kekuatan penuh Kyuhyun berhasil membuat mentri Jang babak belur, tapi tidak beberapa lama kepala penjaga datang lalu menahan Kyuhyun melakukan hal yang lebih gila lagi.
"Kau pikir aku percaya, tidak ada alasan yang membuat Hyungku harus melakukan hal gila itu." Kyuhyun siap meronta dari genggaman para penjaga yang menahannya ketika mentri Jang yang sudah sangat banyak belur masih tersenyum mengejeknya.
"Entahlah... aku juga tidak tahu apa yang Jong seo rencanakan, tapi aku yakin pangeran Suyang tidak akan diam saja ketika orang yang sudah ia anggap ayah sendiri di jebak dan terpaksa mati." Kyuhyun masih menatap Mentri Jang dengan ekspresi membunuhnya ketika Jong Seo datang lalu meminta kepala penjaga untuk membawa mentri Jang kembali kedalam sel. Jong Seo menatap orang yang masih memegangi Kyuhyun dengan tatapan memerintah agar Kyuhyun di lepaskan.
"Apa yang kau lakukan disini?" Kali ini Jong Seo menatap Kyuhyun kesal, adiknya yang masih penasaran ini bisa membahayakan banyak orang. Kali ini Kyuhyun berusaha menahan amarahnya, kecurigaannya semakin menjadi tapi ia tidak bisa begitu saja percaya pada mentri Jang.
"Aku hanya ingin tahu saja sebenarnya Apa yang terjadi dan kemungkinan apa yang kau sembunyikan Hyung." Kyuhyun menatap tajam kearah Jong seo membuat Jong seo menghelah nafas kecil.
"Bukankah aku sudah bilang kemarin apa yang terjadi, apa kau tidak bisa hanya percaya saja padaku." Jong Seo menatap lelah kearah Kyuhyun dan entah kenapa justru membuat Kyuhyun kembali marah.
"Entahlah, aku rasa aku akan mencari tahu jika Hyung tidak mau memberitahukan yang sebenarnya." Sambil tersenyum sinis dan rasa amarah yang berusaha Kyuhyun tekan Kyuhyun melangkah pergi meninggalkan Jong seo yang memijit keningnya pusing. Jong seo berlari kearah luar penjara bermaksud kembali memberi pengertian pada Kyuhyun.
"Tunggu dulu, aku mengatakan yang sebenarnya Kyuhyun_ah, aku tahu ini berat untukmu tapi kau harus bisa merelakan kepergian selir Suki." Jong Seo menahan lengan Kyuhyun sambil berusaha kembali menjelaskan yang langsung di tepis oleh Kyuhyun.
"Hyung bisa saja membohongi orang lain, tapi tidak dengan aku Hyung. Aku tahu kapan hyung berbohong dan kapan berkata jujur. Hanya satu hal yang harus Hyung ingat, jika hyung terlibat dengan pembunuhan Hagi, aku tidak akan pernah memaafkanmu Hyung. Tidak untuk kedua kalinya." Kyuhyun meninggalkan Jong Seo yang hanya bisa menghelah nafas frustasi.
Jong Seo paham maksud Kyuhyun, dulu ia sempat merebut gadis yang Kyuhyun cintai dan kali ini sepertinya Jong seo juga kali ini melakukan hal yang sama pada Kyuhyun. Hanya saja ini demi kebaikan Kyuhyun.
'Maafkan Hyung Kyuhyun_ah...'
♡♡♡♡
Kyuhyun bisa mengetahuinya karena para dayang itu bahkan tidak terlihat sedih sama sekali ketika Kyuhyun mendatangi kediaman mereka. Bahkan dayang utama yang melayani Hagi terlihat tidak ingin bicara sama sekali padanya. Akhirnya Kyuhyun memutuskan mengawasi kediaman hyungnya untuk mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi pada Hagi. Bahkan Kyuhyun rela tidak tidur selama dua hari hanya untuk melihat gerak gerik hyungnya itu. Dan akhirnya tadi malam Kyuhyun melihat beberapa orang mencurigakan yang masuk ke kediaman Jong Seo, Kyuhyun tahu betul orang-orang yang dekat dengan Jong Seo dan orang-orang yang semalam datang jelas orang asing dan setahu Kyuhyun Jong Seo tidak akan sembarangan mengizinkan orang asing masuk kekediamannya kecuali jika dalam keadaan mendesak.
"Pastikan surat itu sampai padanya. Surat ini akan menentukan berhasil tidaknya rencana kita selama ini." Kyuhyun mengetatkan rahangnya marah ketika mendengar ucapan Jong Seo pada orang asing itu, selama ini Kyuhyun tahu setiap kegiatan yang Jong Seo lakukan dan jika Kyuhyun tidak tahu bisa di pastikan hal ini memang di rahasiakan dari nya.
Orang itu mengangguk lalu pergi dari gerbang kediaman Kim, setelah Jong Seo masuk kembali Kyuhyun mulai mengikuti orang asing tadi, orang ini jelas-jelas keluar dari Hanyang membuat Kyuhyun semakin curiga karena setahu Kyuhyun Jong Seo tidak memiliki seseorang yang penting yang tinggal di luar ibu kota.
Orang asing itu akhirnya masuk kedalam sebuah rumah kecil di sebuah desa yang tidak jauh dari Hanyang dan Kyuhyun yakin sekarang jika ada hal besar yang Jong Seo sembunyikan darinya karena rumah kecil itu di jaga oleh orang-orang yang sepengetahuan Kyuhyun adalah orang terbaik yang di miliki Jong Seo yang kebetulan dalam tiga hari kedepan akan ikut ke utara untuk memberantas Jurchen yang menganggu di perbatasan.
Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung keluar dari tempat persembunyiannya membuat beberapa orang yang memang sedang berjaga terkejut bukan main.
"Tuan Kyuhyun!!!" Keterkejutan Jong Hyun sebagai orang terdekat Jong Seo sontak membuat Kyuhyun semakin curiga.
Tanpa pikir panjang Kyuhyun bersiap untuk masuk tapi dengan cepat juga Jong Hyun menghalangi.
"Maaf kau tidak boleh masuk Tuan Kyuhyun." Kyuhyun menatap orang di hadapannya marah, sudah cukup kecurigaan ini mengganggunya.
"Minggir." Kyuhyun siap menarik pedang begitu juga dengan Jong Hyun tapi seseorang dari dalam keluar membuat keduanya berhenti lalu menatap orang itu dengan tatapan berbeda.
"Jung Soo Hyung? Sedang apa kau disini??" Jong Hyun memberi hormat pada Jung Soo lalu kembali berjaga ketika Jung Soo mengangguk pada Jong hyun.
"Aku yang seharusnya bertanya, sedang apa kau disini? Bukankah seharusnya kau mengawal Yang Mulia?" Kyuhyun nampak melirik kearah belakang Jung soo curiga.
"Anggap saja aku masih dalam masa istirahatku. Jadi sedang apa Hyung disini?" Jung soo menghelah nafas pelan lalu mempersilahkan Kyuhyun masuk.
__ADS_1
"Masuklah, kita bicara didalam." Tanpa banyak bicara Kyuhyun masuk dan langsung menyelidiki setiap sudut rumah itu. Orang asing yang sejak tadi ia ikutipun sedang duduk di sebuah ruangan yang Kyuhyun bisa lihat sebagai tempat strategi perang di lihat adanya peta perbatasan di atas meja.
Setelah cukup melihat-lihat Kyuhyun akhirnya duduk di depan orang asing tadi setelah Jung soo mempersilahkannya untuk duduk.
"Kau bisa lihat tempat ini adalah tempat dimana aku dan Hyungmu membahas strategi perang yang sebentar lagi akan kita lakukan di utara. Kenalkan dia adalah Officer Jin So yang tahu keadaan perbatasan yang kini juga turut membantu mengawasi benteng di utara." Jin so mengangguk tanda hormat pada Kyuhyun yang di balas dingin oleh Kyuhyun.
"Kenapa harus disini? Bukankah biasanya kalian melakukannya di kediaman Hyungku?" Jung soo menatap Kyuhyun cukup lama membuat beberapa saat keadaan hening seketika. Kyuhyun bahkan mulai menatap Jung soo heran.
"Desa ini tidak terlalu jauh dari perbatasan di utara, akan mudah bagi kita membahasnya disini. Apa lagi Jong Seo masih belum bisa fokus dengan semua persiapan perang karena tragedi selir Suki. Itu kenapa aku juga ikut membantu disini." Kyuhyun sekali lagi menatap Jung soo menyelidik, orang di hadapannya terlihat berbeda dari biasanya. Jung soo terkesan dingin dan berusaha mengatur ekspresinya, seolah takut Kyuhyun yang memang sedikit pandai membaca ekspresi orang lain mengetahui sesuatu yang sedang Jung soo sembunyikan.
"Begitukah? Apa yang mulia tahu tentang tempat ini?" Ucapan Kyuhyun itu sontak membuat kedua orang di hadapan Kyuhyun membisu. Bahkan terlihat jelas jika Jung Soo kini menegang seketika.
"Apa aku bisa melihat surat yang Hyungku berikan kepadamu? Jika itu tentang persiapan menuju ke utara bukanlah sebaiknya aku tahu Jadi aku bisa menyampaikannya langsung pada Raja Sejong." Desakan Kyuhyun akhirnya memperlihatkan ekspresi sebenarnya dari kedua orang di hadapannya. Jung soo menutup mata sambil menghelah nafas sedangkan Jin so memandang ke arah lain.
Geram karena semua orang seperti menipunya Kyuhyun berdiri lalu menarik pedangnya lalu mengarahkannya pada Jung soo yang terkejut bukan main.
"Hyung tahu aku bukan mengenal Hyung sebentar, sudah sejak kecil aku mengenal Hyung. Aku tidak suka di bohongi. Aku bisa membunuh kalian jika tidak ada seorangpun dari kalian jujur padaku. Aku sudah cukup muak dengan semua kebohongan yang kalian buat." Jung so menatap Kyuhyun menantang.
"Seperti yang kau bilang kita saling kenal sudah sejak lama, jadi aku yakin kau tidak akan berani melakukannya." Kyuhyun tersenyum kecut lalu semakin mendekatkan pedangnya pada leher Jung So.
"Kalau begitu Hyung belum mengenalku sepenuhnya. Aku akan melakukan apapun jika itu berhubungan dengan orang yang aku cintai. Kalian pikir aku tidak tahu apa yang kalian sembunyikan tentang kematian Hagi?" Sekali lagi Jung so menegang sempurna, lalu menatap Jin So sebentar.
"Apa maksudmu Kyuhyun_ah kita semua tahu jika Selir Suki meninggal karena di bunuh. Aku yakin kau pasti sudah bertanya kan pada kantor interogasi tentang hal ini? Lagi pula untuk apa kami menyembunyikan sesuatu darimu." Kyuhyun menggeram marah.
"Itulah yang sedang aku cari, alasan kenapa kalian harus menyembunyikan sesuatu dariku. Lain cerita jika ternyata lakukanlah yang membunuh Hagi saat itu." Ucapan Kyuhyun sontak membuat Jung so marah.
"Apa kau gila? Keuntungan apa yang aku dan Hyungmu dapatkan dari membunuh selir Raja? Kau tahu sendiri jika selir Suki adalah sahabat adikku bahkan dia juga anak angkat kelurga Park. Jadi jangan berpikir yang tidak-tidak." Kali ini dengan sedikit kesal Jung so membuang muka setelah mengeluarkan isi kepalanya, membuat Kyuhyun melemah seketika. Pedang yang sempat di arahkan pada Jung so terlepas dari tangannya. Sesaat Kyuhyun terduduk kembali sambil menunduk, sekali lagi keadaan hening seketika.
"Kalau begitu katakan, katakan hal apa yang kalian sembunyikan dariku? Kalian jelas tahu siapa aku, aku bukan orang yang dengan mudah bisa kalian manipulasi. Aku bisa lihat jika kematian Hagi tidak sesederhana yang Jong Seo Hyung katakan kepadaku." Sekali lagi Jung so menghelah nafas lalu menatap Kyuhyun yang begitu frustasi menatapnya.
"Aku tidak bisa mengatakan apapun Kyuhyun_ah, tapi satu hal yang harus kau tahu ada waktunya kau akan tahu semuanya, tapi tidak sekarang. Aku yakin Hyungmu sendiri yang akan memberitahu semuanya padamu." Kyuhyun tersenyum miris ternyata benar ada hal yang di sembunyikan Jong Seo darinya. Rasa amarah kembali meliputi hati Kyuhyun, pikiran buruk mulai memenuhi sel otaknya pada Jong Seo. Sambil menahan amarah Kyuhyun bersiap pergi dari sana.
"Baiklah aku mengerti, tapi jika kematian Hagi yang tidak wajar yang sengaja Hyung semua sembunyikan aku tidak akan tinggal diam." Kyuhyun pergi dari rumah itu dengan perasaan yang tidak menentu antar marah juga kecewa pada Jong Seo. Kyuhyun tidak menyangka Jong Seo yang selama ini selalu percaya padanya menyembunyikan sesuatu darinya, Kyuhyun juga marah pada Jong Seo karena merasa yakin jika apa yang Jong Seo sembunyikan adalah fakta tentang meninggalnya Hagi gadis yang sangat Kyuhyun cintai.
****
Semua orang di ruangan itu nampak menghelah nafas lega semenjak kepergian Kyuhyun Khususnya Jung so, sedikit saja Kyuhyun mengamuk tadi semua rencana yang di susun dari jauh hari akan hancur berantakan.
"Kau bisa keluar sekarang." Jung so berkata pelan pada pintu penyekat di belakangnya. Tidak berapa lama seseorang keluar dari sana, penampilannya tidak akan membuat orang percaya jika dia adalah seorang wanita.
"Maaf... dan terimakasih Oraboni..." Jung so menatap orang di hadapannya yang kini duduk di sampingnya, ada jejak air mata di pipi wanita di sampingnya itu.
"Apa tidak apa-apa seperti ini terus?" Wanita itu mengangguk kecil sambil tersenyum miris.
"Kyuhyun harus menunggu setidaknya 3 hari lagi untuk mengetahui semuannya, setidaknya setelah aku sudah ada di utara. Bagaimanapun rencana ini tidak boleh gagal, bahkan sebenarnya aku berharap jika dia lebih baik tidak tahu aku masih hidup." Jung so mengerutkan keningnya masih bingung kenapa? Diantara banyaknya orang yang dekat dengan wanita di hadapannya justru Kyuhyun yang tidak boleh tahu tentang rencana ini.
"Hagi_ya..." iya gadis itu Hagi, gadis yang bagi semua orang sudah meninggal terbakar di istana 10 hari lalu. Hanya beberapa orang yang memang ikut dalam rencananya sajalah yang tahu jika ia masih hidup, salah satunya adalah Jong Seo juga Jung So.
bersambunv
g
__ADS_1