Timeless Love

Timeless Love
She Is Wake Up


__ADS_3

****



Rombongan Raja Sejong mulai bergerak dari kuil yang baru saja beberapa jam lalu beliau singgahi, sebuah tandu yang sejam lalu beliau pesan juga ikut beserta dengan rombongan Raja Sejong. Di lihat dari arah perjalanan bisa di pastikan jika Raja Sejong berniat kembali ke istana, beberapa kali Raja Sejong menatap kesekelilingnya cemas, beberapa kali juga Raja Sejong menatap tandu di belakangnya seolah memastikan, melihat tatapan Rajanya Tabib istana langsung bergegas membuka sedikit jendela tandu lalu mencek nadi seseorang di dalam tandu. Sekali lagi tabib istana menggelengkan kepalanya, membuat Raja Sejong semakin cemas.



Saat itulah beberapa orang yang sejak tadi mengikuti rombongan Raja secara diam-diam mulai bersiap.



"Pastikan anak panah kalian masuk kedalam tandu saat tabib istana membuka jendelanya lagi, sepertinya hampir setiap dua menit sekali tabib istana mengecek selir Suki." Salah satu orang yang sepertinya bertugas sebagai ketua mulai memberikan aba-aba.



Dugaan sang ketua ternyata benar dua menit kemudian tabib istana kembali membuka jendela tandu, tapi sebelum anak panah para pembunuh bayaran itu melesat, salah satu anak buah sang ketua berlari menghampirinya.



"Ketua sepertinya kita sedang di kecoh, ada kabar dari orang yang masih berjaga di depan kuil bahwa kedua pengawal pribadi Raja Sejong membawa kuda mereka berlainan arah sambil membawa seorang wanita." Sambil mengumpat kasar amarah  menguasai sang ketua sambil melempar anak panah ketanah sang ketua menarik baju bawahannya yang baru saja melapor.



"Kejar mereka dan pastikan selir Suki mati. Kalau tidak kitalah yang akan mati di tangan menteri Jang." Setelah mengatakan hal tersebut sang ketua langsung menaiki kudanya, begitupun dengan anak buahnya yang lain.



"Kita kejar mereka, sepertinya tandu itu hanya tandu kosong, kita bagi dua tim untuk mengejar aku yakin salah satunya pasti bersama selir Suki." Setelah menentukan tim akhirnya mereka pergi meninggalkan rombongan Raja Sejong.



Tanpa mereka sadari sejak tadi Nam Young yang memang mengawal Raja Sejong dan tahu keberadaan mereka menghelah nafas lega, saat itu juga Nam Young mendekat kearah Raja Sejong.



"Sepertinya kita sudah tidak di ikuti Yang Mulia." Mendengar hal itu Raja Sejong menghelah nafas lega.



"Baguslah, sebaiknya kita bergegas sebelum mereka menyadari rencana kita." Nam Young mengangguk patuh lalu turun dari kuda dan mendekat kearah tandu.



Di tempat lain tepatnya di belakang kuil Kyuhyun dan Minho memacu kudanya sedang, beberapa kali Kyuhyun berbalik kebelakang awalnya hanya satu penunggang kuda saja yang mengikuti mereka tapi lambat laun beberapa penunggang kuda menyusul dari belakang, total semua sekitar lima orang. Jika di lihat dari kemampuan Minho juga kondisi Kyuhyun sekarang, Kyuhyun yakin bisa mengalahkannya hanya saja Kyuhyun harus lebih jauh membawa orang yang mengikutinya dari kuil.



"Minho_ssi pacu kudanya lebih cepat sekarang." Minho yang sejak tadi memang menunggu aba-aba dari Kyuhyun mengangguk patuh.



"Tetap menunduk." Kyuhyun berbisik pada seseorang yang kini satu pelana bersamanya dan orang itu hanya mengangguk patuh, dengan cepat keduanya memacu kuda masing-masing.



Begitupun dengan Changmin dan dua pengawal pribadi Raja Sejong lainnya mereka memacu kuda dengan cepat ketika akhirnya mereka mulai di ikuti walaupun jumlah pengejar hanya terdiri dari tiga orang tapi Changmin yakin salah satu dari ketiga orang itu pasti adalah ketuanya, karena ada yang menggunakan ikat kepala berbeda dengan penunggang kuda yang lain.



Changmin sangat mengenal para pembunuh bayaran mentri Jang karena bagaimanapun dulu dia juga sempat menjadi salah satu anggotanya, walaupun berasal dari keluarga bangsawan Changmin sendiri kurang di perhatikan oleh keluarganya yang lebih memperhatikan Hyungnya yang di anggap sebagai penerus tapi semua berubah saat Changmin bertemu dengan Kyuhyun, Kyuhyun dengan caranya bisa membuat Changmin terpesona dan bertekad bersaing dengan Kyuhyun dalam hal apapun hingga membuat keduanya menjadi sahabat.



Itu kenapa Changmin melakukan apapun untuk Kyuhyun termasuk membantu menyelamatkan kekasih sahabatnya itu karena bagi Changmin, Kyuhyun adalah cahaya dalam hidupnya yang hampa dan gelap.



***



Malam hampir menghilang ketika Nam Young sampai di rumah kediaman Nyonya Ahn bibi Kyuhyun, semalam setelah berdiskusi tentang cara menyelamatkan Hagi, Kyuhyun langsung mengirim surat pada bibinya tentang prihal kedatangannya juga tamu penting Raja Sejong dan seorang teman dekat. Itu kenapa nyonya Ahn terlihat di depan rumah dan langsung menyambut kedatangan Nam Young, surat itu datang beserta dengan tanda yang hanya di miliki Raja Sejong.



Nam Young turun dari kuda lalu membantu seseorang yang berkuda satu pelana dengannya perlahan, Nam Young yakin orang yang kini ada dalam dekapannya sudah tidak bisa berjalan. Kim Hagi sepucat kertas gadis itu belum sadarkan diri sejak semalam dan dengan terpaksa harus berkuda demi menyelamatkan nyawanya.



Bahkan Nam Young beberapa kali memastikan denyut nadi Hagi karena mulai tidak yakin sahabatnya itu bisa bertahan. Tidak ada pilihan Nam Young membopong Hagi lalu meminta Nyonya Ahn menyiapkan kamar untuk Hagi, Nam Young juga meminta nyonya Ahn untuk memanggil seorang tabib untuk memantau kondisi Hagi.



"Untuk sekarang aku serahkan semua pada anda Nyonya Ahn, pastikan tidak ada yang tahu keberadaan gadis ini, aku harus pergi sekarang sebelum ada yang curiga, Kyuhyun akan datang menjemput gadis ini kemari." Nyonya Ahn menatap cemas kearah Hagi, gadis ini seolah siap mati kapan saja.



"Apakah gadis ini tamu istimewa Raja Sejong? Kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana? Dia sekarat... aku takut dia mati disini dan membuat Yang mulia marah." Nam Young menghelah nafas pelan, dia sendiri tidak bisa memastikan apapun semua serba mendadak bahkan Nam Young masih belum tahu detail semua ini.



"Hanya pastikan gadis ini bernafas sebelum Kyuhyun datang, aku hanya bisa mengatakan hal itu Nyonya." Meninggalkan Nyonya Ahn yang masih gelisah Nam Young langsung keluar kamar tempat dimana Hagi berbaring. Nam young langsung keluar rumah dan berlari menuju kudanya tanpa banyak bicara Nam Young melesatkan kudanya menuju istana.



Di perjalanan Nam Young kembali mengingat kembali rencana yang Changmin buat, walaupun cukup mengulur waktu Nam Young tidak menyangka rencana Changmin cukup efektif.



"Apa kau punya rencana?" Raja Sejong menatap Changmin penuh harap dalam keadaan genting seperti ini apapun rencana harus di pertimbangkan. Changmin mengangguk lalu menatap Kyuhyun sebentar.


__ADS_1


"Disini yang tahu lebih banyak selain Jong Hyun hanya Kyuhyun itu berarti hanya Kyuhyun yang bisa mengantar selir Suki luka Kyuhyun juga sepertinya tidak terlalu parah." Sekali lagi Changmin menatap Kyuhyun yang mengangguk menyetujui.



"Kita tidak bisa meminta Jong Hyun mengantar selir Suki karena lukanya yang terlalu parah. Tapi jika Kyuhyun terang-terangan mengantar Selir Suki ke pulau Jeju, para pembunuh bayaran mentri Jang pasti akan mengejar, walaupun Kyuhyun cukup kuat untuk mengantar Selir Suki, Kyuhyun tidak cukup kuat untuk melawan para pembunuh bayaran itu. Jalan satu-satunya hanyalah membuat para pembunuh bayaran itu berpikir jika Hagi masih di Hanyang bersembunyi di suatu tempat dalam perlindungan Yang mulia." Semua orang nampak menatap Changmin penasaran, semua orang tahu jika Hagi harus secepatnya pergi kepulau Jeju dan semua orang tahu sekarang para pembunuh bayaran itu sedang mengelilingi penjuru kuil.



"Lalu apa rencanamu?" Pertanyaan Kyuhyun membuat Changmin tersenyum kecil.



"Kita pesan sebuah tandu untuk Selir Suki, juga pastikan ada dua orang wanita untuk mengecoh para pembunuh bayaran itu." Tidak setuju Nam Young angkat bicara.



"Bukankah justru berbahaya jika Selir Suki di bawa dengan tandu? Para pembunuh bayaran itu bisa menyerang kapan saja."



"Hal itu bisa saja terjadi, tapi Selir Suki hanya menggunakan tandu sebentar saja setelah para pembunuh bayaran itu berhenti mengikuti, Nam Young akan membawa Selir Suki kedesa terdekat, aku yakin Kyuhyun punya seorang bibi di desa di dekat Hanyang, kita bisa menitipkan Hagi disana untuk sementara agar meyakinkan para pembunuh bayaran jika Hagi di sembunyikan di dalam istana... aku dan Kyuhyun akan mengalihkan perhatian mereka dengan berpencar sambil berkuda bersama kedua wanita yang aku sebutkan tadi." Raja Sejong mengangguk paham tapi tidak dengan Kyuhyun, Hagi sudah tidak bisa bertahan lama lagi disini.



"Selir Suki sudah tidak bisa menunggu Changmin, dia harus secepatnya kembali ketempat asalnya." Changmin menghelah nafas mendengar ucapan Kyuhyun.



"Aku tahu tapi jika kita gegabah Selir Suki dan kau bisa saja terbunuh bahkan sebelum kau sampai di Jeju." Kyuhyun memejamkan matanya frustasi dia sendiri tidak bisa memikirkan jalan keluar apapun dan hanya rencana Changminlah yang paling masuk akal.



"Setelah kita semua ada di istana Yang mulia bisa mencari alasan untuk Kyuhyun menjemput Selir Suki di rumah bibinya dengan mengutus Kyuhyun ke utara, aku yakin di istana masih banyak orang-orang mentri Jang yang masih berkeliaran, jika tidak dari mana para pembunuh bayaran yang kini sedang ada di luar tahu Yang Mulia kemari." Semua orang mengangguk mengerti, setidaknya rencana ini harus di coba.



"Baiklah kita coba rencana Changmin sebaiknya kita mulai bergerak sebelum pagi datang." Ucapan Raja Sejong di jawab serentak oleh orang di dalam kamar tersebut.



****


Pagi datang ketika rombongan Raja Sejong sampai di istana, keadaan istana masih sunyi ketika tandu yang berada di belakang iringan Raja Sejong di arahkan ke arah paviliun yang di khususkan bagi wanita yang di sukai Raja. Seorang gadis keluar dari tandu sambil menggunakan cadar dan di bimbing masuk ke arah paviliun, seseorang dari jauh melihat hal itu dengan exspresi menyelidik lalu pergi setelah Raja juga pergi dari paviliun, gerak gerik orang itu tidak luput dari tatapan menyelidik Nam Young yang baru saja datang, yakin sudah benar-benar pergi Nam Young akhirnya mendekat ke arah Raja Sejong.



"Sepertinya kita berhasil meyakinkan salah satu mata-mata mentri Jang Yang Mulia." Raja Sejong menghelah nafas ketika Nam Young sudah ada di sampingnya lalu mengangguk pelan.



"Apa Selir Suki aman?" Nam Young hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Raja Sejong, tatapan cemas masih membayangi wajah Raja Sejong membuat Nam Young tersenyum menenangkan.



"Selir Suki pasti baik-baik saja Yang mulia." Sekali lagi Raja Sejong mengangguk pelan.




"Jika boleh menyarankan Yang mulia sebaiknya mata-mata itu tidak di tangkap sekarang sebelum Selir Suki benar-benar sampai di Jeju." Raja Sejong nampak berpikir lalu menatap Nam Young yakin.



"Baiklah, katakan pada Changmin dan Kyuhyun untuk langsung menghadap padaku ketika mereka sampai, kau bisa menunggu mereka di depan gerbang istana." Nam Young memberi hormat lalu pergi meninggalkan Raja Sejong menuju gerbang istana.



Baru saja Nam Young sampai di depan gerbang istana kedua pengawal yang mengiringi Changmin nampak mendekat kearah Nam Young keduanya nampak terluka walaupun tidak terlalu parah, dengan perasaan cemas Nam Young langsung bertanya ketika mereka turun dari kuda.



"Mana Changmin? Kenapa kalian hanya berdua saja?" Keduanya saling pandang lalu menatap Nam Young sedih.



"Changmin terluka parah, kami langsung mengantarnya kekeluarga Shim setelah para pengejar berhenti menyerang dan sadar kalau wanita yang pergi bersama kami bukan Selir Suki." Nam Young memejamkan matanya frustasi ketika mendengar ucapan Min Gyu salah satu pengawal yang ikut bersama Changmin tadi malam, hal ini memang bisa saja terjadi.



"Jangan katakan apapun pada Kyuhyun, dia harus fokus mengantar Selir Suki nanti." Nam Young menatap Min Gyu dan Ah min bergantian yang di balas dengan anggukan pelan keduannya. Bagaimanapun Changmin dan Kyuhyun memiliki ikatan yang istimewa selain dengannya, Kyuhyun tidak akan tenang jika tahu Changmin terluka.



"Min Gyu laporkan hal ini pada Yang Mulia setelah itu kalian berdua bisa mengobati luka kalian, aku akan menunggu Kyuhyun disini." Keduanya memberi hormat pada Nam Young lalu masuk kedalam istana.



Sekitar setengah jam kemudian Kyuhyun dan Minho mendekat kearah gerbang istana, Kyuhyun hampir saja terjatuh dari pelana karena lemas jima saja Nam Young tidak cepat mendekat dan menangkap Kyuhyun.



"Kau terluka?" Pertanyaan Nam Young hanya dibalas gelengan kecil dari Kyuhyun merasa tidak yakin Nam Young menatap Minho bertanya dan hanya di balas anggukan khawatir dari Minho. Nam Young menatap punggung Kyuhyun yang masih mengeluarkan darah segar ketika Min Ho menatap punggung Kyuhyun khawatir.



"Bodoh kau jelas terluka parah, kita obati lukamu dulu baru bertemu Yang Mulia." Kyuhyun sekali lagi menggeleng lemah.



"Hagi?"


__ADS_1


"Dia ditangani langsung oleh bibimu kau tenang saja." Sekali lagi Kyuhyun menggengkan kepalanya tidak yakin.



"Anni, kita tidak punya banyak waktu, dia harus diantar secepatnya." Nam Young mengerang kesal, sahabatnya ini kenapa keras kepala sekali. Seolah sadar Nam Young sendiri Kyuhyun mencengkram baju Nam Young panik.



"Changmin? Mana Changmin?" Merasa sahabatnya yang lain tidak ada Kyuhyun bertanya cemas pada Nam Young. Awalnya Nam Young tidak bisa menyembunyikan kesedihannya tapi dengan cepat Nam Young tersenyum kecil.



"Dia sedikit terluka sekarang sedang dirawat, kau juga harus di rawat dan sebaiknya berpakaian yang lebih baik agar orang istana tidak curiga. Aku akan membantumu menghadap yang mulia dan aku tidak ingin kau membantah." Nam Young berkata tegas ketika Kyuhyun siap kembali menyela ucapannya. Akhirnya sambil menghelah nafas Kyuhyun menyerah dan membiarkan sahabatnya itu memapahnya ke arah rumah sakit istana.



***



Setelah merasa cukup dengan perawatan tabib istana Kyuhyun tetap memaksa untuk melapor kepada Raja Sejong secepatnya melewati perdebatan yang panjang dengan Nam Young yang memintanya untuk beristirahat akhirnya Kyuhyun bisa menghadap Rajanya yang tahu betul kondisi Kyuhyun yang terluka parah.



"Yang mulia saya mohon tolong izinkan saya pergi sekarang juga, Selir Suki sudah tidak punya banyak waktu lagi." Raja Sejong menghelah nafas berat, dalam hati kecilnya dia memang ingin Kyuhyun berangkat sekarang juga tapi kondisi pengawal kesayangannya itu tidak dalam keadaan baik.



"Tapi kau terluka parah Kyuhyun_ssi."



"Saya mohon Yang Mulia..." sedikit egois Raja Sejong menatap Nam Young yang menggelengkan kepalanya saat di tatap dengan sendu.



"Baiklah... amil surat ini, disini di jelaskan kalau kau aku tugaskan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan perang di utara. Tapi kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan Kyuhyun_ssi???" Kyuhyun tersenyum senang lalu mengambil surat yang Raja Sejong berikan pada Kyuhyun sementara Nam Younh hanya bisa memejamkam mata melihat keegoisan Raja Sejong dan kekeras kepalaan Kyuhyun.



"Saya akan menjalankan tugas dengan baik Yang Mulia." Raja Sejong mengangguk mendengar keyakinan yang Kyuhyun miliki.



"Pastikan dia pulang ketempat asalnya dan sampaikan maafku padanya." Kyuhyun menatap Raja Sejong sekali lagi ada janji di matanya untuk Raja Sejong karena Kyuhyun juga akan mengusahakan hal itu apapun caranya.



"Izinkan saya ikut bersama Kyuhyun Yang Mulia." Kyuhyun dan Raja Sejong menatap Nam Young yang akhirnya menyerah dan ikut membantu. Raja Sejong mengangguk senang begitupun dengan Kyuhyun.



Setelah persiapan yang cukup walaupun dengan kondisi yang masih lemah akhirnya Kyuhyun dan Nam Young berangkat ke desa terdekat dari Hanyang tepatnya adalah rumah kediaman bibi Kyuhyun, Nam Young memang akhirnya menyetujui Kyuhyun untuk pergi secepatnya tapi hampir setengah jam sekali Nam Young selalu memintanya untuk beristirahat. Awalnya Kyuhyun sempat kesal pada Nam Young tapi setelah mendengar alasannya Kyuhyun tidak banyak membantah.



"Kau tidak berniat membuat Hagi semakin khawatirkan dengan melihatmu memaksakan diri untuk mengantarnya pergi? Dia tidak akan senang sama sekali jika kau terluka. Dia bahkan mungkin akan memilih pergi sendiri jika dia tahu kau terluka parah."



Setelah mendengar hal itu Kyuhyun benar-benar berusaha membuat kondisinya terlihat lebih baik lagi sebelum sampai di kediaman bibinya. Kyuhyun selalu lupa jika Hagi sangat cerdas dan selalu mendahulukan orang lain dan apa yang Nam Young katakan bisa saja terjadi.



Keduanya sampai sore hari di kediaman nyonya Ahn, terlihat jelas jika Kyuhyun khawatir dengan Hagi karena begitu turun dari kuda Kyuhyun langsung masuk kedalam rumah. Sebelumnya Kyuhyun sempat bertanya dimana Hagi beristirahat pada Nam Young dan Kyuhyun tahu betul dimana Hagi beristirahat karena dulu saat dia hampir mati dan di tolong oleh Hagi kamar itulah yang ia gunakan untuk beristirahat di kediaman bibinya.



Tapi Kyuhyun akhirnya menarik nafas lega lalu bersandar di pintu kamar ketika melihat Hagi yang terduduk di ranjang dan kini sedang berbicara dengan bibinya, Hagi tersenyum sendu menatap kedatangan Kyuhyun wajah Hagi masih sedikit pucat tapi tidak separah sebelumnya, Nam Young yang menyusul dari belakang juga tersenyum lega saat melihat Hagi sudah sadar dan tersenyum padanya.



"Kalian datang..." suara Hagi yang terlihat normal membuat senyuman di wajah Kyuhyun terbit dan Nam Young menepuk bahu Kyuhyun sama senangnya.



"Lihat, dia masih Hagi kita yang dulu dia kuat lebih dari kita." Ucapan Nam Young membuat Kyuhyun mengangguk yakin.



Perlahan keduanya mendekat kearah Hagi lalu tersenyum senang ketika akhirnya bisa melihat wajah Hagi yang terlihat semakin membaik walaupun masih sedikit pucat. Kyuhyun menggenggam tangan Hagi lalu mengelus pelan buku-buka jari Hagi.



"Aku butuh banyak penjelasan darimu, kau sudah berjanji padaku." Hagi kembali tersenyum lalu mengangguk kecil.



"Aku juga berharap tidak menjadi orang bodoh yang tidak tahu apa-apa." Ucapan Nam Young membuat Hagi harus tersenyum geli.



"Ne... aku juga akan memberitahukannya padamu, tapi bisakah aku bercerita di jalan saja? Aku sudah tidak punya banyak waktu." Kyuhyun dan Nam Young saling tatap lalu mengangguk kearah Hagi menyetujui.



Hagi menatap Kyuhyun lama ada perasaan bahagia di hatinya sekarang kali ini dia harus benar-benar pulang karena ada seseorang yang menunggunya yang juga berarti untuknya.



"Aku mengingatnya sekarang... kau ada di sana Kyuhyun_ssi."


__ADS_1


bersambung



__ADS_2