
Semua terasa benar walapun tidak aku inginkan, tetaplah dalam jarak pandangku
♡♡♡♡
Ruangan yang sering di gunakan Raja Sejong untuk bekerja hari ini sedikit ramai, pasalnya ada dua pasangan pengantin baru yang datang berkunjung setelah mengambil cuti seminggunya. Kedua pasangan ini sengaja memberi salam selamat pagi pada Raja yang memang mengatur pernikahan untuk kedua pasangan itu.
"Aku harap kalian bisa bahagia dengan pernikahan kalian." Ucapan Raja Sejong hanya di balas dengan ucapan terima kasih dari kedua pasangan di hadapannya, tidak terlihat kebahagiaan dari kedua pasangan ini layaknya pengantin baru lainnya membuat Raja Sejong menghelah nafas sedih.
Dia juga sebenarnya tidak ingin melakukan hal ini, tapi memang tidak ada pilihan lain untuknya. Masalah kemarin membuat Raja harus mengorbankan kebahagiaan keempat orang di hadapannya, jangan lupakan selir Suki aka Hagi yang sama terlukanya karena terhubung dengannya.
"Baiklah kalian bisa pergi, ah mungkin kalian bisa menyapa Selir Suki dulu, aku tahu dia pasti kesepian. Jadi sering-seringlah mengunjunginya." Ucapan Raja Sejong sontak membuat Hyunmie dan Jong Seo menatap Kyuhyun yang menegang sempurna tapi kemudian Kuuhyun menarik nafas dalam-dalam untuk mengatur jantung nya yang berdebar kencang.
"Kami pamit Yang Mulia." Ucap Jong Seo mewakili semuanya lalu pergi meninggalkan ruangan Raja setelah di izin kan oleh Raja Sejong.
Kyuhyun terlihat melamun saat berjalan menuju kediaman Hagi, begitu pun dengan Hyunmie dan Jong Seo membuat Shin Min ah yang tidak tahu apa-apa nampak bingung.
"Apakah aku juga harus ikut kesana?" Ucapan Shin Min ah membuyarkan lamunan mereka, Hyunmie masih enggan menatap Shin Min ah dia hanya menatap kearah lain sementara Jong Seo hanya tersenyum kecil.
"Kau bisa kesana nanti, kalau kau ingin kau bisa datangi putri mahkota terlebih dahulu, biar kami bertiga saja yang menyapa selir Suki." Shin Min Ah mengangguk kecil lalu pergi dari sana setelah masih tidak di peduli kan oleh Kyuhyun ataupun Hyunmie.
Kim Jong Seo menghelah nafas melihat mantan tunangannya dan adiknya masih tidak mau menyapa istrinya, dia juga tidak menyukai istrinya, tapi Jong Seo berusaha sebaik mungkin karena tidak mau ada lagi masalah antar ayah dan mertuanya seperti sebelum pernikahan.
Ketiganya langsung pergi kekediaman Hagi begitu melihat Shin Min ah pergi, yang pertama melangkahkan kakinya adalah Hyunmie, dia sangat merindukan Hagi, Hyunmie juga ingin menyampaikan sesuatu pada Hagi, Paman dan Bibi Ma memintanya untuk memberikan pakaian Hagi yang tempo hari pernah di perlihatkan padanya juga sebagai bukti jika Hagi bukanlah dari Joseon.
Sedang Kyuhyun namja ini nampak enggan sekalipun ia juga merindukan Hagi, bahkan dia tidak pernah tidur nyenyak selama seminggu terakhir karena memikirkan Hagi yang kini sudah menjadi selir. Tapi Jong Seo langsung menarik tangan adiknya itu lalu memberikan senyum menenangkan untuk Kyuhyun membuat saengnya itu mengangguk paham.
Bagaimanapun Kyuhyun harus kuat menghadapi semua ini, bahkan seumur hidupnya dia harus melakukannya jika tetap ingin melihat Hagi di sisinya. Bayangan Hagi menghilang lebih mengerikan dari pada melihat gadis itu menjadi selir.
Ketiganya tiba di kediaman Hagi tidak lama karena kediaman Hagi sangat dekat dengan ruangan utama kediaman Raja Sejong. Dayang Jang langsung mempersilahkan ketiganya untuk masuk karena Hagi sendiri sudah menunggu kedatangan mereka.
Saat ketiganya masuk Hagi menatap sendu ke arah Kyuhyun yang masih menunduk tidak berani menatap Hagi.
"Silahkan duduk." Ketiganya langsung duduk di hadapan Hagi dan yang pertama berbicara adalah Hyunmie.
"Bagaimana kabar anda Selir Suki?" Hagi menghelah nafas lalu menarik tangan Hyunmie dan menggengamnya erat.
"Ayolah jangan begini, aku sudah bosan dengan semua orang yang memanggilku dengan gelar itu disini, bisakah kau memanggil dengan namaku saja seperti biasa?" Hyunmie tersenyum sayu ketika melihat betapa frustasinya Hagi, dia bisa paham perasaan Hagi yang terbiasa hidup bebas dan sekarang harus terkurung di tempat seperti ini.
"Saya tidak berani Selir Suki." Hagi menarik tangannya sedikit merajuk dia kesepian dan berharap ada orang yang menjenguknya tanpa embel-embel seorang selir.
__ADS_1
"Setidaknya saat tidak ada siapapun, bisakah kalian memanggilku Hagi? Kalian tega sekali jika tetap memanggilku dengan gelar itu." Kim Jong Seo dan Hyunmie hanya tersenyum kecil akhirnya mengangguk demi menyenangkan selir baru dihadapan mereka. Hagi kembali menatap Kyuhyun sendu, namja itu sejak tadi hanya diam tidak bersuara bahkan masih menunduk membuat Hagi sedih.
"Bagaimana kabarmu Kyuhyun_ssi..." pertanyaan Hagi sontak membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya.
"Saya baik Selir Suki." Kyuhyun masih menunduk dan menjawab masih dengan gelar yang Hagi miliki.
"Bisakah kau melihatku? Dan bisakah kau hanya memanggilku Hagi saja?" Hagi bertanya dengan sedikit suara yang bergetar, dia benar-benar sedih ketika Kyuhyun menjadikan nya orang asing sekarang. Kyuhyun memejamkan matanya berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk menatap Hagi, perlahan Kyuhyun mengangkat kepalanya lalu tersenyum sendu kearah gadis yang sangat ia cintai.
"Aku baik-baik saja Hagi_ssi..." Hagi mengigit bibir bawahnya berusaha agar isak tangis tidak keluar dari mulutnya ketika melihat wajah tirus Kyuhyun juga kantung mata yang sedikit menghitam yang menghiasi wajahnya. Tapi Hagi tidak bisa menahan air mata yang jatuh di wajahnya dan dengan cepat Hagi menghapusnya lalu berusaha tersenyum dan menatap Hyun Mie yang khawatir dengan Hagi.
"Bagaimana kabar Eomma dan Abeoji Ma?" Hagi teringat dengan orangtua angkatnya yang masih tinggal di rumah mentri Park.
"Mereka baik-baik saja... mereka senang saat tahu alasan yang sebenarnya kenapa kau menjadi selir. Dan mereka juga menitipkan ini untuk diserahkan padamu." Hyunmie menyerahkan sebuah bungkusan yang di bungkus kain sutra yang di berikan oleh bibi Ma sebelum masuk istana.
Hagi tersenyum lega lalu mengambil bungkusan itu dari tangan Hyunmie saat itulah tangan Hagi kembali transparan membuat ketiga orang yang ada di sana menahan nafas terkejut bahkan Kyuhyun langsung memegang tangan Hagi dan menggenggam tangan itu dengan ekspresi takut.
"Ada apa ini? Kenapa begini lagi?" Kyuhyun langsung bertanya dengan panik ketika tangan Hyunmie masih berubah-ubah dari transparan lalu normal kembali.
Hagi hanya menghelah nafas lalu menggelengkan kepalanya bingung dia juga tidak mengerti kenapa bisa begini, kemarin bahkan Hagi mengirim seseorang untuk memastikan jika kakek dan nenek moyanganya baik-baik saja. Dan seperti yang Hagi lihat kakek moyangnya ini memang baik-baik saja.
"Kami semua baik-baik saja, tidak ada yang aneh." Hagi kembali menatap Kyuhyun ketika genggaman di tangannya mengerat, namja itu masih ketakutan karena tangannya masih berubah-ubah.
"Katakan apa yang harus aku lakukan? Aku tidak akan membiarkanmu menghilang atau pergi dari sini." Kyuhyun menatap Hagi bertanya, bahkan sepertinya Kyuhyun mendesak Hagi agar menjawab pertanyaannya.
"Aku tidak tahu Kyuhyun_ssi..." sesaat keempat orang itu terdiam, tatapan Hagi tertuju pada kertas yang kemarin di berikan Raja padanya, seolah mengingat sesuatu Hagi menatap Kim Jong Seo bertanya.
"Apa Yang Mulia akan mengirimmu keperbatasan di utara dalam waktu dekat ini?" Pertanyaan Hagi di balas dengan anggukan heran dari Jong Seo.
"Bagaimanan kau tahu?" Hagi menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun lalu membuka kertas-kertas yang tadinya terlipat di hadapannya, Jong Seo dan Kyuhyun yang tahu tentang surat itu langsung terkejut karena hanya Yang Mulia dan mereka sajalah yang tahu tentang surat itu.
"Tunggu kenapa surat itu ada padamu?" Jong seo yang bertanya lebih dulu pada Hagi terkejut, sedangkan Hagi dia merasa sepertinya mulai menemukan titik terang dari semua ini, alasan kenapa tubuhnya kembali transparan.
"Yang Mulia meminta pendapat padaku, dulu aku juga pernah di Jeju dan Yang Mulia masih berpikir jika orang tuaku mati di bantai Jurchen. Ini tentang bandul kalung yang di miliki oleh jendral Jurchen yang membuat pasukannya menjadi lebih kuat. Jendral ini yang memimpin pemberontakan di wilayah utara Joseon sekarang." Jong seo yang sedikit paham mengangguk kecil.
"Jadi Yang mulia berpikir kau mungkin pernah melihat jendral ini dan ingin memastikan tentang isu bandul kalung yang menjadi jimat untuk kekuatannya juga pasukan nya itu?" Hagi mengangguk lalu kembali menatap gambar bandul di hadapannya.
"Aku memang tidak pernah melihat jendral Jurchen itu memakai bandul ini juga tapi sepertinya aku pernah melihat bandul yang di gambar disini, hanya saja aku tidak yakin karena ada yang hilang dari bandul ini, atau mungkin memang bisa saja hanya mirip. Aku harus memastikannya." Kyuhyun lagi-lagi menatap cemas kearah Tangan Hagi yang kembali transparan.
__ADS_1
"Tapi bukankah sekarang yang terpenting adalah kau Hagi? Lihat tanganmu itu." Seolah menyadari ketegangan Kyuhyun, Hyunmie angkat bicara karena ia juga melihat tangan Hagi yang masih transparan.
"Apa kalian belum melihat poin dari apa yang sedang kita bahas?" Pertanyaan Hagi membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung.
"Apa maksudmu? Apa kita masih ada waktu untuk melakukan ini semua? Kau hampir menghilang lagi." Hagi menatap Kyuhyun sendu, dia merasa terharu dengan kemarahan juga ketakutan yang Kyuhyun rasakan tentang kondisinya yang kapan saja bisa menghilang.
"Justru karena tidak ada waktu kita harus memecahkan masalah ini. Lihat aku tahu ini mungkin tidak masuk akal tentang Jendral Jurchen ini, tapi percaya atau tidak aku memperlajari banyak hal tentang Jurchen, mereka masih mempercayai kekuatan mistik juga kekuatan Budis. Aku tidak akan Menertawakan mereka karena keadaanku yang ada di sini lebih tidak masuk akal lagi. Yang ingin aku katakan adalah ada kemungkinan kenapa aku menjadi transparan lagi itu karena Jong Seo yang akan di kirim ke utara untuk misi pemberantasan pasukan Jurchen yang sekarang dipimpin oleh jendral pemilik bandul ini." Ucapan Hagi akhirnya membuat Kyuhyun yang mulai paham membuat kesimpulan.
"Yang artinya ada kemungkinan Hyung bisa saja mati jika tetap pergi kesana." Hagi mengangguk kepala nya mengiyakan, sepertinya hal ini menjadi masuk akal, karena dalam sejarah Kim Jong Seo memang menjadi pemimpin untuk pasukan ke utara pada tahun ini.
"Kalau begitu aku hanya tinggal meminta pada Raja untuk tidak berangkat jika itu masalahnya." Kali ini Kyuhyun dan Hyunmie mengangguk menyetujui ucapan Jong Seo. Kyuhyun ingin tetap Hagi di sini sedangkan Hyunmie ingin Jong Seo tetap hidup setidaknya lebih lama lagi.
Tapi tidak dengan Hagi, gadis itu justru menggelengkan kepalanya tidak setuju, karena dalam sejarah Jong seo yang akan mengalahkan pasukan itu bukan yang lain, dan jika bukan Jong Seo pasukan itu tidak bisa di taklukan.
"Tidak, aku tidak setuju dengan hal itu, Jong Seo akan tetap pergi dan aku yakin Yang Mulia juga menginginkan hal itu. Yang Mulia sudah mempercayakan hal ini padamu sejak lama Jong Seo_ssi. Dan hanya kau jendral perang berpengalaman Di Joseon." Jong Seo mengangguk paham, sebenarnya dia juga tidak bisa mundur begitu saja apa lagi sekarang dia sudah menjadi wakil perdana mentri dan ini akan jadi tugas pertamanya setelah pengangkatannya.
Tapi tidak dengan Kyuhyun dan Hyunmie keduanya jelas tidak ingin kehilangan salah satunya.
"Apa itu penting jika akhirnya Hyung mati dan kau menghilang?" Ucapan Kyuhyun langsung di balas anggukan cepat dari Hyunmie.
"Dan pengorbanan kita akan sia-sia jika kau tetap hilang." Hagi menghelah nafas ketika Hyunmie tetap bersikeras dengan ucapannya
"Siapa bilang aku ingin hilang? Dengar justru karena aku tidak ingin ada yang mati atau yang hilang itu kenapa kita harus mencari cara agar kekuatan di bandul itu hilang. Kalau menurut info yang ada, bandul itu di dapat di kuli yang ada di Jeju. Itu artinya aku bisa mencari informasi kesana." Kyuhyun menggelengkan kepalanya tidak setuju.
"Tidak biar aku saja yang mencari info itu." Kyuhyun berusaha menawarkan diri, dia tidak mau Hagi dalam bahaya karena pergi ke Jeju.
"Benar kata Kyuhyun, kau tidak bisa pergi dari sini begitu saja. Kau ingat kau sekarang adalah seorang selir istana." Hagi menghelah nafas ketika Jong Seo mengingatkan kembali posisinya sekarang.
"Aku tahu justru karena itulah aku butuh bantuan kalian untuk membujuk Yang Mulia, aku harus pergi kesana juga karena aku harus memastikan sesuatu disana dan hak ini tidak bisa di wakilkan karena ini juga menyangkut tentang keberadaanku juga. Aku juga tidak bisa pergi bersama Kyuhyun karena aku yakin Yang Mulia tidak akan setuju. Aku minta Jong Seo untuk menemaniku kesana. Tidak apakan Hyunmie_ssi?" Ketiganya cukup terkejut saat Hagi justru meminta Jong Seo untuk menemaninya.
"Tapi kenapa?" Hagi menghelah nafas melihat tiga orang di hadapannya kebingungan.
"Karena aku yakin Yang Mulia akan percaya jika aku pergi dengan Jong Seo_ssi." Kali ini Jong Seo mengangguk paham, Kyuhyun memilih diam karena dia juga paham maksud ucapan Hagi, Hagi tidak ingin Yang Mulia berpikiran yang tidak-tidak padanya.
"Baiklah jika menurutmu ini jalan yang terbaik aku akan mendukungmu." Ucapan Jong Seo hanya di balas senyum menenangangkan dari Hyunmie saat Hagi menatapnya.
Hagi juga menatap Kyuhyun yang hanya bisa tersenyum miris, dia kali ini tidak bisa membantu apa-apa untuk Hagi dan itu sangat tidak menyenangkan. Seolah mengerti perasaan Kyuhyun Hagi tersenyum kecil, senyuman yang bahkan tidak pernah ia tunjukan pada siapapun, senyuman yang mengatakan dengan hanya melihat Kyuhyun saja, namja itu sudah banyak membantu Hagi dengan perasaan nyaman, dan Kyuhyun merasakanya lalu tersenyum sendu pada Hagi.
__ADS_1
bersambung