
Aku ingin terus bersamamu, tapi takdir kita memang tidak bisa bersatu
♡♡♡
Kebakaran yang terjadi di istana sontak menjadi buah bibir di Hanyang, entah bagaimana caranya cerita tentang selir baru Raja yang ikut terbakar bisa tersebar keluar istana. Hal itu sontak membuat banyak orang ikut bersedih ketika tahu selir Suki adalah selir kesayangan Raja Sejong. Terlebih selir Suki terkenal baik pada setiap dayang di istana.
Ketika duka yang di alami Raja dan seluruh keluarga kerajaan baru saja terjadi, para mentri dari fraksi Barat datang berbondong-bondong meminta keadilan untuk Selir Suki. Raja Sejong yang masih terlihat shock masih berdiam diri di kamarnya, setelah acara pemakaman yang di lakukan tadi pagi.
"Yang Mulia Wakil perdana mentri Kim Jong Seo ingin bertemu." Raja Sejong menghelah nafas, bagaimanapun dia harus mencari tahu sebab kebakaran yang menyebabkan kematian Hagi.
"Izinkan dia masuk." Tidak berapa lama Jong Seo masuk lalu memberi hormat pada Raja Sejong.
"Apa kau menemukan sesuatu? Aku yakin ini bukan hanya kebakaran biasa." Kim Jong Seo memberikan laporan serta sebuah catatan pada Raja Sejong.
Setelah kebakaran terjadi semalam, Raja Sejong memang langsung mengutus Jong Seo untuk mencari tahu ada apa sebenarnya, Raja Sejong bahkan hampir ambruk ketika melihat jasad Hagi yang hangus terbakar dan sudah tidak bisa di kenali. Tidak sanggup menanggung rasa sakit Raja Sejong akhirnya melimpahkan semuanya pada Jong Seo.
"Sebelumnya saya ingin minta maaf pada Yang mulia, seminggu terakhir ini saya yakin selir Suki sering meminta Yang mulia untuk memisahkan pangeran Suyang dari Mentri Jang karena memberi pengaruh buruk untuk pangeran Suyang." Raja Sejong menatap heran pada Jong Seo, dia tidak menyangka Hagi berbagi cerita juga pada Jong Seo. Seminggu terakhir Hagi memang sering sekali mengunjunginya bukan tentang permintaan menuju ke utara tapi permintaan tentang pangeran Suyang yang sepertinya mendapat pengaruh buruk dari Mentri jang.
"Bagaimana bisa?"
"Maaf Yang Mulia, Selir Suki meminta banyak sekali pertolongan pada Hamba, beliau tahu yang mulia tidak mungkin memisahkan Pangeran Suyang juga mentri Jang karena keduanya sudah sangat akrab semenjak pangeran Suyang kecil itu kenapa selir Suki meminta hamba mencari tahu tentang banyak hal." Raja Sejong mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Yang mulia bisa baca laporan hamba beserta catatan yang hamba lampirkan."
Raja Sejong langsung membuka laporan yang Jong Seo buat, tidak berapa lama wajah penuh amarah menghiasi wajah Raja penuh wibawa itu. Laporan itu menjelaskan jika hampir seminggu terakhir Pangeran Suyang berusaha meminta pertolongan pada Hagi untuk mencari tahu data korupsi mentri Jang yang disimpan di kantor para Kasim. Juga disana di jelaskan jika Hagi yang sudah memilki catatan tersebut menolak untuk memberikan catatan tersebut hingga membuat mentri Jang berubah haluan membunuh Hagi. Kesaksian para dayang juga orang bayaran yang di minta untuk membakar perpustakaan membuat laporan itu semakin akurat.
"Apa kau yakin?" Jong Seo mengangguk membuat Raja Sejong menarik catatan di meja dengan tergesa lalu membacanya secara acak.
__ADS_1
"Hamba sudah menginterogasi juga menangkap beberapa orang yang terlibat. Dan maafkan hamba Yang mulia untuk sekarang hamba terpaksa membuat Pangeran Suyang menetap di kediamannya." Wajah Raja Sejong penuh dengan amarah, dia tidak menyangka Mentri Jang sampai sejauh ini hanya untuk menutupi korupsi yang ia lakukan.
"Tidak apa, Pangeran Suyang pasti tidak bisa menerima semua ini. Lebih baik dia diam di kediamannya hingga semua selesai." Jong Seo mengangguk patuh.
"Lalu bagaimana dengan adikmu? Apa dia tidak apa-apa?" Jong seo menundukkan kepalanya lalu menghelah nafas berat, sejak kebakaran di padamkan Kyuhyun menghilang entah kemana tepatnya setelah melihat jasad Hagi yang terbakar Hangus, Kyuhyun pergi dari istana dengan raut wajah terpukul.
Tapi sebelum melapor pada Raja, beberapa anak buahnya mengatakan jika Kyuhyun kini sedang ada di rumah bordir nyonya Young Ae. Walaupun dalam keadaan mabuk, Jong Seo setidaknya bisa bernafas lega karena Kyuhyun tidak berbuat macam-macam.
"Kyuhyun tidak dalam keadaan baik Yang Mulia, hamba juga ingin meminta izin agar Kyuhyun bisa di liburkan untuk sementara waktu." Raja Sejong menghelah nafas, Raja Sejong tahu pasti rasa sakitnya bahkan jika bukan karena dia masih memilki tanggung jawab sebagai seorang Raja, dia juga akan melakukan hal yang sama seperti Kyuhyun.
"Baiklah, biarkan dia istirahat dulu. Aku ingin kepastian untuk semua ini. Bawa laporan akhirnya. Aku sendiri yang akan menginterogasi orang itu." Jong Seo mengangguk patuh lalu keluar dari ruangan Raja.
Jong seo melangkah keluar ruangan Raja sambil mengambil nafas panjang, ini semua terasa berat untuknya terlebih Kyuhyun sangat menderita dengan apa yang terjadi saat ini.
"Apa aku sudah melakukan hal yang benar?" Gumam Jong Seo pelan.
"Tuan..." Jong Seo mengalihakan tatapannya lalu menatap orang di hadapannya bertanya.
"Ada apa? Bukankah seharusnya kau ada di kediaman pangeran Suyang?" Nam Young menatap Jong Seo cemas, seolah mengerti tatapan Nam Young dengan sedikit berlari Jong Seo menuju kediaman pangeran Suyang di susul Nam Young di belakangnya.
Seperti dugaan Pangeran Suyang mengamuk karena dilarang keluar dari kediamannya apa lagi setelah mendengar orang terdekatnya mentri Jang di penjara karena dituduh membunuh Selir Suki.
"Lepaskan aku, kalian tidak bisa seperti ini padaku. Tidak mungkin mentri Jang membunuh selir Suki." Pangeran Suyang berusaha menembus penjaga yang menghalanginya untuk pergi.
"Hentikan pangeran." Ucapan Jong Seo sontak membuat pangeran Suyang menatap Jong Seo penuh amarah.
"Kenapa kau lakukan ini? Kau tahu mentri Jang tidak akan melakukan hal itu." Teriakan pangeran Suyang sontak membuat Jong Seo menghelah nafas pelan.
__ADS_1
"Masuklah pangeran aku akan menjelaskannya." Pangeran Suyang menatap Jong Seo penuh kebencian tapi dengan sedikit terpaksa akhirnya pangeran Suyang masuk kedalam kediamannya di susul oleh Jong Seo sendiri.
Keduanya kini saling berhadap-hadapan terlihat jelas jika pangeran Suyang terlihat enggan menatap orang di hadapannya. Jong Seo menyimpan secarik kertas dihadapan pangeran Suyang.
"Pangeran tahu kan ini tulisan siapa?" Pangeran Suyang menatap kertas di hadapannya dengan enggan lalu membaca tulisan di kertas itu dengan kebingungan.
"Di sini di jelaskan jika mentri Jang merubah tempat pertemuan atas nama Pangeran. Jika pangeran masih berkeras seperti sekarang tulisan itu terpaksa akan saya berikan ke pengadilan. Yang mulia sendiri yang akan menginterogasi pelakunya."
"Apa Kau sedang mengancamku?" Pangeran Suyang semakin mengetatkan rahangnya sambil menggebrak meja kecil dihadapannya.
"Saya justru ingin menyelamatkan pangeran. Pangeran cukup diam dan menjawab semua yang di tanyakan sesuai fakta." Ucapan Jong Seo semakin membuat Pangeran Suyang marah.
"Ne, aku pasti akan bilang yang sebenarnya jika kau bermaksud menjebak mentri Jang, akan aku buktikan itu." Jong Seo menghelah nafas lalu menatap Pangeran Suyang tajam.
"Apa pangeran ingin menutup mata pada bukti yang ada di hadapan pangeran? Dan lagi apa pangeran lupa selir Suki meninggal dalam kebakaran ini? Karena bermaksud melindungi pangeran dengan mengirim pangeran ke kediaman selir Suki kemarin malam." Pangeran Suyang terdiam, Pangeran muda itu nampak berpikir.
"Tidak mungkin, untuk apa mentri Jang mau membunuhku juga selir Suki. Aku bahkan sudah menganggapnya sebagai ayahku sendiri." Dalam hati Jong Seo merasa bersalah juga pada Pangeran Suyang karena membuat Pangeran muda ini kebingungan.
"Apa pangeran masih tidak paham? Selama seminggu ini pangeran begitu dekat dengan selir Suki, mentri Jang yang serakah itu merasa posisinya terancam jika pangeran tidak mau mendengarkan mentri Jang lagi karena selir Suki yang berpikir mentri Jang membawa pengaruh buruk bagi pangeran."
"Tapi itu tidak mungkin, kenapa harus sampai membunuh?" Kali ini kebingungan serta kekecewaan melingkupi mata pangeran Suyang.
"Berapa banyak orang yang di bunuh oleh mentri Jang saya rasa pangeran lebih tahu daripada saya." Kali ini tubuh pangeran Suyang menegang sempurna, cukup tahu jika mentri Jang memang selalu membunuh siapa saja yang menentangnya ataupun merugikannya.
"Kita tahu pasti jika selir Suki tidak ingin memberikan catatan itu pada Pangeran. Bukan karena tidak ingin membantu pangeran tapi justru ingin melindungi pangeran dari fraksi barat yang mungkin akan mengetahuinya di masa depan. Ingat pangeran selir Suku mengorbankan nyawanya untuk itu." Setelah mengatakan hal itu Jong Seo keluar dari kediaman pangeran Suyang meninggalkan pangeran Suyang dalam kebimbangan.
bersambung
__ADS_1