
Kenapa kau begitu tega padaku
♡♡♡
Rumah bordir nyonya Young ae selalu ramai oleh pengunjung entah itu dari kalangan pejabat ataupun para bangsawan, kadang-kadang beberapa mahasiswa Sunkyungwan tingkat akhir juga datang kesana. Tidak ada satupun sudut tempat itu yang sepi dari para Giseng dan pelanggan, tapi ada satu tempat di rumah bordir nyonya Young ae yang memang tidak diperbolehkan siapapun untuk masuk, tempat itu adalah paviliun belakang yang hanya Hagi yang boleh memasukinya.
Nyonya Young ae menghelah nafas memandang paviliun itu sedih, inilah yang dia tidak suka ketika Hagi menjadi selir, kesempatan untuk mati lebih besar ketimbang saat dia menjadi pengawal Raja. Berita tentang meninggalnya Hagi sudah sampai di telinganya dan membuatnya menangis seharian kemarin.
"Apa dia sudah mau makan?" Nyonya Young ae bertanya pada mandor rumah bordir di sampingnya yang di balas gelengan kecil membuat nyonya Young ae semakin cemas.
"Kalau begitu jangan beri dia minuman lagi, jika tidak dia bisa mati." Baru saja berkata seperti itu suara benda pecah datang dari paviliun di hadapannya. Sedikit panik nyonya Young ae masuk kedalam Paviliun yang keadaannya sudah sangat berantakan.
"Apa yang tuan lakukan." Bentak nyonya Young ae sambil berusaha mendekat kearah seorang namja yang sudah sangat berantakan juga dengan bau alkohol yang pekat.
"Aku ingin arak lagi." Nyonya Young ae menutup mata sambil memijit keningnya sakit.
"Apa kau begitu ingin mati? Kalau begitu lakukan di tempat lain jangan disini." Ucapan frustasi nyonya Young ae hanya di balas pandangan kosong namja di hadapannya.
"Tempat ini adalah tempat kesukaannya, mungkin saja jika aku mati di sini aku bisa langsung bertemu dengannya. Aku merindukannya... aku ingin minta maaf padanya..." namja itu Kim Kyuhyun mulai menangis lagi dalam diam sambil memukuli dadanya yang terasa sesak ketika mengingat kembali saat melihat tubuh wanita yang ia cintai terbakar hangus, memory tentang aroma daging terpanggang yang Kyuhyun hirup saat kebakaran di padamkan bahkan semakin membuat Kyuhyun sulit bernafas.
Nyonya Young ae menatap Kyuhyun sedih, semenjak datang ke tempat ini Kyuhyun selalu begini. Beberapa orang sudah membujuknya tapi tidak ada yang berhasil termasuk Jong Seo yang tadi siang sempat datang kemari untuk membujuk adiknya pulang ke kediamannya. Tapi bukannya berhasil Kyuhyun malah mengamuk pada Jong Seo terlebih setelah tahu apa yang terjadi pada Hagi selama seminggu terakhir.
Kyuhyun marah pada Jong Seo yang tidak memberitahukan keadaan Hagi pada nya, Kyuhyun juga marah pada Hagi yang tidak mau berbagi pada nya tapi Kyuhyun lebih marah lagi pada dirinya sendiri karena tidak berusaha mencari tahu apa yang sedang Hagi alami karena ke egoisannya.
"Apa kau pikir Hagi akan senang jika kau terus seperti ini? Dia akan sangat sedih jika melihatmu seperti ini." Kyuhyun menatap Nyonya Young ae nanar, dia tidak memikirkan hal itu yang Kyuhyun tahu dia hanya ingin bertemu dengan Hagi lagi sekalipun dengan cara kematian.
"Kenapa dia tega sekali padaku..." kali ini Kyuhyun mulai terisak dengan sejuta rasa sakit di hatinya, Kyuhyun merasa pengorbanan yang ia lakukan selama ini terasa sia-sia jika Hagi akhirnya hilang dari pandangannya.
Perlahan nyonya Young ae mendekat kearah Kyuhyun lalu memeluk Kyuhyun sambil mengelus punggung Kyuhyun memberi sedikit kekuatan.
"Kuatlah... setidaknya kau harus hidup untuk melindungi apa yang Hagi lindungi, atau memberi pelajaran pada orang yang membuat Hagi seperti ini." Kyuhyun memeluk erat nyonya Young ae sambil terus terisak keras, Kyuhyun berjanji setelah ini dia akan lebih kuat dan dia akan pastikan orang-orang yang membuat dia menderita seperti ini akan menerima akibatnya.
****
Di pengadilan dalam istana Raja Sejong menatap orang di hadapannya penuh amarah, orang itu sudah di siksa berulang-ulang tapi tidak mengakui kejahatannya.
"Kau sudah membunuh anggota kerajaan hanya untuk menutupi korupsi yang kau lakukan." Teriakan Raja Sejong menggema di ruang penyiksaan. Tapi orang di hadapannya masih tetap bungkam sekalipun rasa sakit di kedua pahanya yang berdarah mungkin sudah meremukan tulang kakinya.
"Panggil pangeran Suyang sekarang juga." Ketika Raja Sejong memanggil nama Pangeran Suyang saat itulah orang yang sejak tadi di siksa itu menatap panik ke arah pintu masuk ruangan penyiksaan.
__ADS_1
Mentri Jang Hyo Jin kembali teringat kata-kata Jong Seo sebelumnya yang mengingatkan jika sampai dia tidak mengakui tuduhan yang di tujukan padanya, pangeran Suyang akan dalam bahaya, membuatnya semakin panik, iya orang yang sejak tadi sedang diinterogasi oleh Raja Sejong adalah mentri Jang.
"Katakan apa yang kau ketahui pangeran." Pangeran Suyang menatap sedih ke arah mentri Jang dia ingin sekali memeluk orang yang selalu mendukungnya selama ini sejak dia masih kecil, Pangeran Suyang tidak peduli kejahatan apa yang mentri Jang lakukan, dia hanya ingin mentri Jang setidaknya tidak di berikan hukuman mati oleh ayahandanya. Melihat gelagat pangeran Suyang akhirnya mentri Jang berteriak mengakui kesalahannya.
"Aku melakukannya, aku yang membunuh selir Suki, pangeran Suyang tidak tahu apa-apa. Aku yang mengancam selir Suki untuk membantuku mengambil catatan korupsiku." Mendengar hal itu pangeran Suyang langsung menatap Mentri Jang tidak percaya sambil menggelengkan kepala pangeran Suyang berniat membantah ketika Raja Sejong sendiri yang menjatuhkan hukuman mati pada Mentri Jang.
Saat itulah Jong Seo yang memang sejak tadi ada di sana menarik Pangeran Suyang pergi dari ruangan introgasi.
"Lepaskan aku. Mentri Jang tidak bersalah." Mendengar ucapan pangeran Suyang akhirnya Jong Seo mencengkeram kedua bahu pangeran Suyang sambil menatapnya tajam.
"Apa kau ingin pengorbanan orang-orang itu jadi sia-sia untukmu." Bentak Jong Seo pada pangeran Suyang yang sontak membuat tatapan gelap pangeran Suyang tertuju padannya.
"Kau, aku tidak akan pernah melupakan semua ini. Aku akan membalasnya suatu saat nanti." Setelah mengucapkan hal itu pangeran Suyang pergi sendiri meninggalkan Jong Seo yang menghelah nafas pelan. Jong Seo akhirnya paham kenapa Hagi dulu sempat mengingatkan padanya untuk berhati-hati pada Pangeran Suyang, sepertinya inilah salah satu alasan kenapa pangeran Suyang menjadi ancaman untuknya.
****
Matahari masih nampak malu-malu keluar dari peraduannya ketika Kyuhyun nampak bersiap-siap meninggalkan rumah bordir nyonya Young ae, hari ini Kyuhyun memutuskan untuk kembali kekediamannya juga mulai bekerja sepertinya. Ketika mendapatkan kekuatan semalam dari nyonya Young ae, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang Apa yang menyebabkan Hagi harus meninggal dengan tragis di istana. Kyuhyun sedikit heran dengan kesempurnaan kasus kebakaran ini dan selesainya kasus ini lebih cepat dari yang ia kira, mengingat orang yang di anggap bersalah ini bukanlah orang sembarangan.
"Apa kau yakin sudah cukup kuat untuk bekerja tuan?" Pertanyaan nyonya Young ae di gerbang masuk rumah bordir pada Kyuhyun, membuat Kyuhyun tersenyum sendu.
"Aku tidak begitu yakin, tapi aku tidak bisa diam saja ketika orang itu hanya di hukum mati begitu saja. Ini terlalu aneh jika semuanya terasa begitu kebetulan." Nyonya Young ae menatap Kyuhyun heran, bukankah bagus jika orang yang membunuh Hagi cepat di tangkap dan di hukum?
"Tentu saja aku senang, hanya saja ada yang aneh disini. Aku tidak bisa menjelaskan seperti apa, tapi aku yakin ada sesuatu yang salah disini ketika yang menjadi tersangka terlalu mudah mengakui kesalahannya padahal dia bisa saja bebas dengan mudah mengingat dia orang yang sangat berpengaruh apa lagi menjadi orang kepercayaan pangeran Suyang." Nyonya Young ae mengangguk paham, dia juga sedikit heran dengan hal ini, karena nyonya Young ae sendiri tahu mentri Jang bukannya orang yang mudah di tangkap hanya karena membunuh orang sekalipun itu keluarga kerajaan.
"Sepertinya anda benar tuan, aku harap bisa membantu jika kau butuh bantuanku, bagaimanapun Hagi juga pernah menjadi teman yang baik bagiku." Kyuhyun mengangguk lalu mulai menaiki kudanya.
"Terima kasih untuk beberapa hari terakhir ini. Aku akan datang lagi nanti." Nyonya Young ae menunduk lalu membiarkan Kyuhyun pergi dengan kudanya.
Nyonya Young ae sendiri langsung masuk kedalam ketika memastikan Kyuhyun pergi hingga tidak menyadari seorang Yeoja yang sejak tadi memperhatikan interaksi keduanya yang terlihat menghelah nafas lega dari kejauhan.
"Kita harus pergi sekarang, sudah saatnya meninggalkan Hanyang." Seorang namja yang berdiri di belakang yeoja itu mulai mengingatkan ketika matahari mulai menampakan diri sedikit demi sedikit dari peraduannya.
"Bagaimana dengan Jong Seo?" Pertanyaan yeoja itu hanya di balas dengan sebuah surat dari namja itu yang langsung di baca oleh yeoja tersebut.
"Masih seminggu lagi sebelum keutara, tapi sepertinya dia ingin aku cepat meninggalkan ibu kota." Yeoja itu menyimpan surat yang tadi sempat di sodorkan kepadanya pada lengan bajunya.
"Tuan Jong Seo tidak ingin ada kesalahan dalam rencana kita." Yeoja itu tersenyum kecil lalu mengangguk paham.
"Baiklah ayo kita pergi sekarang." Keduanya akhirnya pergi setelah sebelumnya yeoja itu menatap rumah bordir nyonya Young ae sedih lalu berlalu ke gerbang ibu kota di utara.
__ADS_1
*****
Kyuhyun memasuki kediamannya perlahan, pelayan yang membukakan gerbang tadi ia minta untuk tidak membangunkan siapapun mengingat ini masih sangat pagi. Sudah lama sekali sepertinya ia tidak datang kemari lebih tepatnya setelah pernikahannya dengan Hyunmie dia lebih sering menghabiskan waktu di kediamannya yang lain.
Jika saja Kyuhyun belum bertemu dengan Hagi, Kyuhyun pasti akan senang sekali menikah dengan Hyunmie, sudah sejak remaja Kyuhyun menaruh hati pada Hyunmie yang justru mencintai Hyungnya Jong Seo yang lebih sukses di pemerintahan dibandingkan dirinya. Kyuhyun sangat tertutup dan lebih tertutup lagi ketika ayahnya mentri Kim justru lebih memperhatikan Hyungnya dibandingkan dia. Hingga Kyuhyun tidak memiliki banyak keberanian mendekati Hyunmie hingga akhirnya Hyungnya yang memang sangat mudah bergaul dan menonjol dengan mudahnya menarik perhatian Hyunmie.
Walaupun awalnya kecewa, tapi ketika melihat betapa keduanya saling mencintai Kyuhyun berbesar hati melepas pujaan hatinya untuk Hyungnya. Tapi siapa sangka dia benar-benar menikah dengan Hyunmie sekarang dan sama sekali tidak membuatnya bahagia.
Perlahan Kyuhyun membuka pintu kamar yang menjadi kamarnya dan Hyunmie ia tidak menyangka yeoja yang menjadi istrinya itu sudah terjaga dari tidurnya lalu menatap sendu kearah Kyuhyun.
"Kau pulang?" Kyuhyun menarik nafas lalu duduk di hadapan Hyunmie yang masih terduduk di tempat tidur.
"Apa aku membangunkanmu? Maaf." Hyunmie menggelengkan kepalanya lalu tersenyum tipis.
"Tidak, aku kebetulan saja tidak bisa tidur. Apa kau baik-baik saja?" Hyunmie menatap Kyuhyun yang masih nampak berantakan dengan tatapan sedih membuat Kyuhyun menghelah nafas bersalah, bagaimanapun Hyunmie sekarang adalah istrinya tapi Kyuhyun merasa bersalah karena tidak bisa menjaga yeoja di sampingnya ini dengan baik.
"Maaf, tidak seharusnya aku begitu egois seperti ini. Aku tidak bisa bilang aku baik-baik saja." Sekali lagi Hyunmie menggelengkan kepalanya kali ini Hyunmie menggenggam tangan Kyuhyun lembut.
"Tidak, aku bisa mengerti karena aku juga sama denganmu. Aku juga mengerti dan aku juga sama sedihnya denganmu. Hagi bukan hanya teman bagiku tapi juga sudah seperti adik untukku. Aku tahu kita terjebak dengan pernikahan ini, tapi dibandingkan menahan sakitnya sendirian bukankah lebih baik kita berbagi bersama? Kita akan seperti ini dalan waktu yang lama, aku harap kau mau jadi temanku jika menganggap aku sebagai istri terlalu sulit untukmu." Kyuhyun menatap Hyunmie dalam-dalam lalu tersenyum kecil dia paham kenapa dulu dia bisa sangat mencintai Hyunmie, gadis ini bisa cepat memahami perasaan seseorang tanpa harus berkata terlalu banyak.
"Terimakasih, aku akan melakukan yang terbaik untuk kita. Maaf karena aku, kau harus melepaskan Hyungku." Hyunmie tersenyum sedih.
"Tidak... aku juga melakukan semua ini demi Jong Seo." Keduanya tersenyum miris, takdir begitu mudah mempermainkan perasaan keduanya.
"Apa Hyung datang kesini?" Pertanyaan Kyuhyun membuat Hyunmie menunduk dalam dia masih ingat kemarin saat dia dengan sengaja melihat dari jauh Shin Min ah dan Jong Seo di pintu masuk kediaman Jong seo. Keduanya nampak bahagia. Tidak seperti dia dan Kyuhyun.
"Aku rasa, hyungmu sudah tidak mencintaiku. Dia sudah bahagia dengan istrinya." Kyuhyun mengerutkan keningnya, terakhir kali Jong Seo membujuknya di rumah bordir nyonya Young ae, Jong seo marah besar karena Kyuhyun menelantarkan Hyunmie.
"Apa maksudmu? Hyung sangat mencintaimu." Hyunmie menatap sedih Kyuhyun lalu tersenyum miris.
"Aku tidak yakin." Kyuhyun menggengam tangan Hyunmie erat.
"Aku tahu Hyungku Hyunmie. Dalam hidupnya dia hanya akan mencintaimu. Sekalipun ia menikah dengan orang lain." Hyunmie akhirnya menjatuhkan air matanya yang sejak semalam ia tahan. Perlahan Kyuhyun memeluk Hyunmie dalam dekapannya.
Lagi-lagi Kyuhyun lupa bahwa bukan hanya dia saja yang tersiksa, ada banyak orang yang terluka karena peristiwa belakangan yang terjadi secara mendadak dan salah satunya adalah istrinya Hyunmie.
bersambung
__ADS_1