Timeless Love

Timeless Love
Secret Mission


__ADS_3

Hagi menatap Raja Sejong heran, sejak tadi mereka hanya diam sambil melihat beberapa Giseng yang sepertinya sedang berlatih di halaman belakang rumah Bordir, di sana juga ada nyonya Young Ae yang memberikan arahan pada para Giseng. Sebenarnya Hagi juga sedikit bingung karena selama ini nyonya Young Ae tidak pernah melatih para Giseng seserius ini, seperti memang mereka sedang menghadapi persiapan pesta besar saja.



"Aku punya tugas rahasia untukmu." Setelah sekian lama diam akhirnya Raja Sejong mulai angkat bicara, Raja menatap Hagi serius lalu berjalan dan meminta semua orang untuk menunggu ketika Raja dan Hagi masuk ke ruangan yang memang sudah di siapkan secara khusus untuk kedatangan Raja.



Raja dan Hagi duduk saling berhadapan, beberapa kali Raja menarik nafas pelan lalu menatap Hagi yang masih menundukkan wajahnya.



"Angkat wajahmu, aku ingin berbicara denganmu seperti layaknya seorang teman." Ucapan Raja sontak membuat Hagi terkejut, sedikit ragu akhirnya Hagi menatap Raja Sejong perlahan. Saat itulah Raja tersenyum sendu.



"Sepertinya bekas luka di wajahmu sudah hilang, kau semakin cantik sekarang." Ucapan Raja sontak membuat Hagi salah tingkah, Hagi memegang wajahnya yang mungkin sudah memerah yang mengundang gelak tawa Raja Sejong.



"Ah, mungkin nanti aku akan sangat rindu menggodamu." Walaupun masih sedikit malu Hagi menatap Raja Sejong heran.



"Maksud yang mulia?" Raja Sejong kembali menampakan wajah serius nya, lalu mengeluarkan dua surat dari saku lengan bajunya di hadapan Hagi.



"Bukalah." Hagi tanpa banyak bicara membuka surat pertama lalu menatap heran pada Raja.



"Buka satu lagi." Hagi kembali menuruti perintah Raja lalu kembali membuka surat satunya lagi, kali ini Hagi nampak terkejut menatap Raja.



"Yang mulia, ini?" Raja Sejong mengangguk meyakinkan, jika isi surat yang Hagi baca memang benar.



"Itu adalah tugas rahasia yang aku sebutkan tadi, sedangkan surat yang pertama berguna untuk menjalankan perintahku itu." Hagi masih menatap Raja binggung dia masih belum mengerti maksud Yang Mulia Raja Sejong.



"Apa kau sudah mendengar tentang pemilihan putri mahkota yang di tunjuk langsung oleh Ratu?" Hagi mengangguk pelan.



"Iya saya sudah mendengarnya yang mulia, saya dengar calon putri mahkota kerabat dekat mentri Shin." Raja menghelah nafas pelan.



"Aku langsung menyetujuinya karena keluarga calon putri mahkota adalah keluarga yang berpengaruh, itu bagus untuk dukungan putra mahkota saat naik tahta. Tapi kubu barat tidak menyukai pilihanku."



"Maksud Yang mulia Mentri Kim?" Hagi berusaha menebak ketika Raja hanya mengangguk pelan.



"Itu kenapa aku memberimu tugas ini, juga kenapa hari ini kau tidak melihat Kyuhyun." Lagi-lagi Hagi salah tingkah dan hal itu kembali mengundang tawa Raja.



"Kau bisa menyembunyikan perasaanmu dari orang lain, tapi tidak dariku. Aku tahu kau suka padanya, aku bisa melihatnya dari matamu, tapi kau harus ingat kau adalah pengawalku dan kau juga adalah seorang perempuan itu tandanya kau masih miliku. Bahkan hatimu juga adalah milikku, Kau bisa memahaminya?" Hagi menatap Raja tidak percaya seolah isi hatinya begitu transparan di mata Raja lebih tidak percaya lagi Raja seolah mengklaim dirinya sebagai milik Raja, walaupun memang secara aturan Hagi memang tidak di izin kan menyukai ataupun berhubungan dengan pria manapun kecuali ada izin dari Raja, dan jelas Raja seolah tidak mengizinkan Hagi suka dengan siapapun itu, ketika mendapatkan senyuman Raja, Hagi kembali menunduk.



"Saya tidak berani membantah Yang mulia, tapi kenapa yang mulia percaya pada saya? Bukankah saya juga bisa saja ada di pihak mereka?" Kali ini Raja nampak berpikir lalu kembali tersenyum.



"Itu karena aku percaya padamu dan itu karena aku yakin kau tidak akan mengkhianatiku." Hagi tertegun, dia tidak tahu jika Raja yang bahkan belum lama ia kenal begitu percaya padanya.



"Aku juga tidak ingin membuat Kyuhyun bingung, memilih antara aku atau mentri Kim ayahnya, kami selalu bersama sejak kecil dan aku sudah menganggapnya seperti temanku sendiri. Itu kenapa aku lebih memilihmu untuk tugas rahasia ini, walaupun kau datang dari keluarga mentri Park aku yakin mentri Park tidak akan ikut andil jika itu memang menentang keinginanku." Hagi memandang Raja kagum, semua sudah di pikirkan matang-matang oleh Raja Sejong.



"Saya akan patuh pada perintah yang mulia, Yang Mulia bisa percaya pada saya." Kali ini Raja nampak tersenyum lega, sepertinya dia memilih orang yang tepat untuk misi kali ini.

__ADS_1



"Tapi bolehkah saya tahu kenapa mentri Kim tidak setuju dengan pilihan Yang Mulia?" Raja kembali menarik nafas lemah lalu menatap Hagi dalam.



"Politik Hagi, sekalipun mentri Kim ada di pihakku tapi kubu barat tidak ingin kubu selatan memiliki peran penting di pemerintahan. Masalahnya Ratu memilih kerabat mentri Shin yang artinya memberi kesempatan untuk kubu selatan duduk di pemerintahan." Hagi menghelah nafas pelan, ternyata bukan hanya di masa depan saja masalah politik merubah seseorang. Sudah dari zaman dulu politik menjadi rebutan banyak orang.



"Lalu bagaimana Yang mulia meredam amarah kubu barat nantinya jika misi ini berjalan lancar?" Raja nampak mengerutkan keningnya, hal itu masih beliau pikirkan sejak semalam.



"Aku masih belum tahu Hagi, aku masih butuh waktu untuk melihat semua perkembangan ini tapi jika kau punya pendapat kau bisa berbagi denganku seperti biasanya." Hagi mengangguk paham, dia mengerti beban Raja Sejong yang bahkan untuk menentukan pilihan terbaik untuk putranya sendiri harus melihat reaksi para mentri di istana.



"Saya mengerti yang mulia, saya akan menjalankan perintah yang mulia." Raja tersenyum sendu, sebenarnya walaupun berat Raja tidak ingin jauh dari Hagi, tapi keadaan istana sekarang tidak baik jika Hagi masih di sisinya, Hagi bisa dalam bahaya.



"Baiklah, kau bisa membagi tugas dengan pengawal Shin Nam Young. Aku juga memberi tugas yang sama untuknya. Jika kau butuh sesuatu kau tinggal mengirimkan surat pada Hakim Choi."



"Baik Yang mulia." Hagi kembali menatap Raja di hadapannya kagum, sama sekali tidak percaya jika Raja yang bahkan di juluki Sejong Yang Agung adalah orang yang ia lindungi dan sekarang begitu percaya padanya.



****



Hagi menatap para giseng yang kini sedang berlatih di hadapannya bosan, sebenarnya misi rahasia yang di berikan Raja sangatlah mudah. Tapi hasil yang akan di dapatlah yang membuat misi membosankan ini jadi sedikit berat untuk Hagi. Terlebih lagi Hagi merindukan Kyuhyun yang sudah tiga hari ini tidak ia lihat, Hagi tahu perasaannya tidak pantas tapi dia bahkan tidak berdaya untuk menguasai diri di samping Kyuhyun, terbukti Raja yang menyadari perasaannya pada Kyuhyun.



"Beruntung sekali kau cuti dan bermalas-malasan di rumah bordir seperti ini." Seperti menjawab kerinduan Hagi, kini di hadapannya Kyuhyun menatap Hagi tidak percaya. Sedang Hagi hanya bisa menatap Kyuhyun terdiam, bahkan Hagi tidak bicara dan terus menatap Kyuhyun yang sudah terduduk di samping Hagi.




"Wah... apa kau datang hanya ingin menghinaku?" Hagi berusaha mengabaikan ucapan Kyuhyun tadi dan berusaha mencari tahu alasan Kyuhyun ada di sini. Kyuhyun berdecak sebal, sepertinya Kyuhyun sadar jika Hagi sedang menyindir kedatangannya kemari.



"Kau pikir aku ingin kemari apa? Huh lebih baik aku ke rumah mentri Park dari pada kesini." Ucapan Kyuhyun sukses membuat Hagi tersenyum miris, kenyataan jika Kyuhyun sangat menyukai nona Hyun membuatnya merasa sedikit sakit.



"Ini, aku hanya mengantarkan surat dari yang mulia, ck kenapa aku jadi seperti kurir." Kali ini Hagi tersenyum geli ketika Kyuhyun hanya menggerutu kecil, Hagi mengambil surat yang di letakan Kyuhyun di sampingnya. Lalu membacanya dengan serius tapi saat di akhir surat Hagi berubah gugup lalu menutup suratnya dengan cepat.



'Jadi ini alasan yang mulia menyuruh Kyuhyun mengantar surat? Terimakasih yang mulia.' Hagi bergumam kecil dalam hati lalu sesekali mencuri pandang pada pria di sampingnya. Raja tahu jika Hagi mungkin merindukan Kyuhyun itu kenapa Kyuhyun yang mengantarkan surat perintah dari Raja.



"Jadi apa isi surat itu? Apa misi rahasia?" Ucapan Kyuhyun sukses membuat Hagi membulatkan matanya terkejut menatap Kyuhyun membuat namja itu tersenyum geli.



"Kenapa kau terkejut seperti itu? Kau pikir hanya kau saja yang pernah menjalankan misi rahasia? Aku juga sering melakukannya. Lagipula Yang Mulia tidak mungkin membiarkan pengawal kesayangannya hanya duduk memperhatikan para giseng tanpa alasan." Walaupun diucapkan secara arogan Hagi sedikit lega, sepertinya Kyuhyun tidak tahu misi rahasia yang sedang ia lakukan.



"Begitukah? Aku yakin misiku pasti lebih baik milikmu." Hagi berusaha memancing Kyuhyun kearah lain agar tidak bertanya tentang misinya.



"Cih, memperhatikan para giseng maksudmu? Aku bahkan mempertaruhkan nyawaku untuk misi rahasiaku." Ucapan Kyuhyun cukup membuat Hagi was-was. Kyuhyun sepertinya bertekad ingin mengetahui misinya. Kyuhyun tersenyum kecil, dia bisa melihat kegelisahan teman barunya.



"Tapi apapun misimu, aku harap kau benar-benar menjalankan misimu dengan baik, jangan pernah mengkhianati Yang Mulia. Karena sepertinya kali ini Yang Mulia tidak bisa bersandar pada siapapun kecuali padamu." Hagi menatap Kyuhyun dalam, entah kenapa Hagi merasa Kyuhyun sudah tahu misi rahasia yang Raja berikan padanya. Tapi Kyuhyun pura-pura tidak mengetahui semua untuk menolong Yang Mulia.



Untuk sesaat Kyuhyun dan Hagi hanya saling bertatapan, seolah tatapan saja cukup untuk mengatakan semua yang tidak bisa di ucapannya lewat mulut. Kontak itu terputus ketika Nam Young mengintrupsi keduanya. Yang langsung terlihat salah tingkah ketika Nam young tersenyum penuh arti pada Hagi.

__ADS_1



"Maaf jika aku mengganggu, tapi sepertinya sudah saatnya Hagi pergi. Biar aku yang memggantikanmu disini." tanpa di ulang dua kali Hagi langsung pergi meninggalkan Kyuhyun yang mendengus kesal pada Nam Young.



"Kau berlebihan Nam Young_ssi." Kyuhyun berdeham kecil lalu pergi menyusul Hagi, sedangkan Changmin hanya berdecak tidak percaya.



"Cih, sudah jelas sedang kasmaran masih mau mengelak? Memang kenapa kalau saling cinta? Mereka kan wanita dan pria, Omo atau jangan-jangan Kyuhyun belum tahu kalau Hagi wanita?" Nam Young hanya bisa menatap tidak percaya pada Kyuhyun yang kini merangkul pundak Hagi dari belakang. Selama ini para pengawal lain pura-pura tidak melihat kedekatan keduanya, mengingat dengan jelas jika Raja Sejong sepertinya juga menaruh hati pada Hagi. Mereka hanya berharap untuk kebahagiaan keduanya, apa lagi Kyuhyun sempat mengalami cinta bertepuk sebelah tangan dengan seseorang.



Hagi menatap Kyuhyun kesal, sudah sejak tadi namja ini mengikutinya. Jika bukan dalam misi rahasia dia akan senang sekali Kyuhyun bersamanya, tapi sekarang keberadaan Kyuhyun di sampingnya sama sekali tidak menguntungkan.



"Kyuhyun_ssi bukankah aku sudah bilang kau tidak perlu ikut denganku? Kau bisa kembali ke istana." Kali ini Hagi kembali menatap Kyuhyun geram, namja ini sungguh keras kepala.



"Ck, aku hanya menuruti perintah Yang Mulia untuk selalu bersamamu hari ini. Kau pikir aku suka apa?" Hagi menghelah nafas lelah lalu menatap Kyuhyun sebal.



"Kalau begitu kau hanya perlu pergi dan bilang pada Yang Mulia kalau kau sudah melakukan perintah nya."



"Mana bisa begitu bagaimana kalau__" ucapan Kyuhyun terputus ketika dengan marah Hagi memotong ucapannya.



"Aggggrh, terserah kau saja. Dasar namja keras kepala." Hagi pergi begitu saja meninggalkan Kyuhyun yang tidak bisa berkata apa-apa lalu tersenyum geli dan mulai mengikuti Hagi dari belakang. Entah kenapa bagi Kyuhyun yang sering sekali menjalankan pekerjaan serius selama ini, kehadiran Hagi terasa menyenangkan baginya terlebih jika sudah menggoda Hagi, Kyuhyun tidak akan berhenti sebelum Hagi merajuk seperti sekarang.



Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung lalu menatap Hagi yang nampak memperhatikan rumah yang ada di hadapannya serius.



"Kenapa kita kemari?" Pertanyaan Kyuhyun sama sekali tidak Hagi jawab, Hagi masih serius menatap pergerakan orang di rumah ini. Seolah mengolah informasi Kyuhyun menatap Hagi dalam, membuat Hagi menghelah nafas pelan.



"Jadi bisakah kau pergi sekarang Kyuhyun_ssi?" Hagi berbicara tanpa melihat Kyuhyun, membuat Kyuhyun semakin yakin dengan kesimpulannya.



"Apa ini isi surat yang Raja berikan padamu?" Kali ini Hagi menatap Kyuhyun tak sabar.



"Kyuhyun_ssi!!!"



"Apa Yang Mulia mencurigai ayahku?" Hagi menghelah nafas pelan, lalu menatap Kyuhyun datar.



"Anni, aneh memang jika Yang mulia tidak curiga pada ayahku, setelah ayah menentang keputusan terakhir Yang Mulia dan bahkan malah menawarkan diri sebagai penyambut utusan dari Yuan. Apa aku benar?" Hagi tidak bisa berkata apa-apa lalu hanya bisa menatap Kyuhyun tanpa ekspresi yang membuat Kyuhyun semakin penasaran karena tidak bisa membaca ekspresi orang di hadapannya.



"Aku mengerti jika kau tidak bisa memberitahuku, tapi sungguh aku ingin membantu Yang mulia. Jika kau tidak ingin memberitahuku aku yang akan mencari tahu sendiri." Kyuhyun lalu berdiri siap meninggalkan Hagi ketika akhirnya Hagi buka suara.



"Kau, kau tidak akan bisa memilih Kyuhyun_ssi. Itu kenapa Yang Mulia memberikan tugas ini padaku." Kyuhyun berhenti lalu tersenyum kecil.



"Aku tidak akan pernah membela siapapun yang salah. Sekalipun jika itu ayahku sendiri." Setelah mengucapkan hal itu Kyuhyun pergi meninggalkan Hagi lalu masuk ke rumah yang sejak tadi Hagi perhatikan. Rumah itu tidak lain adalah rumah mentri Kim yang sebentar lagi menjadi tempat penyambutan utusan dari Yuan sebelum masuk istana.




bersambung

__ADS_1


__ADS_2