
Matahari hampir tenggelam ketika Hagi dan Jong Hyun sampai di perbatasan ibu kota, Jong Hyun bergerak cepat turun dari kudanya ketika Hagi hampir terjatuh dari kuda karena kelelahan belum lagi luka di tangan Hagi hanya di balut kain secukupnya dan itu sama sekali tidak membantu di perjalanan yang bahkan belum setengahnya ini.
"Aku rasa kita perlu istirahat dulu, keadaanmu tidak akan lebih baik jika kita melanjutkannya sekarang Agasshi, kita bisa mencari desa terdekat sebelum gelap." Ucapan Jong Hyun hanya di balas anggukan lemah dari Hagi. Jong Hyun semakin mengeratkan pegangannya di bahu Hagi ketika tubuh yeoja itu semakin melemah, berusaha mengembalikan tenaganya Hagi menarik nafas dalam-dalam tubuhnya memang sudah sangat kelelahan sekarang, Hagi juga sempat mengecek nadinya keadaan organ tubuhnya juga memburuk, Kalaupun memaksa terus melanjutkan perjalanan Hagi tidak yakin masih hidup sebelum sampai di air terjun Jeju.
"Apa Agashi tidak apa-apa jika berkuda bersamaku? Aku tidak begitu yakin meninggalkan Agashi sendirian di pelana." Hagi tersenyum kecil lalu mengangguk sekali lagi, dia bahkan sudah tidak bisa berbicara terlalu banyak, Hagi harus menghemat energinya dan berkuda sendirian sudah sangat membuatnya kelelahan karena harus tetap fokus dengan tali kekang kuda. Setelah mendapat persetujuan dari Hagi, Jong Hyun membantu Hagi naik di pelana yang sama dengan Jong Hyun, kuda Hagi sendiri di ikat kepelana Jong Hyun Karena bagaimanapun Hagi tidak bisa terus-terusan satu pelana dengan Jong Hyun.
Tapi sepertinya keadaan tidak berpihak pada mereka, baru saja keduanya melihat sebuah desa di kejauhan, tiba-tiba gerombolan berbaju hitam menghadang keduanya, Hagi yang hampir tidak sadarkan diri kembali terjaga. Jika dalam keadaan sehat Hagi mungkin bisa saja mengalahkan orang-orang itu, tapi kondisinya sekarang jauh dari kata baik. Jong Hyun langsung tahu siapa yang menghadang mereka ketika melihat simbol di kepala mereka dan itu tidak baik.
Jong Hyun menatap cemas kedepan, kondisi tubuhnya sangat kelelahan sekarang, dia tidak bisa melawan sambil melindungi Hagi yang sepertinya bahkan tidak sanggup untuk melawan terlebih orang-orang di depannya bukanlah amatiran. Akhirnya Jong Hyun mengambil keputusan untuk menerobos lebatnya hutan ketika gerombolan itu siap menyerang mereka, gerombolan itu juga terus mengejar bahkan ketika Hagi dan Jong Hyun sudah jauh masuk kedalam hutan.
Jong Hyun menghentikan kudanya di dekat sebuah gua lalu membantu Hagi turun dari kuda, sesekali Jong Hyun menatap ke arah belakang, sayup-sayup suara orang mendekat semakin terdengar. Keduanya masuk kedalam gua yang lembab, Jong Hyun langsung membantu Hagi untuk duduk.
"Agassi tetaplah disini, aku akan berusaha mengalihkan perhatian mereka dengan kuda-kuda kita, jangan keluar sebelum aku datang. Aku tidak tahu bagaimana ceritanya pembunuh bayaran keluarga Jang mengincar kita, tapi ini pasti ada hubungannya dengan mentri Jang." Hagi menutup matanya kesal, rencananya ternyata tidak semulus yang ia pikirkan, walaupun sempat berpikir tentang kemungkinan ini, Hagi tidak pernah berpikir kejadiannya akan serumit ini, lebih tepatnya kejadian dimana Hagi tidak bisa melawan atau membela dirinya ketika dalam bahaya.
Hagi memegang dadanya yang semakin sakit, keringat dingin semakin membasahi keningnya, wajahnya sudah sepucat mayat, membuat Jong Hyun semakin cemas, mereka harus secepatnya mengobati Hagi.
"Pergilah, aku menunggumu disini." Jong Hyun menatap ke arah mulut gua ketika suara-suara itu semakin dekat, Hagi paham dia tidak bisa berbuat apapun sekarang selain mengandalkan Jong Hyun.
"Pergilah..." sekali lagi Jong Hyun menatap Hagi cemas tapi walaupun sedikit ragu, akhirnya Jong Hyun pergi meninggalkan Hagi di dalam gua.
Sunyinya gua membuat Hagi menyadari sesuatu jika sekarang dia sangat merindukan keluarganya, sambil memegangi dadanya yang kembali sakit Hagi menangis dalam diam, Hagi berharap sekalipun dia harus mati, Hagi masih di beri kesempatan bertemu keluarganya atau setidaknya Hagi di beri kesempatan untuk melihat wajah namja yang ia cintai sekali lagi.
"Bogoshipo Kyuhyun_ah..."
Di mulut gua Jong Hyun langsung menaiki kudanya lalu memacunya dengan cepat sedangkan kuda Hagi sengaja Jong Hyun arahkan berlainan arah, setidaknya itu akan memecah gerombolan yang mengejar mereka, sisanya Jong Hyun mungkin masih bisa menghadapinya. Jong Hyun memacu kudanya semakin menjauh dari gua, orang-orang itu tidak boleh tahu jika Hagi ada di dalam gua.
****
Hyunmie menatap Kyuhyun cemas sejak dini hari hingga menjelang malam suaminya itu tidak kunjung bangun, siang tadi Kyuhyun sempat demam karena luka di perutnya, walaupun tabib sudah melakukan yang terbaik tapi Kyuhyun sepertinya sudah kehilangan semangat untuk hidup, Hyunmie tersenyum sendu suaminya itu terus memanggil nama Hagi dengan ekspresi terluka.
"Aku bisa memahami perasaanmu Kyuhyun_ah, tapi aku tidak akan pernah memaafkanmu jika kau pergi meninggalkanku seperti ini." Hyunmie menggenggam tangan Kyuhyun erat, air matanya yang ia kira sudah kering karena terus menangis ternyata kembali keluar.
"Hyungmu pasti akan marah jika terjadi sesuatu padamu, jadi aku mohon bangunlah." Hyunmie semakin terisak ketika tidak ada reaksi sama sekali dari Kyuhyun.
"Dia belum bangun?" Hyunmie menghapus air matanya lalu berbalik ke arah pintu dan menggeleng pelan pada namja yang masuk ke kamarnya.
"Tidak ada motivasi untuknya agar bangun, dia tega sekali padaku." Nam Young menghelah nafas pelan, di belakangnya menyusul Changmin yang juga ikut menjenguk sahabatnya itu. Keadaan kerajaan mulai stabil sekarang setelah beberapa prajurit di beberapa kantor di luar istana di tarik untuk berjaga sebelum pasukan dari utara pulang.
"Dia harus bangun jika tidak aku akan merebut posisinya sebagai kepala pengawal." Changmin menggerutu kecil ketika sahabatnya itu tidak kunjung bangun membuat Hyunmie tersenyum geli dalam isak tangisnya. Nam Young hanya menggelengkan kepalanya kecil, jika ancaman bisa membangunkan Kyuhyun, Nam Young tidak akan menghalangi Changmin sekarang, tapi temannya itu tidak kunjung bangun membuat keadaan kamar kembali hening.
"Kau pikir Hagi akan senang melihatmu begini? Dia tidak akan memaafkanmu jika mati begitu saja bodoh." Ucapan Nam Young sukses membuat Hyunmie menunduk dalam, Changmin menatap Nam Young memperingati bagaimanapun sekarang Kyuhyun sudah menikah dengan Hyunmie, tapi gerakan jari Kyuhyun membuat Hyunmie tertegun.
"Kau harus ingat apa yang Hagi korbankan agar kita semua hidup lebih lama, kau tidak lupa itukan Kyuhyun_ah? Jadi aku mohon jangan membuat Hagi marah padaku karena tidak membuatmu bahagia." Ucapan Hyunmie sukses membuat Nam Young dan Changmin saling tatap dan membisu.
"Kenapa kalian berisik sekali... kalian menganggu tidurku." Suara lemah itu sukses membuat Hyunmie, Nam young dan Changmin berteriak memanggil nama Kyuhyun bersama-sama.
"Kau bangun? Sial aku kira kau akan tidur lebih lama, posisi kepala pengawal akan dengan senang hati aku tempati." Ucapan Changmin sukses membuat Nam young memukul kepala sahabatnya itu sebal, sedangkan Hyunmie langsung membantu Kyuhyun untuk duduk.
"Minum..." Hyunmie langsung membantu Kyuhyun untuk minum, wajar saja Kyuhyun merasa haus selain tonik yang Kyuhyun minum Kyuhyun belum meminum apapun lagi sejak dini hari.
__ADS_1
"Ada lagi yang kau inginkan?" Pertanyaan Hyunmie membuat Kyuhyun menatapnya sendu, perkataan Hyunmie sebelum kesadarannya benar-benar pulih tadi membuatnya merasa bersalah.
"Maafkan aku..." seolah mengerti maksud suaminya, Hyunmie hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak, kau sudah bangun saja aku sudah senang. Sebaiknya aku menyiapkan makan malam untuk semuanya, bisakah kalian menjaganya sebentar?" Ucapan Hyunmie hanya di balas anggukan kedua sahabat Kyuhyun. Setelah Hyunmie benar-benar keluar dari kamar Kyuhyun baru menatap Nam Young serius.
"Bagaimana keadaan istana?" Nam young menghelah nafasnya pelan ketika Kyuhyun kembali memusingkan pekerjaannya sebagai pengawal.
"Kau tidak perlu khawatir, Changmin dan aku sudah melakukan yang terbaik itu kenapa kita berdua bisa menjengukmu sekarang. Yang mulia juga bilang kali ini Kau benar-benar harus istirahat." Sesaat Kyuhyun menyentuh bagian luka di perutnya lalu menghelah nafas pasrah. Sepertinya kali ini dia memang harus istirahat total.
Keributan di halaman rumah sukses membuat ketiganya saling bertatapan, suara ringkihan kuda juga akhirnya membuat Nam Young bangun dari duduknya begitu pun Changmin yang membantu Kyuhyun yang berkeras untuk bangun. Ketiganya semakin terkejut ketika salah satu pelayan pria datang ke kamar sambil membuka pintu yang baru saja akan Nam Young buka.
"Tuan, Kim Jong Hyun datang dia terluka parah tuan." Nam Young langsung berlari ke halaman, sedangkan Changmin membantu Kyuhyun berjalan.
"Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah seharusnya dia ada di utara bersama Hyungmu?" Pertanyaan Changmin hanya di balas gelengan kepala dari Kyuhyun. Dia hanya berharap orang kepercayaan Hyungnya itu tidak membawa kabar buruk tentang perang yang kini berlangsung di utara.
Kyuhyun terkejut bukan main ketika sampai di halaman rumahnya, Nam Young kini sedang membantu Jong Hyun yang terduduk di tanah dengan kondisi luka di mana-mana, yang mengerikan adalah ada beberapa anak panah yang bersarang di punggung Jong Hyun yang kini sedang berusaha Nam Young tarik. Sedikit berlari sambil melepas bantuan dari Changmin Kyuhyun mendekat kearah Jong Hyun.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa seperti ini? Hyung? Apa Hyung baik-baik saja?" Rasa takut kembali mengambil alih tubuhnya, Kyuhyun tidak akan sanggup menanggungnya jika dia harus kembali kehilangan orang yang ia sayangi.
Jong Hyung mengerang keras ketika Nam Young berhasil mencabut salah satu anak panah di punggungnya, dengan suara yang melemah Jong Hyun berbisik pelan.
"Hagi agashi... dia dalam bahaya..." perkataan Jong hyun sontak membuat semua orang membeku di tempat tidak terkecuali Kyuhyun.
"Apa maksudmu? Selir Suki sudah mati." Ucapan Nam Young sontak mengembalikan kesadaran Kyuhyun, untuk sesaat Kyuhyun berpikir keras ketika semua menjadi jelas di otaknya Kyuhyun mengumpat keras.
"Hagi agashi sekarang ada di gua dalam hutan di perbatasan ibu kota... pembunuh bayaran mentri Jang sedang mengincarnya... masalahnya Hagi Agashi dalam kondisi terluka parah..." Jong Hyun kembali mengerang kuat ketika Nam Young kembali mencabut anak panah terakhir di punggungnya, kali ini Jong Hyun langsung kehilangan kesadarannya, meninggalkan Kyuhyun yang kini dilanda kepanikan luar biasa juga kebingungan bagi sebagian orang di kediaman Kyuhyun.
***
Tunggulah aku, aku datang... kumohon jangan pergi lagi...
♡♡♡♡
Kediaman keluarga Kim nampak tegang, sejak kedatangan Jong Hyun yang terluka semua orang di kediaman itu diminta untuk tutup mulut, Jong Hyun sendiri sudah di rawat oleh tabib keluarga Kim dan di minta untuk merahasiakan kejadian ini. Kyuhyun sendiri yang meminta hal itu, ketika Nam Young dan Changmin meminta penjelasan Kyuhyun tidak bicara apapun. Bahkan ketika Kyuhyun kini sedang berpakaian siap untuk pergi tidak ada satupun yang berhasil membuat Kyuhyun berbicara.
"Kau tidak bisa seperti ini Kyuhyun_ah kita harus tahu apa yang terjadi, setidaknya biarkan kami membantumu." Kali ini Changmin menahan lengan Kyuhyun ketika Kyuhyun bersiap naik kuda, Hyunmie sendiri sudah frustasi meminta Kyuhyun untuk tidak pergi, Kyuhyun baru saja lolos dari maut dan itu jelas membuat Hyunmie khawatir.
"Ada yang tidak bisa aku ceritakan, lagipula kalian harus kembali keistana, melindungi Raja lebih penting di saat genting seperti ini, apa dengan begini kalian masih mau membantuku?" Changmin dan Nam Young saling pandang.
"Ceritakan intinya saja, kita bisa memikirkan hal lain setelah mendengar penjelasanmu." Kyuhyun menatap Nam young sambil menghelah nafas lalu menatap Changmin mengangguk.
"Intinya Hagi memang masih hidup, aku tidak mengerti bagaimana ceritanya yang jelas Hyungku ikut andil dalam masalah ini. Yang lebih penting lagi Hagi sekarang dalam bahaya, aku bisa mengerti jika mentri Jang mengincar Hagi karena kematian palsunya membuat mentri Jang harus di hukum mati walaupun aku tidak mengerti bagaimana caranya mentri Jang tahu Hagi masih hidup." Nam Young nampak berpikir keras, sepertinya dia mulai mengerti kenapa beberapa hari terakhir sebelum kebakaran terjadi Hagi sering sekali di kunjungi oleh Kim Jong Seo, ada beberapa aktifitas mencurigakan sebenarnya hanya saja Nam young percaya pada Hagi, gadis itu tidak akan berbuat sesuatu tanpa pemikiran yang cerdas dan Nam young cukup terkejut dengan taktik Hagi memanipulasi kematiannya.
"Jika yang kau katakan benar bukankah seharusnya kau butuh bantuan kami? Keadaanmu tidak memungkinkan untuk melindungi atau menolong Hagi, Anni, bahkan jika kau dalam keadaan sehat kau tidak bisa menaklukan pembunuh bayaran Mentri Jang sendirian." Kyuhyun memegang luka di perutnya gelisah, Kyuhyun tidak berpikir sejauh itu yang kini ada di pikirannya hanyalah menolong Hagi dimanapun Hagi sekarang, secepatnya.
"Lalu bagaimana dengan istana? Kalian harus kembali bagaimanapun kita tidak tahu apa yang akan di rencanakan mentri Jang pada Yang Mulia." Sekali lagi Kyuhyun menatap kedua sahabatnya gelisah, Kyuhyun sudah tidak banyak waktu lagi tapi di lain sisi dia juga harus memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi jika pembunuh bayaran mentri Jang menemukannya dengan Hagi.
__ADS_1
"Tidak justru sebaliknya mentri Jang akan lebih fokus dengan mengejar Hagi untuk sekarang, butuh rencana matang jika mentri Jang bermaksud menyerang kerajaan, sedang untuk Hagi siapapun tidak akan menyangka jika dia masih hidup tidak akan ada yang peduli padanya itu akan lebih mudah untuk mengincar Hagi." Ucapan Nam Young justru membuat Kyuhyun semakin gelisah.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Kita tidak bisa mengulur waktu lagi, jika tidak..." ketiganya langsung terdiam, seolah paham dengan kondisi yang ada.
"Beri aku 5 menit." Ucapan Changmin memecah kesunyian ketiganya saat itu Changmin langsung memanggil kepala pelayan keluarga Kim menyiapkan beberapa kertas juga tinta.
"Apa yang akan kau lakukan?" Pertanyaan Kyuhyun tidak di jawab sama sekali oleh Changmin, dia hanya sibuk menulis di kertas yang baru saja di berikan oleh kepala pelayan keluarga Kim. Setelah selesai menulis Changmin langsung memberikan tulisannya itu pada Kyuhyun dan Nam Young, Kyuhyun terkejut saat membaca tulisan Changmin begitupun dengan Nam Young.
"Ini cara satu-satunya yang bisa aku pikirkan, ambil keputusan sekarang Kyuhyun_ah." Kyuhyun mentap surat ditangannya bimbang.
"Tapi bagaimana dengan hyungku? Yang Mulia tidak akan dengan mudahnya memaafkan perbuatannya apapun alasannya." Nam Young langsung menarik surat di tangan Kyuhyun lalu melipatnya juga memasukannya kedalam amplop.
"Kau harus memutuskannya sekarang, Hagi, Hagi juga sahabatku walaupun belum lama tapi aku menyukainya dia sudah seperti adikku. Masalah hyungmu aku yakin Yang mulia tidak akan gegabah apa lagi jika perang di utara berhasil di menangkan." Sekali lagi Kyuhyun menatap kedua sahabatnya gelisah lalu menatap amplop di tangan Nam Young.
Isi surat yang baru saja Changmin buat jelas-jelas memberitahukan pada Raja Sejong jika selir kesayangannya masih hidup dan dalam bahaya, Changmin meminta Raja Sejong untuk memberi izin pada ketiganya untuk menyelamatkan Hagi dari para pembunuh bayaran mentri Jang. Di surat itu di jelaskan juga jika ketiganya akan menunggu Yang mulia di kuil di dekat perbatasan ibu kota untuk melihat juga mendengar penjelasan dari Hagi secara langsung dan meminta Rajanya itu merahasiakan semuanya. Menarik nafas dalam-dalam Kyuhyun menarik surat di tangan Nam Young lalu menyegel amplop itu dengan segel miliknya.
"Biar Minho yang mengantar surat ini, dia akan langsung mengantarkannya pada Yang Mulia tanpa melewati prajurit kerajaan." Ucapan Changmin dibalas anggukan dari Kyuhyun lalu meminta kepala pelayan di rumahnya untuk langsung mengantar surat itu keistana dan memberikannya pada Minho.
Setelah semua selesai ketiganya langsung bersiap dengan kuda masing-masing saat itulah Hyunmie mengenggam tangan Kyuhyun sambil menarik nafas panjang Hyunmie tersenyum sendu.
"Kau harus menyelamatkannya, harus." Kyuhyun menatap Hyunmie sambil mengangguk mantap.
"Terimakasih... dan maafkan aku..." Hyunmie sekali lagi tersenyum kecil lalu mengangguk pelan.
"Pergilah..." Kyuhyun langsung menaiki kuda lalu memacunya dengan cepat di susul Nam Young dan Changmin.
Kyuhyun berkuda dengan kecepatan tinggi dia sama sekali tidak memperdulikan luka yang bahkan belum kering di perutnya, walaupun kondisi sama sekali tidak menguntungkan entah kenapa ada perasaan bahagia yang mengaliri tubuhnya juga memberikan Kyuhyun energi lebih untuk menggerakan tubuhnya yang lemah, kenyataan Hagi masih hidup memberi semangat luar biasa untuknya. Walaupun rasa cemas juga ikut membayangi perasaannya Kyuhyun yakin jika Tuhan masih berbaik hati padanya dengan mempertemukan mereka kembali, apapun yang terjadi Kyuhyun ingin tahu semuanya dengan benar. Air mata sempat menghalangi matanya tapi dengan cepat Kyuhyun menghapusnya dengan cepat.
"Aku jadi mudah sekali menggeluarkan air mata..."
"Tunggu aku... Hagi_ya..."
Raja Sejong baru saja bersiap untuk pergi meninggalkan taman tempat biasanya ia menghabiskan waktu dengan Hagi selama di istana sebagai selir, sudah dua jam setidaknya Raja Sejong menyendiri, ratu Seoheon juga beberapa selir sudah berusaha membantu menghilangkan duka yang kini sedang dirasakan oleh Rajanya itu, tapi tidak ada yang bisa menarik Raja muda itu dari duka kehilangan selir kesayangannya. Saat di perjalanan Raja muda itu juga cenderung murung, beberapa dayang istana yang mengharapkan senyuman raja mereka harus menelan kekecewaan hingga sampai balai istana.
Semenjak kematian Hagi, Raja Sejong lebih banyak tenggelam dengan pekerjaannya sebagai Raja di balai istana tidak jarang Raja Sejong akan tertidur di meja tempat dia mengerjakan pekerjaan kenegaraannya hari inipun sepertinya akan menjadi hari yang sama seperti kemarin, jika saja Minho salah satu pengawal pribadinya tidak mengintruksi kegiatannya.
"Maafkan saya jika mengganggu Yang mulia, ada surat penting yang datang dari kediaman pengawal Kim dan ini sangatlah penting Yang mulia." Raja Sejong mengangguk lalu Minho meletakan surat itu di atas meja.
"Bukankah Changmin dan Nam Young juga ada di sana?" Pertanyaan Raja Sejong hanya di balas dengan wajah menunduk Minho yang membuat Raja Sejong cepat-cepat membaca surat yang ada di hadapannya.
Exspresi Raja muda itu berubah silih berganti saat membaca surat itu, ada perasaan bahagia, gelisah juga amarah yang bergantian muncul di wajah Raja Sejong.
"Apa kau yakin surat ini datang dari kediaman Kyuhyun? Anni, apa ada orang lain yang tahu tentang surat ini?"
"Tidak Yang Mulia, surat ini langsung di kirim kepala pelayan dari kediaman kepala pengawal Kim pada saya." Raja Sejong mengangguk pelan.
"Siapkan beberapa pengawal untukku, aku akan keluar sekarang pastikan semuanya rahasia. Kasim Choi siapkan keberangkatanku sekarang juga cepat." Minho dan Kasim Choi langsung menuruti perintah Raja mereka dan menyiapkan semua keperluan Raja Sejong.
Walaupun sempat merasa senang kali ini Raja Sejong lebih cemas juga khawatir dengan apa yang akan terjadi setelah ini, diam-diam Raja pergi dari istana jika dia tidak salah tempat yang akan ia tuju adalah tempat dimana salah satu Hyungnya tinggal, ini juga bisa menjadi alibi jika salah satu mentrinya tahu jika ia pergi diam-diam malam ini.
__ADS_1
bersambung