Timeless Love

Timeless Love
Come Back Home


__ADS_3

Malam datang ketika Hagi,Kyuhyun dan Nam Young pamit dari kediaman Nyonya Ahn akan lebih aman bergerak pada malam hari untuk mereka mengingat mereka masih belum jauh dari Hanyang. Ketiganya tidak ingin mengambil resiko salah satu anak buah mentri Jang memergoki mereka, Kyuhyun bahkan menahan diri untuk bertanya ketika mengetahui jika Hagi tahu kini dia sedang di buru mentri Jang dan masih bisa tersenyum manis padanya.



Kyuhyun tadinya ingin satu pelana dengan Hagi, mengingat kondisi Hagi terakhir kali tidak dalam keadaan baik tapi gadis itu dengan keras kepala ingin naik kuda sendiri bahkan setelah berdebat dengan Nam Young yang akhirnya kalah dan memang selalu kalah jika berdebat dengan Hagi.



Tanpa keduanya sadari Hagi tahu jika Kyuhyun sedang dalam keadaan tidak baik itu kenapa Hagi tidak ingin satu pelana dengan Kyuhyun, sekalipun Kyuhyun menyembunyikan hal itu dari Hagi tapi dengan kejeniusan yang di milikinya dan kejeliannya Hagi tahu Kyuhyun sepertinya terluka. Hagi bisa lihat jika Kyuhyun berulang kali menghapus keringat di keningnya, wajah pucat lebih tidak bisa Kyuhyun tutupi dari Hagi, beberapa kali Kyuhyun berusaha menahan rasa sakitnya ketika kening namja itu mengkerut sesekali seolah menahan sakit dan satu hal lagi yang tidak ada seorangpun tahu di jaman ini jika Hagi adalah salah satu murid terbaik yang hampir saja lulus dari kedokteran di masa depan jika saja tidak terlempar kemari dan tanpa Kyuhyun sadari sejak  kedatangannya di kediaman nyonya Ahn, Hagi sudah berulang kali menchek denyut nadi Kyuhyun yang tidak setabil dengan berpura-pura menggengam tangannya atau sekedar menempelkan telapak tangan Kyuhyun ke pipinya.



Saat Kyuhyun pertama kali datang Hagi cemas dengan wajah Kyuhyun yang terlalu pucat tapi Hagi tahu rasanya mencemaskan orang lain dan entah kenapa ia memilih pura-pura tidak tahu dengan kondisi Kyuhyun dan tersenyum manis pada Kyuhyun seolah apa yang terjadi beberapa minggu terakhir bukanlah apa-apa.



Terlebih Hagi sebenarnya ingin egois dengan keadaannya sekarang, walaupun kenyataan akhirnya dia ingat sesuatu tentang masa depan, Hagi tidak bisa menjamin dia bisa pulang tepat waktu mengingat kondisinya yang semakin parah saat ia sadar bahkan dia sempat histeris dan ketakutan saat sadar ia tidak bisa melihat kaki kirinya. Nyonya Ahn juga sama terkejutnya tapi ketika mulai tenang akhirnya Hagi meminta nyonya Ahn untuk tidak membicarakan apapun prihal keadaannya.



Ada kemungkinan Hagi bisa saja menghilang saat di perjalanan dan walaupun pada awalnya Hagi tidak ingin menghilang di hadapan Kyuhyun entah kenapa perasaannya yang semakin dalam pada Kyuhyun setelah mengingat sesuatu tentang masa depan yang ia mimpikan saat tidak sadarkan diri membuat Hagi egois dan berpikir sekali saja dalam hidupnya ia hanya ingin mementingkan keinginannya sendiri, dia ingin sekalipun harus menghilang ada Kyuhyun di sampingnya yang menyaksikan keberadaannya bahwa dalam kehidupan ini ada gadis bernama Hagi yang mencintainya.



"Hei tidak baik melamun di atas kuda apa lagi ini malam hari." Teguran Kyuhyun sukses membuat Hagi tersadar lalu tersenyum kecil pada Kyuhyun, entah kenapa Hagi sedikit senang ketika mereka memutuskan akan bergerak pada malam hari karena dengan begitu Hagi tidak perlu merasa terlalu tertekan dengan kondisi Kyuhyun, wajah namja itu sedikit tersamarkan dengan gelapnya malam walaupun cahaya bulan masih bisa menyinari wajah Kyuhyun tapi pucatnya wajah Kyuhyun tidak terlihat sama sekali.



"Maaf... aku hanya memikirkan apa yang dilakukan kelurgaku sekarang, apa mereka sudah melupakanku atau apa mereka masih mencariku? Aku juga bingung apa yang harus aku katakan pada mereka setelah hampir setahun menghilang." Perlahan Kyuhyun merapatkan kudanya pada kuda Hagi lalu menggenggam tangan Hagi sambil tersenyum kecil.



"Percayalah keluargamu tidak mungkin melupakanmu dan apapun yang akan kau katakan pada mereka aku yakin kau tahu jawaban terbaik agar mereka mengerti." Sesaat Hagi menggengam pergelangan tangan Kyuhyun lalu menatap Kyuhyun sendu gerakan itu sontak membuat Kyuhyun heran tapi hal itu teralihkan dengan gerakan Hagi berikutnya, Kyuhyun tertegun ketika Hagi secara perlahan meletakkan telapak tangannya di atas bibir Hagi yang dingin dan mengecupnya. Gumaman kecil terdengar dari mulut Hagi sebagai jawaban dari ucapan Kyuhyun sebelumnya, tapi moment itu langsung berhenti ketika seseorang yang sejak tadi melihat adegan keduannya berdeham.



"Sepertinya aku terlalu khwatir pada kalian, aku seperti nyamuk sekarang." Ucapan Nam Young sontak membuat Kyuhyun canggung lalu kembali menjaga jarak dari Hagi sementara Hagi hanya bisa tersenyum geli melihat Kyuhyun lalu menatap Nam Young jenaka.



Melihat Hagi yang masih tersenyum membuat kecanggungan hilang di wajah Kyuhyun akhirnya selama berkuda Kyuhyun hanya melirik Hagi sesekali dengan tatapan sendu, jika saja Kyuhyun bisa ikut bersama Hagi ke tempat Hagi tinggal Kyuhyun akan senang sekali tapi Kyuhyun menyadari jika hal itu tentu saja tidak mungkin, sebagai gantinya Kyuhyun akan mengingat semua kenangan dan gerak gerik Hagi selama ini hingga Hagi benar-benar pulang.



Selama di perjalanan Hagi berulang kali meminta istirahat dan sepertinya tidak ada yang memprotes permintaannya terlebih entah itu Nam Young atau Kyuhyun sama-sama mencemaskan keadaan satu sama lain. Kyuhyun tahu kondisinya tidak baik dan butuh banyak istirahat ia tidak mau Hagi sampai tahu dia juga berpikir Hagi masih membutuhkan istirahat juga tanpa Kyuhyun sadari Hagi juga mencemaskan Kyuhyun yang terlihat semakin melemah.



Ketiganya akhirnya memutuskan untuk berhenti di pinggir sebuah desa setelah desa nyonya Ahn tinggal. Hagi mengigit bibirnya cemas ketika melihat Kyuhyun yang bersandar di pohon dengan ekspresi lelah sedikit menjauh dari api unggun yang mereka buat, seolah Kyuhyun takut Hagi bisa mengetahuinya. Hal itu jelas terlihat oleh Nam Young membuat Nam Young menghelah nafas lalu perlahan Nam Young mendekat kearah Hagi dan duduk di samping gadis itu.



"Sepertinya kau sudah menyadarinya!!. Ucapan pelan Nam Young sukses membuat Hagi menatap Nam Young lalu menatap Nam Young gelisah dan mengangguk pelan.



"Teruslah bersikap tidak tahu namja bodoh itu tidak akan menyerah sekalipun kau menyuruhnya berhenti untuk mengantarmu." Hagi tersenyum miris lalu sekali lagi menatap Kyuhyun sendu.



"Jujur saja aku juga tidak berniat memintanya berhenti, aku... ingin bersamanya selama mungkin Nam Young_ssi... aku ingin egois walaupun itu akan menyakitinya nanti." Nam Young menatap Hagi sedih lalu menghelah nafas pelan.



"Kau tahu aku berpikir kalian adalah pasangan paling menyebalkan yang pernah aku temui tapi pasangan paling kuat yang pertama aku kenal." Hagi tersenyum kecil lalu menatap kobaran api di hadapannya.



"Rahasia apa lagi yang berniat kalian sembunyikan?" Nam Young dan Hagi mendongkak ketika Kyuhyun kini sudah berdiri di hadapan mereka lalu tersenyum geli pada Kyuhyun dan membiarkan Kyuhyun duduk di samping Hagi.



"Kami hanya membicarakan masalah adik kakak saja... hal yang tidak perlu di ketahui sang kekasih." Ucapan Nam  Young sontak membuat Kyuhyun salah tingkah membuat Hagi tersenyum geli melihat respon Kyuhyun.



Kenyataan bahwa Kyuhyun dan Hagi tidak pernah terikat sama sekali tidak membuat mereka berpikir jika tidak ada ikatan di hati mereka. Perlahan Kyuhyun menggenggam tangannya pada Hagi memasukan jemarinya di sela sela jemari Hagi, kali ini Hagi yang di buat terdiam ketika Kyuhyun mencium lembut punggung tangannya lalu menatap Hagi dengan tatapan tajamnya.



Hal itu sontak membuat Nam Young memutar bola mata geli walaupun sedikit memaklumi kondisi kedua pasangan ini ternyata sedikit menggelikan jika melihatnya terus.



"Sebaiknya aku tidur dulu sejenak kalian bisa melakukan apapun semau kalian." Ucapan Nam Young sontak membuat Hagi menunduk tapi tidak dengan Kyuhyun, namja itu seolah tidak terpengaruh dengan ucapan Nam Young yang kini berbaring sambil memungungi keduanya.



"Hagi_ya..." ucapan Kyuhyun sontak membuat Hagi kembali menatap Kyuhyun, perlahan Kyuhyun meletakan telapak tangan Hagi di atas jantungnya.



"Kau tahu pasti apa yang aku rasakan bukan? Dan aku tahu apa yang kau


rasakan... jadi apapun yang tidak kau katakan aku bisa memahaminya... maaf dan terimakasih karena kau pura-pura dengan kondisiku." Ucapan Kyuhyun sontak membuat Hagi dan Nam Young yang memang belum tertidur terkejut membuat Kyuhyun tersenyum kecil.



Kyuhyun menarik Hagi kedalam pelukannya memeluk gadia yang ia cintai dengan rasa sesak yang tidak bisa Kyuhyun jelaskan lagi bagaimana rasanya, perlahan air mata Hagi turun mengenggam erat baju Kyuhyun, Hagi menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun sambil berusaha menahan isak tangisnya Hagi menelan ludah berulang kali.



"Apa lukamu parah? Apa rasanya sangat sakit?" Pertanyaan bergetar Hagi sontak membuat Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Hagi.



"Hmm... tapi aku tahu tidak separah dirimu..." ucapan Kyuhyun sontak membuat Hagi tertegun dan menatap Kyuhyun dengan tatapan bertanya.



Menggeram kesal Kyuhyun meletakan keningnya di kening Hagi.



"Apa lagi yang kau sembunyikan dariku??? Kau tersenyum manis seperti itu justru membuatku semakin cemas karen tahu kau merahasiakan sesuatu yang berbahaya." Ucapan Kyuhyun sontak membuat Hagi tak sanggup menahan isak tangisnya sialan Kyuhyun yang terus menerus membuatnya menangis karena sudah pandai membaca kedoknya. Hagi kembali tenggelam dalam pelukan Kyuhyun ingin rasanya Hagi mengatakan semuanya pada Kyuhyun, ketakutannya, kecemasannya tapi jika Kyuhyun tahu mungkin Kyuhyun tidak akan mau lagi beristirahat.



"Aku... hanya harus pulang..."



****



Pagi datang lebih cepat dari biasanya ketika Kyuhyun terbangun dari tidurnya, Kyuhyun cukup terkejut ketika bangun karena Nam Young yang sepertinya sedang membubuhkan obat di lukanya. Kyuhyun reflek menatap Hagi yang terlihat masih tertidur di sebelah kirinya membuat Kyuhyun bernafas lega.



"Apa yang kau lakukan? Kau bisa membuat Hagi cemas dengan mengobatiku seperti ini." Kyuhyun menahan tangan Nam Young kesal saat Nam Young bermaksud membubuhkan obat yang sepertinya baru Kyuhyun sadari Nam Young simpan. Tapi dengan kesal Nam Young menepis tangan Kyuhyun sama kesalnya lalu menatap Kyuhyun tajam.



"Kau pikir kenapa aku repot-repot melakukan ini? Semalam kau demam karena lukamu yang tidak di obati, dengar aku ikut untuk membantumu mengantar Hagi bukan mengurusmu jadi sebaiknya kau diam saja sekarang dan pastikan kekasih tercintamu tidak tahu jika kau terluka parah seperti ini." Kyuhyun terdiam lalu menghelah nafas pelan.



Sesekali Kyuhyun menatap Hagi yang masih tertidur di sampingnya, hampir seminggu sudah perjalanan yang mereka tempuh menuju Jeju walaupun seharusnya bisa lebih cepat dari seminggu Kyuhyun tidak punya pilihan lain ketika Hagi memintanya untuk beristirahat beberapa kali sehari, Hagi tahu dia terluka tapi tidak pernah bertanya lebih tentang keadaannya, seolah tanpa di beritahu Hagi tahu keadaannya.



Hampir seminggu terakhir juga Kyuhyun mendengarkan semua cerita Hagi tentang dari mana dia berasal atau bagaimana caranya ia memanipulasi semua orang di istana tentang kematian palsunya serta alasan kenapa dia bisa ada disini. Awalnya Nam Young dan Kyuhyun sulit mempercayai ucapan Hagi tapi jika di pikirkan lagi semuanya terasa masuk akal dan akhirnya mau tidak mau Kyuhyun mempercayai Hagi.



Di perjalanan juga ketiganya bertemu dengan Bibi dan Paman Ma entah bagaimana ceritanya keduannya tahu keberadaan Hagi yang masih hidup yang jelas sepertinya pelayan keluarga Kyuhyun pasti menceritakan keberadaan Hagi pada orangtua angkat Hagi.


__ADS_1


Keduanya bahagia karena ternyata Hagi masih hidup juga sedih karena akhirnya Hagi harus pulang kepada orang tua aslinya, bibi Ma juga membawakan baju yang pertama kali Hagi gunakan saat datang kemari yang langsung Hagi pakai dan di tutupi pakaian Hanboknya.



Pertemuan paman dan Bibi Ma Juga Hagi hanya berlangsung sebentar setelah Kyuhyun menjelaskan keadaan yang kini sedang Hagi hadapi dan tanpa menghalangi keduanya langsung melepas Hagi walaupun berat.



"Apa tidak ada yang mencurigakan selama di perjalanan?" Ucapan Kyuhyun membuat Nam Young menggelengkan kepalanya kecil.



"Jika ada pasti Hagi yang akan sadar lebih dulu dibandingkan aku, kau tahukan kepekaannya jauh dari yang kumiliki. Walaupun aku bisa merasakan jika Hagi semakin melemah." Kyuhyun menatap Hagi cemas dia memang menyadarinya Hagi sekarang mudah sekali kedinginan walaupun sebelumnya Hagi cukup kuat dengan cuaca dingin sekalipun gadis itu membencinya.



"Kau menyadarinya? Aku kira hanya karena aku terlalu khawatir padanya." Ucapan Kyuhyun membuat Nam Young kembali menggelengkan kepalanya.



"Tidak, sepertinya bukan hanya kau saja yang merahasiakan sesuatu seperti luka parah yang kau miliki, Hagi juga. Seperti yang kau bilang saat di malam kita mulai berangkat Hagi pasti menyembunyikan hal berbahaya tentang kondisinya dari kita." Kyuhyun memijat kepalanya pusing sudah hampir seminggu ini Kyuhyun memang berusaha bertanya pada Hagi tentang kondisinya, tapi sama keras kepalanya dengan Kyuhyun, Hagi sendiri tidak mau memberitahukan hal itu pada Kyuhyun.



"Lalu kita harus bagaimana?" Pertanyaan Kyuhyun membuat Nam Young memghelah nafas berat.



"Kita tidak bisa berbuat banyak, sebentar lagi kita sampai di kuil yang dulu pernah Hagi datangi aku hanya berharap Hagi masih cukup kuat untuk sampai disana." Kyuhyun mengangguk pelan perasaan takut melihat Hagi menghilang di hadapanya membuat Kyuhyun begitu protektif seminggu terakhir.



Satu hal yang semakin Kyuhyun rasakan selama perjalanan adalah penyesalan yang mendalam karena jika harus di bandingkan dengan kebersamaan Kyuhyun dan Hagi selama seminggu terakhir atau satu tahun waktu yang Kyuhyun sia-siakan bersama Hagi, satu minggu ini terasa istimewa untuk Kyuhyun, Hagi yang ia kenal ternyata jauh lebih dari prediksinya, dulu Kyuhyun hanya bisa menangkap karisma juga wibawa yang Hagi miliki karena menganggapnya seorang pria, tapi perjalanan satu minggu ini justru menunjukan pesona Hagi sebagai seorang perempuan yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Kyuhyun.



Ada kalanya Kyuhyun bahkan tidak bisa menatap hal lain selain Hagi hanya karena Hagi yang menertawakan Nam Young yang selalu gagal menangkap ikan di sungai, atau tatapan cemas Hagi padanya saat tanpa sadar Kyuhyun meringis menahan sakit karena ikut tertawa yang entah kenapa senyuman Hagi terkesan lembut pada Kyuhyun. Hal yang semakin membuat Kyuhyun di lema adalah perasaannya yang justru semakin tidak tertahankan pada Hagi rasa takut, cemas juga rasa ingin selalu menatap Hagi membuatnya kebingungan dan hal yang bisa Kyuhyun pastikan hanya membiarkan Hagi pulang ke tempat Hagi berasal agar Hagi tetap hidup walaupun artinya sama saja Kyuhyun sudah tidak bisa melihat Hagi lagi untuk selamanya.



"Sebaiknya kau bangunkan Hagi sekarang juga, kita bisa mulai bergerak lebih sering pada siang hari setelah di Jeju, aku akan menyiapkan semuanya." Kyuhyun mengangguk lalu merapikan pakaiannya sedangkan Nam Young mulai merapikan semuanya.



Perlahan Kyuhyun mendekat kearah Hagi yang masih tertidur nyenyak, sesaat Kyuhyun tersenyum sendu saat-saat seperti ini akan ia ingat selama hidupnya dimana Kyuhyun menghabiskan waktu pagi harinya untuk melihat Hagi yang masih tertidur seperti sekarang. Tangan Kyuhyun terulur kearah Hagi bermaksud untuk membangunkan gadis itu ketika saat itu juga tubuh Hagi menghilang begitu saja Kyuhyun bahkan menahan nafas saat dengan mata kepalanya sendiri melihat Hagi menghilang.



"Na... Nam Young..." Kyuhyun berusaha memanggil sahabatnya dengan ekspresi pucat suara yang Kyuhyun keluarkan bahkan tidak sanggup memanggil Nam Young yang masih menyiapkan kuda-kuda mereka ketika lebih dari lima detik Hagi tidak kembali muncul barulah dengan sekuat tenaga Kyuhyun memanggil sahabatnya.



"Nam Young_ssi!!!!"



Teriakan Kyuhyun kali ini langsung membuat Nam Young mendekat lalu berlari kearah sahabatnya itu.



"Ada apa? Mana Hagi?" Kyuhyun masih terpaku sambil menatap tempat Hagi berbaring dengan rasa takut yang bahkan tidak pernah Nam Young lihat sebelumnya. Tidak ada jawaban dari Kyuhyun membuat Nam Young sama cemasnya, sedikit panik Nam Young mencengkram kedua bahu Kyuhyun.



"Katakan sesuatu? Dimana Hagi?" Bukannya menjawab Kyuhyun malah menatap sahabatnya itu dengan ekspresi kosong.



"Dia menghilang..." ucapan Kyuhyun  kali ini membuat Nam Young juga tertegun, tangan yang ia gunakan untuk mencengkram bahu Kyuhyun melemas.



Untuk beberapa menit keduanya hanya terdiam hampa tidak tahu harus berbuat apa, walaupun pada akhirnya hal ini akan terjadi nanti tapi jika Hagi menghilang sekarang bukan di tempat seharusnya itu tandanya Hagi bukan pulang ke tempat asalnya melainkan  benar-benar menghilang selamanya dengan kata lain sama saja Hagi mati. Tapi sebuah suara akhirnya menyadarkan mereka seolah mengembalikan nafas keduanya.



"Kalian sudah bangun?" Nam Young dan Kyuhyun langsung berbalik lalu menatap Hagi yang kini menatap keduanya bingung.




"Kau baik-baik saja? Apa sakitmu semakin parah?" Pertanyaan Hagi sama sekali tidak ada jawaban, Kyuhyun malah semakin memeluk Hagi dengan erat. Cemas dengan keadaan Kyuhyun, Hagi menatap Nam Young bertanya tapi namja itu malah menatapnya dengan ekspresi frustasi yang kentara.



"Ada apa sebenarnya?" Sedikit memaksa akhirnya Hagi melepas pelukan Kyuhyun lalu tertegun ketika melihat wajah Kyuhyun yang begitu tersiksa juga basah karena air mata, dengan perasaan sesak Hagi menghapus air mata Kyuhyun di pipinya rasa cemas Hagi semakin besar ketika melihat namja ini menangis.



"Kenapa kau menangis? Kali ini kau harus bilang dimana lukamu? Setidaknya aku bisa melakukan sesuatu untuk lukamu kau ti___." Ucapan Hagi tertahan ketika dengan frustasi Kyuhyun menciumnya, awalnya Hagi terkejut terlebih ada Nam Young di dekat mereka tapi ketika wajah terluka yang Hagi lihat di wajah Kyuhyun akhirnya Hagi sadar apa sebenarnya yang terjadi.



"Apa aku menghilang?" Pertanyaan Hagi setelah Kyuhyun melepaskan ciumannya membuat Kyuhyun kembali memeluk Hagi erat, Kyuhyun seperti tidak ingin mendengar kata-kata menakutkan itu dari Hagi.



Menatap Nam Young yang masih melihat Hagi dengan ekspresi sendu namja itu hanya mengangguk pilu, membuatnya paham, Hagi tersenyum miris lalu membalas pelukan Kyuhyun.



"Kau harus terbiasa... mungkin karena air terjun itu sudah dekat itu kenapa aku selalu menghilang..." ucapan Hagi sontak membuat Kyuhyun menatap Hagi frustasi.



"Kau sudah tahu? Kenapa kau tidak pernah memberitahu aku?" Kali ini exspresi kecewa nampak terlihat di wajah Kyuhyun membuat Hagi menghelah nafas.



"Lalu membuatmu selalu panik? Tidak aku tidak ingin melakukannya dan  menyia-nyiakan waktuku yang bisa aku habiskan dengan tersenyum lebih sering denganmu." Kyuhyun berbalik memunggungi Hagi bingung. Perasaan Kyuhyun campur aduk sekarang dia tidak tahu harus marah atau senang.



"Tapi kau tidak akan bisa pulang tepat waktu jika kita terlalu mengulur waktu." Hagi kembali tersenyum miris, dia bukan tidak menyadarinya hanya saja jika dia benar-benar harus menghilang dia ingin ada orang yang mengenangnya juga setidaknya semua ini bisa membalas kesalahnnya pada seseorang yang mungkin kini menunggunya di masa depan. Perlahan Hagi memeluk Kyuhyun dari belakang melingkarkan tangannya di perut Kyuhyun, Hagi bersandar di punggung Kyuhyun lelah. Dia sebenarnya masih berharap bisa pulang ada banyak sekali yang ingin ia lakukan, tapi jika waktu tidak cukup dia ingin melakukan yang terbaik bersama Kyuhyun di sini dengan sisa waktu yang ia miliki.



Nam Young menatap keduanya sedih dia tahu bagaimana keduanya bisa berada di titik ini dan rasanya Tuhan tidak adil pada keduanya jika setelah perjuangan yang keras mereka selama ini tapi malah berakhir sia-sia.



"Sepertinya kita harus bergerak sekarang juga, aku yakin sekarang Kyuhyun jauh lebih sehat dari sebelumnya. Iyakan Kyuhyun_ssi?" Ucapan Nam Young di balas anggukan mantap dari Kyuhyun, dia tidak ingin Hagi menghilang karena mati. Sekalipun harus berjauhan dari Hagi nantinya Kyuhyun akan cukup tenang jika Hagi masih hidup walaupun di jaman yang berbeda dengannya.



Perlahan Kyuhyun mengurai pelukan Hagi lalu mengenggam tangan Hagi erat.



"Aku berjanji kau akan pulang tepat waktu." Menahan tangisannya Hagi mengangguk pelan lalu kembali memeluk Kyuhyun erat.



****



Perjalanan kembali berlanjut kali ini bahkan Kyuhyun berkeras untuk tidak beristirahat karena kuil yang letaknya dekat dengan air terjun sudah hampir dekat, Kyuhyun bahkan tidak mengeluh atau menampakan ekspresi kesakitan lagi sekarang semua ia tahan agar Hagi fokus untuk pulang. Walapun awalnya keras kepala selalu meminta beristirahat akhirnya karena Kyuhyun yang memintanya satu pelan membuat Hagi menuruti ucapan Kyuhyun. Hagi tidak ingin membuat Kyuhyun semakin kesakitan walaupun Hagi tidak tahu seperti apa luka yang di miliki Kyuhyun Hagi cukup tahu jika memaksakan satu pelana Kyuhyun akan lebih kesakitan lagi.



Setelah melewati perjalannan yang cukup jauh akhirnya ketiganya sampai di kuil tempat Hagi dan Jong Seo mencari informasi tentang bandul turun temurun keluarga Kim dulu. Saat masuk kuil Hagi langsung merasakan ada yang aneh karena saat itu kedatangannya langsung di sambut tapi kali ini kuil ini seperti tidak ada penghuninya sekarang.



"Kau merasakannya?" Pertanyaan Nam Young pada Hagi hanya di balas anggukan waspada dari Hagi.


__ADS_1


"Sepertinya ada yang membocorkan informasi keberangkatan kita kemari, beberapa pembunuh bayaran mentri Jang ada juga yang tinggal di Jeju." Setelah mengerti ucapan Nam Young akhirnya Kyuhyun mengumpat keras.



"Kita tidak bisa menundanya kita berangkat sekarang ke Air terjun itu." Ucapan Kyuhyun di balas anggukan Nam Young.



"Sebaiknya kalian berdua pergi lebih dulu, biar sebagian aku hadang di sini." Hagi menggeleng tidak setuju dia bisa merasakan jika jumlah pembunuh bayaran kali ini tidak sedikit. Jika mereka berpencar justru akan semakin berbahaya.



"Tidak lebih baik kita pergi bersama." Nam Young menatap Hagi sendu dia mengerti kekhawatiran Hagi.



"Kyuhyun sebaiknya kau bawa Hagi satu pelana dia akan sangat merepotkan. Dan Hagi_ssi senang bisa mengenalmu dan juga bisa menjadi teman baikmu aku harap kita bisa bertemu lagi." Setelah mengucapkan hal itu Nam Young semakin masuk kedalam kuil sedangkan Kyuhyun menarik Hagi dari kuda yang ia naiki lalu membuat Hagi satu pelana dengannya. Mengabaikan protes Hagi, Kyuhyun memacu kudanya cepat.



"Katakan kearah mana air terjunnya?" Ucapan Kyuhyun sontak membuat Hagi yang sejak tadi protes menyerah, terlebih ada beberapa orang yang akhirnya mengejar mereka di belakang.



"Kearah barat, ikuti arah sungai." Setelah mendapat arah air terjun Kyuhyun bahkan tidak melirik kearah belakang dan terus memacu kudanya cepat.



Setelah berkuda cukup jauh akhirnya Kyuhyun menemukan jalan buntu sambil mengerang frustasi Kyuhyun turun dari kuda dan memangku Hagi turun.



"Kau yakin ini jalan yang benar?" Hagi mengangguk pelan.



"Dari sini kita harus jalan kaki, air terjunnya sudah dekat." Menggenggam tangan Hagi erat, Kyuhyun langsung meminta Hagi sedikit berlari karena sepertinya suara derap dan rintihan kuda dari para pembunuh bayaran itu mulai terdengar.



"Terus lari jangan melihat kebelakang." Ucapan Kyuhyun bahkan tidak sempat Hagi jawab karena kini keduanya berlari tanpa jeda.



Hal yang tidak bisa di hindari adalah ketika para pembunuh bayaran itu akhirnya menggunakan panah mereka untuk membidik Hagi dan tepat sasaran, Hagi langsung terduduk ketika punggungnya terbidik anak panah.



"Hagi_ya!!!!." Kyuhyun langsung ikut terduduk menatap Hagi panik rasa dingin langsung menyelubungi tubuh Kyuhyun ketika darah merembes di punggung Hagi, kepanikan Kyuhyun bertambah ketika para pembunuh bayaran itu semakin dekat karena Hagi bisa benar-benar mati disini. Saat Kyuhyun akhirnya bersiap untuk melawan Hagi menarik Kyuhyun agar tetap duduk dan membisikan sesuatu pada Kyuhyun.



"Jangan..." ucapan Hagi beleum selesai ketika Hagi kehilangan kesadarannya.



"Andweeee, kau tidak boleh mati, kau harus pulang." Kyuhyun mulai panik ketika Hagi tidak bergerak sama sekali, para pembunuh bayaran yang melihat Kyuhyun menangis sambil memeluk Hagi yang tidak bergerak akhirnya berhenti mendekat. Seolah yakin buruannya sudah mati para pembunuh bayaran itu akhirnya pergi meninggalkan keduanya. Setelah yakin para pembunuh bayaran itu pergi, Kyuhyun menepuk pelan pipi Hagi. Kyuhyun sadar saat Hagi terlihat pura-pura pingsan tadi.



"Apa kau masih sadar? Hagi_ya..." perlahan Hagi membuka matanya darah yang sekuat tenaga ia tahan dari mulutnya keluar membuat Hagi terbatuk-batuk kesakitan. Tanpa bertanya dua kali Kyuhyun yang masih gemetar menahan rasa takutnya memangku Hagi lalu mulai berjalan ke arah air terjun.



Hagi berusaha menahan rasa sakit di punggungnya dengan menggengam erat baju Kyuhyun lalu tersenyum kecil ketika ia bisa merasakan debaran kuat jantung Kyuhyun.



"Kyuhyun_ssi... apa kau mau satu rahasia dariku..." Kyuhyun semakin merapatkan pelukannya pada Hagi sambil kembali berjalan pelan, Kyuhyun tidak mau membuat Hagi semakin kesakitan dengan panah yang masih bersarang di punggungnya.



"Jangan bicara apapun, kau harus menghemat tenagamu." Sekali lagi Hagi tersenyum kecil lalu mendekatkan mulutnya ketelinga Kyuhyun.



"Aku melihatmu di masa depan... kau masih mencintaiku seperti sekarang..." Kyuhyun terpaku, sesaat Kyuhyun menatap Hagi yang justru nampak senang walaupun tidak menutupi ringisan rasa sakit yang berusaha Hagi tahan.



"Kalau begitu kau benar-benar harus pulang dan pastikan kita bisa bersama selamanya agar pengorbananku tidak sia-sia disini." Ucapan Kyuhyun hanya di balas anggukan kesakitan dari Hagi.



Kyuhyun kembali berjalan perlahan ketika lagi-lagi Hagi memuntahkan darah dari mulutnya membuat Kyuhyun panik lalu kembali menghentikan langkahnya.



"Hagi_ya..." Kyuhyun menatap frustasi kearah Hagi ketika wajah Hagi benar-benar berantakan darah, keringat juga wajah pucat Hagi membuat setiap persendian di tubuh Kyuhyun terasa sakit lebih menyakitkan lagi Kyuhyun tidak bisa berbuat banyak untuk Hagi.



"Air terjunnya..." kembali sadar dengan ucapan Hagi, Kyuhyun kembali berjalan sedikit lebih cepat dari sebelumnya dengan air mata yang tidak mau berhenti dari kedua matanya



Ketika sampai di bawah air terjun Kyuhyun menurunkan Hagi dari pangkuannya lalu memeluk Hagi erat.



"Setelah ini bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?" Pertanyaan Kyuhyun sontak membuat Hagi menatap ketinggian air terjun di hadapannya. Hagi masih ingat dulu saat pertama jatuh dari goa kecil yang ia gunakan untuk berteduh, goa itu jelas jauh sekali dari air terjun ini.



"Aku tidak tahu... biksu kepala saat itu hanya berkata agar aku datang kemari." Kyuhyun menggeram frustasi seandainya saja para pembunuh bayaran itu tidak datang ke kuil setidaknya Kyuhyun bisa bertanya cara membawa Hagi pulang. Sekali lagi Kyuhyun hanya bisa memeluk Hagi erat-erat.



"Apa yang bisa aku lakukan untukmu? Aku hanya memintamu untuk hidup kenapa Tuhan tidak membantu sama sekali." Ucapan Kyuhyun hanya bisa di balas senyuman tipis dari Hagi, Kyuhyun meletakan keningnya di kening Hagi. Rasa hangat menyelimuti hati Hagi dia senang sekalipun akhirnya dia harus mati setidaknya ada seorang namja yang marah pada Tuhan karena nyawanya dalam bahaya.



"Kyuhyun_ssi... Gomawo... Saranghae..." Kyuhyun kembali menatap Hagi terluka kenapa kata-kata itu harus terucap disaat seperti ini sambil mengecup telapak tangan Hagi Kyuhyun mengangguk sedih.



"Aku juga mencintaimu..." saat itulah Hagi perlahan mulai menghilang bukan menghilang seperti biasanya karena kali ini cahaya juga menyelimuti tubuh Hagi membuat Kyuhyun akhirnya terisak sedih.



"Berjanjilah untuk mencoba bahagia dengan Hyunmie disini..." ucapan Hagi sama sekali tidak Kyuhyun jawab masih sambil menangis Kyuhyun terus menatap Hagi yang semakin menghilang dari pandangannya.



"HAGI.... AGRHHH..." Kyuhyun berteriak pilu ketika Hagi benar-benar menghilang dari hadapannya, namja itu hanya bisa menangis pilu walaupun inilah akhir yang sudah Kyuhyun ketahui akan ia rasakan tapi ternyata tetap saja terasa sakit membayangkan tidak akan melihat wajah Hagi lagi, melihat senyuman gadis itu bahkan ekspresi marah Hagi yang tidak akan pernah lagi Kyuhyun lihat membuat ulu hatinya terasa sakit, sambil memukuli dadanya Kyuhyun mulai menyalahkan Tuhan untuk setiap pertemuan dan perpisahan yang harus ia lalu bersama Hagi.



Tahun 2017



Jeju adalah tempat paling indah yang di miliki oleh Korea bukan hanya karena alam yang di tawarkan, tempat wisata yang juga di sediakan tidak kalah menariknya dengan ibu kota Seoul. Walaupun begitu tidak banyak yang tahu jika dulu sekali Jeju adalah tempat pengasingan untuk setiap orang yang melakukan pelanggaran berat, atau mungkin hanya sedikit sekali yang tahu jika Jeju menyimpan kisah sedih di masa lalu tentang para abdi Raja Sejong yang banyak berperan aktif dalam beberapa perang penting pada zaman itu.



Lee Hyuk Jae adalah satu dari banyaknya pencinta alam yang menyukai seluk beluk pulau Jeju, hari itu dia bermaksud kembali menjelajah tempat yang dulu sempat menjadi daerah terlarang karena sempat memakan korban sekitar setahun yang lalu. Seorang pendaki menghilang dan tidak pernah di temukan ketika badai.



Tempat itu kembali di buka sebulan lalu dan justru menjadi tempat yang sering di kunjungi para pendaki gunung. Terlebih ada beberapa pendaki yang tidak sengaja menemukan air terjun misterius yang kadang kala menghilang atau tidak bisa di datangi kedua kalinya oleh pendaki yang sama membuat Hyuk Jae penasaran.



Berbekal nekad dan tekad Hyuk Jae mendaki pegunungan Jeju dengan sedikit sekali informasi hanya untuk menemukan air terjun misterius yang di bicarakan banyak orang. Dan sepertinya Hyuk Jae beruntung karena setelah perjalannanya dari pagi hingga siang hari air terjun itu menampakan keberadaannya.



Tapi hari itu Hyuk Jae bukan hanya menemukan air terjun misterius yang banyak di bicarakan oleh semua orang tapi pendaki yang hilang setahun yang lalu juga ia temukan pingsan di dekat air terjun. Awalnya Hyuk Jae terkejut karena jalur itu kembali memakan korban dengan mencelakakan orang lain tapi ketika mendengar penjelasan dari orang yang sejak sadar memanggilnya dengan nama lain membuatnya tahu jika orang itu adalah pendaki yang dulu sempat hilang karena nama pendaki itu cukup terkenal sebagai atlit yang cerdas di berbagai bidang olah raga dan nama gadis itu adalah Kim Hagi.

__ADS_1



bersambung


__ADS_2