
Haruskah aku melepaskanmu untuk yang kedua kalinya?
♡♡♡
Malam terasa sangat panjang ketika Hagi tak kunjung sadar, Raja Sejong menatap frustasi pada Selir kesayangannya itu. Tabib istana jelas mengatakan jika Hagi terlalu parah kondisinya untuk di selamatkan, luka dalam yang Hagi miliki tidak bisa di sembuhkan bahkan dengan obat kerajaan sekalipun.
"Hagi_ya... Bangunlah... aku janji tidak akan menghukummu atas kebohonganmu asal kau bangun." Raja Sejong menggengam tangan Hagi semakin erat ketika tidak ada respon sama sekali dari Hagi. Tapi perlahan Raja Sejong melepas tangan Hagi lalu menatap kasim Choi dengan ekspresi marah.
"Panggil Changmin, Kyuhyun dan Nam Young kemari aku perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak bisa diam saja aku harus melakukan sesuatu." Kasim Choi menunduk patuh lalu keluar dari ruangan itu guna mencari ketiganya.
Kyuhyun baru saja selesai di obati ketika Kasim Choi mendekatinya dan kedua sahabatnya, hal itu langsung membuat Kyuhyun berdiri dari posisi tidurnya lalu menatap Kasim Choi cemas.
"Ha_ anni maksudku Selir Suki apa beliau baik-baik saja?" Pertanyaan Kyuhyun juga di tanggapi kecemasan yang sama oleh Changmin dan Nam Young. Kasim Choi hanya bisa menghelah nafas berat, ekspresi Kasim Choi jelas bukan kabar baik.
"Yang mulia ingin bertanya pada kalian bertiga, silahkan ikut aku." Setelah mengatakan hal itu Kyuhyun bangkit di bantu Changmin dan Nam young menuju ruangan tempat Hagi di rawat, ketiganya mengikuti Kasim Choi dengan perasaan campur aduk.
Saat masuk Kyuhyun akhirnya bisa melihat keadaan Hagi yang sebenarnya, wajah Hagi masih sepucat kertas, nafasnya nampak memburu gadis itu terlihat kesakitan. Raja Sejong menghapus keringat dingin yang membasahi kening Hagi, ketika tahu ketiga pengawalnya sudah masuk Raja Sejong akhirnya berbalik lalu menatap ketiganya bergantian.
"Duduklah." Ketiganya langsung duduk setelah sebelumnya terlalu terpaku pada Hagi yang masih belum sadarkan diri, Raja Sejong jelas dalam kondisi perasaan tidak baik, wajah Raja Sejong nampak murung ada kilat amarah ketika Raja Sejong menatap Kyuhyun.
"Sekarang tolong jelaskan apa yang terjadi, jangan bilang kalian juga menipuku, Kyuhyun_ssi semua ini bukan ulahmu bukan? Jika iya kau dalam masalah besar, sekalipun kau sahabatku atau namja yang Hagi suka jika sampai Hagi benar-benar mati aku tidak akan melepaskanmu." Kyuhyun menatap Raja Sejong yang masih menatapnya penuh amarah, Kyuhyun diam tidak menjawab membuat Nam Young akhirnya angkat bicara.
"Kyuhyun_ssi tidak tahu apa-apa yang mulia, Kyuhyun sendiri baru tahu kalau Selir Suki masih hidup petang tadi saat Kim Jong Hyun datang kekediaman Kyuhyun dalam keadaan terluka parah." Raja Sejong menatap Nam Young sambil mengerutkan keningnya binggung.
"Siapa Jong Hyun?"
"Dia adalah orang kepercayaan Jendral Kim Jong Seo, kami tidak tahu detailnya seperti apa, tapi saat kami menemukan Selir Suki beliau sudah dalam keadaan terluka parah." Kali ini Raja Sejong menatap Kyuhyun bertanya.
"Apa itu betul? Kau tidak sedang mengkhianatikukan?" Kyuhyun menunduk lalu membenarkan perkataan Nam young.
"Walaupun begitu Jendral Kim Jong Seo pasti punya alasan melakukan semua ini, jadi sebaiknya kita menunggu sampai Selir Suki bangun atau sampai Kim Jong Seo kembali dari utara Yang mulia." Raja Sejong meletakan jemari di keningnya pusing. Perkataan Kyuhyun jelas tidak mendukung sekarang.
"Tabib bilang Hagi kemungkinan tidak selamat, luka dalamnya terlalu parah..." ucapan Raja Sejong sukses membuat Kyuhyun membeku, untuk sesaat Kyuhyun tidak bisa mengontrol emosinya air mata berjatuhan di pipi Kyuhyun tapi dengan cepat Kyuhyun menghapusnya lalu kembali menunduk, hatinya bagai di sayat sembilu Kyuhyun berusaha menahan setiap rasa sesak yang membuatnya ingin sekali berlari kearah Hagi dan memeluknya.
"Apa tidak ada cara lain Yang mulia? Mungkin obat dari China bisa membantu?" Kali ini Changmin angkat bicara, keluarganya adalah salah satu dari banyaknya bangsawan yang berdagang lewat jalur sutra. Raja Sejong menggelengkan kepalanya lalu kembali menatap Hagi sedih, beliau juga sudah mengatakan hal itu pada tabib istana, tapi masalahnya bukan itu. Ada organ tubuh Hagi yang hancur yang jelas tidak mudah di obati, sesaat ruangan nampak sunyi ketika Hagi terbangun lalu kembali muntah darah membuat semua orang di ruangan kembali panik.
__ADS_1
"Tabib, panggil tabib istana sekarang juga." Teriakan Raja Sejong langsung membuat tabib istana yang memang berjaga menunggu di luar ruangan langsung masuk tanpa diminta.
"Selain Yang Mulia tolong menunggu di luar." Setelah mendengar ucapan tabib tadi Nam Young dan Changmin siap keluar tapi Kyuhyun justru tidak bergerak namja itu hanya terpaku pada Hagi yang kembali terkulai lemah dalam dekapan Raja Sejong.
"Kyuhyun_ssi???" Kasim Choi mendekat bermaksud meminta Kyuhyun untuk pergi. Tapi Kyuhyun sama sekali tetap tidak bergerak membuat Raja Sejong menatap Kyuhyun marah.
"Ijinkan saya disini Yang Mulia... saya mohon..." Raja Sejong menatap Kyuhyun sayu amarah hilang begitu saja, sesaat Raja muda itu bisa melihat air mata di wajah Kyuhyun yang dengan cepat Kyuhyun tutupi dengan kembali menundukkan kepalanya. Betapa egoisnya Raja Sejong jika dia masih membuat Kyuhyun juga harus jauh dari Hagi, disini jelas jika Hagi berharap Kyuhyun disampingnya.
"Baiklah kau bisa tetap disini. Tabib Mo cepat obati selir Suki." Tabib istana mengangguk lalu kembali mengecek nadi Hagi, tabib istana langsung bersujud di hadapan Raja Sejong.
"Maafkan hamba Yang Mulia, sudah tidak ada yang bisa hamba lakukan." Raja Sejong menatap Hagi sedih, air mata yang sejak tadi beliau tahan juga akhirnya keluar, dia bahkan tidak peduli dengan pikiran semua orang di ruangan itu.
"Kumohon lakukan sesuatu... apapun itu asal dia tetap hidup..." Kyuhyun sejak tadi hanya menunduk sambil terus menangis, rasanya benar-benar tidak tahan ketika orang yang ia cintai meregang nyawa dan dia tidak bisa melakukan apa-apa, perasaan yang sama yang Kyuhyun rasakan saat berpikir Hagi terpanggang api saat kebakaran di istana saat itu.
Jika harus merasakan rasa sakit itu kembali Kyuhyun tidak yakin bisa bertahan, Kyuhyun mungkin berpikir ingin pergi bersama Hagi jika kematian yang Hagi tuju. Dalam hati Kyuhyun bersumpah jika ada satu saja kesempatan Hagi untuk hidup apapun caranya Kyuhyun akan melakukannya.
Ketika semua orang sibuk dengan kesedihannya, Hyung Raja Sejong yang sejak tadi hanya mendengarkan dari luar ruangan akhirnya masuk begitu saja. Tatapan Raja Sejong langsung tertuju pada Hyung keduanya yang kini memutuskan untuk menjadi biksu, tatapan Raja Sejong terasa kosong membuat Pangeran Hyungnyeong menghelah nafas berat, ini pertama kalinya ia melihat adiknya seperti ini setelah menjadi Raja, Pangeran Hyungnyeong bisa melihat betapa gadis yang ia tolong tadi begitu berarti untuk adiknya.
Perlahan Raja Sejong kembali membaringkan Hagi di tempat tidurnya, setelah sejak tadi beliau memeluk selirnya itu erat-erat, Raja Sejong langsung mendekat kearah Pangeran Hyungnyeong lalu menggengam tangan Hyungnya itu frustasi.
"Katakan, katakan padaku bagaimana caranya agar Hagi bisa tetap hidup?" Pangeran Hyungnyeong menatap adiknya itu serius tatapannya kini juga tertuju pada Kyuhyun yang menatapnya penuh harap.
"Aku tidak tahu jika Yang mulia tahu tentang hal ini atau tidak, tapi aku bisa melihat memburuknya kondisi selir Yang mulia bukan karena luka fisiknya, tapi arus waktu yang berlawanan yang mulai mengikis kekuatan tubuhnya." Raja Sejong mengerutkan keningnya bingung, Kyuhyun sendiri berpikir cukup keras untuk memahami ucapan Pangeran Hyungnyeong. Melihat kebingungan di wajah kedua orang di hadapannya Pangeran Hyungnyong menghelah nafas.
"Sederhananya Selir Suki harus kembali ketempat asalnya sebelum waktu disini mengikis keberadaannya, bisa di katakan Selir Suki bisa menghilang kapan saja." Raja Sejong yang masih tidak mengerti ucapan Hyungnya terlihat kebingungan, tapi tidak dengan Kyuhyun, dia tahu betul maksud Pangeran Hyungnyeong hanya saja Kyuhyun tidak tahu jika Hagi akan menghilang jika tidak pulang ketempat asalnya.
"Tapi kenapa? Bukankah sampai sekarang semua berjalan lancar? Bahkan Jong Hyun bilang jika Jendral Kim Jong Seo hyungku baik-baik saja. Seharusnya dia tidak harus menghilang." Ucapan Kyuhyun sontak menarik perhatian Pangeran Hyungnyeong dan juga Raja Sejong.
"Sepertinya kau sudah mengetahuinya, bahwa Selir Suki bukan berasal dari sini?" Ucapan Pangeran Hyungnyeong hanya dibalas anggukan kecil dari Kyuhyun membuat Raja Sejong kembali tersulut emosinya.
"Sebenarnya apa yang kau dan hyungmu sembunyikan dariku? Kenapa hanya aku saja yang tidak tahu apa-apa?" Sekali lagi Kyuhyun hanya menunduk meminta maaf membuat Raja Sejong menarik nafas pelan lalu menatap Hagi yang kembali tidak sadarkan diri.
"Jika apa yang harus selir Suki lakukan disini sudah selesai, mau tidak mau Selir Suki harus pulang jika tidak ingin semua sia-sia, aku cukup terkejut saat pertama kali menolongnya tadi karena aku bisa merasakan arus waktu yang memperparah kondisinya." Kyuhyun kembali memejamkan matanya, dia akhirnya mengerti kenapa Hagi berkeras untuk ikut ke utara, dan juga memalsukan kematiannya. Ini semua untuk menyelasikan tugasnya disini lalu pulang ketempat asalnya secepat mungkin.
__ADS_1
"Aku minta penjelasan darimu Kyuhyun_ssi." Kyuhyun menatap Raja Sejong bersalah, dia sendiri baru mengetahui rinciannya sekarang tapi Kyuhyun yakin Hyungnya Kim Jong Seo tahu semuanya.
"Sekarang yang terpenting adalah mengirimnya pulang ketempat dimana dia pertama kali datang kemari Yang Mulia. Setelah itu kita bisa mendengarkan penjelasannya, bukankah Yang Mulia ingin tetap selir Suki hidup? Kyuhyun_ssi apa kau tahu tepatnya dimana selir Suki harus kembali?" Raja Sejong menghelah nafas berat apa yang di katakan Hyungnya memang benar yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan Hagi dari kematian.
"Saya tahu dimana Hagi pertama kali bertemu dengan keluarga angkatnya, tapi tempat dimana selir Suki datang saya sendiri tidak tahu Pangeran." Ucapan Kyuhyun kembali membuat semua orang diam membisu, semua tampak berpikir keras sekarang. Tiba-tiba Changmin masuk kedalam ruangan memecah kesunyian, Changmin langsung memberi hormat pada Raja Sejong.
"Ada apa?" Changmin menatap cemas pada Kyuhyun juga Rajanya.
"Jong Hyun memaksakan diri datang kemari, padahal dia baru saja di obati, dia ingin mengatakan sesuatu pada Kyuhyun." Ucapan Changmin membuat Kyuhyun menatap Raja Sejong yang mengangguk memberi izin, tanpa menunggu lama Kyuhyun keluar di ikuti oleh Raja Sejong yang sebelumnya memberi perintah pada Tabib istana untuk setidaknya membantu Hagi mengurangi rasa sakitnya.
Jong Hyun kini tengah di bantu oleh Nam Young untuk bisa berdiri tegak setelah berusaha turun dari kudanya, wajah Jong Hyun masih sangat pucat, keringat dingin membasahi tubuhnya sekalipun malam ini sangat dingin untuk semua orang, tapi itu semua tidak menyurutkan langkahnya untuk bertemu dengan Kyuhyun.
"Ada apa? Bukankah kau sedang terluka? Kenapa memaksa untuk kemari?" Jong Hyun siap mengatakan alasannya ketika Raja Sejong tiba-tiba berdiri di belakang Kyuhyun, mau tidak mau Jong Hyun akhirnya memberi hormat dulu pada Raja Sejong.
"Jawablah pertanyaan Kyuhyun tadi, apa ini ada hubungannya dengan Hagi?" Jong Hyun menatap Kyuhyun bertanya yang di balas anggukan dari Kyuhyun.
"Apa agashi baik-baik saja? Anni setidaknya sekalipun agashi masih sakit asalkan dia masih sanggup berkuda agashi harus melanjutkan perjalanannya sekarang." Raja Sejong menatap Jong hyun dengan semakin banyaknya tanda tanya, karena sepertinya Jong hyun tahu sesuatu yang tidak di ketahui semua orang di sana.
"Jelaskan semuanya, lagi pula untuk sekarang Hagi masih belum sadarkan diri." Ucapan Raja Sejong membuat Jong Hyun cemas, nona muda yang baru ia layani beberapa minggu ini jelas dalam bahaya sekarang.
"Hamba tidak tahu detailnya Yang Mulia, tapi yang jelas agashi harus di antar secepatnya ke sebuah air terjun di tengah hutan di pulau Jeju, hanya itu cara satu-satunya yang bisa menyelamatkan agashi. Di perjalanan saat menuju ibu kota agashi pernah bilang asalkan dia kembali ke tempatnya berasal dia bisa di sembuhkan dengan pengobatan di sana." Ucapan Jong Hyun sontak membuat semua orang terdiam disana.
"Yang Mulia kita harus bergerak sekarang, tidak ada waktu lagi, kita tahu betul seberapa parah keadaan Selir Suki." Raja Sejong menatap Kyuhyun yang kini di liputi berbagai macam emosi dan entah kenapa Raja Sejong bisa memahaminya, karean ia juga merasakan perasaan yang sama.
"Baiklah kita bergerak sekarang, aku sendiri yang akan ikut mengantar Hagi." Ucapan Raja Sejong sontak membuat Kasim Choi angkat bicara.
"Maafkan saya Yang Mulia, bagaimanapun sekarang bukanlah situasi dimana Yang mulia bisa pergi, Jurchen masih berkeliaran dan perang masih belum berakhir Yang mulia. Ada baiknya Yang mulia kembali keistana sekarang, Yang Mulia sudah terlalu lama meninggalkan istana." Raja Sejong langsung murung ketika menyadari hal itu, posisinya sebagai seorang Raja tidak bisa membuatnya mementingkan satu orang saja, sekalipun untuk orang yang ia sayangi.
"Yang dikatakan Kasim Choi benar Yang Mulia, lagi pula mentri Jang masih belum tertangkap terlalu berbahaya jika Yang mulia ikut pergi. Semua orang tahu Selir Suki meninggal dalam kebakaran, jika ada orang yang tahu Selir Suki masih hidup itu tidak akan baik juga untuk Selir Suki Yang Mulia." Ucapan Changmin kali ini hanya bisa di balas helaan nafas panjang dari Raja Sejong.
"Baiklah apa rencana kalian? Aku ikut asal Hagi bisa selamat sampai dia pulang." Ucapan Raja Sejong membuat semua orang terdiam. Semua berusaha mencari jalan keluar dengan situasi yang ada, jika ingin Hagi pergi tanpa di ikuti pembunuh bayaran Mentri Jang mereka butuh pengalih perhatian.
"Saya rasa saya tahu cara paling aman agar Hagi bisa ke Jeju tanpa di ikuti siapapun." Ucapan Changmin sontak membuat semua orang menatapnya penasaran.
__ADS_1
bersambung