Timeless Love

Timeless Love
Iam Sorry


__ADS_3

Karena aku mencintaimu



♡♡♡



Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat hampir seminggu terakhir Hagi membantu persiapan pesta kecil untuk kehamilan putri mahkota, selama itu juga mendadak Hagi sering sekali kedatangan tamu, dari pangeran Suyang dan mentri kesayangannya Jang Hyo Jin yang sepertinya semakin mempercayai Hagi untuk mencari catatan tentang korupsi yang di lakukan mentri Jang karena mereka pikir Hagi sepertinya lebih berat ke fraksi selatan dari pada fraksi barat atau mentri Kim dan juga Mentri Park yang sibuk memarahinya karena lebih sibuk mengurus orang lain padahal seharusnya Hagi fokus saja agar Yang Mulia mau bermalam dengannya hingga dia bisa hamil.



"Tidak bisakah kalian hanya percaya saja padaku? Aku melakukan semua ini ada alasannya." Hagi menghelah nafas ketika mentri Park ayah angkatnya memarahinya untuk kesekian kalinya karena baru saja melihat pangeran Suyang keluar dari kediamannya.



"Tapi apa yang Selir Suki lakukan ini terlalu mencolok, banyak dari fraksi kita yang kecewa denganmu Selir Suki." Sekali lagi Hagi menghelah nafas, perlahan Hagi mengeluarkan secarik kertas dari bawah lemari kecil di sampingnya lalu memberikannya pada mentri Park.



"Pilih orang ini jika terjadi sesuatu padaku." Tuan Park membuka kertas yang di lipat di hadapannya lalu menatap Hagi bingung.



"Gadis ini akan memberikan keturunan yang bagus yang bisa membantu fraksi barat di pemerintahan di masa depan." Mentri Park menatap Hagi dalam, sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh gadis dihadapannya ini.



"Hanya melihat sebentar lagi, mentri Park pasti akan mengerti maksudku." Mentri Park menghelah nafas kecil, dia masih ingat apa yang di katakan kedua anaknya jika Hagi adalah gadis yang penuh perhitungan dan apapun yang ia lakukan selalu tepat sasaran.



Kali ini mentri Park tidak bisa melihat apa sebenarnya yang ingin Hagi lakukan, tapi seperti yang Hagi minta ia tidak akan ikut campur Hingga masalah ini jelas.



"Selir Suki sudah dengarkan tentang rumor yang beredar jika Selir Suki punya hubungan khusus dengan pangeran Suyang?" Hagi tersenyum kecil, itu bisa di mengerti mengingat pangeran Suyang memang setiap hari mengunjunginya selama seminggu terakhir.



"Tidak perlu khawatir, yang mulia juga sudah tahu pangeran sering berkunjung kemari, dan Yang Mulia justru senang, pangeran Suyang adalah salah satu pangeran yang aktif dan juga cerdas jadi wajar jika dia tertarik dengan hal-hal baru."



"Aku tahu, tapi ada yang perlu Selir Suki ingat dia tidak suka apa yang ia inginkan tidak ia dapatkan." Hagi tersenyum penuh arti membuat mentri Park semakin penasaran.



"Maka akan aku berikan." Mentri Park semakin penasaran sebenarnya apa yang Hagi lakukan, tapi Hagi memang tidak pernah menceritakan pada siapapun, hanya Jong Seo saja yang tahu rencana apa yang Hagi miliki karena hanya Jong Seo yang membantunya selama ini.



Kyuhyun sendiri sepertinya masih marah padanya dan lebih mematuhi ucapan Raja yang memintanya untuk mengawasi Hagi dari jauh karena sesekali Nam Younglah yang menjaganya. Walaupun Hagi merindukan namja itu, ia tidak bisa melakukan hal apapun selain hanya bisa melihatnya dari jauh.



Setelah selesai dengan kunjungan singkat ayah angkatnya itu Hagi langsung meminta dayang Jang untuk memanggil Jong Seo kekediamannya dan tanpa di minta dua kali dayang Jang pergi untuk memanggil Jong Seo, hal itu sampai di telinga Kyuhyun dan mau tidak mau kali ini Kyuhyun tidak bisa tinggal diam, Kyuhyun tahu selama beberapa Hari ini keduanya terlalu sering bertemu bukan Kyuhyun cemburu, dia justru cemas keduanya masih merencanakan pergi ke utara sekalipun Raja sudah mengatakan padanya jika Hagi berhenti membujuk Raja untuk pergi, tapi Kyuhyun tahu Hagi bukanlah orang yang pantang menyerah dan itu semakin membuatnya cemas apa lagi kali ini sepertinya Hagi membawa orang-orang berpengaruh untuk melancarkan aksinya.



Dan disinilah Kyuhyun sekarang di kediaman Hagi berhadapan dengan Hagi yang menatapnya dengan sejuta kerinduan yang tidak Kyuhyun pungkiri ia juga merasakannya. Tapi kali ini Kyuhyun harus bisa menahan diri.



"Apapun yang sedang kau lakukan selir Suki aku harap kau bisa menghentikannya kau bisa dalam bahaya terlebih Selir Suki sepertinya berniat memanfaatkan orang lain disini. Dan orang itu bisa jadi ancaman untukmu Selir Suki." Hagi tersenyum miris padahal Hagi melakukan hal ini juga agar Kyuhyun tidak harus merasa bersalah padanya juga agar Kyuhyun tetap mendapat kepercayaan penuh dari pihak keluarga kerajaan termasuk selamat dari ancaman pangeran Suyang di masa depan.



"Apa kau kesini hanya untuk itu? Jika iya lebih baik kau keluar, aku masih harus banyak mengurus hal lain yang lebih penting." Kyuhyun memejamkan matanya entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar ucapan Hagi yang jelas sekali menolak kedatangannya, perlahan Kyuhyun menatap Hagi dengan tatapan terluka juga cemas, Kyuhyun tidak menyembunyikan lagi perasaanya itu pada Hagi.



"Kau tahu betul kenapa aku melakukan ini?" Hagi memalingkan wajahnya dia tahu betul maksud Kyuhyun tapi Hagi tidak akan pernah mundur untuk rencananya ini, Hagi hanya berpikir sekalipun harus menghilang masalah disini harus sudah selesai dan dia tidak boleh menghilang dia hadapan Kyuhyun.



"Selir Suki, wakil perdana mentri Kim Jong Seo sudah datang." Ucapan dayang Jang sontak membuat Kyuhyun menutup matanya kesal.



"Suruh dia masuk." Kyuhyun menatap Hyungnya dengan tajam yang justru menatap Kyuhyun penuh tanya. Tanpa Kyuhyun sadari hyungnya itu datang dengan kakak iparnya.

__ADS_1



"Silahkan duduk." Saat itulah Kyuhyun berdiri lalu kembali menatap Hagi sendu.



"Aku harap kali ini kau mau mendengarkanku selir Suki, saya mohon pamit." Kyuhyun siap pergi ketika akhirnya ia sadar kakak iparnya sedang ada di sana.



"Jung soo Hyung???" Jung soo tersenyum lalu duduk disamping Jong Seo yang juga sudah duduk di hadapan Hagi. Kyuhyun kali ini menatap Hagi sekali lagi, tapi Hagi masih menatap kearah lain.



"Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan??"



Dengan perasaan kecewa Kyuhyun pergi dari kediaman Hagi, kecewa karena gadis yang ia cintai sudah tidak mau bersandar padanya dan percaya padanya.



"Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya Hagi lakukan." Kyuhyun berjalan bingung dengan sejuta pertanyaan, apa yang akan Hagi lakukan dengan melibatkan Kakak iparnya kali ini dan dari mana dulu ia harus mencari tahu tentang kegiatan Hagi, karena ia tidak mungkin bertanya pada para dayang yang jelas setia pada Hagi.



Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk bertanya dulu pada Nam Young karena beberapa hari ini, Nam younglah yang dekat dengan Hagi. Di kediaman Hagi,  Jong Seo langsung memberikan sebuah surat pada Hagi begitu pun dengan Jung Soo.



"Aku sudah memastikan rute itu kosong saat pesta berlanjut juga memastikan surat yang kau tulis sampai pada dua orang itu." Hagi membuka surat yang baru saja Jong Seo berikan lalu mengangguk puas.



"Aku juga sudah memastikan tubuh gadis itu tetap hangat, kita hanya perlu memikirkan bagaimana membawanya kemari." Hagi lagi-lagi membaca surat di tangannya yang tadi Jung Soo berikan.



"Bagaiman dengan keluarganya? Apa kau sudah memberikan konpensasi?"



"Keluarga ini sangat miskin jadi mereka senang saja ketika bisa menghasilkan uang dari duka yang mungkin tidak seberapa itu. Keluarga itu terlalu banyak anak." Kali ini Hagi menghelah nafas kecil, semua sudah sesuai rencananya hanya tinggal menjalankannya.




"Baiklah, sepertinya semua sudah siap, aku harap tidak melenceng dari yang kita rencanakan. oraboni terimakasih karena kau mau membantuku." Hagi menatap Jung soo sendu yang di balas senyum kecil dari Jung Soo.



"Ini tidak seberapa dari pada apa yang kau lakukan untukku juga keluarga Park. Walaupun aku masih tidak mengerti kenapa kau sampai melakukan hal ini, aku akan tetap mendukungmu. Aku tahu kau tidak akan melakukan sesuatu tanpa sebab." Hagi hanya bisa menatap sendu kearah Jung Soo, Hagi berharap jika ia kembali ke masanya Hagi bisa bertemu dengan renkarnasi Jung Soo sama seperti ia bisa bertemu dengan Hyunmie karena ia pasti akan sangat merindukan Jung Soo.



"Terimakasih, tolong jaga Hyunmie jika aku tidak ada." Jung Soo kali ini menghelah nafas kecil, Hagi mengucapkan hal itu seolah ia akan pergi jauh. Tapi lagi-lagi Jung soo tidak bertanya dia hanya akan melihat sebenarnya apa yang akan adik angkatnya ini lakukan.



*****



Pesta yang ditunggu-tunggu sebagian orang di istana itu akhirnya datang juga semua nampak antusias dengan acara yang termasuk megah itu, padahal Hagi sudah membuat semuanya sesederhana mungkin tapi acara itu tetap saja jadi terlihat megah karena Hagi yang menyusunnya dan sepertinya Ratu Seoheon puas dengan hasil yang Hagi berikan.



Hagi duduk di samping kiri Raja di samping putri mahkota yang sepertinya sangat senang dengan pesta yang Hagi buat untuknya, sejak tadi ia tidak berhenti memuji Hagi. Sedangkan Hagi hanya tersenyum kecil.



Tapi sejak tadi ia tidak sengaja bertatapan langsung dengan Kyuhyun yang tidak berhenti menatapnya dengan penuh selidik. Kyuhyun sudah bertanya pada Nam Young tapi nam yong tidak tahu apa-apa dia hanya bilang jika di pesta nanti akan ada kejutan besar yang akan Hagi lakukan, itupun karena Nam Young tidak sengaja mendengar percakapan beberapa dayang yang setia pada Hagi yang siap di pindahkan ke paviliun lain dan entah kenapa mereka tidak menolak sama sekali, sekarang yang tersisa hanya ada dayang Jang dan Ah yong yang menemani Hagi. Ketika beberapa kasim bertanya alasan Hagi mengirim dayangnya ke paviliun lain, Hagi hanya berkata jika di tidak butuh terlalu banyak dayang mengingat dia hanya sendirian.



Itu kenapa sejak tadi Kyuhyun terus memperhatikan Hagi, setidaknya jika Kyuhyun tidak tahu rencana Hagi ia masih bisa melindungi Hagi walaupun dari jauh.



Acara berlangsung meriah kedatangan para giseng dari rumah bordir nyonya Young Ae semakin membuat semua para mentri larut dalam pesta tapi tidak dengan pangeran Suyang juga mentri kesayangannya yang nampak menatap Hagi yang juga menatapnya penuh arti, dan hal itu terlihat oleh Kyuhyun, membuat perasaan cemburu mulai menghantuinya, Hagi tidak pernah menatap seseorang seperti itu sebelumnya.

__ADS_1



Tiba-tiba Kyuhyun melihat dayang Jang membisikan sesuatu pada pangeran Suyang lalu mengangguk kecil, saat itu pangeran Suyang lagi-lagi menatap Hagi lalu mengangguk pada Hagi dan pergi dari ramainya pesta. Semua orang seperti nya tidak sadar dan hanya Kyuhyun yang menyadari nya.



Setelah pangeran Suyang pergi kini giliran mentri Jang Hyo Jin yang pergi lalu sempat memberikan sepucuk surat pada dayang Jang yang langsung di berikan dayang Jang pada Hagi, tanpa menunggu lama Hagi juga ikut pergi dari sana.



Saat itulah Kyuhyun tahu memang terjadi sesuatu yang tidak baik sedang terjadi ketika Kyuhyun siap menyusul langkahnya terhenti oleh Raja Sejong dengan percakapan-percakapan biasa, membuat Kyuhyun kehilangan jejak Hagi pergi.



Setelah meminta izin pada Raja Sejong akhirnya Kyuhyun bisa mencari Hagi, tapi setelah mencari kesana kemari Kyuhyun tidak menemukan keberadaan Hagi. dia bahkan sudah mencari Hagi ke paviliunnya dan Hagi tidak ada di sana membuat Kyuhyun semakin cemas.



Tapi akhirnya Kyuhyun harus berhenti ketika beberapa pengawal mengabarkan jika perpustakaan kerajaan kebakaran. Saat itulah Kyuhyun tahu jika firasatnya benar jika akan terjadi sesuatu hari ini. Kyuhyun hanya berharap Hagi tidak ada di balik semua ini, dia akan benar-benar dalam bahaya.



Kyuhyun berlari kearah perpustakaan kerajaan yang kini hampir terbakar habis, sekalipun para kasim dan juga prajurit berusaha memadamkan kebakaran, api sudah terlanjur menghabiskan hampir semua bangunan.



"Kenapa bisa terlambat seperti ini?" Kyuhyun membentak orang yang baru saja mengabarinya yang hanya menunduk kecil.



"Maafkan kami, hampir semua prajurit melihat pesta di istana bagian timur jadi di sini sedikit sekali orang yang berjaga." Kyuhyun mengumpat kesal tapi umpatannya tertahan karena terkejut ketika dua orang yang Kyuhyun kenal menjerit histeris sambil berusaha untuk masuk bahkan menangis keras memanggil seseorang di dalam kobaran api.



Saat itulah tubuh Kyuhyun membeku tapi tidak lama kemudian Kyuhyun langsung berlari kehadapan orang yang sejak tadi masih berusaha untuk masuk kedalam kobaran api sambil menangis, dengan kasar Kyuhyun menggenggam bahu orang itu sambil menatap cemas orang di hadapannya.



"Apa maksudmu? Siapa yang kau maksud ada didalam?" Orang itu langsung menatap Kyuhyun lalu berlutut di hadapan Kyuhyun. Sambil melipat kedua tangan di dada orang itu mulai memohon pada Kyuhyun.



"Kepala pengawal aku mohon selamatkan selir Suki, selir Suki ada di dalam. Tadi beliau berniat bertemu dengan seseorang di dalam, aku mohon." Saat itulah tubuh Kyuhyun meluruh, pandangannya kosong ke arah kobaran api di hadapannya, ia sudah tidak bisa mendengar permohonan orang dihadapannya yang tidak lain adalah dayang Jang.



Tapi guncangan dayang Jang berhasil menyadarkannya, dengan pikiran kacau Kyuhyun bangun dan siap masuk kedalam kobaran api di hadapannya ketika seseorang menahan tangannya, Kyuhyun ingin sekali meledak karena orang itu berani menahannya tapi Kyuhyun langsung menunduk dan berlutut sambil menangis dalam diam ketika tahu siapa orang yang menahannya.



"Sudah terlambat... kau bisa mati jika masuk..." Kyuhyun menatap nanar orang di hadapannya yang menatap kosong kobaran api di hadapannya, orang itu juga melakukan hal yang sama seperti Kyuhyun, menangis dalam diam.



"Yang Mulia..." saat itulah jerit tangis dayang Jang dan Ah Young meledak, Raja Sejong sudah memutuskan itu tandanya tidak ada kesempatan sama sekali menyelamatkan seseorang yang mungkin memang sudah tidak bernyawa di dalam sana.



Detik itu juga bangunan yang terbakar roboh seketika, jika saja Kyuhyun tetap memaksa masuk dia mungkin sudah mati sekarang. Kini Kyuhyun sudah tidak kuasa menahan tangisnya dia bahkan tidak peduli dengan tatapan penasaran semua orang yang melihatnya menangis di hadapan Raja yang baru saja kehilangan selirnya.



Raja Sejong sendiri hampir ambruk jika tidak kasim Choi yang menopangnya dan dengan sedikit dipaksa akhirnya Raja Sejong mau pergi dari tempat itu.



Kyuhyun ******* dadanya ketika udara di sekitarnya mulai tercium asap daging yang terpanggang, Kyuhyun meletakan keningnya di tanah menahan rasa sesak yang menyakiti setiap persendian di tubuhnya membayangkan wanita yang ia cintai terjebak dalam kobaran api dan terpanggang hidup-hidup dan disini dia hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa-apa.



"Hagi_ya... mianahe..." sebuah tangan menepuk bahunya membuat Kyuhyun terduduk lalu menatap orang itu dengan sejuta rasa sakit yang kini menyerangnya.



"Hyung... Hagi..." Kim Jong Seo menatap Kyuhyun nanar lalu memeluk saengnya yang kini menangis meraung seperti anak kecil, Kyuhyun begitu rapuh dan Jong Seo tidak pernah melihat Kyuhyun sehancur ini.



"Maafkan Hyung Kyuhyun..."


__ADS_1


bersambung


__ADS_2