Timeless Love

Timeless Love
Disaster


__ADS_3

_______



Aku tahu aku egois


Tapi hanya dengan beginilah aku tetap bisa di sampingmu



♡♡♡♡



Ketika rasa sakit di hatimu semakin dalam karena dia, semakin besar juga cintamu padanya



Ruangan balai istana utama ramai oleh para mentri, semua sudah tidak sabar menanti titah dari Raja. Wajah-wajah tegang terlihat jelas di sana, mereka berpikir tentang kenaikan pangkat mereka yang mungkin akan memberikan kesejahteraan lebih baik keluarga mereka di masa depan.



Tapi tidak dengan kedua pemuda yang kini ada di samping mentri Kim, terlihat jelas wajah tidak senang dari kedua putranya itu, jasad mereka ada di sana tapi semua orang yang melihat bisa tahu jika pikiran mereka tidak di tempat, keduanya baru tersadar ketika Raja datang masuk ke balai utama lalu duduk di singgasana,


Hal pertama yang Raja lihat adalah raut wajah Kyuhyun dan Jong Seo jendral dan pengawal kesayangannya.



Raja Sejong menghela nafas saat sadar keduanya hanya menunduk sambil termenung, Raja tahu betul jika kedua orang itu tidak senang dengan keputusannya. Tapi mengingat ini demi banyak kepentingan di masa depan, Raja berusaha untuk buta dengan perasaan keduanya.



"Aku yakin sebagian orang di sini sudah tahu apa yang ingin aku umumkan, tapi agar lebih jelas lagi aku akan mengumumkan secara terperinci tentang Titah yang aku keluarkan." Raja menatap perdana mentri yang kini berdiri di sebelahnya untuk mengumumkan titahnya yang di balas anggukan dari perdana mentri.



"Yang mulia memutuskan akan menarik 2 selir dari Wangsa Kim Dan Wangsa Kang setelah pernikahan putra mahkota, juga memindahkan beberapa mentri kedivisi lain untuk kenyamanan bersama. Jendral Kim Jong Seo akan di angkat menjadi wakil perdana mentri untuk menemaniku mengurus pemerintahan. Juga beberapa mentri yang aku angkat menjadi bintang 5."



Ucapan Perdana mentri sontak membuat seisi ruangan tampak ramai. Tidak ada penolakan sama sekali karena memang tidak merugikan siapapun, walaupun sebelumnya dari pihak Ratu Seoheon ada pertentangan tentang pengangkatan selir. Tapi setelah tahu apa motif Raja, Ratu Seoheon mendukung sepenuhnya keinginan Rajanya.



"Kebaikan Yang Mulia sungguh tidak terkira." Serempak semua mentri memberi hormat para Raja Sejong yang masih memperhatikan Jong Seo dan Kyuhyun lalu menghela nafas berat.



Titah Raja dengan cepat menyebar di semua kalangan bangsawan di Hanyang begitu juga di kediaman Mentri Park yang juga di angkat menjadi mentri di bagian kantor seni di istana. Tapi bukan kebahagiaan yang kentara di kediaman mentri Park karena sejak tadi Jung soo anak sulung keluarga itu sibuk membujuk Hyunmie yang masih menangis di dalam kamarnya setelah berita tentang pembatalan pernikahannya dengan Jong seo ia dengar dari sang ayah.



"Oraboni... aku tidak bisa hidup tanpa dia, aku sangat mencintainya. Aku mohon lakukan sesuatu untukku." Jung soo menatap sendu saeng kesayangannya yang masih menangis pilu dia tidak menyangka Raja tiba-tiba saja memberi titah seperti ini.



"Kenapa Shin Min ah tidak menikah saja dengan Kyuhyun, kenapa harus aku yang jadi menikah dengannya." Jung soo sekali lagi menghelah nafas berat, dia sudah menjelaskan semuanya tadi pada Hyunmie tapi saengnya masih tidak mau tahu dan terus mempertanyakan hal yang sama.



Jung soo tahu betul Raja melakukan semua ini demi kepentingan politik juga demi kepentingan putra mahkota yang sering sekali sakit-sakitan. Raja ingin posisi putra mahkota tetap aman setelah penolakan calon putri mahkota oleh fraksi barat. Tapi kenapa harus saengnya yang jadi korban.



"Oraboni jebal lakukan sesuatu, aku lebih baik mati daripada tidak jadi menikah dengan Jong Seo." Jung soo memeluk Hyunmie erat, selama ini dia tidak pernah bisa melihat Hyunmie menderita apapun keinginan saengnya pasti akan selalu Jung soo usahakan. Bahkan jika itu membahayakan nyawanya. Jung soo menatap Hyunmie dalam lalu mencengkeram bahu saengnya itu sambil berbisik.



"Dengarkan aku, apapun yang terjadi di masa depan, katakan kau tidak tahu apa-apa kau mengerti." Hyunmie sedikit bingung tapi mengangguk masih dengan isak tangisnya. Setelah melihat Hyunmie mengangguk Jung soo kembali memeluk saengnya dengan sayang.



"Akan aku lakukan apapun untuk melihatmu bahagia Hyunmie_ah."



****



Hyunmie menatap bayangannya di cermin buram yang sangat besar di hadapannya. Dia kembali mengenakan pakaian pria yang Kyuhyun bawa tadi pagi. Berita tentang titah Raja sudah sampai di rumah bordir karena beberapa mentri nampak bersenang-senang di sini. Tapi yang sedang Hagi pikirkan adalah perasaan Hyunmie, yeoja ceria itu pasti kini sangat terluka karena pernikahannya dengan Jong Seo di batalkan.



Hagi berniat mengunjungi Hyunmie malam ini di kediamannya, mungkin untuk sekedar menghibur sahabatnya itu karena rencana yang ia sarankan pada Yang Mulia. Walaupun dia masih dalam keadaan sakit, Hagi tidak bisa hanya diam melihat seseorang terluka karenanya walau pun dia juga menjadi salah satu yang terluka karena rencananya sendiri tapi Hagi memang tidak punya pilihan lain, jika tidak akan banyak sekali sejarah yang berubah termasuk mungkin saja dirinya tidak akan pernah ada dan yang paling buruk Hagi bisa saja menghilang.



Baru saja Hagi berniat pergi dari paviliunnya, seseorang yang paling membuatnya terluka dalam rencananya ini berdiri di hadapannya dengan wajah frustasi. Hagi mengigit bibirnya menahan diri untuk tidak kembali lagi menangis dan memeluk pria di hadapannya. Dia tahu rasa sakit namja di hadapannya seperti apa setelah pernyataan tadi pagi yang namja ini lakukan padanya, karena dia juga merasakan hal yang sama.



"Kau mau kemana?" Kyuhyun namja itu menatap Hagi dengan sayu setelah sadar jika Hagi sudah bersiap akan pergi.



"Aku ada urusan, kau terlihat lelah, pulanglah dan istirahat." Hagi siap meninggalkan Kyuhyun ketika dengan tiba-tiba Kyuhyun menarik Hagi lalu memeluknya dengan erat.

__ADS_1



"Haruskah kita pergi dari Hanyang? Anni atau lebih baik kita pergi saja ke Yuan, aku yakin disana kita bisa memulai hidup baru." Ucapan Kyuhyun sontak membuat Hagi melepas pelukan Kyuhyun lalu menatapnya kebingungan.



"Apa maksudmu?" Kyuhyun kembali memeluk Hagi sambil kembali menghirup lekukan leher Hagi dalam-dalam membuat Hagi menahan nafasnya.



"Aku tahu semuanya, aku tahu kau juga mencintaikukan?" Hagi kembali melepas pelukan Kyuhyun lalu menatap namja itu terkejut.



"Aku membaca beberapa surat yang Raja berikan padamu." Hagi menudukakan kepalanya frustasi, lalu menatap Kyuhyun sedikit kesal karena sudah lancang membaca suratnya.



"Kenapa kau tidak sopan sekali." Kyuhyun mengerang frustasi lalu menggenggam tangan Hagi erat.



"Apa itu penting sekarang? Aku yakin kau sudah tahu jika aku harus menikah dengan Hyunmie karena Jong Seo harus menikah dengan kakak calon putri Mahkota." Lagi-lagi Hyunmie menahan nafas, kali ini dadanya terasa sesak apa lagi Kyuhyun yang mengatakannya langsung. Tentu saja Hagi tahu karena dia sendiri yang membuat hal itu terjadi.



"Tapi aku tidak mau menikah dengannya, tidak. Aku tidak mau kehilangan cintaku lagi. Jadi aku mohon pergilah denganku, aku yakin Yang Mulia akan memaafkan kita dan perginya aku tidak akan membawa perubahan apapun karena yang di butuhkan adalah pernikahan Jong Seo dan Min ah." Hagi menatap sendu kearah Kyuhyun yang menatapnya penuh harap, perlahan Hagi melepas genggaman Kyuhyun di tangan nya, tapi dengan cepat Kyuhyun kembali menggenggam tangan Hagi sambil menggeleng keras, seolah tahu apa yanga akan Hagi katakan.



"Lalu bagaimana dengan Hyunmie? Dia akan sangat terpuruk setelah di tinggal orang yang ia cintai dia harus menanggung aib dan malu karena di tinggal tunangannya." Kyuhyun berdecak sebal lalu kali ini dia sendiri yang melepas genggaman Hagi ditangannya.



"Lalu bagaimana denganku? Apa kau tidak memikirkan perasaanku, anni bagaimana perasaanmu, apa kau tidak terluka? Kau tidak bisa berbohong padaku lagi Hagi." Hagi memijit kepalanya yang mulai terasa pusing, sudah Hagi bilang dialah yang paling terluka di sini, tapi dia sendiri yang membuat luka itu karena tidak ada pilihan lain. Dengan segenap rasa sakit dan cintanya pada namja di hadapannya Hagi menatap Kyuhyun dingin.



"Dulu, aku mencintaimu tapi tidak dengan sekarang. Sudah ada orang lain yang aku cintai." Hagi mengigit mulut dalamnya sakit ketika melihat wajah terluka di hadapannya.



"Bohong..." Hagi kembali menunduk memejamkan matanya sesaat lalu menatap Kyuhyun datar.



"Kau pikir siapa yang membuatmu harus menikah dengan Hyunmie? Bukankah kemarin kau meminta padaku untuk menolong ayahmu." Awalnya Kyuhyun tidak mengerti dengan ucapan Hagi, tapi setelah berpikir cukup lama Kyuhyun hanya bisa menatap Hagi terkejut sampai Kyuhyun memundurkan langkahnya kebelakang.



"Hagi_ya... kau... jangan bilang..." Hagi tersenyum miris menatap wajah Kyuhyun yang terlihat shock.




"Kenapa? kenapa aku juga harus ikut dalam rencanamu itu." Kali ini Kyuhyun menatap Hagi terluka, Hagi ingin sekali memeluk namja itu dan mengatakan semuanya tapi dia tidak yakin Kyuhyun akan percaya padanya. Yang ia bisa lakukan hanyalah memalingkan wajah frustasinya dari Kyuhyun.



Hingga rasa sakit di dadanya membuat Hagi mengerang kesakitan, Kyuhyun yang melihat itu sontak berlari kearah Hagi memeluk Hagi yang bergetar hebat dalam dekapanya.



Kyuhyun bahkan membulatkan matanya ketika dengan mata kepalanya sendiri melihat Hagi mulai samar-samar dalam pelukannya. Hagi yang sadar dengan kondisi nya mulai menangis sambil menggelengkan kepalanya kuat-kuat.



"A... ada apa ini... ke...kenapa denganmu." Hagi yang masih kalut dengan dirinya yang terlihat transparan mulai berpikir.



"Shin min ah, pasti terjadi sesuatu dengannya." Kyuhyun mengerutkan keningnya tidak mengerti.



"Atau mungkin terjadi sesuatu pada Jong Seo." Kyuhyun masih belum paham dengan racauan Hagi, dengan linglung Hagi menatap Kyuhyun penuh permohonan.



"Aku mohon sekarang kau pergilah ke kediaman Hyungmu, pasti kan dia tidak apa-apa atau pastikan dia tidak pergi kemanapun. Aku akan pergi ke kediaman calon putri mahkota." Hagi siap berdiri ketika dengan cepat Kyuhyun mengguncang tubuh Hagi yang lagi-lagi terlihat transparan.



"Katakan ada apa? Ada apa denganmu? Kenapa harus mereka yang kau khawatir kan kau yang hampir menghilang kenapa masih memikirkan orang lain?" Hagi melepas tangan Kyuhyun di bahunya.



"AKU BISA HILANG JIKA MEREKA MATI." Kyuhyun terdiam lalu kembali memeluk Hagi ketika gadis itu melemah dalam pelukannya setelah berteriak di depan wajahnya. Kali ini dengan wajah sayu Hagi menatap Kyuhyun penuh permohonan.



"Aku mohon tolong aku, aku janji akan menjelaskannya padamu." Kyuhyun kembali tertegun lalu mulai gemetar ketika lagi-lagi melihat Hagi yang transparan di dalam dekapannya. Kali ini Kyuhyun mengangguk lalu menolong Hagi untuk berdiri.



"Aku akan melakukannya, tapi apa kau yakin bisa pergi dalam kondisi seperti ini?" Kyuhyun sedikit menarik nafas lega ketika melihat Hagi tidak transparan lagi lalu mulai membantu Hagi berjalan.

__ADS_1



"Ne, aku yakin bisa." Kyuhyun masih ragu ketika mendengar jawaban Hagi, dia juga masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Hagi sekarang. Tapi jika dengan cara ini Hagi tidak menghilang, Kyuhyun akan melakukannya.



Kyuhyun membantu Hagi naik ke kudanya lalu menatap Hagi yang masih terlihat pucat, Hagi masih belum sembuh tapi harus berkuda seperti ini di malam hari. Rasa cemas kembali menelusupi hatinya.



"Apa tidak sebaiknya kau naik tandu? kau masih sakit." Hagi menggeleng kecil lalu menarik tali kekang di tangan Kyuhyun.



"Tidak ada waktu lagi, kau juga pergilah aku mohon pastikan Hyungmu ada di kediamannya dalam keadaan sehat." Kyuhyun menghelah nafas berat lalu mengangguk kecil. Setelah itu Kyuhyun juga menaiki Kudanya untuk pergi kediaman Kim Jong seo hyungnya.



Sesuai dugaan Hagi kediaman calon putri mahkota kini sedang di serang oleh beberapa orang berpakaian serba hitam, Hagi melihat Nam young yang sedikit kewalahan melawan seseorang berpakaian hitam yang sepertinya sangat bernafsu untuk membunuh Min Ah yang kini sudah tidak berdaya di pelukan calon putri mahkota yang menangis berusaha membangunkan kakaknya.



Hagi meringis kecil ketika sadar ada sebuah belati kecil bersarang di bahu Min ah, pantas dia merasa bahunya terasa terbakar. Dengan kekuatan yang datang dari rasa sakit dan takut Hagi langsung membantu Nam young yang hampir saja terkena tusukan dengan menangkis serangan orang itu.



"Nam Young bawa Min ah kedalam biar aku yang melawan mereka." Nam Young menggelengkan kepala tidak setuju, selain karena Hagi perempuan Nam Young tahu Hagi masih belum sembuh benar.



"Tidak kau tidak akan sanggup melawan mereka." Hagi menatap tajam Nam Young sebal lalu mulai menyerang orang-orang yang ada di hadapannya.



"Kau meremehkanku? Min ah sedang terluka, kita harus menolongnya. Jangan sampai terjadi masalah jika gadis itu dalam bahaya." Kali ini Nam young mendesak pasrah ketika apa yang di katakan Hagi benar adanya, dengan sedikit ragu Nam Young membantu Min Ah masuk beserta calon putri mahkota.



Hagi benar-benar mengeluarkan kemampuannya, beberapa orang kini sudah tumbang dan tersisa orang yang sepertinya paling kuat di antara yang lain. Tapi lagi-lagi Hagi ******* dadanya sakit tubuhnya kembali transparan Hagi hampir ambruk ketika orang berpakaian hitam itu dengan cepat memeluk Hagi.



"Hagi_ya..." Hagi mencengkeram tangan pria bercadar hitam di samping nya lalu menatap tajam pria itu.



"Pergi dari sini, aku tidak akan memperpanjang masalah ini. Aku mohon jangan sampai kau membuat semuanya semakin kacau Oraboni..." pria itu menggeram frustasi, ternyata benar Hagi memang mengenalinya dari awal pertarungan tapi yeoja ini sama sekali tidak meneriakan namanya.



"Kenapa? Kenapa kau melindungi gadis itu? Aku tahu kau mencintai Kyuhyun." Hagi kembali menatap Pria di hadapannya penuh permohonan.



"Aku mohon pergilah sebelum polisi kerajaan datang pikirkan keluargamu juga yang akan menerima dampaknya jika kau gegabah seperti ini." Pria itu menatap Hagi bingung tapi ketika anak buahnya memberitahukan hal yang sama, pria itu langsung membantu Hagi berdiri.



"Terimakasih dan maaf." Pria itu pergi bersama anak buahnya lalu menghilang di kegelapan malam. Hagi kembali terduduk di tanah yang dingin lalu memegang perutnya yang sedikit mengeluarkan darah.



Lagi-lagi lukanya kembali terbuka walaupun tidak terlalu parah, Hagi mendesah kesal sambil sesekali memegang dadanya yang masih terasa ngilu. Beberapa menit kemudian polisi mulai berdatangan dan mulai menginterogasinya. Tapi belum sampai pertanyaan kedua, Nam Young berlari kearah Hagi dari dalam rumah.



"Hagi_ssi... kita dalam bahaya. Min ah sepertinya di tusuk dengan belati beracun. Masalah besarnya adalah racun yang di gunakan adalah racun dari Yuan. Hanya pemilik racun saja yang punya penawarnya." Ucapan Nam Young sontak membuat Hagi berlari masuk kedalam rumah dia langsung duduk di samping tabib yang masih berusaha mencegah pendarahan setelah mencabut belati di bahu Min ah.



Hagi mengecek suhu tubuh lalu mencek denyut nadi Min ah yang semakin melemah. Hagi juga melihat kain dan belati yang ada di sampingnya panik.



"Sial!!" Hagi kenal dengan racun yang ada di belati itu, jika di jaman moderen sangat mudah menemukan penawarnya tapi di jaman ini apa yang di katakan Nam Younglah yang benar.



"Hagi apa yang harus kita lakukan?" Nam Young sudah ada di samping Hagi kembali wajah namja itu begitu pucat dia tahu apa yang akan terjadi jika sampai Min ah meregang nyawa. Hagi menatap Nam Young frustasi tapi dengan cepat Hagi menarik Nam Young keluar untuk berbicara empat mata.



"Dengarkan aku, kau hanya cukup bilang pada polisi kerajaan jika mereka hanya perampok yang ingin menjarah uang keluarga Shin. Jangan katakan jika Min ah terluka karena racun. Aku akan berusaha mencari penawarnya." Hagi siap pergi ketika Nam Young menahannya.



"Bagaimana kau mencarinya?" Hagi melepas tangan Nam Young pelan lalu tersenyum kecil.



"Tenanglah sepupumu tidak akan mati. Kau cukup melakukan apa yang aku suruh, kau percaya padakukan?" Nam Young mengangguk ragu lalu membiarkan Hagi pergi, untuk sesaat Nam Young sempat melihat tubuh Hagi yang transparan tapi setelah mengedipkan matanya beberapa kali Nam Young mendesah pelan.



"Sepertinya aku kelelahan." Nam Young kembali masuk kedalam rumah lalu meminta tabib untuk berusaha semampunya sebelum penawar racun datang.


__ADS_1


bersambung


__ADS_2