
Jika dengan mengorbankan perasaanku bisa membuatku tetap melihatmu akan kulakukan
♡♡♡♡
Cinta itu butuh pengorbanan
Hagi memacu kudanya dengan kencang, beberapa kali meringis menahan sakit di perutnya yang terluka karena kembali terbuka walaupun hanya sedikit tapi jika luka yang berulang kali terus terbuka bukanlah hal yang baik untuk kesehatannya. Hagi berusaha untuk tidak memikirkan hal itu untuk sekarang, dia fokus menerjang angin malam yang menusuk tulang belulangnya walau pun malam ini keadaan langit tidak terlalu gelap, Hagi cukup bersyukur dengan bulan yang menerangi gerak kudanya.
Tujuannya sekarang adalah kediaman keluarga Park, hanya Jung Soolah yang tahu penawar racun untuk Min Ah, walaupun Hagi tidak begitu yakin mengingat keluarga Park jarang sekali berurusan dengan pedagang Yuan.
Hanya Jung soolah harapan satu-satunya, walaupun Hagi sedikit bingung bagaimana caranya untuk meminta penawar racun dari Jung soo apa lagi pada awalnya Jung soo memang berniat membunuh Min ah. Hagi memahami apa alasan Jung soo melakukan semua ini tanpa harus bertanya atau mencari tahu alasannya. Semua demi Hyunmie saengnya.
Tapi tetap saja membunuh orang apa lagi anak dari calon mertua kerajaan bukanlah kejahatan ringan, Jung soo tidak bisa gegabah seperti tadi. Selain membahayakan dirinya dan keluarganya akan terjadi konflik antar fraksi selatan dan barat. Jelas itu tidak baik untuk semua orang.
Hagi baru saja turun dari kuda ketika melihat Jong Seo sedang berniat pergi dengan Hyunmie, dalam hati Hagi mengerang frustasi apa lagi ini? Haruskah dalam keadaan seperti ini Hagi menahan pasangan yang terlihat cinta satu sama lain ini? Tentu saja harus dengan langkah lemas Hagi langsung berlutut di hadapan keduanya.
"Hagi_ssi apa yang kau lakukan?" Jong Seo nampak terkejut ketika melihat Hagi yang baru saja turun dari kuda berlutut di hadapannya dan Hyunmie.
"Aku mohon jangan pergi? Jangan menentang Yang Mulia dengan pergi bersama Hyunmie." Mendengar ucapan Hagi, Jong seo langsung menggenggam tangan Hyunmie lalu siap melewati Hagi yang masih nampak memohon. Tapi dengan cepat Hagi menahan Kaki Hyunmie membuat langkah Hyunmie berhenti.
"Kau tahu apa Yang Oraboni lakukan? Dia berniat membunuh Shin Min ah tadi. Jika sampai pihak kerajaan tahu tentang hal ini kau pikir apa yang akan dilakukan Yang Mulia pada Oraboni? Sekarang kau pergi begitu saja dengan calon suami Min ah, apa kau tidak berpikir tentang orang tuamu?" Ucapan Hagi membuat Hyunmie membeku di tempat dia tidak menyangka Oraboninya melakukan semua ini untuknya. Melihat keraguan di wajah Hyunmie, Jong seo menarik Hyunmie untuk menatapnya.
"Jika kau berhenti disini justru pengorbanan orabonimu akan sia-sia aku yakin Hyung tidak akan melakukan hal ini tanpa pikir panjang." Ucapan Jong seo membuat Hagi mengerang frustasi, sepertinya namja ini sudah benar-benar jatuh cinta pada Hyunmie.
"Aku mohon Hyunmie pikirkan lagi? Bukan hanya orang tuamu yang akan di eksekusi tapi ayah dan ibuku juga, mereka adalah pelayan setia keluarga Park, apa kau tidak bisa melakukannya setidaknya untukku?" Hagi masih terus berusaha menyakinkan Hyunmie yang sekarang terlihat kebingungan. Apa yang harus ia lakukan sekarang.
"Hyunmie aku sangat mencintaimu, aku berjanji akan menebus kehilangan yang akan kau alami dengan membahagiakanmu." Ucapan Jong seo sontak membuat Hagi geram, namja ini begitu egois. Dengan cepat Hagi berdiri lalu melayangkan satu pukulan di wajah tampan Jong Seo. Membuat Hyunmie menjerit terkejut lalu membantu Jong Seo untuk berdiri.
"Kau orang paling egois yang pernah aku kenal, kau tahu berapa nyawa yang akan melayang karena keegoisanmu? Apa kau tidak berpikir tentang keluargamu juga? Mereka juga bisa di eksekusi hanya karena keegoisanmu." Jong Seo terdiam dia bukanya tidak menyadari hal itu, hanya saja dia tidak siap melihat wanita yang ia cintai menikah dengan saengnya sendiri.
"Ketika aku berusaha menolong kedua orang tua dan keluarga serta kehormatan kalian, kalian bahkan tidak peduli jika mereka mati, keluarga macam apa kalian?" Ucapan Hagi sontak membuat Jong Seo bingung.
"Apa maksudmu?"
"Aku berusaha menolong ayahmu agar tidak di hukum karena berani mengganggu persiapan acara penyambutan utusan Yuan kemarin dengan meminta Raja untuk menikahkanmu dengan Min ah agar keluarga kalian terikat dengan kerajaan. Aku juga berusaha menolong oraboni agar tidak di hukum karena menyerang kakak calon putri mahkota tapi kau bahkan tidak peduli jika dia mati, aku bahkan merelakan perasaanku pada Kyuhyun agar kau bisa menikah dengannya agar kau tidak menanggung malu karena di tinggalkan oleh tunanganmu." Hyunmie dan Jong seo terlihat terkejut dengan ucapan Hagi bahkan Jong seo siap melemparkan pukulannya jika saja tidak di tahan oleh Hyunmie.
"Bukankah kau seharusnya senang? Sekalipun orang tuamu di hukum mati mereka hanyalah orang tua angkatmu. Aku tahu kau mencintai Kyuhyun, Kalau aku pergi dengan Jong Seo kau bisa menikah dengan Kyuhyun." Ucapan Hyunmie membuat Hagi tersenyum miris apa bagi mereka orang tua tidak berharga sekalipun orang tua angkat?
"Ini tidak semudah yang kau kira Hyunmie_ssi..." Hagi menuduk pusing dia sudah tidak tahu harus bagaimana untuk menahan kedua orang di hadapannya ini.
Lagi-lagi Hagi ******* dadanya kesakitan membuat Hagi kembali terduduk di tanah dengan cepat Hyunmie mendekat kearah Hagi.
"Hagi_ssi kau kenapa?" Belum sempat Hagi menjawab, Hyunmie sudah memekik terkejut ketika melihat Hagi mulai transparan dan bukan Hyunmie saja yang terkejut Jong Seo yang sejak tadi hanya melihat saja ikut terkejut melihat Hagi yang transparan.
"Ha...Hagi.. a... ada apa denganmu?" Hagi berusaha mengumpulkan kesadarannya dan kembali ingat apa tujuannya datang kerumah ini.
"Penawar... aku butuh penawar racun yang oraboni gunakan untuk melukai Min ah.." ucapan Hagi sontak membuat Hyunmie dan Jong Seo kebingungan tapi seolah menyadari sesuatu Hyunmie terkejut bukan main.
"Apa... apa kau juga terkena racun yang sama? Tapi kenapa tubuhmu seperti ini? Aku tahu racun itu mematikan tapi tidak akan seperti tubuhmu yang seperti ini." Hagi sedikit menarik nafas lega setidaknya perkiraan Hagi benar, dengan sisa tenaganya Hagi memohon pada Hyunmie.
"Aku mohon berikan padaku. Aku membutuhkannya. Min ah tidak boleh mati." Hyunmie membuang muka tidak suka, dia bahkan berharap Min ah benar-benar mati. Melihat reaksi Hyunmie, Hagi kembali menggenggam tangan Hyunmie penuh permohonan.
"Aku mohon.. jika dia mati Aku akan menghilang." Ucapan Hagi kembali menarik perhatian Hyunmie yang menatapnya bingung. Kali ini Jong Seo bertanya ketika lagi-lagi Hyunmie membeku ketika melihat Hagi kembali tarnsparan.
__ADS_1
"Apa maksudmu? Dan kenapa kau bisa seperti ini?" Hagi menatap tangannya ketakutan tubuhnya mulai bergetar.
"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, aku benar-benar butuh penawar racunnya sekarang. Hanya saja jika kalian tetap pergi dan Min ah mati aku akan benar-bener hilang dari dunia ini." Kali ini Hagi terisak di hadapan keduanya membuat Hyunmie dan Jong seo kembali di lema.
Dari jauh terlihat Kyuhyun datang dengan kudanya, namja itu langsung berlari setelah turun dari kudanya kearah Hagi ketika Kyuhyun melihat Hagi kembali transparan.
"Hagi_ya..." melihat Kyuhyun datang Hagi kali ini memohon pada Kyuhyun.
"Aku mohon Kyuhyun_ssi jangan biarkan hyungmu pergi dengan Hyunmie. Hyungmu harus tetap menikah dengan Min ah, aku tidak mau hilang, anni aku masih ingin bertemu dengan keluargaku." Seolah melupakan semuanya, rasa takut Hagi mulai membuatnya kehilangan kendali hampir mengatakan semuanya pada semua orang. Hagi mengigit bibirnya ketika ketiga orang di hadapannya menatapnya penasaran. Berusaha tidak memperdulikan tatapan ketiganya, Hagi kembali memohon pada Hyunmie.
"Aku mohon penawarnya Hyunmie, aku berjanji oraboni tidak akan mendapatkan hukuman apapun. Aku akan melindunginya." Hyunmie mengigit bibirnya bingung. Dia tidak tahu harus bagaimana sekarang.
Tapi itu tidak bertahan lama ketika ketiganya terdiam bahkan menahan nafas ketika Hagi benar-benar hilang dari hadapan mereka dalam 2 detik lalu terlihat kembali dan masih sambil memohon pada Hyunmie.
"PARK HYUNMIE BAWA PENAWARNYA SEKARANG." kali ini Kyuhyun berteriak panik dan di balas anggukan cepat dari Hyunmie yang langsung berlari kearah rumah tanpa di minta dua kali, Jong seo sampai mendorong Kyuhyun kesal saat tahu kekasihnya di teriaki.
Hagi menarik nafasnya sedikit lega lalu kembali meringis kesakitan ketika lukanya sedikit terkena angin malam.
"Kau harus menjelaskan semuanya Hagi, tanpa terkecuali." Ucapan Jong seo membuat Hagi terlihat cemas, haruskah? Tapi apa mereka semua akan percaya dengan ucapan Hagi?
"Nanti sebaiknya nanti Hyung." Melihat kegelisahan Hagi, Kyuhyun angkat bicara. Dia tidak bisa melihat Hagi semakin tertekan lagi. Mendengar ucapan Kyuhyun, Jong seo hanya bisa menghelah nafas pelan.
Dari arah rumah Hyunmie membawa penawar racun dengan tergesa lalu menyerahkannya pada Hagi.
"Hyunmie berjanjilah untuk tidak pergi dengan Jong Seo." Hagi menggenggam tanya Hyunmie membuat Jong seo mendengus kesal, sedang Hyunmie hanya menghelah nafas pelan.
"Aku akan menunggu penjelasanmu dulu, jika masuk akal akan aku pikirkan lagi." Ucapan Hyunmie sukses membuat Jong seo siap protes.
"Pergilah Hagi, biar pasangan ini aku yang menjaganya." Hagi mengangguk berterimakasih ketika Kyuhyun memintanya untuk pergi.
Tanpa menunggu lagi Hagi berjalan dengan lemas ke arah kudanya lalu kembali menerjang angin malam yang terus membuat lukanya semakin sakit. Sekarang Hagi hanya harus mencari alasan untuk mengendalikan situasi yang terjadi di kediaman calon putri mahkota, malam ini rasanya kepala Hagi terasa ingin pecah terlalu banyak hal yang membuatnya harus memutar otak dan lagi taruhannya adalah keberadaannya di dunia ini.
Dengan tenaga yang tersisa Hagi masuk ke kediaman calon putri mahkota yang masih di jaga oleh banyak sekali polisi kerajaan, karena tahu Hagi siapa tidak ada satupun yang mencegah Hagi masuk. Setelah memastikan penawarnya di minum oleh Min ah barulah Hagi mengendurkan pertahanan dirinya dan saat itu juga Hagi jatuh pingsan di hadapan Nam Young.
*****
Malam tadi mungkin adalah malam terpanjang yang Hagi alami, rasanya benar-benar melelahkan hingga membuatnya malas untuk bangun pagi ini. Semalam setelah bangun dari pingsannya Hagi di antar Nam young ke kediamannya, awalnya Nam Young berniat mengantar Hagi ke paviliun di rumah bordir nyonya Young ae. Tapi di perjalanan mereka bertemu dengan Paman dan bibi Ma yang akhirnya meminta Hagi untuk beristirahat saja di kediamannya. Tanpa banyak menawar Hagi dan Nam Young hanya menuruti keinginan orang tua angkat Hagi.
Dan disinilah dia berada di kamarnya yang sudah lama tidak ia tempati, Hagi mendengar suara pintu kamarnya dibuka dia masih ingin tidur setelah berkuda hampir semalaman dan melawan banyak orang dalam keadaan sakit. Tapi suara bibi Ma akhirnya membuat Hagi terbangun.
"Bangunlah Hagi... kau harus sarapan lalu minum obatmu. Lukamu tambah parah karena kembali terbuka." Sedikit malas Hagi bangun dari tidurnya menatap Bibi Ma sendu.
"Mianahe eomma, aku membuatmu repot lagi." Bibi Ma menggeleng pelan lalu mengelus kepala Hagi sayang.
"Tidak, kamilah yang harus berterimakasih. Kau bukan putri kandung kami tapi lagi-lagi kau menyelamatkan hidup kami." Hagi menatap bibi Ma tidak mengerti yang di balas dengan bibi Ma yang memeluknya.
"Kami mendengar percakapanmu semalam dengan nona Hyunmie dan juga para tuan muda dari keluarga Kim." Hagi menarik nafas lalu memeluk bibi Ma semakin erat.
"Maaf pasti berat bagimu harus melepas orang yang kau cintai." Bibi Ma mengelus kepala Hagi sayang yang mulai terisak kecil, dia merindukan eommanya di rumah.
"Tidak apa... aku memang harus melakukannya." Bibi Ma melepas pelukannya lalu menghapus air mata Hagi.
__ADS_1
"Oh iya Semalam eomma lihat kau nampak transparan, apa ini ada hubungannya dengan dari mana kau berasal?" Hagi terdiam menatap Bibi Ma dalam, melihat Hagi diam saja bibi Ma mengartikannya sebagai iya.
"Tidak apa... kami juga tahu kalau kau bukan berasal dari sini, kau masih ingatkan kami melihatmu berpakaian sangat aneh saat di hutan dulu?" Hagi tersenyum kecil, tentu saja ia ingat dengan pakaian mendakinya, dia sangat bersyukur paman dan bibi Ma tidak banyak bertanya tentang pakaiannya, bahkan keduanya membantu Hagi mencarikan asal usulnya tanpa di minta saat membuat dokumen ataupun saat mengatakannya pada mentari Park.
"Kenapa Eomma mau membantuku sampai sekarang?" Hagi cukup penasaran karena bibi Ma sama sekali tidak keberatan selalu menolongnya.
"Karena kami yakin ada alasan kenapa kau di kirim pada kami, contohnya mungkin kalau tidak ada kau beberapa orang pasti sudah mati. Kau ingat kalau kau sudah banyak menolong orang termasuk Raja Sejong?" Hagi tersenyum kecil, bagaimana dia tidak ingat dengan pertemuan pertamanya dengan Raja Sejong.
"Eomma benar, tapi apa eomma tidak penasaran dari mana aku berasal?" Bibi Ma menggelengkan kepalanya lalu berusaha sambil menyuapi Hagi sarapan.
"Kau pasti punya alasan kenapa tidak memberitahu kami, jadi kami pikir tidak perlu tahu." Hagi kembali mengangguk kecil lalu menerima suapan dari bibi Ma.
"Suatu saat nanti aku pasti akan memberitahukannya." Hagi menatap bibi Ma yang tersenyum sambil mengangguk kecil.
Paman Ma yang sejak tadi hanya mendengarkan dari luar pintu akhirnya masuk kedalam kamar Hagi sambil membawa sepucuk surat dari Hyunmie.
"Nona muda memberikan ini pada aboeji." Hagi membuka surat dari Hyunmie lalu membacanya perlahan Hagi sedikit mengerutkan keningnya tapi kemudian tersenyum lega setelah selesai membaca surat dari Hyunmie.
"Aboeji mengatakan sesuatu pada nona Hyunmie?" Paman Ma menatap istrinya yang mengangguk pelan memberi izin.
"Aboji hanya bilang jika kau memang bukan berasal dari dunia ini dan sepertinya kau memang sedang menjalankan sebuah misi dimana salah satunya adalah menolong Raja Sejong. Awalnya nona Hyunmie tidak percaya tapi setelah aboeji memperlihatkan pakaianmu nona Hyunmie mempercayainya." Hagi menatap aboejinya bingung bangaimana dua orang di hadapannya bisa menyimpulkan hal tersebut?
"Selama ini kami tidak benar-benar melepaskan pandangan darimu Hagi, bagaimana pun kamilah yang membawamu kemari, jadi kami selalu memperhatikan gerak gerikmu. Walaupun kau terbiasa di sini, kami bisa melihat kau berbeda dengan kami. Seperti apa yang kau lakukan memang sudah di rencanakan dari jauh hari." Hagi hanya bisa menatap paman Ma tidak percaya, bagaimana bisa mereka menganalisa sejauh itu?
"Walau pun kami tahu kau punya tujuan lain datang kesini, kami tahu kau benar-benar anak yang baik. Jadi kami tidak pernah bertanya atau memberitahu pada orang lain tentangmu." Bibi Ma kembali menyuapi Hagi sambil mengelus wajah Hagi yang kini sudah mulus kembali.
Hagi kehabisan kata-kata, pantas saja mentri Park percaya sekali pada bibi dan paman Ma, ternyata keduanya sangat cerdas untuk ukuran seorang pelayan.
"Terima kasih..."
Hagi hanya bisa mengatakan hal itu pada keduanya, dia tidak tahu jadinya kalau paman dan bibi Ma membeberkan yang sebenarnya pada orang lain sejak awal.
"Mulai sekarang jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan pada kami nak, anggaplah kami benar-benar orang tuamu jangan semua kau tanggung sendirian setidaknya kami ingin membalas jasamu karena sudah banyak berkorban untuk kami." Hagi menatap Paman Ma dengan berlinang air mata, dia sangat bersyukur Tuhan mengirimnya pada paman dan Bibi Ma selama di era Joseon ini.
"Sekali lagi terimakasih." Hagi kali ini memeluk paman Ma yang nampak canggung sambil menatap istrinya yang hanya tersenyum sambil mengangguk kecil perlahan paman Ma membalas pelukan Hagi.
"Terimakasih juga karena kehadiranmu kami bisa merasakan memilki seorang putri yang hebat sepertimu." Hagi hanya semakin mengetatkan pelukannya pada Paman Ma sebagi balasan dari kata-kata paman Ma.
Di kediaman mentri Park, Jung soo hanya bisa menatap Hyunmie yang masih saja melamun, dia merasa bersalah karena tidak bisa melakukan hal apapun untuk saengnya. Rencananya gagal setelah Hyunmie sendiri yang memberikan penawar racun pada Hagi. Awalnya Jung so marah karena usahanya menjadi sia-sia, tapi Hyunmie hanya bilang jika dia tidak ingin kehilangan kakaknya. Dan tidak berkata apa-apa lagi setelah itu membuatnya semakin frustasi.
"Saeng katakan sesuatu? Apa kau benar-benar akan menyerah?" Jung Soo kembali mengajak Hyunmie berbicara ketika saengnya itu hanya duduk melamun sambil menatap sebuah bungkusan yang Jung soo tidak tahu isinya apa.
"Aku tidak menyerah untuk cintaku oraboni, tapi aku berusaha berkorban untuk orang-orang yang aku cintai." Ucapan Hyunmie membuat Jung soo bingung tapi tatapan Hyunmie yang sedikit lebih baik dari sebelumnya membuat Jung so lebih bingung lagi.
"Apa maksudmu?"
"Hagi berkorban banyak untuk keluarga Kim dan keluarga Park karena bagi Hagi kedua keluarga itu sangat berarti untuknya, tapi aku sebagi anak dari keluarga Park malah tidak peduli sama sekali, benar kata Hagi jika aku benar-benar egois. Bahkan aku tidak memikirkanmu oraboni dan malah merengek agar kau membantuku kemarin." Jung soo menggeleng sambil memeluk tubuh Hyunmie yang kembali menangis sambil meminta maaf pada Jung soo.
"Anni, kau tidak salah saeng, oraboni lah yang terlalu gegabah kemarin. Kau anak baik yang hanya terlalu mencintai tunangannya." Hyunmie semakin mengeratkan pelukannya pada Jung soo sambil menangis semakin kuat.
Semalaman Hyunmie kembali memikirkan perkataan Hagi, dan apa yang di katakan Hagi memang benar. Dia bahkan tidak berpikir sejauh itu tapi Hagi yang hanyalah anak angkat pelayan keluarga Park bisa berpikir tentang kelangsungan keluarganya jika dia tetap mempertahankan cintanya.
__ADS_1
bersambung