
Kyuhyun masuk ke dalam rumah dengan perasaan sedikit kecewa, selama ini dia selalu bangga dengan tinggal di rumah kediaman ayahnya. Walaupun Kyuhyun sudah memiliki kediaman pribadi hasil dari pekerjaannya sebagai pengawal Raja, dia masih ingin tinggal bersama ayah yang selama ini menjadi panutannya.
Tapi hari ini rasa kecewa membuatnya sedikit enggan untuk masuk, padahal ayahnya selalu menasehati Kyuhyun agar selalu setia pada Raja. Tapi nyatanya Raja sendiri mencurigai ayahnya, dan entah kenapa Kyuhyun yakin Raja tidak salah mencurigai ayahnya. Kyuhyun masih ingat percakapan terakhir dia dengan ayahnya dan semakin membuatnya yakin jika ayahnya kali ini mengambil jalan yang salah.
Rumah ini sangat sibuk ketika pertama Kyuhyun masuk, beberapa pelayan hilir mudik menyiapkan makanan terbaik yang bisa di buat, beberapa pelayan istana juga turut membantu. Bisa di maklumi orang yang datang walau pun hanya sebentar adalah orang penting dari kekaisaran Yuan. Utusan inilah yang akan membawa izin resmi dari kaisar Yuan tentang calon putri mahkota. Bagi mentri Kim dengan menjamu dan mengambil hati utusan ini bisa menjadi jalan pintas bagi mentri Kim untuk menggagalkan pilihan Ratu pasal calon putri mahkota.
Mengingat hal itu Kyuhyun hanya bisa menghela nafas pelan, ayahnya benar-benar ingin menempatkan semua anak laki-lakinya menjadi mentri dan tidak ingin kubu selatan merebut posisi yang memang sudah lama di siapkan oleh mentri Kim.
Saat akan masuk ke ruangan ayahnya langkah Kyuhyun terhenti ketika suara tawa memecah keheningan tadi.
"Aku yakin utusan itu akan senang dengan hadiah yang aku berikan. Lagipula ada giseng kesayanganku di sana yang pastinya akan dengan mudah menuruti keinginanku untuk menghancurkan pesta penyambutan nanti di istana." Ucapan itu sukses membuat Kyuhyun membulatkan mata tidak percaya, suara itu adalah suara ayahnya.
"Kau hebat Hyung, sesekali Yang Mulia memang harus di beri pelajaran agar lebih menghargai kita yang selama ini mendukung apapun keputusannya." Kali ini suara pamannya membuat Kyuhyun mengepalkan tangan kuat-kuat, dengan langkah lebar Kyuhyun meninggalkan kediaman ayahnya.
Semua sudah cukup jelas untuk Kyuhyun, dan kali ini Kyuhyun tidak bisa hanya menutup mata karena bisa saja rencana ayahnya membahayakan kredibilitas Raja di mata utusan Yuan.
Masalahnya Kyuhyun juga tidak ingin terjadi sesuatu yang bisa membahayakan ayahnya. Bagaimanapun Kyuhyun menyayangi ayahnya. Kyuhyun harus memberitahu Hagi, Kyuhyun tahu Hagi adalah orang yang cerdas dia pasti tahu cara terbaik tanpa mencelakakan siapapun.
Saat Kyuhyun kembali ketempat dimana Hagi bersembunyi, Hagi sudah tidak ada.
"Apa dia kembali kerumah bordir? Aku harus kesana sekarang." Tanpa berpikir dua kali Kyuhyun pergi meninggalkan area rumahnya.
****
Suara Gayageum memenuhi seisi rumah, beberapa diantara pelayan terkagum kagum dengan permainan Gayageum yang kini tengah dimainkan oleh Hagi. Wajah Hagi yang berkarisma kadang membuat orang di kediaman mentri Park lupa jika Hagi adalah seorang perempuan, semua pelayan muda sampai jatuh hati awalnya pada Hagi, jika saja bibi Ma tidak memberitahukan yang sebenarnya mungkin pelayan perempuan di kediaman mentri Park sudah membuat kumpulan pencinta untuk Hagi tapi Hagi justru menikmati hal itu hingga membuatnya terbiasa.
Hal baru yang selalu ditunggu-tunggu para pelayan adalah ketika Hagi mengajari nona muda mereka Park Hyunmie bermain Gayageum karena mereka bisa melihat dan mendengar betapa hebatnya Hagi bermain Gayageum. Seperti sekarang semuanya sibuk menatap Hagi yang bermain dan sesekali memberikan arahan Pada Hyunmie.
"Wah... mereka jika bersama benar-benar pasangan serasi ya? Cih sayang sekali Hagi perempuan." Beberapa pelayan mulai bergosip ketika melihat betapa cocok dan akrabnya Hagi dan Hyunmie.
"Tapi apa kalian tidak penasaran seperti apa Hagi jika menggunakan pakaian perempuan?" Pelayan yang lain kembali memberi pertanyaan yang membuat semua terkikik geli. Selama ini bahkan seisi rumah benar-benar menganggap Hagi laki-laki karena tidak pernah sekalipun ada orang yang melihatnya berpakaian perempuan. Apa lagi jika sedang berlatih pedang dengan Park Jung so, sudah pasti semua bersorak gembira melihat keduanya.
Bisik-bisik itu akhirnya mengusik Hyunmie yang masih serius memperhatikan Hagi, Hyunmie menatap para pelayan penasaran apa yang membuat para pelayannya selalu heboh, tatapan Hyunmie sontak membuat para kumpulan pelayan itu pergi meninggalkan halaman samping yang memang sejak tadi di gunakan untuk bermain Gayageum Hyunmie secepatnya. Hyunmie hanya bisa mengangkat alisnya heran.
"Ada apa nona Hyun?" Ucapan Hagi sontak membuat Hyunmie menatap Hagi kesal.
"Hei, aku sudah bilang kan panggil aku Hyunmie. Kau bukan pelayan disini lagi, kau temanku sekarang." Hagi tersenyum geli ketika melihat Hyunmie yang masih menggerutu sebal.
Hagi senang diantara banyaknya kemiripan yang ia lihat di era Joseon, hanya Hyunmielah yang benar-benar mirip dengan seseorang di masa depan. Tepatnya adalah sahabatnya sendiri dan uniknya mereka memiliki marga dan nama yang sama, lebih mengejutkan lagi sifat mereka hampir sama hingga kadang-kadang Hagi sering lupa jika keduanya adalah orang yang berbeda.
"Maaf, aku belum terbiasa. Bagaimanapun orangtua angkatku masih pelayan disini." Hyunmie menghelah nafas pelan.
"Sebenarnya bibi dan paman Ma sudah bisa menghasilkan uang sendiri tanpa bantuan orangtuaku. Tapi mereka sendiri yang tetap ingin mengabdi di sini. Jadi mereka bukan masuk hitungan pelayan rendahan. Bagi orangtuaku bibi dan paman Ma sudah seperti orang kepercayaan mereka. Jadi jangan pernah merendah lagi, kau mengerti?" Hagi kembali tersenyum manis pada Hyunmie, membuat Hyunmie gemas dan mencubit pipi Hagi pelan.
"Yak!!!! Kenapa kau jarang sekali tersenyum seperti ini? Kau tahu, kau sangat manis jika tersenyum seperti ini. Aigooo aku yakin kau akan jadi rebutan jika saja mau menggunakan pakaian yang cantik seperti yang aku pakai ini." Hagi menggosok pipinya pelan, lalu tersenyum kecil. Dia bukannya tidak mau, hanya saja kejadian promnight saat di kampus dulu masih membuatnya trauma.
Hadiah dan email nya diserang fans mendadak yang ia miliki, hidupnya sedikit terganggu dengan beberapa namja yang diam-diam mengambil fhotonya.
Bukannya Hagi terlalu percaya diri, di masa depan saja sudah serumit itu, apa lagi jika disini.
"Aku pikir kau sedang bertugas Hagi_ssi?" Ucapan itu sontak membuat Hagi dan Hyunmie menatap kearah luar beranda. Disana sudah ada Kyuhyun yang menatap kesal pada Hagi. Sejak tadi Kyuhyun sibuk mencari Hagi dan ternyata Hagi sedang asyik bermesraan dengan tunangan orang lain. Kyuhyun berjalan pelan sambil tetap menatap Hagi tajam, interaksi Hagi dan Hyunmie kali ini terlalu berlebihan dan itu jelas membuat Kyuhyun marah, karena sudah sejak tadi Kyuhyun melihat Hagi dan Hyunmie bersama, tepatnya ketika Hagi dan Hyunmie mulai berhenti bermain Gayageum.
Melihat Kyuhyun yang masih menatap Hagi marah akhirnya Hyunmie memasang badan di hadapan Hagi yang masih bingung dengan kemarahan Kyuhyun.
"Kyuhyun_ssi jangan marah, aku yang memintanya datang kemari. Lagi pula aku dengar dia masih dalam masa cutinya." Hyunmie memohon pada Kyuhyun pelan yang justru membuat Kyuhyun semakin mengetatkan rahangnya.
"Yang aku tahu Yang mulia sedang memberikannya Misi, bukankah begitu Hagi_ssi?" Hagi yang masih bingung akhirnya menyadari sesuatu dengan sedikit sebal dan menahan rasa sakit yang perlahan muncul Hagi maju ke samping hingga sekarang sejajar dengan Hyunmie. Lalu menatap Kyuhyun dengan tersenyum miring.
"Kau tenang saja Kyuhyun_ssi misi ini bukan hanya aku yang melakukan tapi juga masih ada Nam Young, dan Yang Mulia sendiri tidak meminta kami bekerja selama sehari semalam tanpa istirahat." Kyuhyun siap kembali membalas ucapan Hagi ketika Hyunmie menahan ucapan Kyuhyun.
"Dari pada itu ada perlu apa kau kemari Kyuhyun_ssi? Apa ada pesan untukku?" Ucapan Hyunmie sukses membuat Kyuhyun menatap Hyunmie dan perlahan tatapan Kyuhyun melembut berbeda dengan tatapan Kyuhyun sebelumnya pada Hagi. Kyuhyun menghela nafas pelan lalu mengambil sepucuk surat dari saku lengan tangannya.
"Aku diperintahkan langsung oleh Yang Mulia untuk memberikan surat ini untukmu." Kyuhyun memberikan surat itu pada Hyunmie lalu kembali menatap Hagi sebal.
__ADS_1
"Apa kau masih tetap akan disini?" Ucapan Kyuhyun sukses membuat Hagi mendengus kesal.
"Dia akan tetap disini Kyuhyun_ssi, dia temanku." Ucapan itu sukses membuat Kyuhyun kembali menatap Hagi sebal, sedang Hagi hanya tersenyum penuh kemenangan pada Kyuhyun.
"I..ini... apa Yang mulia yakin tentang hal ini?" Ucapan Hyunmie sukses membuat Hagi dan Kyuhyun kembali fokus pada Hyunmie, sesaat Hagi menatap surat yang kini masih ada di tangan Hyunmie.
"Iya, Yang Mulia berharap kau bisa berpartisipasi dalam acara penyambutan utusan Yuan." Hyunmie memucat lalu menatap Hagi ketakutan.
"Ta...tapi aku belum terlalu mahir bermain Gayageum." Hagi menarik surat yang kini ada di tangan Hyunmie lalu membacanya.
"Kenapa Yang mulia memberitahukan secara mendadak?" Kyuhyun yang sempat ingin protes karena Hagi mengambil surat dari Hyunmie mengerutkan kening heran, karena ekspresi Hagi seperti terjadi sesuatu yang aneh sekarang.
"Aku yang menyarankan pada Yang mulia, lagipula selama ini aku tahu Hyunmie mahir memainkan Gayageum aku sempat mendengarnya langsung. Jadi kenapa harus takut?" Hyunmie menghela nafas frustasi lalu menatap Hagi hampir menangis.
"Apa kau pernah melihat langsung Hyunmie bermain Gayageum?" Hagi bertanya kesal pada Kyuhyun yang terlihat salah tingkah lalu berdeham kecil.
"Aku memang tidak pernah melihatnya langsung tapi__" ucapan Kyuhyun terpotong ketika dengan frustasi Hyunmie menatap Kyuhyun kesal.
"Yang kau dengar itu bukan permainanku tapi permainan Hagi." Ucapan itu sontak membuat Kyuhyun terkejut bukan main.
"Apa? Kau pasti bercanda?" Hagi dan Hyunmie hanya bisa menggeleng frustasi.
"Sepertinya kau harus belajar segiat mungkin Hyunmie." Ucapan Hagi sukses membuat Hyunmie menggerang pelan. Kyuhyun masih menatap Hagi tidak percaya, yang benar saja apa tidak cukup dengan keahliannya dalam berbagai bidang di ke militer an? Belum lagi kecerdasan Hagi yang bahkan Yang mulia sendiri mengakuinya. Sekarang bahkan Hagi unggul dalam bermain alat musik? Kyuhyun merasa kalah sekarang.
Lamunan Kyuhyun buyar ketika Hagi melambaikan tangannya di wajah Kyuhyun.
"Aku memanggilmu, kau tidak dengar?" Sesaat Kyuhyun tertegun menatap mata Hagi di hadapannya, dia sudah sering bertatapan mata dengan Hagi dan lagi-lagi Kyuhyun selalu di bius dengan mata cokelat terang milik Hagi. Tapi dengan cepat Kyuhyun berdeham kecil lalu berpaling sebentar dsn kembali menatap Hagi datar.
"Ada apa?" Ucapan Kyuhyun masih saja dingin membuat Hagi kembali kesal.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Kyuhyun menatap Hyunmie yang kembali mencoba memainkan GayaGeumnya lalu menatap Hagi yang berubah serius.
Hagi dan Kyuhyun berjalan keluar dari kediaman mentri Park lalu pergi ke sebuah kedai, tidak ada yang memulai percakapan keduanya masih sibuk memesan makanan lalu makan ketika pesanan datang, beberapa kali Hagi sempat tertegun setiap Kyuhyun memberikan lauk pauk kemangkuknya. Hagi memiringkan kepala nya heran. Bukankah tadi Kyuhyun masih marah padanya karena terlalu dekat dengan Hyunmie? Kenapa sekarang di sudah baik kembali? Bahkan Hagi sempat berpikir Kyuhyun romantis dengan memperhatikan apa yang dia makan. Setelah selesai Kyuhyun menatap Hagi seperti biasanya, bersahabat.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Hagi menarik nafas lalu kembali fokus pada tujuannya berbicara dengan Kyuhyun.
"Kenapa? Kenapa kau meminta Raja agar Hyunmie bermain Gayageum di penyambutan nanti? Aku tahu alasannya tidak sedangkal yang kau ucapkan tadi bukan? Apa kau mengetahui sesuatu." Kyuhyun menghembuskan nafas pelan, dia nampak berpikir lalu berusaha menatap Hagi fokus.
"Berjanjilah satu hal untukku sebelum aku memberitahukannya." Hagi mengerutkan keningnya.
"Apa?"
"Apapun yang terjadi, aku mohon jangan sampai mencelakakan siapapun." Hagi menghelah nafas pelan, dia paham maksud Kyuhyun.
"Tapi kau tahu itu mustahil bukan?" Kyuhyun menatap Hagi sendu, dia benar-benar berharap banyak dari Hagi, karena Kyuhyun sendiri merasa buntu sekarang.
"Aku mohon, aku tahu kau lebih cerdas dari pada aku. Jadi tolonglah pikirkan cara terbaik untuk semua ini." Hagi menghelah nafas pelan, sialan dengan kecerdasan dan semua orang yang percaya padanya.
"Baiklah akan aku coba, jadi apa yang kau tahu?" Kyuhyun sedikit bernafas lega.
"Ayahku berniat menghancurkan pesta penyambutan di istana untuk utusan Yuan, aku juga tidak tahu ternyata ayah memiliki giseng kesayangan di rumah Bordir nyonya Young ae, ayahku bilang dia akan membuat Giseng kesayangannya itu mengacau nanti, soal Hyunmie aku sengaja melakukannya agar ayah berpikir ulang untuk mengacaukan pesta itu karena ada calon menantunya yang berpartisipasi walaupun aku tidak yakin akan efektif." Hagi mengerang frustasi, selama beberapa hari ini Hagi berusaha keras mencari sesuatu yang mencurigakan di rumah bordir dan semua terlihat baik-baik saja. Jika apa yang di katakan Kyuhyun benar bisa jadi giseng itu memang belum beraksi. Ternyata kecurigaan Raja terbukti, jika ada kemungkinan mentri Kim akan mengacau di acara penyambutan lewat para Giseng. Dan itulah alasan kenapa Hagi selalu ada di rumah bordir nyonya Young Ae.
"Apa lagi?" Kyuhyun terlihat frustasi tapi berusaha melanjutkan.
"Ayah bekerja sama dengan beberapa kasim untuk menukar beberapa tanah milik Raja menjadi atas nama ayah untuk ayah berikan sebagai hadiah kepada utusan Yuan jika mau ikut menentang pencalonan putri mahkota." Hagi menggeram marah lalu dengan cepat Kyuhyun mengenggam tangan Hagi lalu menatap Hagi penuh permohonan.
"Aku mohon kau sudah berjanji padaku. Soal tanah aku sudah bicarakan dengan Hyung agar jika semua sudah selesai tanah itu kembali menjadi atas nama Raja." Hagi menghelah nafas pelan, setidaknya ada jalan keluar untuk hal itu.
"Baiklah, yang harus kita lakukan untuk sekarang adalah mencari tahu siapa Giseng yang ayahmu maksud lalu mengantinya secepat mungkin sebelum acara semakin dekat." Kyuhyun mengangguk setuju ketika Hagi mulai memberi saran,
Hagi berdeham kecil ketika Kyuhyun masih menggenggam tangannya membuat Kyuhyun menarik tangannya gugup.
__ADS_1
"Maaf aku lupa." Keduanya mulai canggung hal seperti ini juga sering terjadi pada keduanya jika tidak sengaja kontak fisik dan entah kenapa Kyuhyun merasa dia mulai gila karena perasaannya sedikit aneh pada Hagi hingga seseorang duduk di samping Hagi terburu-buru.
"Hagi gawat ada masalah di rumah bordir." Nam young bernafas tak beraturan di samping Hagi yang menatapnya terkejut.
"Apa maksudmu?"
"Kau sebaiknya lihat sendiri." Setelah mengucapkan hal itu ketiganya langsung berlari menuju ke rumah bordir nyonya Young ae.
****
Hagi terlihat sangat marah ketika sampai di rumah bordir nyonya Young ae, semua Giseng yang bertugas menjadi penari untuk penyambutan utusan Yuan terserang gatal-gatal, Kyuhyun bahkan tidak menyangka ayahnya sudah mulai beraksi.
"Kita terlambat." Hagi menggeram marah lalu berusaha menemui nyonya Young ae yang untungnya tidak terserang gatal-gatal.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" Nyonya Young ae memberi obat yang baru saja ia dapatkan dari tabib pada beberapa Giseng dengan sedih. Dia takut Raja akan marah padanya.
"Aku tidak tahu, saat pulang dari pasar mereka masih baik-baik saja. Tapi ketika berlatih mereka mulai gatal-gatal." Nyonya Young ae menjelaskan sambil hampir menangis, membuat Hagi tidak tega bertanya lebih banyak.
"Tenangkan, Yang mulia pasti memahaminya. Ada orang yang memang menginginkan acara ini hancur." Hagi berusaha menenangkan nyonya Young ae lalu menatap Nam young dan Kyuhyun bersamaan.
"Nam Young amankan rumah Bordir sekarang juga. Jangan biarkan siapapun pergi sebelum di periksa. Kyuhyun_ssi bisa kau tolong Nam young?" Kyuhyun mengangguk lalu mengikuti Nam Young yang sudah pergi lebih dulu.
"Hagi_ssi... Masalahnya tabib bilang mereka tidak akan sembuh dalam seminggu, sedangkan acaranya tinggal 5 hari lagi. Bagaimana ini?" Hagi mengigit bibirnya bingung dia juga tidak tahu harus bagaimana. Masalahnya untuk melatih kembali Giseng yang lain butuh waktu yang cukup lama. Hagi menatap semua para Giseng yang masih menangis dan mengeluh gatal-gatal, matanya menemukan sesuatu yang janggal.
"Nyonya Young ae bisa kita bicara sebentar?" Hagi menarik Nyonya Young ae ke halaman belakang lalu berbisik pelan pada Nyonya Young ae.
"Apa? Kau yakin?" Hagi mengangguk lalu berbisik kembali, kali ini Nyonya Young ae menatap Hagi sangsi.
"Kau bisa melihat dulu baru membuat keputusan bagaimana? Kita sudah tidak punya banyak waktu Nyonya." Nyonya Young ae nampak frustasi tapi kemudian mengangguk pasrah.
"Tapi jika terjadi sesuatu Kau harus membantuku." Hagi mengangguk senang.
Kyuhyun dan Nam young selesai menahan semua orang yang ada di rumah bordir, tidak ada yang mencurigakan sama sekali mereka juga sudah mengecek mereka satu-satu tapi tidak membuahkan hasil membuat Hagi kembali mengerang marah.
"Lalu bagaimana sekarang? Apa kita laporkan hal ini pada Raja?" Hagi menghelah nafas pelan dia tidak tahu apa yang akan ia lakukan benar atau salah tapi tidak ada pilihan lain.
"Laporkan semua yang terjadi hari ini, tapi bilang pada Raja untuk tidak cemas. Aku punya rencana lain." Kyuhyun dan Nam young saling berpandangan lalu menatap Hagi penasaran.
"Lihat saja nanti." Hagi tersenyum miring, lagi-lagi ada sesuatu yang diajarkan ibunya yang berguna di era ini untuknya.
Kyuhyun dan Hagi berjalan beriringan, setelah masalah di rumah bordir selesai keduanya memutuskan untuk pulang bersama, sedang Nam Young tetap berjaga di sana, keduanya hanya terdiam dengan alasan yang berbeda, sesekali Kyuhyun menatap Hagi yang beberapa kali mengerutkan keningnya berpikir.
"Maaf, ini pasti semakin berat untukmu setelah aku memohon padamu." Hagi menatap Kyuhyun lalu menggeleng kecil.
"Tidak, jangan terlalu dipikirkan. Kau fokus saja menjaga Yang Mulia. Musuh Yang mulia bukan hanya satu tapi banyak." Kyuhyun menarik nafas pelan lalu mengangguk pasrah.
Tidak terasa keduanya hampir sampai di kediaman mentri Park, tapi keduanya berhenti ketika melihat Hyunmie sedang bersama seseorang di pintu gerbang, Hagi tersenyum senang ketika melihat Kim Jong Seo akhirnya ia bisa bertemu dengan orang yang mirip dengan oppanya Yesung. Hagi siap mendekat ketika Kyuhyun menahan langkah Hagi.
"Biarkan mereka berdua. Mereka sangat sulit bertemu karena Hyung sangat sibuk. Hyunmie pasti senang bertemu calon tunangannya." Kyuhyun menatap sendu ke arah keduanya, tanpa menyadari ekspresi terkejut Hagi tapi akhirnya Kyuhyun menatap Hagi sebal.
"Kenapa? Kau pikir aku tunangan Hyunmie?" Hagi lagi-lagi hanya bisa membuka mulutnya terkejut.
"Ta..tapi bukannya kau?" Kyuhyun langsung membekap mulut Hagi.
"Jangan di ucapakan, itu tidak pantas. Lagipula aku tahu akan seperti ini." Kyuhyun berbalik meninggalkan Hagi yang masih terkejut dan bingung dengan semua yang terjadi.
"Tapi kan Kyuhyun memang seharusnya menikah dengan Hyunmie? Tunggu kenapa jadi aneh begini? Kim Jong Seo kan seharusnya menikah dengan wanita bermarga Shin? Bukannya bermarga Park?"
Hagi berbicara sendiri frustasi, selama ini Hagi tidak berharap banyak pada Kyuhyun karena Hagi tahu dalam urutan sejarah keluarga Kim, Kyuhyun memang menikah dengan Hyunmie. Tapi kenapa malah menikah dengan Kim Jong Seo.
Kepala Hagi mendadak pusing otak cerdasnya seperti buntu, sepertinya ada yang salah, atau mungkinkah ini tugas nya juga?
Hagi sepertinya mulai muak dengan semua ini.
__ADS_1
bersambung