Timeless Love

Timeless Love
Without You


__ADS_3

Aku tidak menyangka ternyata aku terlambat dan semua terasa sia-sia



♡♡♡



Tahun 1433



Hari mulai sore ketika air terjun di hadapan Kyuhyun memancarkan cahaya pijar keemasan perpaduan pantulan matahari sore juga air terjun di hadapannya. Mata Kyuhyun menatap berkeliling berusaha menemukan sesuatu yang mungkin tertinggal dari orang yang sangat ia cintai.



Hari ini adalah tepat dua bulan setelah Hagi menghilang ini juga ketiga kalinya Kyuhyun datang ke air terjun ini, terakhir kali datang ke sini Kyuhyun tidak bisa menemukan air terjun ini lagi, seperti orang gila Kyuhyun terus mencari air terjun ini karena baginya hanya air terjun ini yang seolah memberi ikatan pada Kyuhyun jika Hagi pernah ada dan pernah begitu ia cintai.



Jika saja Nam Young tidak memukul dan meneriakinya agar bersabar mungkin Kyuhyun hanya akan terus memilih berada di hutan ini ketimbang kembali ke Hanyang, Kyuhyun juga ingat pesan terakhir Hagi jika ia harus berusaha untuk bahagia bersama Hyunmie. Walaupun akan sulit Kyuhyun berusaha untuk mencoba.



"Sudah kuduga kau disini." Kyuhyun berbalik lalu tersenyum kecil pada sahabat di hadapannya lalu kembali menatap air terjun di hadapannya sendu.



"Aku hanya merindukannya dan tidak menyangka air terjun ini muncul kembali." Nam Young menepuk bahu Kyuhyun lalu ikut memandang air terjun di hadapannya.



"Mungkin dia merindukanmu..." Kyuhyun menatap Nam Young sendu.



"Mungkinkah? Aku malah berharap dia tidak merindukanku." Nam Young menatap Kyuhyun heran yang di balas senyum kecil dari Kyuhyun.



"Seharusnya sekarang dia mungkin sedang berbahagia jika dia tidak berbohong." Nam Young menatap Kyuhyun penasaran yang kembali menatap air terjun di hadapannya sambil menarik nafas dalam-dalam.



"Sepertinya ada yang tidak kau ceritakan padaku?" Kyuhyun kembali menatap Nam Young sambil tersenyum kecil.



"Itu rahasia..." setelah mengatakan hal itu Kyuhyun pergi meninggalkan Nam Young yang semakin penasaran terakhir setelah mengalahkan para pembunuh bayaran Nam Young hanya menemukan Kyuhyun sendirian di air terjun ini sambil menangis menatap air terjun dengan tatapan kosong, butuh setidaknya dua hari agar Kyuhyun mau menceritakan semuanya tentang Hagi yang terkena anak panah juga Hagi yang hilang begitu saja.



Sebulan kemudian setelah mencoba hidup tanpa Hagi, Kyuhyun tidak tahan dan akhirnya kembali kepulau Jeju berusaha kembali ke air terjun yang anehnya seperti hilang di telan bumi, butuh usaha keras untuk Nam Young membujuk Kyuhyun dan akhirnya berhasil. Di tambah biksu kepala juga menjelaskan semua ke ajaiban air terjun yang Kyuhyun cari yang kadang-kadang muncul dan menghilang karena tertarik arus waktu.



Walaupun begitu, sulit untuk Kyuhyun berjauhan dengan pulau Jeju hingga kadang tidak bisa membuatnya fokus pada pekerjaannya. Mau tidak mau akhirnya Raja Sejong melepas Kyuhyun sebagai kepala pengawalnya dan menerima saran Jong Seo untuk menjadikan Kyuhyun gubernur baru di pulau Jeju. Awalnya mentri Kim tidak setuju dengan keputusan Yang Mulia karena dengan begitu Kyuhyun jauh dari lingkungan istana dan akan sulit untuk Kyuhyun mendapatkan pangkat yang lebih tinggi nantinya, tapi setelah Jong Seo meyakinkan ayahnya baru mentri Kim melepas putra bungsunya itu.



Hyunmie sendiri sama sekali tidak keberatan dengan keputusan Kyuhyun baginya asal kehidupan mereka damai itu lebih dari cukup apa lagi setelah mendengar penjelasan langsung dari Jong Seo, Hyunmie akhirnya paham jika Jong Seo ingin melindungi Kyuhyun dan dirinya dari dendam Pangeran Suyang yang mungkin akan di rasakan oleh keduanya kalau masih di dekat istana.



Menteri Jang sendiri di tangkap langsung oleh Jong Seo sebulan yang lalu apa lagi setelah kemenangan Jong Seo di utara, Jong Seo memiliki pengaruh yang semakin besar di istana hingga mudah baginya menemukan tempat persembunyian mentri Jang. Tempat kepala pengawal sendiri di isi oleh Nam Young misi penyelamatan Hagi membuat Raja Sejong menginginkan Nam Young sebagai kepala pengawalnya untuk Changmin namja malang itu butuh waktu lama untuk sembuh Kyuhyun sempat sedih karena ternyata Changmin terluka parah tapi sebelum berangkat ke Jeju untuk pengangkatannya Changmin sudah bisa berjalan dan menemuinya untuk melepas kepergiannya.


__ADS_1


Changmin sendiri di anugrahi sebagai kepala prajurit istana setelah apa yang terjadi selama penyerangan di istana, mengenal seluk beluk dunia hitam membuat Raja tertarik pada Changmin dan mengangkatnya sebagai kepala prajurit istana karena semakin banyak pengikut yang Raja miliki semakin bagus untuk putra mahkota nantinya.



Nam Young menatap Kyuhyun sendu hanya karena bisa melihat air terjun itu kembali Kyuhyun nampak bahagia sudah dua bulan Nam Young jarang sekali melihat Kyuhyun tersenyum lega seperti sekarang.



"Apa kau sudah lebih baik?" Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap Nam Young sendu.



"Aku tidak baik- baik saja kau tahu itu, tapi setidaknya air terjun itu bisa membuatku lebih baik. Walaupun sedikit setidaknya aku bisa merasakan keberadaan Hagi, aku hanya berharap hanya aku yang merasakan rasa rindu yang menyakitkan ini. Karena rasanya semakin menyakitkan walaupun kenangan paling indah sekalipun yang aku ingat." Kyuhyun tersenyum miris lalu kembali berjalan meninggalkan Nam Young yang menghelah nafas pelan.



"Kau dengar itu Hagi... dia begitu menderita karena merindukanmu... ku harap seperti yang Kyuhyun katakan kau bahagia di sana."



***



Tahun 2018



Langit semakin sore ketika Hagi sampai di depan air terjun tempat terakhir ia di temukan dua bulan lalu, matanya sedikit berkaca ketika menatap air terjun di hadapannya. Sebulan lalu Hagi sempat kabur dari rumah dan berusaha mencari air terjun ini lagi yang entah kenapa bisa menghilang secara misterius.



Kemarin rasa rindu pada seseorang di masa lalu kembali memanggilnya kemari walaupun tidak yakin Hagi akhirnya menemukan kembali air terjun ini, menghapus air mata yang mulai jatuh Hagi terduduk di bebatuan di depan air terjun, seseorang menggerutu di belakangnya lalu terdiam setelah melihat air terjun di hadapannya.



"Apa ini? Jelas-jelas kemarin air terjun ini tidak ada, kenapa muncul lagi? Wah pantas jika air terjun ini di panggil air terjun hantu." Orang itu lalu duduk di samping Hagi lalu menatap Hagi yang masih sibuk menghapus air matanya.




"Padahal aku sudah berjanji padanya untuk berbahagia, tapi aku tidak menyangka akan jadi seperti ini." Hagi tersenyum miris lalu kembali menatap air terjun di hadapannya, dia marah pada Tuhan karena setelah tugas berat yang ia terima dan pulang dia tidak mendapatkan apapun di sini, Hagi tetap kehilangan cinta yang ia relakan di Joseon dan cintanya yang bahkan belum ia perjuangkan di sini sudah kandas begitu saja.



"Kadang aku masih tidak percaya dengan ceritamu, tapi jika di pikir kemana lagi kau pergi selama setahun ini jika tidak tersesat di tempat antah berantah yang kau sebut sebagai travel time." Sekali lagi Hagi tersenyum miris kenyataan itu memang tidak dapat di ubah, keluarga besarnya saja tahu kemana Hagi pergi selama setahun terakhir ini hanya saja tidak semua orang bisa menerima cerita Hagi akhirnya keluarganya menutupi dengan mengatakan jika Hagi di tolong oleh warga setempat dan hilang ingatan sehingga tidak di temukan.



Setidaknya cerita itu lebih masuk akal ketimbang time travel yang Hagi alami, orang yang kini ada di sebelahnya saja kadang lebih berpikir hal yang sama jika saja bukan dia yang menemukan Hagi pingsan di depan air terjun misterius ini.



"Nam Young_ssi apa dia baik-baik saja?" Hagi bergumam kecil sambil menatap kembali air terjun di hadapannya walaupun masih terdengar jelas oleh orang di sampingnya.



"Nama itu lagi, sudah kukatakan aku ini Lee Hyuk Jae bukan Nam Young. Apa wajahku begitu mirip dengan orang itu apa?" Hagi menatap bingung kearah namja di sampingnya sebenarnya Hagi tadi bicara sendiri tapi mengingat awal pertemuan Hagi selalu memanggilnya Nam Young sepertinya namja ini salah paham.



"Ah maaf tadi aku hanya berbicara sendiri, tapi jujur saja kau memang mirip sekali dengan Nam Young hanya saja sifat kalian berbeda." Hyuk Jae mengangguk pelan mungkin saja Nam Young yang Hagi sebut adalah kakek moyangnya.



Hagi menatap Hyuk Jae sambil tersenyum tipis, Hagi tidak menyangka orang yang pertama kali Hagi lihat di masanya adalah cucu buyut Nam Young sahabatnya di Joseon. Hagi memang berharap bisa melihat seseorang yang mirip dengan Nam Young di masa depan tapi Hagi tidak menyangka bisa secepat itu.

__ADS_1



Entah bagaimana caranya mereka jadi sering sekali bertemu secara tidak sengaja, karena kebetulan Hyuk Jae juga suka mendaki seperti Hagi dan akhirnya mereka memutuskan untuk berteman mengingat Hagi juga berhutang pada Hyuk jae karena menolongnya dua bulan lalu. Rasanya seperti tidak berpisah dengan Nam Young, Hagi merasa nyaman bersama Hyuk Jae walaupun sifat mereka yang jauh dari kata sama.



"Apa kau tidak ingin menemuinya? Mungkin saja dia masih menunggumu?" Seolah tahu maksud Hyuk Jae, Hagi kembali murung membuat Hyuk Jae menghelah nafas pelan.



Awalnya Hagi senang bisa pulang dia tidak menyangka setelah dia menghilang di hadapan Kyuhyun, Hagi terbangun di masanya walaupun sedikit tidak yakin karena melihat Hyuk Jae saat itu yang kebetulan mirip dengan Nam Young tapi ketika sadar pakaian yang di kenakan Hyuk Jae berbeda Hagi tahu dia sudah pulang.



Kedatangan Hagi di sambut isak tangis keluarganya tuan Park bahkan tidak segan memeluk Hagi dengan linangan air mata, saat itu Yesung oppanya sedang melakukan perjalanan bisnis di temani Hyunmie di Portugal dan setelah tahu adik kesayangannya pulang Yesung dan Hyunmie langsung pulang ke Korea.



Kesenangan Hagi mulai berkurang ketika setelah seminggu di masa depan ia tidak melihat seseorang yang selama ini selalu ada di sampingnya yang entah kenapa dulu Hagi sulit sekali untuk mengingatnya, perasaan gelisah mulai menghantui ketika hampir menginjak satu bulan kelurganya bahkan tidak menyinggung keberadaan orang yang ia nanti.



Hagi masih ingat hari itu dengan memaksa akhirnya Yesung menceritakan kemana orang yang ia nanti selama sebulan terakhir itu pergi, kata-kata Yesung saat itu bahkan lebih menyakitkan dari pada perpisahan dengan Kyuhyun di air terjun yang ia alami waktu itu.



"Oppa pikir seperti biasanya kau akan lupa pada Kyuhyun jadi kami tidak membahas tentang Kyuhyun di hadapanmu. Sekarang mungkin Kyuhyun sudah menikah dengan seorang anak konglomerat asal China, kau jangan salah paham dulu pada Kyuhyun. Namja keras kepala itu bahkan sampai sakit karena sibuk mencarimu di Jeju selama beberapa bulan Kyuhyun bahkan bermusuhan dengan paman Cho yang memintanya untuk berhenti mencarimu. Paman Cho akhirnya membawa paksa Kyuhyun ke China dan menetap di sana agar setidaknya Kyuhyun bisa melupakanmu jika berada jauh dari Korea. Beberapa kali Kyuhyun bahkan sempat melarikan diri ke Korea dan kembali tertangkap oleh orang-orang paman Cho. Puncaknya adalah bibi Cho yang sakit dan meminta Kyuhyun untuk menikah 3 bulan lalu. Aku tahu pasti hancurnya perasaan Kyuhyun saat itu ketika dengan frustasi meminta maaf karena menarik lamarannya padamu. Setelah pengorbanan dan usaha kerasnya untuk bisa menikahimu Kyuhyun harus menyerah karena kali ini sang ibu yang memohon padannya. Dia bilang selamanya wanita yang ia cintai hanya Hagi dimanapun Hagi berada sekarang. Saat itu kami tidak bisa mencegah Kyuhyun karena kami juga tidak tahu kapan kau pulang Hagi, kami bahkan tidak tahu kau masih hidup atau tidak. Akhirnya walaupun sedikit kecewa dengan keluarga Cho kami menerima keputusan Kyuhyun dan keluarganya. Setelah itu kami tidak pernah lagi berkomunikasi satu sama lain. Mungkin keluarga Cho juga malu pada kita karena membatalkan lamaran yang sudah Kyuhyun ajukan dari 6 tahun lalu."



Saat itu Hagi menangis pilu dia tidak tahu jika pria yang selalu ia lupakan ternyata sudah melamarnya sejak lama hanya saja saat itu tradisi keluarga Kim masih berlangsung jadi pelamar manapun minimal harus menguasai ilmu pedang, panahan juga bela diri, saat itu juga Hagi masih terlalu kecil untuk menikah jadi Kyuhyun harus menunggu untuk menikahinya.



Dan entah bagaimana caranya Hagi justru mengingat semuanya saat tidak sadarkan diri di Joseon membuat Hagi semakin tersiksa jika mengingat perjuangan Kyuhyun agar Hagi mengingatnya atau hanya sekedar mengingat namanya.



Hagi bahkan sampai jatuh sakit karena terlalu memikirkan semua kebodohan serta penyesalan yang ia rasakan hingga akhirnya rasa rindu pada Kyuhyun membuat Hagi kembali ke Jeju dalam keadaan sakit, tapi pada akhirnya Hagi justru tidak bisa menemukan air terjun itu lagi dan menangis di tengah hutan, saat itu kondisi Hagi benar-benar buruk untungnya beberapa pendaki menemukannya walaupun dalam keadaan pingsan dan cepat di larikan kerumah sakit di Jeju.



Butuh waktu lama untuk Hagi menerima semuanya jika saja ia tidak ingat dengan janjinya pada Kyuhyun  di Joseon untuk berbahagia setelah pulang, pertemuannya dengan Hyuk Jae juga membuat Hagi sedikit membaik. Setidaknya dua minggu lalu Hagi kembali mau memulai kuliahnya lagi keberadaan Dosen Lee Donghae juga membuat Hagi merasa ia masih di Joseon karena sangat mirip dengan Raja Sejong.



Dulu Dosen Lee pernah secara terang-terangan melamarnya walaupun pada akhirnya harus mundur karena sudah ada yang melamarnya, kala itu Hagi tidak ingat pernah bertanya prihal calon suaminya tapi seperti ada yang menutupi pikirannya Hagi lupa untuk bertanya. Walaupun begitu Dosen Lee tetap baik padanya dan menjadi tempat berbagi cerita yang baik setelah Hyunmie.



"Sebaiknya kita kembali, kau bilang kau mulai magang di salah satu rumah sakit di sini hari inikan?" Ucapan Hyuk Jae membuyarkan lamunan panjang Hagi, dia hanya mengangguk kecil lalu berdiri dari duduknya di ikuti Hyuk Jae.



"Rumah sakit disini sepertinya hanya memberiku izin satu bulan saja untuk magang. Rumah sakit di Seoul berencana menarikku padahal aku sudah bilang ingin di Jeju saja." Hyuk Jae memutar bola matanya sebal ketika melihat Hagi menggerutu kecil, untuk sebagian orang hal yang di alami Hagi justru menyenangkan karena kita tidak perlu repot-repot memohon untuk tempat magang kita.



"Terima saja suruh siapa kau terlalu genius semua orang masih memperebutkanmu setelah setahun kau menghilang. Mereka berpikir akan sia-sia jika kau magang di rumah sakit kecil disini." Hagi menghelah nafas kecil hal itu sedikit menyebalkan sekarang karena Hagi masih ingin terus datang ke air terjun ini sesering mungkin. Walaupun Hagi tidak yakin air terjun ini bisa ia temukan seperti hari ini.



Setidaknya hanya tempat itu yang memberikan kenangan nyata tentang dia dan Kyuhyun yang memiliki ikatan walaupun hanya sebentar. Tempat itu juga seolah menjadi pengobat luka juga rindu di hatinya ketika menyadari selamanya mungkin Hagi dan Kyuhyun tidak bisa bersama entah itu di masa lalu atau di masa sekarang.



"Kyuhyun_ssi apa kau bisa menjalani hidup dengan baik tanpaku? Karena sepertinya aku tidak bisa hidup dengan baik tanpamu..."

__ADS_1



bersambung


__ADS_2