
Aku merasa bodoh karena tidak bisa berbuat apapun untukmu
♡♡♡♡
Kadang kita lupa jika cinta yang besar tepat di samping kita, dia bisa menjelma sebagai apapun dan kadang mata kita selalu menutupi kenyataan itu.
Malam merangkak dengan cepat membuat suasana Hanyang di beberapa jalan terasa mencekam, udara dingin juga beberapa bandit mungkin menjadi alasan beberapa orang memilih tetap tinggal di dalam rumah, walaupun sedikit berbeda dengan jalan utama yang masih ramai dengan beberapa aktivitas.
Tapi hal itu sama sekali tidak menyurutkan niat Raja Sejong untuk pergi dari istananya yang hangat, padahal ia baru saja selesai menjamu utusan dari Yuan tapi rasa lelah sudah menguap dari tubuhnya setiap kali mengingat ia akan bertemu dengan Hagi.
Beberapa kali Raja Sejong tersenyum di atas kudanya para pengawal nampak menahan senyum ketika melihat Rajanya dalam mood yang baik setelah tekanan hampir seminggu terakhir ini. Tapi tidak dengan Kyuhyun, rasa cemas menyelimuti hatinya, sejak tadi dia sangat ingin meninggalkan acara penyambutan agar bisa mengetahui kondisi Hagi, tapi sekarang ketika Raja yang mendadak ingin bertemu dengan Hagi membuat Kyuhyun lebih cemas lagi.
Jika Hagi belum sadar semua orang yang terlibat dalam acara penyambutan bisa dalam masalah, sekalipun sudah sadar Kyuhyun takut Raja tetap mengetahui keadaan Hagi. Dan itu tentu tidak baik untuk ayahnya juga.
Kyuhyun akhirnya sadar kenapa Raja begitu sayang pada Hagi, bisa jadi selama ini Raja sudah menyukai Hagi, mengingat Raja Sejong sudah tau sejak awal jika Hagi perempuan. Dan jika benar Raja menyukai Hagi, bisa di pastikan Raja akan murka mengetahui kondisi Hagi sekarang.
"Jadi bagaimana menurutmu?" Ucapan Raja Sejong sontak membuat Kyuhyun sadar dari lamunannya Kyuhyun menatap teman sesama pengawal yang menatapnya penuh penasaran.
"Maaf Yang Mulia saya tidak begitu memperhatikan, sekali lagi maaf saya Yang mulia." Raja Sejong menghelah nafas pelan, Raja Sejong berpikir mungkin saja sekarang Kyuhyun sedang memikirkan mentri Kim ayahnya. Mengingat acara penyambutan berjalan lancar, seperti diingatkan Raja Sejong kembali memikirkan langkah selanjutnya yang harus ia ambil untuk menarik hati mentri Kim kembali.
"Aku bertanya bagaimana perasaanmu setelah melihat Hagi tadi?" Kyuhyun terpaku pertanyaan Raja Sejong membuatnya tersenyum kecil ketika mengingat betapa mempesonannya Hagi saat berpenampilan perempuan saat di acara penyambutan tadi siang.
"Saya terkejut Yang Mulia, sepertinya hanya saya saja yang tidak tahu jika Hagi perempuan." Mendengar ucapan Kyuhyun Raja tertawa kecil, memang sepertinya Kyuhyun selalu menganggap Hagi seorang pria selama ini.
"Benarkah? Kuharap kau tidak jatuh hati pada nya. Dia milikku, milik Rajamu. Apa kau bisa memahaminya?" Ucapan Raja sontak membuat Kyuhyun membeku di atas kudanya. Kyuhyun memang berpikir jika Raja menaruh hati pada Hagi, tapi Kyuhyun tidak menyangka jika Raja sampai melarangnya untuk menyukai Hagi. Setelah bisa menguasai ekspresinya Kyuhyun menunduk.
"Saya patuh pada Yang Mulia." Mendengar ucapan Kyuhyun Raja Sejong bernafas lega sedangkan Kyuhyun entah kenapa hatinya terasa sakit ketika menyanggupi perintah Rajanya, Kyuhyun bahkan tidak yakin bisa mematuhi perintah Raja yang satu ini.
Sejak awal bertemu dengan Hagi, Kyuhyun sudah tertarik pada Hagi walau pun Kyuhyun terus menyangkal karena mengira Hagi pria tapi pada akhirnya Kyuhyun menyerah dan membiarkan perasaan itu tumbuh hingga akhirnya Kyuhyun tahu jika Hagi adalah seorang perempuan.
__ADS_1
Kyuhyun menatap para pengawal lain yang sepertinya menatap Kyuhyun kasihan, selama ini Kyuhyun terlalu memperlihatkan kepeduliannya pada Hagi hingga yang lain menyadari nya. Kyuhyun hanya bisa menarik nafas sesak berusaha menahan perasaan menyakitkan yang muncul dari hatinya, Kyuhyun menggeleng pelan bukan saatnya untuk memikirkan hal itu ada hal yang lebih penting lagi yang kini menanti di depan mata nya.
Mereka kini sudah sampai di depan rumah bordir, Nam Young sudah menunggu di depan gerbang bersama nyonya Young ae juga mandornya.
"Selamat datang Yang Mulia." Nyonya Young ae menunduk di ikuti oleh Nam Young dan Mandor Kang, sesaat Raja Sejong menatap heran kearah ketiganya, Karena lagi-lagi Hagi tidak menyambut kedatangannya. Kyuhyun kali ini benar-benar cemas dia ingin sekali berlari dan melihat langsung kondisi Hagi, tapi keberadaan Raja Sejong disini tidak bisa membuat Kyuhyun melakukan apa yang ia inginkan.
"Mana Hagi? Aku pikir semua sudah selesai kan? Alasan apa lagi yang membuatnya tidak menyambutku?" Ucapan Raja Sejong membuat Nyonya Young ae menatap Nam Young gugup dan hal itu terlihat jelas oleh Raja Sejong.
"Ada apa ini?" Raja Sejong mulai curiga.
"Sebaiknya Yang Mulia masuk terlebih dahulu akan saya jelaskan nanti." Nam Young langsung memberi sedikit pengertian pada Rajanya karena ini masih di luar dan bisa saja menarik perhatian orang lain, Raja Sejong yang mulai memiliki firasat tidak baik langsung masuk di pandu oleh mandor Kang melewati nyonya Young ae yang mulai gelisah.
"Apa dia baik-baik saja?" Kyuhyun sempat berbisik pada Nam Young, tapi namja itu hanya diam sambil terus berjalan di belakang Raja Sejong begitupun juga Nyonya Young ae.
Mandor Kang dan Raja Sejong berhenti tepat di sebuah paviliun di samping Rumah bordir, kasim Choi langsung memerintahkan para pengawal untuk mengelilingi paviliun itu kecuali Nam Young dan Kyuhyun.
"Kenapa kita disini? Apa Hagi ada di dalam? Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan?" Kali ini Raja Sejong mulai gusar karena nyonya Young ae masih diam tidak bersuara.
"Maafkan kami Yang Mulia, kami pantas mendapat hukuman dari Yang mulia." Ucapan Nam Young sontak membuat Raja Sejong terkejut.
"Apa maksud kalian?" Pertanyaan Raja Hanya di balas isak tangis nyonya Young ae, membuat Raja Sejong akhirnya mengerti jika Hagi dalam keadaan tidak baik.
Tanpa menunggu lama Raja Sejong masuk kedalam Paviliun diikuti kasim Choi juga Kyuhyun. Raja Sejong berlari kearah Hagi yang kini masih belum sadarkan diri, terlihat jelas Raja cemas melihat keadaan Hagi yang begitu parah.
"Apa yang terjadi padanya?" Raja langsung bertanya pada tabib di sebelahnya yang menatap Nyonya Young ae yang berdiri di depan pintu kamar lalu mengangguk memberi izin pada tabib untuk menjawab pertanyaan orang di samping nya.
"Saya sudah bisa menghentikan pendarahan di dalam tubuhnya, tapi saya belum bisa menangani efek samping dari tonik yang nona ini minum, hanya ginseng merahlah yang bisa membuat suhu tubuh nona ini stabil." Raja Sejong menatap tabib di sebelahnya bingung, lalu matanya baru menyadari jika tabib sedang memasukan tangannya kedalam Chima Hagi.
"Apa maksudnya ini? Kenapa aku tidak tahu jika Hagi terluka?" Kali ini Raja Sejong nampak murka lalu menatap Nyonya Young ae dan Nam Young penuh amarah, sedang Kyuhyun namja itu hanya bisa memejamkan matanya sambil mengepalkan tangan menahan emosi. Dia memang tidak bisa melihat kondisi Hagi, tapi jika Raja Sejong semurka itu Hagi berarti dalam keadaaan tidak baik. Nam Young dan nyonya Young ae kembali berlutut di hadapan Raja Sejong.
__ADS_1
"Ampuni kami Yang Mulia." Mendengar ucapan itu Raja Sejong hanya bisa memejamkan mata, dia berusaha menahan emosinya.
"Sekarang bagaimana caranya agar dia bisa siuman? Bagaimana agar dia bisa membaik? Katakan padaku?" Tabib yang sejak tadi mulai sadar siapa yang ada di sampingnya mulai gugup, sedikit saja kesalahan dia bisa mati.
"Ampuni saya Yang Mulia, nona ini memiliki suhu tubuh Yang minus, saya butuh Ginseng merah untuk mengembalikan suhu tubuh nya, jika tidak bisa nona ini bisa mati." Ucapan tabib sukses membuat semua orang terkejut terutama Raja Sejong.
"Apa? Kau jangan main-main? Aku bisa menghukummu jika terjadi sesuatu padanya." Tabib itu membungkuk lalu meminta ampun pada Raja Sejong.
"Saya tidak berani Yang Mulia." Tiba-tiba Kyuhyun masuk lalu berlutut di hadapan Raja Sejong.
"Yang mulia yang terpenting sekarang adalah mengobati Hagi, saya dengar Yang Mulia selalu meminum tonik dari ginseng merah, izin kan saya untuk membawa ginseng merah dari klinik istana Yang Mulia." Raja Sejong menatap kasim Choi bertanya yang di balas anggukan kecil dari Kasim Choi.
"Kau tetap disini, kasim Choi suruh salah satu pengawal mengambil ginseng merah sekarang juga." Kyuhyun siap kembali menjawab ketika Raja Sejong menatapnya tajam.
"Aku yakin kau juga pasti tahu tentang ini bukan? Kalian bertiga harus menjelaskannya padaku." Ucapan Raja kali ini membuat Kyuhyun bungkam, sekarang dia bukan hanya merasa tidak berguna untuk Hagi tapi juga untuk ayahnya, karena pasti Yang Mulia akan bertanya tentang siapa Yang melukai Hagi.
"Maafkan kami Yang mulia, kami juga ingin melaporkan hal ini pada Yang mulia, tapi Hagi berkeras melarang kami untuk memberitahu Yang mulia, Hagi punya pemikiran sendiri tentang hal ini." Nam Young berusaha menjelaskan sebisanya, walaupun sepertinya Raja Sejong tidak menerima begitu saja alasan Nam Young, tapi untuk sesaat Raja Sejong menghela nafas pelan lalu menatap Kyuhyun yang nampak gelisah. Seolah melupakan keadaan akhirnya Raja bisa memahami perasaan Hagi.
"Kenapa kau menanggungnya sendirian? Apa sebegitu tidak percaya nya kau pada Rajamu ini?" Kali ini Raja kembali menatap Hagi yang masih memejamkan mata nya, Raja menggenggam tangan Hagi yang masih dingin membuat Raja muda itu semakin khawatir.
"Apa pengawal Jang masih belum sampai?" Kali ini Raja Sejong bertanya pada kasim Choi yang menunduk tanda jika pengawal yang di perintahkan untuk mengambil ginseng merah belum datang.
Kyuhyun sekarang bisa dengan jelas menatap Hagi yang sepucat kertas, keringat membanjiri wajahnya, badan Hagi bergetar menahan dingin. sangat berbeda dengan penampilan menawan Hagi tadi siang saat di istana. Rasa bersalah semakin menyelimuti hatinya ketika menyadari bahkan untuk membalas rasa sakit Hagi, Kyuhyun tidak mampu. Kyuhyun hanya kembali menunduk lalu mengepalkan tangan juga mengetatkan rahangnya hingga terasa sakit demi menahan setiap emosi yang menyesaki hatinya.
Beberapa saat kemudian suara orang berlari dari arah luar ruangan memecah keheningan, kasim Choi masuk sambil membawa sebuah bungkusan.
"Ginseng merah sudah datang Yang Mulia." Ucapan Kasim Choi membuat semua orang di ruangan itu menghela nafas lega.
"Cepat buat toniknya sekarang juga." Ucapan Raja Sejong langsung di patuhi oleh tabib yang kini dengan gerakan cepat berdiri lalu membawa ginseng merah di tangan kasim Choi.
__ADS_1
bersambung