To Be Champs

To Be Champs
ep 9


__ADS_3

di parkiran akademi bola SMP


bruummm


mobil kuno dengan knalpot yang mengeluarkan asap.


mobil itu berhenti dan menurunkan 2 orang, salah seorang terlihat sangat tua dan satunya lagi seorang anak muda yang masih segar bugar.


"ini tempatnya sir" tanya pemuda itu pada pria tua


dengan aksen Inggris British mereka mengobrol


pria tua itu lantas menjawab anak muda itu, "yah ini dia , Alex"


mereka menutup pintu mobil tua itu dan mulai berjalan memasuki gedung yang cukup besar itu, saat ia memasuki pintu seorang pria yang nampaknya penting menunggu sembari tersenyum.


pria tua yang melihat itu nampak tak senang dan mengomelinya karena tersenyum.


,"kau tersenyum setelah menjadi pemilik akademi ini huh, sialan, anak muda jaman sekarang..." bla bal bla


pria yang tersenyum itu tidak marah dan melayaninya dengan ramah


Alex yang berada di belakang meminta maaf pada pria yang menjaga pintu itu atas sikap sir itu. "tak apa aku tahu sifat sir Freddy lebih dari kau nak".


mereka nampaknya saling kenal...


setelah masuk lebih dalam , para staf yang melihat pria itu menundukkan kepala mereka dan bahkan pria tadi yang sebenarnya pemilik sekolahan ini juga ikut tertunduk.


pria muda yang memiliki perawakan manusia normal serta matanya yang biru itu mencatat apa yang pria tua Freddy itu katakan padanya.


"baik, sudah sir"


sir Freddy duduk di ruangan dekat kaca yang mengarah langsung ke lapangan untuk merekrut pemain baru, lelaki 30 tahun yang menjadi pemilik sekolahan ini lantas ikut duduk dan menyuruh stafnya untuk dibuatkan minuman.


sembari melihat ke arah lapangan sir Freddy mengatakan pada pemilik sekolahan ini.


"aku memberikan hartaku untuk membangun sekolahan ini bukan hanya untuk mengeluarkan pemain pemain liga dalam negri saja kau tahu kan, sudah 5 tahun berlalu lulusan dari ekskul lain sudah berkancah di luar negeri, namun untuk sepakbola hanya mampu menembus di klub-klub Asia saja kenapa?"


brukk


sir Freddy menggebrak meja , pria tua yang sudah tak memiliki rambut lagi itu, serta wajahnya yang keriput marah.


Alex terkejut , pria di depannya berkeringat tanda tak bisa mengelak hal itu, mereka yang ada disana diam saat pria tua itu marah tak ada yang mau menjawab pertanyaan itu.

__ADS_1


alasan mereka sangat menghormati dia adalah karena, semua biaya membangun sekolahan ini ditampung oleh pria itu dulu, dan sir Freddy adalah pengusaha nomor 1 di Indonesia yang memiliki kekayaan terbesar di Asia serta mempunyai perusahaan yang sangat bersaing di pasar asing.


perusahaannya AI industry yang berkecimpung di bidang teknologi, menjadi salah satu perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia .


dia berdiri dengan tongkat kayu yang ia pegang , Alex yang di pekerjaan olehnya hanya bisa mengikutinya kemanapun yang sir Freddy inginkan, "aku akan turun melihat para anak muda itu".


katanya sembari melihat ke arah pemilik sekolah ini yang tertunduk diam.


...****************...


setelah tes kedua selesai semua pemain diberikan warna yang berbeda.


ada merah,kuning,hijau,biru dan lainnya


Zaki dan Andre yang maju mendapatkan warna yang sama dan berada di tim yang sama , sementara Petrus yang mendapatkan giliran terakhir mendapatkan warna yang berbeda.


Zaki, Andre. Tim- merah


Petrus tim - Biru


Petrus yang berposisi sebagai pemain tengah langsung menjadi starter karena kemampuannya di tes sebelumnya, begitu juga Zaki dan Andre.


Zaki dan Andre akan melawan tim hijau yang mana lawan yang mereka hadapi adalah orang yang sombong tadi, sembari tertawa menyebalkan pria dengan rambut terbelah dia itu mengatasi Zaki dan Andre yang menjadi striker di depan.


Zaki dan Andre diam , mereka berdua berada di tim yang terlihat..... menyedihkan bisa dibilang Zaki dan Andre diberi pemain yang diluar standar.


mereka terlihat pasrah dan tidak memiliki semangat.


lalu panel muncul saat Pluit akan dibunyikan


[misi tersembunyi: kalahkan tim musuh dengan mencetak 8 gol dan 2 assist, Hadiah kotak emas , kegagalan misi: kaki pemain akan mengalami keram selama 1 jam]


pritttt


Pluit dibunyikan bola yang berada di tim hijau mulai ditendang, pemain yang menyebalkan tadi langsung membawanya tanpa mengoper ke teman satu timnya."kalian lama , akan kubawa saja sialan !!"


"apa , kau ingin dipandang oleh para senior sial"


dia berlari ke arah Zaki , dan dia melewatinya, Zaki diam sementara Andre berusaha menjaganya, dia menjegal nya , namun tak berhasil.


dia yang mendapatkan bola terus berlari melewati tim yang panik itu.


dan saat sudah di depan gawang

__ADS_1


Bammm


Dia berhasil mencetak gol ketika waktu masih 1 menit .


"hahahaha lihat itu sialan siapa yang pecundang sekarang"


dia melakukan selebrasi yang terlihat memprovokasi, wasit tidak senang dengan itu dan memberi peringatan padanya.


Andre melihat Zaki dan saat ia mendekatinya dia melihat tatapan yang sama seperti waktu itu, untuk itu dia tersenyum.


melihat tim-nya yang pasrah dan bahkan menyalahkan satu sama lain Andre yang memiliki jiwa kapten mulai berkata.


"oh jadi begini saja kemampuan kalian?, kalian baru kalah 1 - 0 dan mulai putus asa dan menyalahkan orang lain, kalau begitu buat apa kalian tetap disini?, toh yang lain juga ingin main , kalian berjuang sejauh ini hanya untuk kalah?, apakah hanya segini! pengecut sialan, apakah kemampuan kalian segini, lihat bangku cadangan disana mereka sangat ingin bermain , kalian orang yang lebih unggul ingin kalah , sial pengecut, dasar para ayam sialan". Andre memalingkan badan


semua pemain tim merah terdiam, mereka menggerakkan gigi mereka, dan menggerakkan tangan mereka, "sialan !!, lihat saja akan ku buktikan apa yang kau katakan itu salah".


tentu saja Andre, kau memancing mereka dengan kemarahan , lihat wajah mereka itu ....


ucap pengawas di pinggir lapangan.


kick off dimulai kembali Zaki yang mendapatkan bola langsung diterjang oleh Adrian yang berlari ke depannya, sementara Zaki hanya diam Andre yang melihat Zaki mendapatkan bola langsung berlari, sekaligus menyuruh rekan timnya untuk berlari ke depan.


"tapi dia pasti akan kehilangan bola?"


seorang pemain bertanya


"jika kau ingin menang sebaiknya kau dengar apa kataku, dia adalah Raja"


Adrian yang melihat kosong di bagian tengah pertahanan musuh langsung segera berlari dan menerjang Zaki.


.......


dia mengira bolanya berhasil ia dapatkan namun .


Zaki melakukan gocekan **indah dan langsung mengumpan jauh ke depan .


Bamm**


"apa"


para pengawas yang melihat itu kaget melihat semua pemain tengah tim merah maju .


hingga umpan Zaki dan gocekannya menyadarkan mereka jika Mereka telah melihat 'RAJA'

__ADS_1


__ADS_2