To Be Champs

To Be Champs
ep 62


__ADS_3

Pelatih masuk dan mengatakan sekata dua kata sebagai pembuka , untuk kemudian ia menyuruh stafnya untuk mengeluarkan barang barangnya , dia mengeluarkan papan dengan 22 magnet yang menempl pada papan dengan ilustrasi bola itu,


   dengan taktik 4-4-2 yang menempel pdan papan yang berwarna , sudah dipastikan mereka akan menerapkan tak tik yang biasa dilakukan saat latihan , yang mana jesper mengandalkan pemain tengahnya untuk menjadi penggerak semua serangan tim , yang mana lucas berada di tengah sebagai CM , zaki tak mendengarkan jesper . ia melihat ke arah figo yang sedang fokus mendengarkan jesper yang menjelaskan peran masing masing orang .


    "pemain bek , yang berada di belakang akan sedikit maju dan untuk membendung jika ada serangan balik lucas kau tahu apa maksudku kan" menunjuknya.


"siap coach"


lucas yang memang jadi pemimpin di tengah lapangan, jadi jesper sangat percaya dia mampu menerapkan strateginya.


"kita akan bermain dengan tempo yang cepat dan dengan disiplin, sesuai latihan kita akan menggunakan bola bola pendek namun cepat. . prediksi ku tim lawan akan menggunakan high pressing jadi . aku mengharapkan banyak dengan kalian . baiklah asistenku akan mengatakan siapa siapa saja yang menjadi starting line up" mundur kebelakang untuk mempersilahkan asistennya .


    "terima kasih coach, baiklah aku akan menyebutkan , kiper akan diisi oleh albert . right back diisi oleh murf, cb evan, dan sid. left back mateo. " dan seterusnya hingga ke bagian pemain penyerang. "cm diisi oleh lucas sebagai false 9 yang akan sedikit lebih naik untuk membantu kedua penyerang sebagai penggerak serangan. cf zaki, dan figo kalian akan berduet yah walaupun kalian tak saling mengenal aku harap kalian dapat menemukan tempo kalian dilapangan" setelah itu asisten kembali mundur untuk mempersilahkan jesper untuk berbicara kembali,sebagai pemutup .


ia maju untuk kemudian membuka jaketnya , yang ternyata ia mengenakan kemeja didalamnya , walaupun tingginya hanya sekitar 160 cm , dia cukup berotot . rambutnya yang dipotong menjadi tipis membuatnya gagah dan menakutkan. "baiklah , dengarkan kalian para rookie , aku tak peduli hasilnya hari ini, tapi aku harap kalian dapat mengeluarkan semua kemampuan kalian di pertandingan pertama kalian, baiklah " ia memajangkan tangannya kedepan mereka yang sudah berdiri , lalu diikuti mereka yang menumpuk tangannya diatas tangannya.


   "satu  dua tiga"


dan secara bersamaan mereka mengangkat tangannya bersamaan sembari berteriak .


  "anderlecht!!!!" serentak , bahkan ada yang berteriak cukup keras saking semangatnya .


.

__ADS_1


.


pemain berbaris di koridor pintu masuk , zaki yang diberi tugas untuk menjadi kapten memakai ban kapten di tangan kanannya , ia sekarang berada di posisi paling depan diikuti kiper dan pemain lainnya dibelakangnya mukannya yang tenang merupakan kedok kekesalannya karena dipaksa memakai ban kapten oleh mateo yang seharusnya memakai itu. namun pria brazil itu dengan sengaja mendekati zaki hanya untuk menempelkan ban kapten di tangannya .


      zaki yang tahu itu tak mau , karena ia sangat benci menjadi kapten , namun timnya bukannya membantunya malah mendorong zaki untuk menjadi kapten dan bahkan jesper juga malah menyuruh asisestan untuk mengganti nama kapten dengan nama zaki.


  'sialan aku benci ini' muka tersenyum batin tersiksa.


anderlecht yang berbaris dengan rapi danpa mengatakan sepatah katapun di cemooh oleh tim lawan yang baru saja selesai , kapten mereka adalah pria besar bernama julius berada disamping zaki , pria yang pendiam itu melihat ke zaki yang lebih pendek darinya 12 centi . ia tak merasakan apapun saat didekat zaki, ia tak merasakan intimidasi dan aura pemain berbakat yang pernah ia lawan untuk itu dia.


    "seorang biasa" katanya keras.


zaki hanya melakukan skretching kepalanya ke kiri dan kekanan seolah tak mendengar apapun, "hey mengapa kalian serius begitu? apa kalian takut karena tak ada dia kekeke" kata pemain gent meledek. "yah kalian akan dibantai oleh kapten kami , kalian tahu dia adalah titisan CR7 klian tak akan bisa menang bodoh" tambah pemain yang lain . diikuti tertawaan mereka yang tak digubris oleh anderlecht .


   setelah itu wasit berjalan maju untuk keluar , untuk kemudian diikuti kedua tim masuk ke lapangan . walaupun hanya beberapa yang menonton pertandingan umur namun semua pertandingan mereka di siarkan live di platfrom liga mereka dan sebuah platform popular WITCH agar bakat mereka terekspos.


mereka berbaris untuk kemeduan menyalami satu sama lain ,


zaki yang menjadi kapten pergi untuk bertemu wasit yang memimpun , begitu juga julius yang menatap zaki remeh.


"baiklah kalian , siapa yang akan memilih koin dengan wajah, atau angka"  kata wasit mengeluarkan koin . saat zaki akan berkata . julius dengan cepat. "aku pilih wa-"


    "angka!" cepatnya .

__ADS_1


berhubung jawaban mereka berlawanan koin dilemparkan ke atas . koin itu berputar di udara untuk kemudian jatuh di tangan wasit , yang kemudian membuka tangannya. "baiklah , angka" katanya" baik kau ingin lapangan atau bola" tanya wasit pada julius yang tersenyum.


"bola"


   "baik , kau dan tim mu mendapatkan lapangan , kau ingin yang kanan atau kiri" tanyanya


"kanan" jawabnya


 setelah itu mereka bersalaman pada asisten wasit dan wasit  untuk kemudian mereka berdua saling bersalaman.


saat bersalaman itu, julius yang merasa tenaganya lebih besar , menggengam tangan zaki kencang .


   ia melihat wajah zaki , yang mengira ia kesakitan . namun julius melihat tatapan dingin tanpa perasaan menatap matanya seolah tak takut , melihat itu julius segera ingin melepas tangannya namun . tak bisa tangannya tak dapat bergerak .'sial tanganku sialan lepas apa aku kalah oleh nya' katanya dalam hati .


   ia yang berusaha menarik tangannya dengan tenaga bahkan kedua tangannya kemudian melihat kembali ke wajah zaki. saat itu dia melihat , perasaan yang sama . perasaan saat ia bersama orang orang dengan bakat yang mengerikan , namun kali ini lebih menyeramkan.


      bayangan aura zaki seperti tersenyum padanya .


zaki yang melihat wasit menoleh ke arah mereka . melepas tangannya untuk kemudian bergegas pergi ke timnya .


   sementara julius memegang tangan kananya yang memerah dangan tapak tangan zaki di tangannya ."arrgh"


"apa kau tak apa , " tanya wasit yg melihatnya. "tak tak apa" bergegas pergi.

__ADS_1


peluit dimulut wasit, wasit dengan kepala pelotos, melihat kedua jam ditangannya . untuk kemudian melihat ke arah hakim garis yang selesai memeriksa lapangan . mereka semua mengangguuk dan wasit meniup peluit pertandingannya "priit priit priit" pertandingan mereka dimulai begitu juga kamera yang disusun mulai merekam pertandingan dari berbagai sisi di lapangan stadion kecil itu.


__ADS_2