To Be Champs

To Be Champs
ep 42


__ADS_3

zaki diberi kamar besar di rumah itu, awalnya zaki menolak untuk menerima kamar yang besar itu, namun karena dipaksa ia harus menerima dengan lapang dada dan harus tidur dengan kamar super besar itu.


 "ya aku harus menerima kamar ini" katanya yang membuka bajunya untuk mandi .


kamar yang luasnya 10 meter itu , berisi kasur yang besar dan empuk kamr mandi pribadi, dan ruangan yang entah apa fungsinya , larena itu kosong . semua isinya nampak mahal dan mewah .


      'astaga jika aku menjatuhkan barang barang ini mungkin aku tak akan mendapatkan gaji dan malah mendapatkan denda' zaki perlahan berjalan agar tak membuat barang barag jatuh atau rusak . dia sudah membuka semua pakaiannya dan masuk ke kamar mandi yang memiliki kolam kecil ditengahnya . 'ya ampun bahkan ada kolam di dalam kamar mandi, tempat ini sangat mewah tapi aku kesini ingin mandi' masuk ke kamar mandi dan menghiraukan kolam yang nampak hangat itu.


"shower, ya ampun aku terbiasa pakai gayung" ucap zaki yang menggerutu karena tidak ada gayung.


memulai mandinya zaki teringat momen momen dalam hidupnya yang tak akan pernah ia lupakan , momen menyedihkan dirinya dulu . dirinya yang ceroboh. dan tak berguna .dirinya yang selalu berpikir semua hal yang ia alami karena salahnya . namun ia tidak dapat mengingat apapun yang terjadi sebelum ia kembali ke masa lalu.


       ia hanya mengingat , setelah ia melihat piala dunia dia pergi ke taman dan ditaman.


ia tak dapat mengingat dengan jelas apa yang terjadi.  seolah olah hal itu tak pernah terjadi.


keluar dari kamar mandi, zaki yang masih mengenakan handuk di badannya melihat seorang pelayan yang membereskan kamarnya . "emm maaf aku ingin mengambil bajuku" ucap zaki yang berusaha mendekati koper di dekat wanita itu.


     selihat zaki yang tak memakai baju , wajah wanita itu memerah dan berlari keluar karena malu. "maafffkan aku" berlari dan menutup pintu kamar yang berada di lantai 2 itu.


melihat itu ia hanya dapat heran karena sikap pelayan itu. "apa ada yang salah, yah bodo amat lah ...... oh sial aku belum menelepon kak rose" berlari untuk mengambil teleponnya .


      diluar kamar si pelayan wanita tadi yang berlari keluar , berjalan menuju ruangannya . di pikirannya ia masih membayangkan tubuh zaki yang begitu seksi dimatanya itu, 'astaga apa yang kau pikirkan , dia baru 16 tahun' berusaha sadar, namun sepertinya ia tak dapat menghapusnya dari kepalanya. wajah wanita 20 tahunan itu memerah dibuatnya.


    "hey jessica ... hey" teriak zake yang tengah membersihkan kaca di luar rumah .wanita itu tak melihat dan mendengarkannya. "ya ampun jessica!" teriaknya . namun masih tak dapat menyadarkannya . dia yang kesal berlari dan berteriak di kupingnya .


"JESSICAAA!" teriaknya .


teriakan itu jelas membuat wajita yang rambutnya ikal itu terkejut dan dengan refleks menampar wajah zake yang tepat di sampingnya. "ahhhhhh"

__ADS_1


plakk!


"aduh ya ampun jessica" memegangi pipinya yang ditampar begitu keras . jessica melihat ke arah zeke dan memarahi pria yang baru saja ia tampar itu. "apa maksudmu zake kau kau mati, jangan lakukan itu lagi lihat apa yang sudah kau perbuat kan" mengomel kesal .


    zake berusaha untuk membela dengan alasan yang sebenarnya masuk akal. "siapa suruh kau tak mendengarkan aku, bahkan aku sudah berteriak kau masih seperti ... aneh wajahmu memerah !" beralasan.


"alasan , sudah aku ingin kembali ke dapur" memalingkan wajah .


     zake  yang ingin mengatakan sesuatu berteriak. "bagaimana dengan kamar tuan zaki apa kau sudah membereskannya sesuai perintah tuan luke" ucapnya pada jesicca di depannya.


 mendengar itu jessica kembali memikirkan tubuh milik zaki dan membuat wajahnya memerah.


melihat ia diam dan memerah zake yang memiliki  kepribadian jahil . menggodanya.


        "ooooh mengapa wajahmu tiba tiba merah, oh aku tahu kau menyukainya kan hehehe pandangan pertama" ledeknya bernyanyi.


sudah jelas apa yang dilakukannya hanya membuat situasi semakin buruk, jessica mendekati nya dan mendaratkan tangan di sisi pipi lainnya , plakkk


"uuuu sa kit " mengusap pipinya .


'sial aku seharusnya melanjutkan pekerjaanku tadi '


........................................................................................................................................................................................


tidak ada yang terjadi saat malam hari tiba, semuanya beritirahat di tempatnya masing masing begitu juga zaki, ia yang sudah menelepon kak rose dan membicarakan banyak hal termasuk tentang kejadian yang baru saja terjadi pagi tadi . yah waktu mereka berbeda. jadi saat di belgia siang , di sana baru saja pagi.


    tak ada yang terjadi setelahnya , hanya suasana sunyi kompleks itu yang membuat zaki tertidur hanya dengan memejamkan matanya saja..


sementara ia tertidur di waktu yang bersamaan si wartawan mulai melaporkan hasil kerjanya ke bosnya . dan hanya butuh beberapa jam ratusan koran berhasil dicetak dengan headline foto zaki ,robert dan luke yang berjalan bersamaan. dia juga menuliskan beritanya di websitenya sendiri sebagai sumber tambahan penghasilannya.

__ADS_1


    "ya hehehe tulis ini bagus" menulis di laptop nya seperti orang yang kesurupan . isi nya memang bukan merupakan fakta , namun dia percaya jika pria yang dibawa kedua legenda itu adalah pemain yang sedang dibicarakan orang2 di internet .


     ia menuliskan di blognya dengan cepat , seperti isi kepalanya juga masuk ke dalamlayar komputer itu.


setelah selesai, ia meregangkan tubuhnyadi kasur yang merupakan kasur apartemennya . namun ia tak akan pernah menyangka setelah ia menguplod di blognya akan membuat orang tertarik ke dalam blognya .


     koran koran yang baru dicetak mulai di sebar ke penjuru negri . dan akan membuat kehebohan.....


noood nooood noood noood


suara alarem yang sangat berisik di sebuah kamar . tubuh manusia dikamar nampak seperti orang mati . bahkan setelah alaram yang membangunkan seisi apartemen itu ia masih tak bisa bangun dari kasurnya .


      "baik baik aku bangun"


nooood noood nooo-


ia terbangun dan mematikan alarem yang sangat menggangu itu.


    melihat jam yang menunjukan di jam 8 pagi membuatnya sedikit malas. "sialan masih pagi" melewati laptopnya dan berjaan ke dapur. ia berdiri dan dengan tubuh yang masih mengantuk ia mengambil gelas di rak atas dan membuat kopi yang ia buat tanpa gula.


berjalan kembali ke kamarnya untuk mengambil laptopnya .


dengan tangan kanan yang memegang kopi ia menggunakan tangankirinya untuk membawa laptop itu. ia melakukan hal yang biasa ia lakukan . mendekati kaca apartemen yang terdapat kursi dan meja kecil di sana . si wartawan yang namanya ricky itu mulai duduk dan menyalakan laptopnya . ia berdiri sejenak untuk melihat ke arah jendela yang memperlihatkan matahari terbit , menyeruput kopi hangatnya .


      lalu duduk untuk melihat komputernya . dan disini ia mulai terkejut. matanya yang loyo . pun terbuka saking terkejutnya.


disana ia melihat jika ada 9999+ pesan yang belum ia baca . melihat itu ia hampir menyemburkan kopinya ke laptop.


beruntung ia dapat menahan dirinya sendiri.

__ADS_1


"WHAT THE FUC    K"


__ADS_2