
* Zaki terbangun dari ranjang yang empuk dan nyaman itu. ia belumpernah merasakan bangun tidur seenak itu. tubuhnya seperti dipijat dan tidurnya benar benar nyenyak. rambut acak acakan serta hanya mengenakan ****** **** zaki berdiam diri sejenak di kasurnya . ini adalah jam 4:30 waktu belgia yang mana perbedaan waktu indonesia dan belgia berbeda 5 cepat lebih cepat indonesia.
matahari yang belum keluar dan orang orang masih tidur karena gelap . dia melangkah ke kamar mandi dan melakukan mandi pagi sesuai rutinitasnya setiap hari.
"jasmine belum membalas pesanku" melihat ponselnya setelah mandi, ia menggosok rambutnya yang basah dengan handuk . 'apa yang terjadi di sana ' menghawatirkan wanita pujaannya itu.
setelah menutup telepon . zaki tak terbiasa bangun tidur langsung membuka ponsel . ia menyimpan handphonenya di meja dekat lampu tidur yang nampak antik itu . lalu setelahnya zaki melakukan pemanasan dengan meregangkan tangannya dan melakukan pemanasan di ruang yang luas itu. dia tak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana kolor favoritnya.
"baiklah 1000 push up mari mulai" katanya memulai push up di ruangan kosong dekat kasur .
tak ada yang bangun di jam 4 pagi semua orang masih tertidur dengan pulas , namun zaki selalu melakukan hal yang sama setelah ia regrasi ke masa lalu, ia tidak pernah mau melewatkan untuk melatih otot ototnya . baginya olahraga pagi adalah sebagai pengingat dirinya agar terus berusaha lebih keras agar mendapatkan kesuksesan .
"99" keringat mengucur deras di lantai . tubuhnya belum merasa lelah ia terus melakukan olahraga sederhana itu.
d iwaktu yang sama di rumah besar milik legenda sepak bola belgia itu. para pelayan berdatangan supir juga sudah mengelap elap mobil di bagasi yang jumlahnya ada 5 .
"pagi pak" sapa zeke yang baru datang.
"oh pagi nak " menjawab sapaanya sembari mengelap mobil yang bermerek buggari .
di dapur para pelayan berkumpul untuk mengkoordinasi tugas masing masing orang hari itu.
__ADS_1
seorang kepala pelayan yang mempunyai bekas luka di wajahnya menginstruksikan pada pelayan lainnya. "pagi semuanya semoga kalian semua sehat . pada hari ini tamu istimewa yang dibawa tuan robert dan luke akan pergi karena dia disini hanya sehari . jadi tuan luke menyuruh kita untuk membuatnya senyaman mungkin saat ia bangun jadi kita akan menyajikan makanan paling spesial untuknya serta pelayanan terbaik kita , untuk pertama kita akan memberikan kopi pagi dan roti di kamarnya jadi siapa -" saat ia akan melanjutkan kata katanya zeke datang dengan membuka pintu dapur yang memang berisik.
semua orang melirik ke arahnya. dia tersenyum khawatir . "pagi" katanya gelisah .
kepala pelayan memasang muka kesalnya . "zake kau terlambat , kau sekarang bertugas mencuci piring sebagai hukuman!" tegasnya .
tanpa bisa membantah perintahnya zake memakai sarung tangan plastik dan berjalan menuju tempat cuci piring.
"ehem baiklah kita lanjutkan siapa yang akan membawa hidangan pagi kita ke kamar tamu kita" tanyanya.
lalu seseorang paling belakang , dengan segera mengangkat tangannya ke udara setinggi mungkin.
namanya dicky , memang dicky .
"sial kenapa aku harus di tempat ini huhu" zake yang mengeluh di pojok dapur yang mewah dan luas itu. dia sepertinya terpaksa mencuci piring itu. "apa tadi zeke?" kepala pelayan berada di belakang nya dari tadi memperhatikannya . ia jelas mengenali suara siapa yang ada di belakangnya . untuk itu ia diam dan bersikap seolah ia fokus ke pekerjaannya.
"yah ini hukuman untukmu nak , baiknya kau tidur lebih awal agar tak telat " katanya dengan tekanan yang begitu kuat. zeke hanya pura pura tertawa padahal di dalam hatinya ia ingin kepala pelayan itu pergi dan tak memperhatikannya. "baiklah aku akan berkeliling , lanjutkan pekerjaanmu nak" pergi meninggalkan pria muda itu yang sangat tertekan.
'ya ampun , sebaiknya aku fokus bekerja saja , dasar mulut sialan ' pikiran nya.
dikamarnya zaki yang hampir menyelesaikan push upnya , urat uratnya keluar serta muka sawo matangnya memerah . ia seperti tak dapat melanjutkan 1000 push upnya itu karena tangannya sudah bergetar"ugghhh siaal" kesalnya pada tubuhnya sendiri.
__ADS_1
lalu saat ia di 999 push up dan akan melakukan yang ke seribu kalinya , seseorang mengetuk pintunya . "permisi boleh saya masuk" suara wanita . zaki yang sudah letih mengeluarkan suaranya sebisanya "erhh uhh maasuk" bergetar . jessica masuk membawa roti dan kopi hitam tanpa gula yang sudah disiapkan . saat masuk ia tak menemukan siapapun di kasur itu , namun setelah ia berjalan masuk dan meletakkan makana itu di meja ia melihat di depan kasur dekat rak tubuh zaki yang memerah dan lantai yang basah.
"maaf aku akan menyelesaikan ini" ujarzaki yang melakukan push up yang ke 1000 nya . mukanya nampak kesal dan dengan sedikit dorongan zaki mengangkat tubuhnya yang sudah berada di bawah. 'seeeri buuu' ia berhasil mengangkatnya dan menyudahi olahraga paginya.
"maafkan aku nona , lantai nya basah biar aku saja yang mengelapnya " ucap zaki yang akan mengenakan bajunya.
melihat tubuh zaki yang basah dan berurat setelah olahraga , jessica berusaha untuk tak melihatnya , ia menundukkan wajahnya ke lantai. "maaf biar saya saja yang membereskannya" katanya pelan dan malu. melihat sikapnya yang aneh zaki tak dapat berkata kata.
"tak apa nona , kau pasti lelah membawa makanan itu dari lantai bawah , biar aku saja , aku jadi tak enak " memakai bajunya . dan mengambil handuk kecil di kopernya . dia seperti ingin mengatakan sesuatu namun tak bisa karena gugup . jessica yang malu karena berkata tak jelas bergegas pergi dari kamar itu. "emm maafkan aku emm aku akan pergi semoga anda menikmati pagi anda" menunduk dan berlelu pergi .
zaki mengelap keringatnya yang mengucur di lantai dengan handuk kecilnya , yang memang ia persiapkan untuk mengelap keringat. setelah itu ia duduk di kasur empuk itu dan meminum kopinya . "ahh ini kopi luwak, kesukaanku hehe " zaki senang meminum kopi itu yang memang kesukaannya. melihat ke depan kasurnya . ia berdiri memegang gelas kopi serta roti di tangannya yang masih hangat.
"apa ini gordeng" melihat kain yang memiliki motif emas disekelilingnya. zaki mengintip untuk memastikan itu adalah gordeng.
dan memang itu adalah gordeng yang menutupi jendela . untuk itu zaki membuka gordeng yang cukup besar itu untuk menikmati kopinya sembari melihat pemandangan diluar yang mengarah langsung ke tempat matahari terbit.
"siapa sangka ini akan terjadi , kopi kesukaanku roti suasana tenang dan melihat matahari terbit . nikmat mana yang ku dustakan" menyeruput kopinya .
matahari nampak sudah muncul sedikit
zaki menatapnya dengan penuh makna ......
__ADS_1