To Be Champs

To Be Champs
ep 46


__ADS_3

DI mobil di parkiran latihan klub , seorang dengan kemera yang ia pegang di lehernya nampak tengah menunggu seseorang, ia sepertinya datang dari pagi karena pihak klub membuka pintu untuk para pembawa berita,dan wartawan. "sial apa aku datang terlalu pagi, aku bosan. " kepalanya bersandar di kemudi mobil karena saking lamanya menunggu , namun ricky yakin pemain yang ingin ia foto akan datang di pagi hari.


         setelah membentur bentur kepalanya ke kemudi dia mendengar suara mobil. "apa itu suara.... mungkin para pemain yang baru datang. namun saat dia mendengar seorang mengatakan robert dan luke ia langsung terbangun dan dengan segera keluar dari mobil.


     .............


    "pak luke dan robert anda duluan"  suara dari kejauhan yang ia dengar perlahan lahan .


"sial itu pasti dia , sial dimana bolpenku " mencari bolpen yang berada di dalam dashbor. setelah menemukan bulpennya ia keluar dari mobil klasik yang ia kendarai.


    ricky keluar dan langsung mengangkat kameranya yang merupakan kamera terbaru yang baru saja ia beli beberapa hari lalu. ia mengarahkan kameranya ke tiga orang yang tengah keluar dari mobil alhpard itu. "ayo keluarlah" ucapnya .


luke yang melihat nya dari kejauhan nampak tak memperdulikannya dan langsung membuang mukanya darinya yang tengah mengarahkan kameranya ke arah mereka.


   dirasa jika timingnya pas ia menekan tombol nya dan cekrekk.


satu foto berhasil ia dapatkan saat ketiga orang itu bersamaan . ia yang dirasa mendapatkan apa yang ia mau masuk kembali ke mobil dan membiarkan mereka pergi.


di dalam mobil ricky terlihat senang ia menelepon bosnya jika ia sudah mendapatkan fotonya , "hehe walaupun si kameraman sakit aku pasti mendapatkan foto yang bagus" ucapnya di dalam mobil . ekspresinya senang ia yang senang melihat ke kamera lagi untuk melihat hasilnya.


    sepertinya ricky percaya dia mendapatkan foto yang bagus . "hahaha aku pasti akan mendapatkan posisi itu " tangannya mengangkat kameranya wajahnya masih saja tersenyum,


lalu saat ia melihat dengan seksama kamera yang digunakan untuk memotret ia hanya melihat gambar hitam, dan semua gambarnya hitam wajahnya seketika berubah menjadi sedikit panik. "hehe ini pasti bukan fotonya " melihat foto yang lainnya di kamera dan yah semuanya sama , hanya hitam di layar.


     menyadari hal tersebut ricky membalikan kameranya dengan panik, dan dia kesal serta marah saat lensa kameranya tertutup oleh penutup lensa yang belum ia buka .


ricky sebenarnya ingin membanting kameranya namun karena ia tahu harganya sama dengan 1 tahun gajinya ia tak jadi membantingkan kameranya ,


"sialan aku menunggu 4 jam untuk gambar hitam yang benar saja **** tidak aku harus bagaimana , mana kau sudah berbicara dengan bos tentang foto yang kudapat" di dalam mobil ia menggaruk garukan kepalanya karena kesal dan pusing . dia membuang 4 jam hanya untuk gambar hitam . dia kesal dan marah saat itu.


     dia tahu jika ia tak dapat gambar itu hidupnya akan sama untuk itu ia berfikir untuk mendapatkan fotonya lagi lalu turun dari mobil itu.  brukk.


suara gebrakan pintu yang cukup keras . ricky tak peduli sama sekali dan sedang fokus untuk mendapatkan gambar dan berita yang suudah ia planning sejak pagi.

__ADS_1


........................................................................................................................................................................................


   zaki mendekati pria itu. tinggi mereka sama. "ada apa junior ku apa kau ingin tahu namaku hehe namaku figar-" saat ia akan menyelesaikan omongannya zaki melakukan hal gila yang tak dibayangkan siapapun.


  plakk!


dia menampar wajahnya di hadapan pemain ,staf dan coach yang melihat nya dengan serius.


para pemin terkejut dan melihat ke arah zaki yang tersenyum.


    "sialan apa kau tak punya sopan santun anak baru. jika ada kamera kau akan"


dia tersiam sesaat saat zaki menatapnya dengan marah.


"kau akan apa! kau akan merengek pada media huh?" ucap zaki mengintimidasi, mendengar itu jelas para pemain hanya bisa melongo dibuat sikapnya yang berani itu.


    kapten tim yang merupakan senior tak berkata apapun ia melihat zaki dengan tertegun. para staf yang melihat itu akan memisahkan zaki . namun hugo melihat hal lain yang akan terjadi untuk itu ia mencegah mereka.


"hey apa yang-" terhenti oleh tangan hugo yang menghalangi. "diam dan lihat , jangan ada yang membantah" ucapnya dingin.


   dia yang terdiam menahan pukulan itu dengan satu tangan nya dan menatapnya dengan tatapan dingin .


"apa" melihat ke wajah zaki. ia berusaha menarik tangannya yang digenggam zaki .


namun cengkramannya begitu kuat malahan figaro dibuat meringis dibuatnya.


    sang kapten terdiam melihat itu, dia menatap figaro dengan tatapan kasihan , "hey sudah , sudah lepaskan tangannya " teriaknya pada zaki.


  Dia menatap ke arah sang kapten . "kau kaptennya kan?" ucap zaki yang dengan badass memalingkan wajahnya sembari tangan kananya menggenggam tangan figaro.


 "y yah begitulah" katanya


"kalau begituaku tanya apa sikapnya tadi tak keterlaluan, menhina rekan tim terang terangan dan menghina tim yang ia bela dimana ia dapat gaji dari sana?" ucap zaki padanya.

__ADS_1


   seketika terdiam, para pemain yang mendengar itu nampak tak dapat menyangkal apa yang zaki katakan . mereka melirik ke arah kapten mereka yang terdiam. "kapten ?" kata zaki.


"tapi dia?" jawab sang kapten . "itu bukan jawaban yang aku mau, apa dia keterlaluan apa tidak" suaranya meninggi.


     sang kapten tertunduk dan berkata setelah beberapa detik .. "yah dia keteraluan" katanya. setelah ia menjawab zaki melepaskan tangannya dan mempersilahkan coach untuk mengatakan latihan yang akan mereka lakukan hari itu.


    seperti tak terjadi apapun zaki mengubah emosinya menjadi periang dan sopan lagi. "silahkan pelatih " dengan suara lembut. dia sepertinya mengerti apa yang diinginkan zaki . itu sebabnya ia membiarkannya melakukan hal itu .figaro menatap kesal ke arah zaki . zaki hanya membalasnya dengan senyuman manis.


para pemain yang melihat sikap nya berubah nampak tak percaya jika pria mengerikan tadi bisa menjadi selembut itu dalam waktu sepersekian detik.


    "baiklah terima kasih atas sambutannya zaki, hey kau berdiri jangan menjadi anak kecil " menatap pigaro dengan hina .


    tanpa bisa melawan ia berdiri dengan memegang tangannya yang memerah .


setelah kejadian yang tak terduga , mereka melakukan sesi latihan , yang diikuti zaki. dia sepertinya sedang mencoba agar terbiasa dengan latihan yang diberikan , dia mengikuti latihan seperti yang lainnya tanpa hambatan sekali pun .


     zaki tak menghiraukan pemain lain yang membicarakannya di sesi latihan, pria dengan kulit sawo matang itu nampak fokus dengan latihannya dan tak memperdulikan semua omonganyang lain tentangnya .


sesekali ia bertanya pada kapten tim yang diketahui bernama gabriel itu. dia nampak mulai terbiasa berbicara dengan zaki yang lancar berbahasa jerman yang mana itu adalah negara kebangsaan gabriel.


   di tengah sesi latihan ricky yang dari tadi mencari zaki dan kedua agennya sampai disana dan melihat zaki yang ikut sesi latihan tim senior. dia nampak lelah karena berkeliling di tempat yang cukup luas itu. "hah penatnya oh tim senior" melihat di balik kawat penghalang . "bukankah itu pemainnya tak salah namanya zaki mengapa ia berada di latihan tim inti........" ia mulai berfikir keras .


     hingga ia mendapatkan satu kesimpulan . ia mengambil bolpen di sakunya dan mulai mencatat berita yang akan ia bawakan . " sial dimana buku " mencari buku di tas selendang yang ia bawa.


"ah ini dia" ricky mulai menulis semua isi yang ada dikepalanya sembari melihat zaki yang tengah latihan . dia tak mengalihkan pandangan dari gerakan zaki sedikitpun .


    kata demi kata ia tulis di luar lapangan itu, walaupun tak ada tempat duduk ia menulis sembari berdiri.


"hahaha aku sudah menulis apa yang akan ditulis dan sekarang fotonya" mengeluarkan kameranya , ia mengecek kembali lensanya untuk menghindari hal yang tak diingankannya .


     setelah dikira tak ada yang harus dikhawatirkan dia mulai untuk memotret posisi yang pas dan dapat menarik perhatian pembaca .


    lalu ia melihat jika sesi latihan tengah berhenti sebentar , melihat momen itu ia mengarahkan kamera pada zaki yang tengah minum di tengah tengah para senior yang beristirahat .

__ADS_1


  cekrek.


mendapatkan yang ia mau ricky bergegas pergi sebelum wartawan yang lain datang . "tidak ada yang akan mendapatkan foto sesempurna ini hanya aku ricky sang rookie yang bisa" pergi untuk menghindari wartawan lain yang mulai berdatangan.


__ADS_2