To Be Champs

To Be Champs
ep 53


__ADS_3

Bola memasuki gawang , zaki dari tengah lapangan merayakannya hanya dengan selebrasi biasa saja , sementara abayomi yang terjatuh sepertinya sakit , tak merasakan sakit di bahunya namun di hatinya, hatinya seketika gatal akibat bola yang masuk ke dalam gawangnya , gawang yang dulu ia tak akan biarkan siapapun memasukkan bola ke dalam gawangnnya itu . kini dimasukki oleh tendangan dari orang yang ia kira tak bisa menembak.


   'kenapa , kenapa aku sudah berusaha semaksimalmungkin seumur hidupku untuk tak membiarkan bola masuk ke dalam gawangku , aku dikenal sebagai wonderkid dari negaraku senegal tapi kenapa, aku yang dari kecil tak kemasukkan gol bahkan di pertandingan resmi anderlecht aku hanya kemasukkan 1 gol dari karir juniorku kenapa kenapa aku kemasukkan gol' kepalanya kini dipenuhi pertanyaan pada dirinya sendiri . matanya melotot dan tangannya bergemetar akibat benturan ke tanah namun ia tak merasakannya .


     yang ia rasakan kali ini hanya rasa sakit dan kesal didadanya.


astaga benturan tadi, itu pasti sakit , apa yang aku lakukan, aku sebaiknya mengontrol emosiku ya ampun.


zaki berlari ke arah abayomi yang masih melamun dan membuat zaki khawatir."apa kau tak apa ..... hey abayomi" berteriak sembari berlari ke arahnya. teriakannya semakin dekat ketika dia melamun.


abayomi yang pelan pelan mendengar suara mulai berdiri dari tidurnya di tanah ia berusaha akan berdiri .namun"agghhh" tangan kanannya tak mampu menopang tubuhnya dan membuatnya hampir terjatuh.


zaki yang sudah sampai dengan cepat menahan kejatuhannya dengan memegang bahu kirinya yang tak bermasalah . "apa kau tak apa apa?" tanyanya dengan panik. abayomi ketika melihat wajah zaki melamun untuk memikirkan tembakan yang gila tadi lalu.


     "heyyy sudah lah sialan!" teriak membuatnya tersadar dari lamunannya.


  "ayo kita ke klinik" ucap zaki padanya.


abayomi lalu berusaha mungkin untuk meyakinkan zaki bahwa ia baik baik saja , ia juga sempa mengangkat tangan kannannya beberapa kali sembari menahan rasa sakitnya . "ehh zaki aku tak apa . lepas biar aku tunjukkan padamu........ kan aku tak apa ap agghhhhh" lalu saat ia mengangkat tangan kanannya yang ketiga kali ia merasakkan seperti tersetrum di bahunya yang menyebar ke seluruh tubuhnya . dia menjerit kesakitan .


     "kau keras kepala ayu cepat biar kuantar kau ke klinik" zaki yang kesal olehnya.


saat mereka sampai dipintu keluar lapangan hugo yang menunggu mereka membuat zaki dan abayomi terkejut.


   "hey biar kita ke klinik tim utama saja , disana fasilitasnya dapat membantu" hugo menyender pada pagar tepat dipintu masuk, dia menatap mereka .

__ADS_1


    "astaga kau mengaggetkanku!" zaki terkejut sementara abayomi berusaha mungkin untuk kuat di depan hugo yang merupakkan panutannya. "ughh hal-" namun ia tak mampu menahan sakit di bahunya itu.


"sudahlah ayo ikuti aku" berjalan terlebih dahulu .


 sementara mereka mengikutinya dari belakang untuk mendapatkan perawatan di pusat medis yang paling canggih ..


.


.


"yah yah , kau membuat tulangnya bergeser dan hampr membuat ototnya terputus , namun beruntung kau tak sampai memutusnya " di klinik abayomi nampak di beri perban di bahunya dan ia mengenakan alat medis untuk menyangga lengannya. sang dokter yang merupakan orang yang sama . yang pernah memeriksa zaki nampak profesional.


  wajah zaki terlihat merasa bersalah , hugo yang melihat itu memilih menunggunya diluar . "maafkan aku, seharusnya aku tak melakukan itu" zaki menunduk di hadapan abayomi yang terduduk di kasur klinik . zaki menundukkan setengah badannya ala ala orang jepang . wajahnya terlihat merasa bersalah.


    "ehhh kau tak perlu begini zaki aku tak-" ketika ia akan menyelesaikan kata katanya zaki berteriak.


suasana seketika sunyi , wajah zaki masih merasa bersalah . lalu . " baiklah aku memaafkanmu, tapi sungguh itu tak apa , oh yah dok berapa lama sembuhnya?" tanyanya pada sang dokter . zaki berdiri kembali untuk mendengarkan perkataan dokter yang memiliki nama ribet itu. di dada kanannya.


"yah yah jika dilihat dari goresan di otot ..... 2 bulan adalah waktu tercepat , atau bahkan 1 bulan jika kau memiliki pola hidup yang sehat" katanya sembari memeriksa catatannya.


mendengar itu wajah zaki nampak tak enak padanya , karena 1 minggu dari sekarang liga u17 akan dimulai dan kiper paling hebat di tim adalah abayomi dan sekarang ia harus terkena injury yang cukup serius karenanya .


dia tak pernah mengira rasa kesalnya menyebabkan masalah bagi orang lain.


    lalu ketika dia tertunduk karena menyesal "hahaha itu lebih baik" abayomi turun dari kasur . "ayo zaki kita keluar , aku belum makan dan masih capek" katanya seakan tak ada masalah yang terjadi. zaki yang mendengar melihat ke arahnya yang nampak tak memiliki masalah . "tap" zaki berusaha berbicara namun abayomi sudah keluar ruangan.

__ADS_1


.


"hey abayomi apa kau tak apa kau kan kapten tim dan tim sangat membutuhkanmu kan" zaki menyusulnya di depan pintu ruangan. tak ada jawaban darinya .


  hugo yang duduk di kursi dekat pintu masuk melihat mereka . "heeh zaki sudah kubilang , aku tak apa kawan hehehe ooh ya aku akan menunggu di kursi sebelah sana , kau kan bertemu dengan hugo" tersenyum dan lalu meninggalkan zaki di rasa bersalahnya.


     dia menoleh ke arah hugo yang duduk dengan menyilangkan kakinya. zaki menarik nafasnya lalu berjalan untuk duduk di dekat hugo. "boleh aku duduk " katanya sopan.


hugo mengaggukkan kepalanya .


sesudah zaki duduk , hugo lalu melihat ke arah abayomi yang tengah duduk di kursi cukup jauh dari meraka.


"dia pemain yang hebat, bahkan dia masih bisa tersenyum setelah menerima cidera serius" katanya tenang . matanya perlahan melihat pada zaki.


   zaki tak menjawab , sepertinya ia masih merasa bersalah .


"hey sudahlah wonderkid haha , kau tak perlu merasa bersalah begitu, itu bukan salahmu ". katanya lembut.


zaki melihat ke arahnya . "menurut anda begitu?" tanya zaki


"yah begitulah semua atlet pernah merasakan cidera bahkan ada yang sampai pensiun kibat cidera itu , namun dia berbeda . dia matanya sangat tulus dan kuat . seperti dia sudah terbiasa dengan rasa sakit!" katanya.


    setelah percakapan itu hugo mengatakan pada zaki dengan serius. auranya sangat dingin dan suaranya berbeda saat ia serius. .


   "apa kau yang menulis taktik di kantorku ZAKI!!!!" menatapnya serius seakan akan memakan zaki.

__ADS_1


zaki melihatnya yang menatapnya dengan tanpa takut dan dengan kepercayaan tinggi zaki dia..........


__ADS_2