To Be Champs

To Be Champs
ep 2


__ADS_3

setelah malam hari berlalu Zaki yang tidak bisa tidur mulai memikirkan banyak hal yang sudah terjadi dalam hidupnya.


is memikirkan hal bodoh yang seharusnya ia lupakan saja .


"astaga ini jam 5 pagi, aku harus berlatih berlari"


ujarnya yang mulai mengambil baju dan handuknya


pengurus rose yang melihat ruangan Zaki terbuka mulai masuk dan melihat Zaki yang tengah memakai sepatunya,."apa yang kau lakukan?"


melihat pengurus rose Zaki mengatakan hal yang sejujurnya, bahwa dia akan berolahraga di pagi hari. "olahraga?, tumben biasanya kau akan tidur hingga siang, baiknya kau tak membangunkan adik adik mu"


mendengar itu Zaki mulai berjalan perlahan hingga mendekati pintu keluar , disusul rose yang selesai keluar dari dapur.


"bawa botol minum ini dan Anduk ini zak"


sembari mengusap kepalanya


"astaga tinggimu sudah melebihi ku adik kecil ku "


saat ia di usap dia merasakan hal yang aneh , hal dan perasaan yang sangat aneh dan familiar, kehangatan dari ketulusan hati rose membuat zaki bertanya tanya dalam hatinya.


"mengapa ini begitu hangat dan menenangkan, pengurus rose kau sangat tulus mengurusi ku yang kau temukan di depan panti asuhan mu, aku harap aku bisa membalas kebaikan mu pada suatu hari nanti"


Zaki mulai berangkat , langkah kakinya keluar dan mulai berlari, dan saat berlari ia melihat banyak hal yang pernah ia lihat sebelumnya bahkan sebuah gedung yang belum selesai dibangun dulu perasaan yang sangat deja vu .


suara orang yang baru bangun tidur dan ayam yang berkokok.


"di kota tidak ada yang seperti ini"


kemudian setelah Cukup berlari Zaki yang tengah beristirahat di sebuah warung mendengar obrolan yang menarik perhatiannya.


"hey apa kau tau beritanya?"


tanya seseorang pria tua pada orang di sampingnya yang tengah menyeruput kopi


"apa , seorang artis selingkuh?"


"bukan bodoh, kau terlalu banyak menonton acara itu, ini tentang kompetensi baru yang dibuat pemerintah, aku dengan kompetensi itu cukup besar dan menarik banyak agen dari luar negeri"


pria yang tengah minum kopi itu batuk hingga air kopinya menyembur keluar.


"bajingan !!! "


"maaf , hehehe apa kau serius , kalau kau benar itu bagus , bukankah dengan itu sepakbola kita mulai berevolusi"

__ADS_1


obrolan mereka terus berlanjut hingga tanpa sadar Zaki menumpahkan air yang diberikan rose padanya.


"ahhh sial!!! ....... maaf bapak bapak Bu"


sembari membereskan perbuatannya


"tak apa nak"


ia mengelap tumpahan airnya di kursi warkop itu.


wajah pria muda itu malu dan dengan segera beranjak pergi dari sana, "anak muda itu bukankah ini terlalu pagi untuk olahraga?"


slurrp


sembari menyeruput kopi hangatnya pria yang kisaran 40 tahun itu menggerutu pada temannya, "terserah dia ingin olahraga siang malam sore atau kiamat, itu urusan dia titik."


tap tap tap


Zaki berjalan menyusuri gang yang mengarah ke panti asuhannya dan mulai memikirkan tentang kompetensi yang mereka katakan, kompetensi pertama yang ia ikuti dan menjadi awal karirnya, namun ia mulai sadar saat ia kembali ke masa dulu jika .... ia masih terlalu dini untuk masuk ke kompetisi itu dan bahkan sampai masuk ke sebuah klub di kotanya.


dengan wajah yang melihat langit ia mulai pesimis dengan apa yang akan terjadi kedepannya.


"huhhhh apa baiknya aku melanjutkan sekolah ketimbang menjadi atlit sepakbola"


tiba tiba setelah mengatakan sepakbola pandangannya mulai kabur dan berjalan sempoyongan


"sial ini lagi, benar benar sial......** argh bkaj sakit bahkan ini lebih parah dari semalam ..... agh rasanya kepala ku ingin meledak agh AGH AGHHHHH"


lalu saat tubuhnya jatuh suara aneh mulai muncul


*Ding!


Ding


Ding*


[ proses pemasangan berhasil dengan percobaan pertama gagal , untuk itu pemain mendapatkan kompensasi, berupa penghilangan rasa lelah tekan YA untuk melanjutkan]


Zaki yang berusaha sadar mulai mengangkat kepalanya, dan melihat apa yang menyala itu


"WTF is this......... what the **** "


pria itu melotot dan mengucek matanya tanda tak percaya yang ia lihat, ia melihat ke belakang dan ke depan gang itu apakah ada orang atau tidak, karena jika ada mungkin ia disangka orang gila .


karena dia tidak menekan ya atau tidak, panel itu tiba tiba menekan iya secara otomatis dan membuat Zaki makin terkejut.

__ADS_1


[Selamat bergabung pemain]


tubuhnya yang berkeringat seketika hilang , bahkan rasa lelah yang ia rasakan tiba-tiba sirna.


"apa ini ? kenapa energiku sepertinya kembali?, tunggu ...... tadi aku melihat layar aneh itu mengatakan energi ku akan kembali.... itu berarti ini bena- tidak mungkin"


tidak terasa waktu berlalu begitu cepat , matahari yang tadinya tidak terlihat mulai menampakan wajahnya, dan Zaki pun tersadar jika ini sudah siang dan lantas berlari menuju panti asuhan.


saat ia berlari layar yang mulai hilang perlahan itu menuliskan sebuah tulisan


[pemain tanpa sengaja menyelesaikan tugas harian Berlari 7 kilometer , hadiah bisa dibuka di boks hadiah , selamat]


"ya ampun Zaki sudah Kakak bilang kau harus kembali setelah selesai"


kak rose menunggu di depan pintu karena kesal


"aku minta maaf kak ada suatu hal terjadi jadi kumohon maafkan aku"


kak rose sebenarnya tidak ada masalah jika Zaki pulang agak lebih lama , dia bisa memakluminya, namun ketika Zaki berjanji akan pulang dengan waktu yang ditentukan akan lain lagi ceritanya, dan kak rose tidak menyukai kebohongan.


"baiklah cepat mandi , dan sarapan kau harus sekolah"


"baik kak"


ada sekitar 29 orang di panti asuhan ini dan yang terbesar disini ya aku, semuanya masih kecil bahkan yang paling muda 1 tahun. disini hanya ada 3 pekerja sukarela ada kak rose sebagai pemilik dan yang masak di dapur dua orang.


jadi tidak heran kak rose merasa lelah saat Zaki baru datang.


.


.


.


setelah siap Zaki yang melihat kak rose kelelahan di meja makan menyiapkan minuman di mejanya dan lantas bergegas pergi ke sekolah .


"bukankah begini, kurasa tambah gula.......... dan ini dia teh relaksasi ala Zaki hehehehe apa aku harus ikut acara masak"


Zaki yang berbicara sendiri


ia kemudian di dekat seorang anak laki-laki yang sangat enerjik bernama etos , dia yang melihat Zaki bisa membuat minuman malah diminta dibuatkan dan disusul oleh anak anak yang lainnya.


setelah berurusan dengan anak anak Zaki pergi sekolah dan menuliskan kertas di dekat minuman rempah di dekat kak rose.


"minum kak rose yang cantik, maaf aku tadi terlambat kak, dan sebagai permintaan maaf aku buatkan minuman ini tertanda Zaki , semangat kak :)".

__ADS_1


__ADS_2