To Be Champs

To Be Champs
ep 38


__ADS_3

R.S.C. Anderlecht. klub di brussels ibu kota belgia. klub yang dijuluki purple and white ini merupakan klub besar di belgia. memiliki 34 gelar dan pernah 2 kali berturut turut memenangkan gelar liga. tak heran klub ini sangat disegani di belgia .


       namun sejak musim 2020-2021 klub ini mengalami perubahan menurun, yang mana dimusim berikutnya mereka harus bertarung untuk tak masuk ke dalam zona degradasi . pelatih yang silih berganti setiap pertandingan membuat tim ini tidak karuan . mereka seperti kehilangan jati diri mereka sebagai klub besar . bahkan para fans menyalahkan pemilik yang menyebabkan semua ini.


       dan dimusim selanjutnya mereka yang dibekali dengan pemain baru tak dapat memenuhi keriteria para fans . klub itu malah tambah terpuruk dari sebelumnya , kekalahan demi kekalahan yang mereka dapatkan membuat mereka berada di dasar klasemen liga dan hanya 2 kali menenag dalam 12 prtandingan liga . entah berapa jumlah pelatih yang masuk dan keluar . namun yang pasti mereka akan mengalami degradasi juka tidak bisa merubah apa yang terjadi .


.


,


di kantor pemilik klub ...


seorang kakek tua dengan  kulit yang sudah mengkerut serta pengelihatan yang sudah kabur . dia yang saat ini  tengah menandatangani beberapa kertas dihampiri oleh asistennya yang baru saja datang. "ya ampun pak mengapa anda datang sepagi ini dan mengapa anda menyiapkan berkas berkas pemain ini?" tanyanya yang membereskan kertas di meja.


      "ah tak apa aku bisa sendiri. ini seorang pemain asal asia akan datang jadi aku harus menyiap kan berkasnya" ucapnya.


kesal dengan responnya ia menyuruh kakek itu untuk beristirahat saja sedangkan ia ayang akan menyiapkan berkas berkass yang diperluka.


"jadi kau menyiapkan kertas ini semalaman pak?" tanyanya. "tidak aku datang ke klub untuk melihat laihat lalu telpon dari kenalanku membuatku tak enak dan beginilah jadinya" ucapnya yang bersantai di sofa..


si asisten hanya bisa menggelenggelengkan kepalanya . sembari menyiapkan berkas di meja . 'ada ada saja orang itu, apa dia ingin membunuh kakek tua ini. '


     mobil masuk ke dalam sana, memasuki gedung besar tempat pelatihan serta tempat para staff dan bos klub berada . mereka turun dari mobil .


disaat yang bersamaan ada 2 orang yang merupakan wartawan yang menunggu di sebrang dari parkiran klub itu untuk mendapatkan berita. mereka sepertinya menunggu semalaman disana . seorang kameramen yang baru bangun tidur menguap sembari menyiapkan kameranya . "astaga berapa lama kita akan disini?" ucapnya.


seorang yang merupakan wartawan itu tak menanggapinya sama sekali.

__ADS_1


      dia yang baru saja membasuh wajahnya itu masih melihat ke arah parkiran di depannya , saat itulah ia melihat mobil yang baru saja sampai . dia awalnya tak menghiraukan mobil itu . karena mengira itu hanya para staff.


  namun saat ia melihat siapa yang keluar dari mobil itu  dengan insting wartawannya ia langsung menyadari jika yang keluar adalah legenda liga belgia. "hey bukankah itu robert.... dan lluke " tanyanya pada kameramen pemalas.


"apa mana mungkin dia adadi...... oh sial itu benar mereka" . tersentak.


mereka melihat kedua legenda itu bersama seorang yang tak mereka ketahui. rasa penasaran yang tinggi . dia langsung menyuruh temannya itu untuk menjepret mereka . dia melihat jam nya dan mencatatnya di kertas putih kecil. "akhirnya ada berita juga " ucapnya senang .


"hey aku tak dapat jelas foto mereka namun apakah foto ini bagus?" katanya menunjukan kamera pada wartawan itu. "hehehe ini bagus , cepat kita ke mobil aku harus mencatatnya agar kita mendapatkan uang" katanya senang tak karuan.


"benar ini akan menjadi berita besar"


.


.


.


     "tidak hanya saja seperti ada yang memperhatikan kita" merinding


luke berjalan di depan mereka dengan serius , entah apa yang ia pikirkan namun sepertinya dia kesini bukan ingin main main.zaki melihat di sekitar yang masih sepi .


entah karena kepagian atau memang belum ada yang datang eh sama saja ya . hehe . yang pasti tempat disana sangat segar karena dekat dengan hutan .


     suasananya sesuai dengan apa yang zaki bayangkan, musim gugur saat dimana bunga bunga yang layu bermekaran dan burung burung yang bermigrasi kembali ke sarangnya . udaranya yang sejuk tentu membuat zaki seperti di tempat yang semestinya.


kereka berada di gedung tempat pak tua itu berada, dada zaki berdetak lebih kencang dari biasanya , namun berhasih ditenangkan oleh sistem. di perjalanan ia sempat memberi pesan pada kakanya bahwa ia sudah sampai dan memberikan fotonya yang mengenakan syal di tenggorokannya.

__ADS_1


    "ah kalian sudah sampai mari mari ikuti saya" si asisten yang menunggu di lobi menyambut mereka dan dengan ceria mengantarkan mereka ke tempat orang tua itu.


    mereka menuju ke atas gedung itu, zaki melihat beberapa foto tua yang sepertinya pemain pemain yang sudah menjadi legenda di klub itu. dia sampai asisten depan pintu dan mengetuknya.


tok tok


dari dalam ruangan. "masuk"


    mereka masuk dipimpin si asisten , ruangan luas dengan buku buku di dinding setalukisan lukisan tua yang menempel. jendela yang mengarah ke lapangan latihan dan kursi kayu di depan kursi nya . pria tua itu nampak menyapa mereka dan sepertinya mereka bertiga cukup depan satu dengan yang lainnya .


     asisten yang berada di samping zaki nampak melihatnya dengan tatapan sinis . mata zaki melirik perlahan ke kiri . dan menyadari hal tersebut. 'ya ampun aku tahu tatapan itu biarkan saja zaki nanti juga berlalu' berusaha tenang.


"ah ini dia pemain yang kalian maksud " perlahan mendekati zaki dan menyapanya, dia yang sudah tak dapat  tegak lagi mengambil tangan zaki untuk menyalaminya. "apa kabar pak , bagaimana kabar anda"tanya nya sembari tersenyum.


    "ya ampun suaramu menenangkan nak siapa namamu" tanya pria tua itu."ah aku adalah zaki" katanya sembari tersenyum. pria tua itu mengobrol degan zaki tentang bagaimana zaki sampai ke belgia. luke duduk sembari menunggu mereka selesai mengobrol. si asisten nampak kesal dengan sikap zaki yang sok akrab dengan bosnya,.


      "hahaha kau orang yang lucu zaki" pak tua itu tertawa . "ya ampun tuan rumah macam apa aku ini aku belum memperkenalkan namaku , namaku virgo hernandez astaga mata pak tua ini tidak jelas melihat wajahmu" berusaha melihat wajah zaki.


   melihat itu si asisten dengan cepat memberikan kacamata yang biasa ia pakai . "terima kasih" tuan virgo memaki kacamata itu untuk melihat dengan jelas wajah pemain yang akan bergabung itu.


     saat ia melihat wajahnya matanya terbuka lebar dan juga ia sempat berteriak. "appaaaaa" teriaknya. si asisten heran dibuatnya . begitu juga robert yang tengah melihat ke kaca dibuat kaget.


"maaf tuan virgo apakah ada masalah?" dia bertanya agar tak ada kesalah dalam kata katanya .


"kau adalah pemain yang banyak dibicarakan oleh agen agen yang ku kenal kau kau si wonderkid itu"


SEKITIKA MENGGUNCANG MEREKA SEMUA YANG BARU MENGETAHUI HAL TERSEBUT........

__ADS_1


Akankah zaki mendapatkan kontrak profesionalnya di usianya yang ke 16.......


__ADS_2