To Be Champs

To Be Champs
ep 58


__ADS_3

Hari ke 2 sebelum liga bergulir, metode latihan tak jauh berbeda , para pemain mulai mengeluh dengan porsi latihan yang tak ada otak ini, namun apa boleh buat mereka hanya bisa mengikuti arahan jasper yang menyuruh mereka untuk berlatih keras seperti militer .


hari ke 3


zaki seakan sudah terbiasa mengikuti latihan , ada beberapa pemain yang tak ikut latihan diakibatkan masalah kelelahan dan masalah lainnya , namun latihan tak berubah ,. bahkan hari ini para pemain diberi peringatan oleh jesper yang tak memperbolehkan mereka mengeluh . dan jika ada pemain yang mengeluh maka potsi ltihan akan ditambah di hari berikutnya .


jelas mereka harus berhati hati dalam bicara. mereka diperbolehkan bicara ketika berada diruang ganti. saat akan pulang.


saat itu sore hari di ruang ganti pemain . zaki yang sudah membereskan barang barangnya akan pergi untuk beristirahat , entah mengapa ia ingin istirahat lebih cepat dari biasanya . lalu ia dihapiri teman mateo yang sama sama orang brazil yang bernama lucas . pria dengan rambut pirang itu menanyakan apakah zaki mempunyai waktu luang sore ini atau tidak , karena ia ingin mengobrolkan sesuatu dengan zaki.


tanpa berpikir zaki . "tak ada , ada apa . "


"tidak bisakah kau mengikutiku" katanya .


zaki yang memang tak ada urusan hari itu , mengiyakan untuk mengikutinya . lucas membawa zaki cukup jauh dari ruang ganti , dia mengajaknya ke belakang dari gedung itu. disana lucas mulai membicarakan pembicaraan yang seharusnya kemarin ia bicarakan dengan zaki namun dia tak bisa karena zaki sudah pulang lebih awal.


zaki melihat matanya dan gerak geriknya .


disana memang tak ada siapapun selain dirinya. dan lucas yang tingginya sama dengannya.


lalu . "emm emm ..... sebenarnya aku ingin membicarakan " dibarengi dengan hembusan angin sore yang menyegarkan.


"mateo ada yang aneh dengannya"


zaki mulai fokus mendengarkan


.....


lucas menatap zaki dengan serius .


.

__ADS_1


.


.


di sebuah tempat di kota brusells , di salah satu restoran paling mewah di kota . figaro bersama pacarnya yang merupakan seorang artis terkenal di ibu kota itu . "sayang apakah benar kau akan keluar dari klub ?" tanya pacarnya itu dengan biibir yang merah semerah apel dan mata yang dipenuhi riasan , juga wajahnya yang memakai make up yang sebenarnya terlalu berlebihan . figaro yang tengah meminum alkohol yang harganya seharga 2 buah motor menatapnya. dia memakai pakaian tuxedo rapih.


"diamlah ****** , aku akan bertemu orang penting sekarang , kenapa kau datang sialan " merasa jijik dekat dengan wanita itu yang terus dekat dengannya.


dalam restoran  hanya ada mereka dan beberapa orang yang sepertinya bodyguard nya , dia membayar semua restoran dengan uangnya untuk membicarakan bisnis dengan orang yang akan bertemu dengannya hari itu. wanita itu semakin dekat dengannya. "oooh sayang apa kau tak kangen denganku . oh yah sayang apa kamu tahu ada rumah baru dipinggiran kota yang tengah dijual , apa kamu mau membelikan rumah itu sebagai hadiahku kumohon" memasang wajah memohon.


glup glup " ahhh , sialan bukannya bulan lalu kau sudah dibelikan apartemen terbaik di pusat kota dengan harga 250.000 FB per-minggu. dan itu belum termasuk mobil lambo dan tesla yang minggu lalu kubelikan, sekarang kau mau rumah baru. ah sialan baiklah jika itu membuatmu pergi berapa harganya.?"


sembari meminum alkohol mewah yang dituangkan pelayang yang ada disampingnya.


artis bernama jenifer itu tersenyum, "ah sayang tak mahal cuma 300.000$ dollars" mendengar itu figaro terbatuk karena terkejut.


" uhuk what! dollar . sayang apa kau tahu dollar dan uang dinegara ini berbeda . jika 300.000 france belgia . aku akan memberkannya sekarang juga tapi dollar . apa kau berusaha memerasku ******" saat tengah mengatakan itu jenifer mendekati kupingnya. "hey kirim atau sekandalmu denganku akan diketahui publik dan kau tahu apa yang akan terjadi dengan karirmu" tersenyum jahat .


mendengar itu figaro melotot sembari terkejut dan mukanya seperti panik. entah apa yang terjadi antara mereka namun sepertinya figaro sangat ketakutan jika publik mengetahui itu . ia diam beberapa saat lalu. ia mengambil garpu yang tergeletak di meja dan mengarahkannya ke leher wanita itu. ia memegang rambutnya sembari mengarahkan garpu itu ke bawah dagunya.


bersamaan dengan itu 3 orang di pintu masuk , untuk itu figaro melepaskannya . dan segera mengganti ekspresinya. jenifer mengambil tasnya sembari berkata sebelum pergi.


"ingat , kirimkan atau kau tamat . dadah sayang" berjalan pergi melambaikan tangan pada figaro yang menatapnya dengan kesal .


ketiga orang itu memakai pakaian rapi , satu orang kepalanya pelotos dengan kacamata menempel dimatanya , dibelakanya ada pria tua tapi tak terlalu tua, usianya sekitar 50 tahunan , dia memakai tongkat kayu di tangan kananya , di sampinya yang memeganginya seorang dengan rapih dan tampan , rambutnya yang berwarna merah tua disisir ke belakang dan berjalan dengan berhati hati matanya ditutup.


pria berkepala pelontos yang berjalan lebih dahulu, berbicik di kuping figaro, pria itu adalah agennya . "hey kuharap kau bersikap sesuai yang kukatakan . kau tahu dia adalah darah biru" bisiknya pada figaro yang berdiri.


glup........


pria berpelontos itu duduk di kursinya yang dekat dengan figaro. meja mereka yang memundar dengan 4 kursi sepertinya ini semua sudah direncanakan sejak jauh jauh hari .

__ADS_1


figaro menghampiri pria itu dan menyalaminya . "apa perjalanan anda menyenangkan tuan" tersenyum dengan sedikit menunduk karena dia tak terlalu tinggi."lancar . bagaimana perjalanaanmu anak muda" jawabnya.


pria disampingnya melihat di sekitar dia melihat ke bodyguard dan beberapa pelayan yang menunggu di beberapa sisi. ia begitu fokus namun tenang.


setelah berbicara formal mereka duduk dikursi masing masing , kecuali pria bermbut merah tua itu hanya berdiri tegak di belakangnya dengankepalanya yang sedikit diangkat dan tangan di belakang tubuhnya.


agenya memulai pembicaraan .


"baiklah figaro ini adalah pemilik klub Brugge, tuan Adalberto alberto , dan tuan alberto ini adalah figaro. baiklah saya adalah agennya nama saya carlos. jadi bisakah kita memulai pembicaraan kita" katanya setelah itu duduk setelah berdiri.


negosiasi antara mereka pun dimulai, alberto yang sudah berpengalaman dalam urusan transfer dan membuat pemain tertarik menandatangi kontrak di klub miliknya nampak dapat dengan tenang melakukan negosiasi. itu terbukti dari beberapa kali dia berhasil memojokkan pihak figaro yang ingin gaji 2 kali lipat dari klub anderlecht. hingga negosiasi alot. carlos yang ingin kliennya dibayar 300,000 BEF belgia yang mana setara 100 juta per minggu"


tentu alberti tak ingin dia rugi, walaupun dia ingin mengalahkan klub rivalnya dan saingannya virgo dia tak ingin dirugikan dengan pemain yang skilnya rata rata namun carlos sudah mengetahui hal itu akan terjadi untuk itu carlos memberikan berkas yang sudah ia bawa.yang mana menyangkut hasil dari transfer yang dilakukan oleh legenda club brugge dan anderlect.


mlihat itu pria tua itu seperti anjing yang mendapatkan makanan kesukaanya . untuk itu ..."kurasa anda akan menyukai berkas yang ini sebagai jaminan, ini hanya setengahnya . jika anda mau anda dapat mendapatkan semuanya" katanya memancing pria tua itu.


figaro yang bodoh , menatap agennya .


suasana selama sesaat sepi lalu , ia menjentikan jarinya ke belakang tubuhnya . tak!


pria dibelakang dengan segera memberikan bolpen yang sepertinya sangat mewah , dilapisi berlian diatas ujung pulpen dan sisinya terdapat emas . "baiklah , akan kuberikan 350.000 sebagai bonus . bagaimana jika pemainmu dapat target 20 gol season depan , akan mendapatkan 300lainnya  " ia menjentikan jarinya dan si pelayan memberikan kertas kosong.


dia menuliskan angka angka yang merupakan nomornya dan dengan segera pergi .


figaro heran , namun dia ditambah heran saat agennya terkejut saat memegang kertas nomor itu.


"tunggu tuan apa anda tak ingin makan sembari berbincang?" carlos segera menghampirinya.


"tak apa aku ada bisnis dan aku sudah bosan dengan makanan disini , ayo nak bawa aku ke mobil" katanya pada pria berjas biru yang langsung menuntunya keluar.


carlos kembali ke mejanya , figaro yang heran dan kesal karena pria itu hanya duduk selama 10 menit alu pergi.dan membuatnya membayar . "apa apaan dia , aku sudah membayar restoran ini dan dia hanya memberikan nomor?"

__ADS_1


agenya dengan kesal menyelanya. "diam kau bodoh, kau tak tahu apa apa . apa kau tahu nilai nomor ini dan waktu bersama pria tadi . bahkan pemimpin negara ini saja tak bisa menemuinya . dan hanya orang orang tertentu yang mendapatkan nomornya sialan kau bilang sudah sialan. apa kau tahu saat ia masuk ke restoran ini. dia sudah membayar semuanya sebelum kau membayarnya dia adalah pria yang mengerikan untuk dijadikan musuh"


seriusnya pada figaro


__ADS_2