To Be Champs

To Be Champs
ep 35


__ADS_3

Aku membuka mataku dan melihat jalanan yang kosong dan hanya beberapa mobil yang lewat, sepertinya aku sudah sampai di kawasan orang orang kaya, itu dapat terlihat mobil mobil mewah yang melewatinya.


astaga bukannya aku ingin meremehkan siapapun tapi , ya ampun apa apaan dengan gerbang selamat datang itu, ya ampun semuanya nampak terbuat dari marmer, dan gerbangnya dibuat dari emas ya ampun aku tak pernah mengira akan dibaya ke kawasan mewah ini, aku kira setelah membuka mataku aku akan melewati jalan yang sama dengan mobil mobil lain. tapi saat aku melihat mobil ini belok ke kawasan yang di jaga ketat nampaknya aku salah perkiraan. zaki yang takjub.


si supir yang berhenti memperlihatkan kartu pada para penjaga, yang dengan sigap langsung membuka gerbang itu . "apa anda tidur dengan nyenyak tuan" ucap supir . zaki sempat menengok ke arah luke dan robert . namun sepertinya hanya ia yang masih membuka matanya . "ooh yaah begitulah!" menelan ludahnya .


saat sudah masuk , sudah terlihat rumah rumah mewah yang menjajar dari ujung ke ujung. tanpa ada orang yang berlalu lalang keluar rumah. ya orang kaya memang tak dapat ditebak . mereka begitu tertutup.


  mobil terus berjalan maju melewati rumah rumah besar nan mewah . zaki melihat ke jendela matanya nampak serius , tangan kanannya menyentuh dagunya sementara tangan kirinya terlentang . ia nampak serius memperhatikan . dipikirannya nampak, ingin.menginginkan. dan berharap.


      saat mobil sampai di ujung jalan. mobil mewah itu perlahan berjalan sopir memberhentikan mobil di gerbang berbentuk pagar yang tinggi itu yang dikelilingi daun daun hijau. ia menurunkan jendela mobilnya. lalu "open de deur", muka menghadap ke kamera pengawas di pojok kanan tembok batu granit.


ngiiieekkkk


suara pintu gerbang yang terbuka.


robert yang berada di sisi zaki membuka matanya, begitu juga luke yang nampak sudah tau jika mereka sudah sampai di rumah mereka. "astaga sudah sampai" ucap luke yang mengusap matanya.


       zaki dengan perlahan turun dari mobil, ia membuka sendiri pintunya . hingga membuat si supir merasa tak enakan lagi, zaki ketika turun bahkan membawa kopernya sendiri tanpa membiarkannya membawanya .


"ayo masuk zak" ucap luke


robert yang menguap menepuk pundak si supir yang nampak tak enak dengan sikap zaki. pria pelontos itu menganggukan kepalanya lalu berjalan pergi meninggalkannya.


'astaga aku merasa tak enak dengan sikapku pada sopir', zaki berhenti di depan pintu kayu yang besar di depannya, ia mengikuti luke yang berhenti. lalu pintu terbuka dari dalam . yang mana di dalam sudah menunggu sekitar 6 orang yang berpakaian rapi serta yang berpakaian layaknya pelayan. 3 dari mereka wanita dan 3 lainnya pria.'ya ampun ini seperti di film film , ' zaki yang masuk mengikuti luke di depan.


"selamat datang tuan tuan" serentak para pelayan itu.


"ya ya" robert yang masih mengantuk

__ADS_1


belum selesai takjub dengan mereka , zaki dibuat takjub lagi dengan patung manusia di depannya , yang mana patung yang sepertinya dipahat dengan pahatan tangan itu, menunjukan dua orang pesepak bola yang berdiri dan menghadap ke arah yang berlawanan. "ya ampun!" ucap zaki tak percaya. dengan apa yang ia lihat .


   robert berbelok ke kanan . melihat zaki yang takjub melihat patung itu luke lalu berkata. "menakjubkan bukan?"


zaki berusaha fokus . "y ya yah maaf melamun pak" zaki yang baru sadar dia melamun cukup lama.


tanpa bertanya , zaki mengikuti luke yang akan naik ke tangga di balik patung itu. lantainya yang dikarpet membuat zaki tak terbiasa . dia tak pernah melihat rumah sebesar ini dalam hidupnya .


bahkan di sepanjang tangga yang mengarah ke atas itu diberikan karpet merah yang kelihatanya sangat lembut. 'astaga aku tak tega menginjak karpet yang lembut itu, di indonesia mungkin karpet ini akan menjadi alas tidur yang sangat nyaman sekali'. melihat ke bawah kakinya sembari naik ke atas.


"melihat ke bawah boleh , namun naik tangga juga harus melihat ke depan juga" ucap luke yang sudah berbelok ke kanan dari tangga yang memiliki dua jalur itu.melihat luke yang sudah di kanan dari jalur tangga yang bercabang itu. zaki melihat di depannya tembok yang sepertinya akan ia tabrak.


"hehehe maaf " ucap zaki yang malu dibuatnya.


karena berada di rumah orang zaki melakukan sikap yang begitu sopan bahkan ketika akan memasuki ruangan ia  berhenti dahulu sebelum di perbolehkan masuk oleh si pemilik rumah.


ruangan  di sana sangat banyak , aku bahkan tak dapat menghitung berapa pintu di lorong di ruangan kedua ini. "masuklah zaki" ucap luke yang sudah masuk ke ruangan yang sekitaran pintu ke 3 setelah menaiki tangga.


       zaki menunggu tangannya yang masih menjingjing koper , memegang tangan kirinya sembari menundukkan kepalanya.


"jangan seperti tak kenal zaki . duduklah dan bersikaplah seperti biasanya saja"


duduk mereka terdiam sejenak, robert yang pergi entah kemana membuat suasana sepi. "pak boleh aku bertanya?" ucap zaki yang duduk di sofa panjang, sedangkan luke di sofa kecil.


"oh tanyakanlah" jawab luke


namun sebelum zaki bertanya , seorang pelayan mengetuk pintunya.


"masuklah" luke yang duduk dengan melipat kakinya.

__ADS_1


seorang pelayan wanita masuk . dia membawa gelas yang berisikan kopi, ia meletakkan kopinya di meja. dia benar benar melakukanpekerjaannya dengan baik. "zaki kau ingin minum sesuatu atau apapun" tanya luke.


"ah tak apa pak aku tak haus" katanya menolak


namun luke yang tak ingin zaki merasa tak nyaman meminta si pelayan untuk membuatkan 1 cangkir kopi lagi. sepertinya mereka menggunakan bahasa belanda , bahasa yang sama dengan yang si supir katakan.


dan zaki masih belum mempelajari bahasa itu.


pelayan pergi. "ehem , ayo tanyakan pertanyaan mu" katanya.


      zaki membuka mulutnya. sunyi dan dengan suara burung di sekitar membuat perasaan gelisahnya mereda , zaki benar benar menyukai kesunyian. "ah aku hanyaingin menanyakan pertanyaan sederhana, apa bahasa yang digunakan di belgia pak" tanyanya antai.


       sembari meminum kopinya , yang merupakan original kopi itu , "haaah pertanyaan bagus , yah disini ada sekitar 3 bahasa , yakni belanda,prancis, dan sedikit yang berbahasa jerman . oh ya ibu kota belgia dimana tempat kita berada ini, dominan banyak yang menggunakan bahasa prancis. namun aku berbahasa belanda dan robert juga hehe ada lagi yang kau tanyakan?" ia bertanya


"oooooh baiklah pak aku mengerti, terima kasih telah menjawab"


saat obrolan mereka selesai robert masuk dengan tas kantor yang ia bawa. "hey kalian bersenang senang tanpa aku" katanya


       setelah sedikit basa basi , robert mengeluarkan kertas yang tersisa yang ia ambil. "nah ini tanda tangan yang akan melengkapi semuanya." menyodorkan kertas dan bolpen . tanpa membaca lagi zaki langsung menandatangani kontrak terakhir itu. saat setelah menandatangani kontrak itu, mereka bertiga bersalaman untuk menjadi pelengkap dalam sebuah kesepakatan. lalu


tring trring triing suara telepon luke


dengan melihat nama, dari si penelpon dengan segera ia mengangkat telepon itu.


robert melihat ke arah luke . luke menjauh untuk mendengar suara telepon yang lebih jelas


dari kejauhan luke nampak takbaik baik saja, wajahnya sangat marah sejadi jadinya, suaranya terdengar ke seluruh rumah. robert tak pernah melihatnya semarah ini. urat urantnya keluar semua


         "APAAAA JAWAB AKU HEIIIIIIIII!!!!!!!!!"

__ADS_1


apapun yang terjadi , sepertinya terjadi sesuatu yang besar yang akan terjadi..........


__ADS_2