
ringgg!!!
bel istirahat berbunyi, Zaki yang duduk di belakang lapar dan pergi ke kantin bersama Jack yang sekelas bersamanya.
sementara itu di kelas yang berbeda....
Jasmine bersama teman temannya yang sudah di kantin mulai menggosipkan tentang Zaki yang kabarnya tersebar masuk ke klub sepakbola.
Zaki memang terkenal karena dia pernah menjadi ketua OSIS dulu.
Jasmine hanya diam mendengar kabar itu, lantas seorang temannya menegurnya, "hey Jasmine bukanya dia temanmu?"
"ah i kurasa be begitu"
jawabnya gugup
melihat Jasmine yang bertingkah aneh saat mendengar nama Zaki , seorang temannya menggodanya karena sepertinya dia memiliki rasa pada Zaki. "mengapa gugup? apa kau menyukainya?"
Jasmine yang mendengar itu malah salah tingkah dan wajahnya mulai memerah.
dia terus di goda oleh teman temannya dan saat waktu yang bersamaan Zaki berada di dekat sana.
"permisi buk , nasi nya 2 ya"
"oh iya"
Zaki dan Jack yang mencari tempat duduk melihat Jasmine yang membuat Zaki duduk di meja Jasmine dan teman temannya, dan setelah duduk Zaki yang duduk di dekat Jasmine menanyakan kabarnya.
tidak ada respon
ada apa dengan wanita cerewet ini? dia pasti masih marah padaku, bagaimana kalau ku belikan es krim saja.
"ohh kau masih marah , ayo ikut aku "
Zaki langsung menarik tangannya untuk pergi membelinya sesuatu. kejadian yang terlihat itu langsung mengagetkan teman temannya bahkan Jack kaget bukan main , Jack tidak menyangka temannya yang pemalu saat berbicara dengan perempuan, berani melakukan itu bahkan tidak gugup lagi berbicara dengan perempuan.
"za Zaki tunggu, kita mau kemana ?"
"kau marah padaku, jadi aku akan membelikan mu sesuatu"
Jasmine yang sadar Zaki memegangi tangannya merasa malu dan dadanya berdebar kencang.
"Zaki tunggu ini memalukan"
"buk beli es krim rasa kacang merah dua"
Jasmine yang mendengar es krim rasa kacang merah , lantas terkejut karena Zaki mengetahui es krim yang ia sukai.
setelah membeli Zaki dan Jasmine duduk di meja yang berbeda dan memakan es krimnya berdua saja. zaki membuka es krim milik Jasmine dan menatap wajahnya, "tuh kau masih saja cemberut begitu, sini aku suapi"
Jasmine yang merasa malu berusaha untuk pergi , namun karena dia tidak ingin mengecewakan Zaki ia melanjutkan makan eskrim bersamanya.
__ADS_1
mereka menghabiskan waktu istirahat untuk bercanda mengobrol dan tertawa , hingga jam pelajar kembali dibunyikan.
"hahahaha, kau sudah tak cemberut lagi, baiklah aku akan pergi ke kelas , kasihan Jack menunggu"
.
.
.
Zaki yang sudah pulang mulai penasaran dan ia
"status"
lalu layar muncul di depannya di sana tercantum lengkap mulai dari skill nya Zaki yang amat dibawah rata rata hingga staminanya berada pada minus yang membuatnya tertawa.
[nama Zaki]
[Umur: 16, minat sepakbola, posisi : ?????, fisik: 15]
[skill: -1 ]
[kecepatan 10 Km per jam]
suasana yang amat sepi pada desanya membuat Zaki nyaman berada di sana .
"aku tak menyangka aku sepayah ini"
Zaki terdiam dan mulai berfikir...
"kak baiknya kakak simpan saja , sepertinya aku tidak bisa mengambil uang itu, karena kebutuhan panti juga berkurang biar aku saja nanti yang mencari uang"
mendengar itu kak Rose berusaha memaksanya untuk mengambil uang itu , namun Zaki yang terus menolak membuatnya pasrah.
alasan Zaki menolak uang itu karena , panti sedang dalam masa paceklik, dimana mereka harus membayar listrik, air dan juga mereka mempunyai hutang di bank yang apabila tidak dibayar maka mereka akan menyita panti ini.
itu yang akan datang di masa depan, Zaki sudah mengetahuinya
tembok yang berlubang dan lantai yang retak serta atap yang bocor ketika hujan itu adalah tempat ku dibesarkan, ketika aku sedang tidak memiliki siapapun mereka datang , memberikanku cinta tulus mereka , aku tak ingin tahu siapa orang tua asliku yang jelas aku tidak akan mencari tahu aku tidak ingin tahu orang yang membuang ku dan tidak memperdulikan yang aku perduli kan hanya panti ini dan orang orang baik yang ada di dalamnya.
dia yang sudah memasuki kamarnya mulai membuka status window
aku tak percaya layar ini nyata, hei apakah kau bisa terlihat oleh orang lain?
[tidak]
sudah jelas pastinya
[pemain anda belum membuka boks hadiah , apakah anda ingin membukanya?]
dengan keinginan tahu nya ia mengiyakan sistem dan nampak kotak mereka melayang di dekatnya muncul secara tiba-tiba.
__ADS_1
karena Zaki orang yang ingin tahu sesuatu yang baru ia menekan kotak itu dan membuatnya terbuka.
[kotak terbuka]
[selamat pemain mendapatkan 'the eagel eye']
[kemampuan umpan meningkat menjadi 50%, kemampuan akurasi umpan meningkat menjadi 80%, semua kemampuan meningkat menjadi 10%]
[anda dapat melihat posisi teman anda selama anda berada di lapangan, dan posisi umpan untuk mencetak goal ]
...[tembakan: 40, dribble: 30, skill: 0, "kecepatan: 30+, umpan: 15 > 50, akurasi umpan: 20> 80, pisik: 20]...
...[tingkatkan B]...
melihat itu ia kaget dan tak percaya dengan apa yang ia dapatkan, hingga ia berkeringat apa yang ia dapatkan.
'apa apaan ini , semuanya memang hanya naik 10 namun untuk umpan dan akurasinya naiknya sangat drastis sekali, aku tak percaya ini baiknya langsung ku praktekkan saja ya'
karena dia ingin menguji apakah ini nyata atau tidak ia dengan cepat ganti baju dan mulai memakai sepatu bolanya.
Zaki yang berlari keluar lantas membuat kak rose dan 2 pengasuh lainnya kaget.
wuus
"hey mau kemana Zaki?" kak rose berteriak terkejut
"aku akan ke lapangan dekat kantor kepala desa kak".
"baiklah jangan pergi terlalu malam"
"baik bos"
Zaki keluar dengan cepat dan membuat yang lain terkejut
"apakah dia memang secepat itu atau aku memang tak memperhatikan" ujar seorang pengasuh yang tengah memotong motong sayuran
"entahlah mungkin hasil kerja kerasnya selama bertahun tahun membuahkan hasil"
.
Zaki berlari untuk menuju lapangan dan dengan cepat ia melewati blok dan gang yang kecil.
dan tanpa menunggu lama ia akhirnya sampai di lapangan , dan sedikit kecewa karena lapangannya dipakai oleh orang lain sebelum dirinya
lantas ia terduduk di pinggir lapangan dan menunggu hingga mereka selesai bertanding.
Zaki sedikit kecewa karena ia mengira tidak ada siapapun di lapangan yang sering ia mainkan , namun hari ini ia teringat jika desanya sedang mengadakan pertandingan antar desa yang selalu diselenggarakan setiap tahun sekali.
"bodoh kau Zaki, harusnya kau ingat"
Zaki mengeluh menyalahkan dirinya sendiri
__ADS_1