
brussel, 8:00 pagi
**Pemain **muda sudah siap untuk latihan\, para staf dan pelatih sudah berada di lapangan\, ada beberapa hal yang diumumkan sebelum latihan dilakukan\, mulai dari berita tentang bertahannya manager hugo di klub yang membuat beberapa pemain bingung karena mereka tahu seberapa buruk tim inti saat dibawah nya juga permainanya tidak beraturan serta hanya mengandalkan individu saja.
"Diam !, terima kasih , karena beberapa hari lagi kita akan mengadakan liga untuk umur kalian , jadi kami sudah mendapatkan pelatihan baru yang mungkinakan menguras tenaga kalian , namun saya yakin kalian dapat menyelesaikan latihan berat ini karena ini latihan yang sudah disusun untuk kalian jadi untuk memulainya saya hanya ingin mengucapkan good luck buat kalian."
"yes coach!" para pemain serentak berteriak.
abayomi melihat dari luar lapangan karena tangannya masih cidera , dia masih ingin datang untuk melihat timnya yang akan bertanding, ya walaupun tangannya sudah gatal . ia tak dapat melakukan apapun karena tidak diperbolehkan oleh coach dan pemain yang lainnya.
walaupun tidak ada kapten mereka , mereka harus mengikuti latihan sebelum pertandingan. ada kekhawatiran di diri masing masing pemain , namun mereka tahu jika mereka hanya khawatir dan tak melakukan apapun maka situasinya akan semakin parah. jadi mereka latihan seperti biasa. 'anak anak ini , mereka mulai dewasa' zaki melihat sikap mereka yang kemarin khawatir dan hari ini tenang .
apa yang dikatakan pelatih memang tak salah , latihan hari itu begitu berat, bahkan baru 20 menit saja keringat mereka sudah mengucur , "sial coch tidak bercanda" obrolan para pemain yang mulai merasakannya.
setelah 30 menit mereka melakukan istirahat yang hanya diberikan 10 menit saja , padahal mereka masih berkeringat. "heyy ayo bangun kita akan ke pelatihan berikutnya, baru pemanasan kalian belum ke inti latihan" teriak pelatih yang begitu keras.
mereka berdiri , zaki melihat layarnya yang memperlihatkan kondisi tubuhnya dan dengan jelas anatomi tubuhnya dilayar. 'untung ada sistem, nafasku diatur membuat staminaku tak terbuang sia sia' gumamnya.
setelah berdiri pelatih membariskan mereka di ujung lapangan, lalu asistennya menjelaskan apa yang akan mereka lakukan , ada beberapa pemain yang masih melakukan pemanasan.
"baiklah , ini adalah latihan stamina. jangan ada yang bertanya karena aku tak menyukai pertanyaan , jadi kalian harus berlari ke ujung lapangan ini lalu kembali lagi begitu seterusnya hingga, kalian tak mampu lagi faham " para pemain mulai khawatir ."faham!"
"baiklah mulai" ..
mereka memulainya , ada beberapa pemain yang berlari cepat sekali dan ada yang berlari lambat , zaki yang terbiasa berlari melakukan larian sedang karena ia ingin sistem mengatur nafasnya lebih efisien.
"haha aku merasa kasihan pada mereka, "abayomi yang melihat mereka mulai kelelahan .
padahal baru 5 ronde mereka lakukan.
waktu bergulir masing masing pemain mulai tak kuat , dada mereka sesak dan perut kiri mereka terasa sakit. ada beberapa yang sudah menyerah di menit ke 15 sedangkan zaki bahkan belum mengeluarkan keringat.
20 menit para pemain berkurang dari 15 pemain menjadi 8 pemain tersisa .
24 menit tinggal 5 orang yang masing berada di lapangan
__ADS_1
menit 28 hanya 3 pemain tersisa salah satunya zaki yang berkeringat tapi nafasnya masih teratur .
tidak ada yang ia pikirkan bahkan pikirannya hanya terfokuskan ke lapangan kakinya dan layar didepannya yang terus memperingati zaki . [stamina anda menurun , pemain diharapkan berhenti!] sistem memerah dan membuat zaki kesal.
'sialan ganggu'
menit 30 hanya tinggal zaki dan mateo yang sepertinya memaksakan dirinya.
zaki yang terlihat tenang menengok padanya yang tepat di sisinya. , wajahnya menahan sakit. lallu dia melihat ke arah zaki. "hey kalau kau tak sanggup kau tak perlu memaksakan dirimu" katanya pda mateo yang nafasnya mulai mengeluarkan suara terompet, sembari berlari dia menggeleng gelengkan kepalanya.
zaki tersenyum.
menit ke 35 mateo yang seperti nafasnya akan habis mulai tak kuat lalu,
brukk!! ia terjatuh namun ia menahan badannya dengan kedua tangannya, zaki maju terus menyauhinya. 'sial aku mau mati' teman temannya yang dari tadi menunggu mereka beberapa mulai membantunya ke sisi lapangan. "ya ampun keras kepala" kata seorang teman brazilnya menggunakan bahasa brazil.
dia mengangkatnya bersama teman lainnya. "sudahlah kau mau mati disini bodoh" mengangkatnya .
mateo kesal. "droga!" teriaknya. karena tak mampu seperti zaki.
temannya hanya menggelengkan kepalanya sembari mengangkatnya ke sisi lapangan.
dan sudah se jam suara sirine terdengar , menandakan latihan itu selesai.
tooot
"selesai , zaki kemari berkumpul"teriak pelatih yang menunggu disisi lapangan
para pemain lain melihatnya dengan takjub , dan beberapa kagum padanya yang tampak masih bisa tersenyum dan hanya menghembuskan nafasnya sekali saja.
zaki berlari ke arah mereka dan pelatih . dia duduk didekat mateo. mateo yang kepalanya ditutupi handuk menyodorkan air. ia melemparkannya. zaki menangkapnya. "terima kasih" zaki tersenyum , mateo hanya menganggukan kepalanya.
'sialan dia masih bisa tersenyum dan jelas sekali dia bahkan tak sesak seperti yang lainnya nafasnya masih stabil. sial aku iri' mate merasa kalah dari zaki. dia menutup wajahnya menggunakan handuk, rambut rintiknya terlihat sedikit.
"baiklah kalian , terima kasih sudah mau mengikuti aturannya, kecuali kau mateo " pelatih menunjuknya . mateo tertunduk. "sudah kubulang untuk berhenti jika sudah tak sanggup , beruntung ini baru permulaannya jika besok seperti itu lagi, lebih baik kau tak usah datang latihan. baiklah " memperingatinya.
__ADS_1
"sialan" gumam mateo.
"kalian akan diberi waktu istirahat 20 menit dari sekarang setelah itu kita akan memulai latihannya , ingat jika ada yang merasa tak enak dengan anggota tubuhnya baiknya melapor . dan juga latihan ini akan dilakukan 6 hari sebelum hari terakhir kalian diberi waktu istirahat . baiklah selamat menikmati latihan kalian" katanya.
'sial dia orang yg berbeda ketika melatih' pikirnya.
.
.
.
di tempat lain , dimana pertandingan reguler liga sedang berlangsung, pertandingan anderlecht yang dimenangkan oleh mereka dengan skor 1-0 , hugo yang sedang mengatakan beberapa kata setelah pertandingan . dia yang tengah mengatak beberapa kata disela oleh figaro.
"sialan, coach mengapa anda mencandangkanku selama pertandingan, kita mungkin bisa saja menang 3 - 0 jika saya masuk " ucapnya sembari berdiri.pemain lain yang sudah lelah memandangnya dengan sinis . termasuk striker cadangan yang sekarang dimainkan full time melihatnya karena ia memasukkan gol penentu kemenangan.
hugo menghiraukannya. dia melanjutkan kata katanya. "terima kasih atas usaha kalian semua, termasuk kau fernandes selamat karena menjadi motm(man of the match)" katanya memujinya
fernandes hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya.
lalu figaro membanting bajunya "sialan, coach apa masalahmu denganku , aku yang terbaik aku kau tahu aku akan menjadi top skor liga kalian semua tidak ada apa apanya tanpa adanya gol dari-" saat ia tengah marah marah hugo.
melemparkan botol yang hapir menganai kepalanya.
duar!!! botol itu menghantam loker.
figaro terkejut dibuatnya. dia melihat ke hugo yang dingin menatapnya. para pemain diam dan tak berani untuk berkata apa apa."DIAM SIALAN AKU BELUM SELESAI BICARA, AKU ADALAH PEMIMPINYA DISINI AKU SUDAH MEMPRINGATKANMU UNTUK DIAM TAPI KAU MALAH MENYROBOT KU SAAT TENGAH BICARA. KELUAR ATAU AKAN KUBERI SKORS PADAMU FI GA RO!!" suaranya meninggi namun tubuhnya tenang tatapanya dingin namun membuat siapapun merasa was was. semua terdiam , ruang ganti itu tanpa suara. stafya yang berada disampingnya menelan ludah mereka .
namun figaro pria itu sepertinya kehilangan kepalanya , dia dengan congkak membalas kata kata hugo.
"OKe okeh coach!! sialan lihat saja minggu depan aku akan berada di klub rival dan membuat kalian menyesal termasuk kau" menunjuk fernandes yang tak tau menau apapun, klub sialan ini kalian semua akan lihat amarahku" katanya dengan percaya diri sembari berjalan keluar.
tak ada suara , kecuali suara pintu yang di tutup keras.
lalu.....
__ADS_1
"HAHAHAHAHAHA BAGUS jika itu maumu sialan , aku akan membuatmu tak ada di tempat latihan ataupun pertandingan minggu depan dan akan kulihat apa yang kau katakan itu benar atau tidak" ucap hugo yang membuat para pemain nampak kagum karena kharismanya.
ia tak takut akan kehilangan pemain yang bahkan memang bagus sekalipun .