
Zaki berangkat sekolah dengan perasaan depresi yang membuat teman temannya khawatir.
"Zaki ada apa? kau tidak terlihat baik?"
"yah tak apa "
di jam istirahat di kantin Zaki hanya melamun dan melihat makanannya saja.
kenapa sih ? aku mendapatkan skill captain itu hhihujhuhu apakah tak bisa yang lain, dan juga kenapa juga aku memencet ya , aku benar benar benci memerintah kau tahu.
sementara Zaki yang melamun teman temannya yang sama dari klub sepakbola mengatakan pertandingan antar sekolah yang akan diadakan di kota Jakarta, obrolan mereka menyadarkan Zaki dari lamunannya.
"yah kurasa kita akan kalah di babak grup lagi"
jawab senior yang duduk bersama mereka di pojok bangku kantin
"ayolah senior , apakah kau tak bersemangat, apakah kau masih menghawatirkan klub sekolah kota Jakarta itu"
pertandingan antar klub sekolah ini diikuti di seluruh tim di pelosok Indonesia. pertandingan ini bisa dibilang baru dua tahun dan merupakan program baru pemerintah untuk mengasah bakat muda di Indonesia.
mereka sebenarnya harus terlebih dahulu saling bunuh-bunuhan antar provinsi dan berlanjut hingga tingkat nasional, tim yang sudah sampai di tingkat nasional akan dibagi ke 4 grup dan masing masing grup berisi 4 tim yang mewakili masing masing provinsi , hanya ada juara grup yang bisa lanjut ke babak selanjutnya.
'sekarang aku ingat , tanggal 8 Desember adalah tanggal final kompetisi ini dan aku tahu pemenang dari kompetisi ini. SMP HARAPAN, di tim kali ini anggota mereka nantinya akan menjadi pemain pemain yang akan berkontribusi besar di timnya masing masing, dan aku ingat si gila gol itu ada disana'
berada di pusat kota membuat kemudahan bagi SMP itu untuk berkembang, mereka banyak merekrut pemain pensiunan timnas serta bekas pemain dari luar negri untuk melatih talenta muda mereka bahkan mereka pernah mendatangkan Essien yang merupakan mantan pemain Chelsea.
mereka semua beranjak saat bell dibunyikan , klub sepakbola yang akan masuk dihari pertama mulai berlarian ke gedung Akademi sepakbola, Zaki yang tengah dan perjalanan ke kelasnya untuk mengganti baju melihat Andre dan Petrus yang berlari ke akademi agar tidak telat .
...............
mungkin hanya perasaan ku saja
setelah Zaki mengganti bajunya ia berjalan untuk masuk ke akademi.
di depannya kerumunan orang mengerumuni gedung , mereka mengarahkan pandangan mereka pada lantai ketiga dari gedung itu. Sura dari orang orang mulai membuat Zaki penasaran.
untuk itu Zaki mulai mendekati mereka yang tengah berkerumun.
"ayolah turun dari sana bung, jangan kau mengakhiri hidupmu" suara teriakan orang orang
Zaki mengangkat kepalanya, disana ia melihat samar samar orang yang tengah berdiri di jendela salah satu kamar lantai tiga.
menyadari jika dia sepertinya berusaha untuk mengakhirinya hidupnya Zaki panik dan terkejut, perlahan wajah orang itu mulai terlihat jelas setelah terhalangi matahari.
Andre memanggilnya dari pojok kerumunan itu.
"Zakii!!!! sini" teriakan yang lumayan besar
ia berjalan melewati kerumunan orang-orang dan sampai di tempat Andre yang tengah bersama Petrus .
__ADS_1
aku menanyakan apa yang terjadi pada mereka, ekspresi mereka terlihat cemas , aku tak tahu siapa pria yang berusaha mengakhiri hidupnya itu, aku menanyakan padanya siapa dia.
" dia......"
Andre tidak mengetahui siapa dia , namun seseorang dari kerumunan memberikan nama orang itu, tubuhku seketika bergetar dan mataku mengekspresikan tidak percaya.
nama orang yang baru saja disebut membuatku mengingat kejadian horor yang terjadi pada tanggal ini dan di jam yang sama.
Zaki melihat jamnya
10:11 pagi
sial bagaimana aku bisa lupa kejadian ini, kejadian yang membuat nama sekolahan tercoreng, dan membuat banyak yang pergi dari sekolahan ini .
hari dimana murid mengakhiri hidupnya karena alasan yang tidak jelas, namun aku tahu dengan jelas alasannya, karena aku sangat kenal orang yang akan bunuh diri itu.
Jamal !!!
Zaki tidak tahu apa yang harus dilakukan olehnya , teriakan orang orang membuatnya semakin berkeringat.
dia tahu betul jika Jamal akan benar benar menjatuhkan dirinya sendiri.
........
Petrus yang melihat Zaki yang berkeringat menyadari jika Zaki mengenal orang itu, dia menghampiri Zaki dan berusaha menenangkannya.
para penjaga dan dibantu staf yang lainnya berusaha mendobrak pintu dari dalam, ada yang memanggil pemadam kebakaran serta ambulan.
drukk. drukk
"kenapa pintu ini tidak bisa bobol.... apakah ini terbuat dari besi? "
para staf dan keamanan yang frustasi membuka pintu
tentu hal itu sia sia , karena aku mengetahui betul jika pintu ini dibuat dengan material yang kuat serta ganjalan dari dalam sudah disiapkan olahnya sejak lama.
para murid sudah mulai capek berteriak untuk dia berhenti namun tak ada respon.
......................
di posisi Jamal....
kenapa mereka berteriak sih, apa yang salah dengan bunuh diri, apakah mereka tidak tahu jika banyak orang yang mati karena bunuh diri, bukankah ini hal yang biasa.
lalu mengapa sekarang orang orang peduli padaku, apakah orang baru mengingat ku setelah aku akan mati.
apakah ***mereka belum pernah merasakan rasanya kehilangan masa depan, dan mimpinya, aku selalu bertanya pada diriku tentang kemampuan ku yang tidak berkembang, aku selalu berlatih paling keras aku yang kehilangannya segalanya bahkan sebelum aku lahir, keluarga,teman,sahabat,harapan.
APAKAH KALIAN PIKIR KALIAN PERNAH MERASAKANNYA KEHILANGAN SEGALANYA
__ADS_1
kurasa setelah aku terjatuh aku akan merasakan ketenangan........
suussss....
suara angin melewati kupingnya***
satu kakinya mulai melangkah ke depan
"TIDAKK!!!!"
ZAKI PERLAHAN berjalan ke tangan kerumunan
tak ada suara dari mulutnya, namun dia dapat merasakan perasaan nya
hmmmmm
zaki menarik nafasnya
[skill aktif]
"HEYYYY, JAMAL!!!!"
suara menggelegar dari Zaki membuat orang orang memperhatikannya, jalan yang mendengar suara itu melihat kebawah.
bukankah itu Zaki teman kelas 7 dan 8 ku.
"APA YANG KAU LAKUKAN HUH? APA KAU PIKIR INI LUCU!!!, INI TIDAK LUCU SAMA SEKALI KAU BODOH , BETAPA NAIFNYA KAU INI APA KAU PIKIR SEMUA MASALAHMU AKAN SELESAI KETIKA KAU MATI?"
Tak ada yang berani mengeluarkan suara, mereka hanya terdiam dan mendengarkan
mulut mereka seakan terkunci seakan mereka ingin mendengarkan suaranya, seakan Zaki adalah pemimpin mereka.
"DIAM kau aku sudah muak kehilangan semuanya, kau tidak akan pernah menyadari kehilangan semuanya, karena kau belum pernah mengalaminya, aku kehilangan masa depan sepakbola ku yang satu satunya yang membuatku terus bertahan , kau pikir aku akan takut dengan ancaman mu"
..........
"BAIKLAH LAKUKANLAH SEKARANG, JATUHKAN TUBUHMU KE BAWAH DAN BIARKAN DIRIMU TENANG!!!, MENGAPA KAU TIDAK MELAKUKANNYA APA KAU TAKUT HUH, PENGECUT, LALU AKU INGIN KATAKAN KATA TERAKHIR KU. APA KAU PIKIR SEMUA MASALAH AKAN SELESAI, APA KAU LUPA AKU HIDUP TANPA HARAPAN DAN KELUARGA AKU ADALAH ANAK YANG TIDAK DIINGINKAN, AKU DIBUANG DI TONG SAMPAH DAN MENJADI TUMPUKAN SAMPAH, SEPERTINYA KAU TIDAK AKAN MENDENGAR KISAHKU, JADI BAGAIMANA BISA KAU MELUPAKAN KEDUA ADIK KECILMU DI RUMAHMU, APA KAU PIKIR MEREKA AKAN BAHAGIA KETIKA KAU MATI"
URAT urat Zaki terlihat......
liurnya berhamburan keluar.
Efek dari skill Zaki mulai berefek setelah Zaki pergi dari sana.
matanya yang kosong, mulai mengeluarkan air mata dan tubuhnya terjatuh ke belakang seakan tidak membolehkan dirinya untuk terjatuh ke bawah.
di benaknya yang kosong mulai teringat suara adik adiknya. dan mulai terbayang wajah adik adiknya yang selalu menyemangati nya bahkan saat dia terpuruk.
air mata keluar deras dari matanya..
__ADS_1
duarr.....
suara dobrakan pintu terkenal, dan para staf mulai mengamankan jemal yang tengah berbaring di dekat jendela sembari menangis.