To Be Champs

To Be Champs
ep 44


__ADS_3

pelayan pada zaki tak berhenti di sana , bahkan saat robert dan luke bangun zaki diberikan pelayanan yang sebenarnya terlalu berlebihan , bahkan saat sarapan makanan di meja sudah ada banyak menu dari yang lautan hingga sayuran semuanya berada di meja makan yang panjang dan besar itu , "ingin minum lagi tuan" ucap pelayan yang menawari air wine pada zaki . yang dari tadi menolak.


      robert yang duduk bersebrangan dengan zaki , hanya bisa menepuk jidatnya sembari menggeleng gelengkan kepalanya , sepertinya ia tahu zaki merasa tak nyaman , "hay kau sudah , dia masih berumur 16" kata luke yang merasa tak enak dengan zaki yang memiliki keyakinan tidak memperbolehkan meminum alkohol.


   luke yang dari tadi terus memberikan kode pada sang pelayan untuk terus menawarkannya pun nampak terkejut karena baru ingat jika lelaki yang ada didepannya baru 16 tahun,


"maafkan atas sikapnya ya zak dia-" robert yang merasa tak enak dengan sikap pelayannya. . zaki yang tengah makan hanya tersenyum dan mengisyaratkan dia tak masalah dengan apa yang terjadi . luke berkeringat dan terus menggerak gerakan kakinya . sepertinya ia gelisah.


   menatapnya dengan kesal , robert berpura pura batuk untuk mengisyaratkan kawannya itu. "ehem " tak ada jawaban dia masih gelisah . "ehemmm ehem" suaranya semakin besar , namun masih tak ada jawaban  zaki melihatnya . "anda sakit pak robert " tanya zaki khawatir. "ah tidak tidak ..........." senyap .


"maaf nak zaki bolehkah kami berdua keluar sebentar sepertinyakamilupa mengecek sesuatu" ucap robert yang menarik tangan luke , untuk pergi dari ruang makan.


zaki melihatnya , ia sebenarnya penasaran apa yang terjadi , namun ia tahu dia tak harus tahu urusan mereka , toh mereka adalah tuan rumah nya,


     di luar ruangan makan , "apa masalahmu hari ini luke?" tanya kesal robert. dia tak menjawab pertanyaanya. "dengar aku tahu kau yang menyiapkan semuanya untuk zaki , tapi alkohol pada anak dibawah umur ? ada apa denganmu , apa kau ingin menyinggungnya dan membuatnya tak nyaman . dan saat aku meminta maaf kau tak melakukannya kau hanya diam ". robert begitu kesal pada kawannya yang biasanya berpikiran jernih itu tiba tiba memiliki pikiran pendek . "ya ampun , maafkan aku aku tak ingat , aku hanya ingin membuatnya nyaman kawan maafkan aku." jawabnya dengan suara pelan dan perasaan bersalah.


     "oke aku maafkan , jadi masuk lagi dan ucapkan permintaan maaf " kata robert yang menganggukan kepalanya .


'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''


di kamar wartawan , ia yang terkejut dengan apa yang ia lihat langsung membuka website pribadi yang ia buat sendiri dan tulis sendiri itu.


      "ya ampun apa yang terjadi semalaman " katanya panik dan membuka websitenya .


yang mana jumlah pengunjung yang masuk melebihi kapasitas websitenya , yakni 10 juta pengguna yang masuk ke websitenya , melebihi biasanya yang hanya seribu atau ratusan orang saja.


  tentu kelebihan pengunjung membuat website beritanya error untuk itu ia tanpa banyak pikir langsung mematikan pengunjung yang masuk dan berusaha secepat mungkin memperbaiki websitenya .

__ADS_1


"ya ampun ya ampun .... cepat cepat kau harus cepat menyelesaikannya , astaga 10 juta itu terlelu banyak !" paniknya di dalam kamar , ia bahkan sak sempat meminum kopinya , karena kejadian yang terjadi .


"sialan biayanya jadi besar jika terus begini" katanya


entah waktu yang dimakan untuk menyelesaikan itu berapa lama . yang pasti saat ini matahari sudah keluar sempurna dan kopinya sudah tak panas lagi.


      dan saat ia sedang pusing untuk memperbaiki server nya ada sekitar 10 panggilan yang tak sempat ia angkat karena terlalu sibuk , ia mengetik bagaikan mesin . fokusnya tak dapat tergoyahkan . ia begitu fokus hingga membiarkan telepon yang masuk dari boss yang dinamai di ponselnya itu.


     keringat mengucur di wajahnya , matanya fokus ke layar sedangkan tangannya terus mengetik .


"ayo sedikit lagi....... ini dan"


"enter "


loading di layar laptopnya , ia tak mendengarkan telepon di sampingnya yang terus berdering .


    saat sudah muncul tampilan website nya ia melemaskan tubuhnya dan nafasnya yang terengah engah . "sialan , kau pikir aku akan semudah itu menyerah " berbicara pada laptopnya . ia melihat kopinya yang sudah tak panas di meja di depannya , terlentang di kursi itu dia melirik ke ponsel yang dari tadi membuat perasaanya tambah panik.


"ayo angkat.... angkatlah sialan" gelisah .


     telepon terus berbunyi namun belum diangkat . ia mencoba lagi menelepon teleponnya . dan yang kedua kali ini berhasil tersambung pada bosnya . "hallo bos apa kabar" tanya nya dengan suara tak berdosa.


"APA KABAR APA KABAR HEY SIALAN AKU MENELEPONMU SEMALAMAN DAN KAU MASIH TIDUR APA MAUMU HEY JAWAB AKU DAVID!" dengan suara besar dan menganggetkan hingga dia hampir menjatuhkan ponselnya.


"emm namaku ricky pak bukan david" jawab nya .


entah kenapa  suara yang marah marah itu melunak. "eh maaf ya ricky karyawan favoritku hehe ". ricky yang mendengar itu hanya heran dan mempertanyakan kemana orang yang mengomel tadi .

__ADS_1


  "lupakan itu, oh ya aku lupa beritamu yang kau dapatkan sangat bagus , pagi ini penjualan koran naik 10% dari biasanya , dan bolehkah kau memberikan file foto tentang berita yang baru kau tulis di web mu hehe" dengan suara lembut.


  melihat itu adalah kesempatannya untuk naik jabatan dengan suara yang berwibawa ricky berjanji akan memberikan file yang dia pegang namun..."namun bapak harus menaikan jabatan saya dan kameraman saya bagaimana ?" katanya.


.................


.............


senyap tak ada jawaban , namun telepon masih tersambung.


"sialan kau , huuuh baiklah asalkan kau bisa mendapatkan foto mereka lagi bagaimana?" tanyanya .


   sebenarynya dia bisa saja langsung mengangkat posisi ricky dari yang sebelumnya menjadi wartawan lapangan menjadi wartawan exslusiv namun boss ricky yang memiliki otak bisnis lebih cerdik darinya , ia dengan segera memberikan syarat pada ricky yang notabene memiliki file nya.


  ricky juga tau hal itu, namun karena itu adalah salah satu cara ia naik pangkat ia mengiyakan syarat dari bossnya itu.


"sialan baiklah aku terima " kata ricky yang menahan kesalnya dengan sikap bossnya yang sangat licik itu.


setelah borolan telepon yang membuatnya kesal ia melihat webnya yang pengunjungnya terus naik . emosinya mereda saat melihat itu. "tapi kenapa bisa seramai inihanya dalam semalam " heran dan melihat lihat websitenya .


melihat berita yang ia upload satu persatu yang angkanya sama seperti kemarin yang membaca hanya ratusan orang saja . lalu ia melihat berita yang baru ia upload .


 yang mana hanya satu berita yang ia tulis hari kemarin. "apa ini berita tentang kedua legenda itu dan pemain asing" terkejut seperti tuber .


    ia menutup mulutnya seakan tak percaya . orang yang membaca berita itu 11 juta dan terus naik ketika ia refresh ulang.


"hahah ..... haha ... hahahahah jadi ini alasanmu bos kikir kau ingin hal ini juga hahah sekarang aku mengerti mengapa kau menginginkan file ini . jadi kau ingin file ini dengan mudah .......baiklah akan kubuat ini menjadi sulit boss" senyum jahat

__ADS_1


ia nampaknnya sudah mendapatkan ide yang bagus untuk karirnya ......


.


__ADS_2