To Be Champs

To Be Champs
ep 25


__ADS_3

di kursi berkumpulnya para pencari bakat dan agen. robert sudah menggaruk garuk kepalanya karena memikirkan jika zaki berubah pikiran . apa lagi  zaki pernah memiliki mimpi main di liga inggris dan disana ada seorang pemandu bakat dari liga inggris . " ehem ." luke melihat ke arahnya . "ada apa ?......" melihat ke arah luke .


entah kenapa luke terlihat melakukan kode.


matanya mengarah ke kanan terus menerus. robert menoleh ke arah kanan . dan disampingyaternyata ada seorang agen yang terkenal tengah melihatnya. mereka saling menatap dan tersenyum.....


pria tua di kananya itu mendekati mereka , "apa kabar kalian" ucap pria tua dengan mata biru dan rambut putihnya, disampingnya ada seorang yang membawakan payung untuk melindunginya dari panas. dengan sedikit canggung robert dan luke bersalaman dengannya . " baik ehem anda sendiri?" ucapnya gugup. sembari tersenyum


"baik sangat , bolehkah aku bergabung" ucapnya dengan tenang.


dia duduk di kursi dekat mereka . nampaknya luke dan robert sangat canggung untuk berbicara dengannya .


bagaimana tidak orang yang berada di dekat mereka adalah pencari bakat sekaligus mantan meneger paling terkenal di dunia sepak bola. siapapun pasti mengetahui namanya . dan jika mengetahui namanya orang orang pasti akan mengingat gelar dan prestasi nya yang amat gemilang.


dia adalah sang legenda sir Alex dari manchester united....


'sial mengapa orang seperti dia ingin berada di sini sih. ini membuatku agak was was' gelisah luke yang tepat berada di samping pria tua itu. ia berkeringat.

__ADS_1


"benar benar pemain yang hebat. hanya dengan melihatnya bermain selama 20 menit aku bisa tahu jika ia adalah permata di dalam tumpukan sampah" ucapnya yang melihat ke lapangan.


         dengan sedikit pelan robert menjawabnya. "hahah ya ya !" . pura pura tersenyum.  mereka mengobrol sangat canggung . sir alex yang merasa mereka kurangnyaman dengan sikapnya pun mempersilahkan mereka berbicara dengan formal saja. "hahahaha begitukah , sebaiknya kalian hati hati aku juga tertarik padanya " ucapannya memang tenang namun begitu mengintimidasi . bahu mereka bahkan berat dibuatnya.


**************


"zaki kau tak apa?" ucap khan mengangkatnya perlahan . zaki yang merasa tak apa ia berdiri dan menatap orang orang yang mengerumuninya. "ada apa ini?" ucap nya heran.


"apa maksudmu ada apa wajahmu berdarah!" adam yang panik mengangkat sebelah tangannya . mendengarnya mengatakan itu zaki memegang keningnya dan melihat ke arah tangannya.


       reaksinya yang santai sempat membuat khan berpikir jika zaki mengalami penyakit apalah yang membuatnya gelisah lalu . " oh darah! ada yang punya lap atau apa" zaki yang berdiri dengan santai.


"ada apa ?" zaki yang berada di pinggir lapangan melihat muka para medis yang heran. mereka hanya bisa takjub dan hanya memberikan sedikit perban di luka goresan itu. salah seorang para medis menunjukan jarinya di mata zaki . " tolong ikuti gerakan jari saya ya" ucapnya.


zaki mengikuti gerakan jari telunjuk itu dengan baik . " bagus anda bisa main kembali" .


sementara ia berada di sisi dengan kepala yang diperban sedikit . pemain tim kuning melakukan serangan bertubi tubi pada gawang tim merah . berulangkali pria timur itu menembak dan mengoper namun berulang kali juga semua usaha mereka berhasil digagalkan oleh penjagaan yang begitu ketat. bahkan khan harus turun kebawah untuk membantu timnya .  bola berhasil di blok oleh pemain tim merah , namun bola itu mengarah ke kaki bek kanan tim kuning.

__ADS_1


ia nampak berusaha menggocek sembari melihat rekan rekannya yang dijaga satu persatu. dari arah tengah kotak penalti tim merah. " oper bawah!". adam berhasil melewati man marking pemain tim merah , dan memanfaatkan kecepatan dan kelincahan dimilikinya ia berlari ke posisi kosong sembari meminta bola pada timnya yang tangah kesusahan .


      pria dengan rambut kriting itu berhasil mengontrol bola hasil operan temannya yang lumayan kencang itu , ia kaki kanannya menukik ke belakang ancang ancang akan menembak bola dari luar kota penalti. namun khan yang tepat ada dibelakangnya berusaha melakukan blok pada tembakannya itu. 'kena kau' dalam hati adam.


adam menahan tembakannya itu dan membuat khan terkejut dibuatnya , "sial" pria pendek itu berusaha agar memblokir tembakannya itu dengan berlari dan melakukan blok lagi , ............."kena lagi!".


adam melakukan tembakan tipuan untuk kedua kalinya dan membuat khan tersungkur dibuatnya . ia berusaha untuk memblokir lagi namun dirinya kini sudah terlambat. dia mengan kaki luarnya menembak dari luar kotak penalti kanan gawang tim merah . dan dengan cepat dan kuat lurus ke pojok kanan atas gawang .


kiper bahkan dibuat tak berdaya dibuatnya . kakinya seakan tak ingin bergerak . ia hanya bisa memandangi bole itu mengarah masuk ke gawang yang dia jaga.


"goooool" para pemain tim kuning berkumpul mendekati adam yang tengah berselebrasi mengangkat kedua tangannya kelangit. ia sempat terjatuh akibat posisi tembaknya yang tak menguntungkannya . secara ia hanya dapat menggunakan kaki kanan untuk menembak .


rasa kesal dan kecewa nampak diwajah para pemain tim merah, mungkin mereka unggul namun mereka sudah mati-matian memblokir semua serangannya . khan berdiri ia nampak kesal dan mengepalkan tangannya.


bersamaan dengan itu setengah babak berakhir. para peserta yang menunggu gilirannya nampak takjub dengan pertandingan yang mereka lihat . "sial bukankah  umur mereka sama seperti kita?" seorang peserta tim biru takjub dengan apa yang dilihatnya. "ya tapi mereka hanya mementingkan kerja sama , padahal bukannya ini penilaian individu" peserta lainnya yang heran.


sementara itu di pinggir lapangan . tim merah yang tengah beristirahat nampak murung dan lesu.

__ADS_1


     zaki yang berjalan dari belakang mereka membuat khan terkejut. "ayolah kalian apa kalian anak tk ? kita masih unggul . apa ini yang dinamakan era baru sepakbola indonesia? " zaki mengambil air di box "basuh tenggorokan kalian dengan air aku akan membuat strategi gila" sembari membagikan air dia tersenyum .


      khan menatapnya terkejut  'apa yang dia inginkan sehingga membantu mereka, apa tujuannya apa dia tak ingin masuk ?" membuka air dingin dan meminumnya . sembari memikirkan apa tujuan pria riang di tengah kerumunan itu.


__ADS_2