
seorang wanita mengikuti sang legenda dari belakang , dan asistennya yang berada di belakang merasa ada yang aneh dengan bosnya, "nona tunggu anda mau kema-" sebelum menyelesaikan ucapannya wanita itu membungkam mulutnya sembari memelototinya . 'diamlah aku bisa ketahuan'. matanya menyoroti asisten dengan kemeja rapi itu. lantas dia langsung melanjutkan mengikuti sir alex yang sudah sapai di luar.
perlahan ia melihat dari kejauhan , yang mana sir alex menemui pemain itu, dan 2 orang sepertinya dia kenal."nona bukankah itu robert dan luke kenalan ayahmu?" ucap asisten di belakangnya yang mengintip dengan saksama.
"aku tahu itu, tapi kenapa ia menemui pemain itu dan sir alex juga? " tanyanya penasaran . sang asisten hanya menaikan bahunya dan menggelengkan kepalanya tanda ia tak mengetahui apapun, wanita yang diketahui bernama linda itu memutar matanya kesal.
'sial aku tak bisa mendengarkan obrolan mereka' dalam hatinya
dari kejauhan nampak mereka ber lima nampak serius dan sir alex tertawa, maun dia tak dapat mendengar apa yang di bicarakannya .
.
.
di perbincangannya sir alex terus menggoda zaki dengan tawaran tawaran yang membuat robert kesal dibuatnya . luke melihatnya dan berusaha menahannya . 'tahanlah'
"bagaimana nak, apa kau tertarik?" sir alex tersenyum karena mengira akan berhasil.
__ADS_1
zaki lalu menjawab. ia menariknafasnya . kedua orang belgia itu nampak deg degan dibuatnya . "maaf aku tidak mau" zaki dengan santainya . sembari membuka botol es yang tersisa di plastik. asisten sir alex yang merupakan asisten pelatih man united u 17 menganga dan langsung berbicara yang tidak tidak.
"ya..... APAAAA . nak apa kau bodoh ini adalah salah satu kesempatan emas untukmu bukan bukan hanya untukmu namun untuk negaramu juga apa kau tak ingin membuat ibu dan ayahmu bangga apa kau pikir mengikuti mereka dapat menjamin karirmu di masa depan" ucapnya dengan nada keras di wajah zaki yang tengah menenggak air minumnya.
ucapan pria itu jelas membuat luke dan robert tersinggung. robert dengan lantang mengatakan padanya. "apa maksud perkataanmu itu . dia yang memutuskan mengapa kau yang marah " robert membalas menghampirinya . luke juga menambahkan dengan urat urat di tenggorokannya. dia benar benar tak pernah se tersinggung ini selama hidupnya . "HEY BISKAH KAUDIAM DIA YANG MEMUTUSKAN MENGAPA KAU MARAH SIALAN" teriaknya di wajah pria berbadan besar itu.
meihat situasi itu zaki malah fokus dengan minumnya dan lalu melihat ke arah sir alex yang nampak kepanasan. untuk itu ia menghampirinya sembari tak menghiraukan arguman 3 orang tua yang seharusnya tak melakukan hal segitunya juga. "mau minum pak tua, kau nampak tak terbiasa dengan iklim di asia ya!" menyodorkan minuman es.
sir alex menerimanya dengan lapang dadadan langsung membukanya . " apa pria tua itu memang begitu ?" ucap zaki yang kini duduk di plesteran dekat mereka . sir alex yang ikut duduk dengan sedikit tertawa berkata. " yah beginilah sikapnya , haha apa kau benar benar tak ingin menerima tawaranku anak muda" . tanya sir alex , ia serius menatapnya. dengan ketiga orang tua itu yang masih berdebat, zaki dengan tenang menjawabnya. ia nampak tak gugup sama sekali. logat inggrisnya juga sangat bagus membuat sir alex mudah berkomunikasi dengannya.
sir alex yang melihatnya melihat , jika itu bukan hanya tatapan biasa . itu adalah tatapan penuh akan semangat,harapan,dan kerja keras. dan sepengetahuannya hanya ada beberapa orang saja yang pernah memiliki tatapan seperti itu dihidupnya dan mereka............mereka selalu mendapatkan kesuksesan dalam karirnya. dimata sir alex terlihat siluet pemain pemain yang dimaksud. "hahahah kau memang menarik , jadi aku menunggu hari dimana kau akan ke liga tertinggi eropa itu dan saat kau mencapai selevel itu . aku yang pertama akan menemuimu" tandasnya .
di tempat bersembunyinya linda yang melihat keributan dari kejauhan langsung berlari untuk memisahkan mereka . ia tak menghiraukan perkataan asistennya sama sekali . "apa maksud mu orang inggris sialan" ucap robert yang masih beradu argumen . linda yang sampai dengan cepat memisahkan mereka . "ayolah kalian para orang tua hentikan keributan kalian , apa kalian tak malu ?" ucapnya sembari memisahkan ketiga orangtua itu.
robert sekilas seperti pernah melihat wanita itu tapi dia tak ingat . namun luke yang memiliki ingatan yang masih kuat dapat mengenali siapa itu. "hey bukankah kau anak dari pak tua itu, linda bagaimana kau ada disini ? aku tak menyadari keberadaanmu " ucap luke yang terkejut .
"apa anak pak tua sam ? itu kau linda" dengan sedikit terengah engah. "ya ini aku paman , apa kabar . jadi sudahi keributan kalian bertiga" ucapnya serius pada robert yang masih menatap sinis pada pria besar itu. "baiklah" ucap robert.
__ADS_1
sir alex lalu menghampiri mereka . "sudahilah itu andrew. apa kau tak malu dengan umurmu" sir alex pada pria besar dengan rambut pirang itu. dia menghela nafasnya . "huuuu baiklah baik , awas saja kau ya" menunjukpada robert . robert membalasnya dengan marah . " apa kau huh".
"paman " linda pada robert
"tapi dia....... baiklah" menuruti linda
luke tertawa dibuatnya , zaki nampak tertarik dengan wanita berambut merah itu . untuk itu ia secara terang terangan mendekatinya yang tengah memarahi robert. "e halo siapa namamu?" zaki dibelakang nya. wanita dengan mata sebiru lautan itu menoleh ke belakangnya. "apa, ? namaku " ucapnya dengan nada tinggi. luke melihat jika zaki sepertinya tertarik padanya langsung mengetahuinya lalu ia menepuk pundak robert sembari menyuruhnya untuk melihat ke arah mereka.
"oh ayolah kau cantik aku hanya ingin mengetahui siapa namamu?" zaki blak blakan
linda yang berada di depannya kesal dan langsung berlalu menuju ke sir alex di belakang zaki yang tengah mengobrol dengan andrew. "pria aneh " berjalan menjauhinya.
robert yang melihat itu menertawainya "pffftttt hahaha kau sangat payang dengan urusan pada wanita ternyata" ucapnya sembari tertawa dengan lebar . disusul luke yang melihat zaki membatu dibuatnya .
dari kejauhan asisten linda berlari pada linda yang tengah meminta tanda tangan sir alex. "nonnna" teriaknya. sementara itu linda sedang senang karena mendapatkan tanda tangan legenda yang ia idolakan . "terimakasih " tersenyum lebar dengan pipi yang memerah.
sementara itu zaki sedang ditenangkan oleh luke yang kasihan denganzaki, sedangkan robert menertawakan kebodohannya itu.
__ADS_1