
di jalanan kota jakarta di belakang sebuah minimarket. nampak sekumpulan orang dengan pakaian rapi yang sedang mengeruminu seorang pria gemuk. kondisi pria itu benar benar memprihatinkan . wajahnya penuh dengan luka lebam dan sayatan dimuka . kondisinya sangat mengenaskan. di dalam kerumunan itu masuklah seorang dengan wajah yang begitu ceria. hampir tak ada kejahatan diwajahnya itu.
"tuan , apa anda baik baik saja . tck tck tck kan sudah saya bilang anda seharusnya menuruti perkataan dari klien kami, tapi kau . kau tak mendengarkan" senyuman cerah di wajahnya . di tangan kananya dia memegang gegep .
seorang dengan jas berkata. "bos haruskah kami pergi" ucapnya dengan keringat yang mengalir di pipinya.
mereka nampak tak nyaman saat berada di dekat pria ceria itu. lelaki yang tingginya tak melebihi 170 itu membuka jasnya dan melemparkannya pada anak buahnya itu.
"tangkap, kalian bisa jaga , pintu masuk gang buntu ini. biarkan aku melakukan hobiku" wajahnya benar benar ceria . hingga orang orang tak mengetahui jika ia bos dari pria yang bertampang mengerikan itu.
"bbaiklah bos" pergi bersama gerembolan itu.
"halo daniel apa kabar" ucap orang gemuk itu, dengan perasaan gelisah sekaligus takut.
"hallo, mari bersenang-senang" senyumnya sembari mengangkat gegep/tang itu.
dari ujung gang , para anak buah yang tengah menjaga , mulai mendengar teriakan yang amat sakit. teriakan yang selalu mereka dengar saat melaksanakan tugas . suara itu sempat membuat para pengendara yang lewat penasaran . namun setelah melihat banyaknya orang orang besar dan mengerikan . mereka hanya lewat tak menghiraukan teriakan itu.
di dalam sana . nampak tubuh pria gemuk itu yang tak bergerak seperti mayat . tangannya yang besar dipenuhi darah . dan didekat tangannya terlihat....... kuku kuku yang sudah dicabut secara paksa dari tangan pria itu. sebuah pemandangan mengarikan . semua kuku . mulai dari tangan hingga kaki bertebaran di tanah bersamaan dengan darah yang berserakan ditanah . lelaki itu yang tangannya dipenuhi darah mengambil telepon dari celananya . "ya dia sudah kutangani , sesuai permintaanmu , masih hidup dan ketakutan" ucapnya dengan wajah tersenyum. menutup teleponnya ia berjalan sembari menyalakan rokok ditangannya.
trek trek....
"fhuuuuuuh"
tap tap
__ADS_1
tap.
"bos ada telepon untukmu , ini dari pria jepang" memberikan handphonyapada telinganya . sedangkan yang lain membersihkan darah di tangannya .
"oh ya , hey kalian bersihkan tkp dan bawa nanti pria itu di depan rumahnya" mulutnya yang menghisap rokok
"hallo daniel , apa kabar!" ucap pria menyapanya di telepon
dia nampak kesal. "langsung ke intinya saja!" kesalnya pada pria jepang itu. mendengar itu dia nampak gugup . lalu menjelaskan maksud dan tujuanya .
"aku ada pekerjaan dengan bayaran tinggi, pekerjaan ini simple kau hanya tinggal mematahkan atau memotong kaki orang yang akan ku targetkan ini bagaimana?" katanya serius dan meyakinkan.
setelah tangannya bersih dia masuk ke mobil sembari mendengarkan ocehan nya . ia memakai kembali jasnya sembari tangan kananya memegang rokok dan menghisapnya. "wah kau sepertinya kesal , tentu jika ingin begitu kau dapat memberikan bayaran tinggi karena aku mungkin harus mengotori bajuku" tanyanya
"hahaha itu bisa diatur,targetmu adalah orang yang kukirimkan ke salah satu asistenmu, kau harus memberinya peringatan keras dan membuat mentalnya benar benar jatuh hahahaha mudah bukan?" teriaknya .
beserta semua riwayat lengkapnya . setelah melihat itu ia menarik tinggi rokok di tanganya . ........
fuuuuuuuu
"maafkan aku , aku tak mau. kau beri saja ke orang lain. itupun jika mereka mau" tandasnya . "apaa , apa kau takut pada pria timur itu daniel. kau adalah profesional ayolah akan kau beri bayaran paling tinggi yang pernah kau dapatkan" seriusnya sembari tak percaya dengan jawaban orang itu .
"kau tidak mengerti. bahkan jika kau memberikan 1 teriliun pun aku tak ingin melakukannya dah semoga kau dapat menemukan orang yang mau....... jika mereka mau. kau tak mengerti kawan pria ini masuk dalam kategori merah yang mana itu sangat tidak mungkin untuk menyakitinya dia ada di bawah perlindungan peia itu"
telepon ditutup
__ADS_1
menyisakan pria jepang yang marah akan apa yang ia katakan padanya
........................................................................................................................................................................................
di bandara soekarno hatta , zaki dan luke tengah menunggu robert yang sedang melakukan urusan dengan tubuhnya di toilet. entah apa yang ia makan sudah dari 30 menit ia tak keluar dari toilet . bahkan zaki yang sudah masuk dan keluar untuk mengeceknya masih mendengar suara perang di dalam toilet yang sepertinya begitu berutal sekali.
luke sudah gelisah karena waktu penerbangan akan dilakukan sebentar lagi dan robert masih belum keluar juga, kopi yang ia minum bahkan sudah habis tak tersisa lagi.
"sabarlah pak luke sebentar lagi dia pasti keluar" zaki menenangkan luke. yang sudah tak tahan lagi. "sudah kubilang pada pria tua itu jangan makan makanan sembarangan , dia malahan memakan makanan yang tersedia di restoran tadi pagi" menggeleng gelengkan kepalanya .
setelah sekitar 4 menit dan 45 detik pak robert keluar , tangan kananya memegangi pantatnya , mukanya seperti orang yang kehilangan tenanganya . melihat itu luke langsung menarik tangan zaki dan meninggalkannya . "oooi tungg- uhh aku" menarik kopernya sembari memegang pantatnya. zaki hanya menggelenggelengkan kepalanya pada pria pelontos itu. entah apa yang ia makan namun zaki tahu jika yang ia keluarkan hampir semua isi perutnya.
.
entah kapan aku terakhir kali menggunakan pesawat aku tak pernah terbang untuk sampai ke negri orang , yang kulakukan hanya diam latihan dan duduk di bangku cadangan . aku tak pernah mengira hari seperti ini akan datang padaku. zaki duduk di kursi bisnis yang telah dipesan kedua agennya itu. zaki duduk di sebelah jendela dan di kanannya ada luke yang tengah membaca majalah . sedangkan robert......
astaga dia di belakang masih memegangi perutnya , wajahnya benar benar tak terlihat baik. "apa anda baik baik saja pak" zaki menoleh ke belakang bertanya pada pria itu. "aaku bbaik baik saja" ucapnya dengan menahan rasa sakit.
setelah pramugari mengatakan tentang turbolensi atau apalah itu , pesawat terbang untuk ke singapore , hanya untuk transit . karena kata beberapa orang tiket ke belgia sudah habis tadi pagi dan luke harus membeli 2 kali tiket untuk mereka bertiga.
aku belum pernah sebahagia ini dalam hidupku, dan dadaku berdetak sangat cepat . aku sangat gugup dengan apa yang menantiku di sana nanti. namun yang terpenting menurutku . aku harus membiasakan dulu untuk terbiasa dengan gaya hidup orang eropa beserta cuacanya. dan aku harus membaur dengan sepakbola eropa.
sistemku masih belum buka , dan masih terkunci aku tak tahu apa itu error atau bagaimana aku tak mengerti. [waktu penalti 24 jam lagi]
"hhahhhh sial" dia menghembuskan nafasnya.
__ADS_1
melihat ke jendela . melihat awan yang begitu indang dengan langit biru yang begitu cerah