
aku kira setelah pulang dari ekskul baiknya aku kerja part time.
Zaki sampai di sekolah dan menilai hari hari sekolah seperti biasanya, setelah melewati seminggu rupanya Zaki sudah resmi menjalin hubungan dengan Jasmine.
dia resmi menyatakan perasaannya pada Jasmine 4 hari lalu.
dan yah mereka berpacaran sekarang.
dia turun dengan Jasmine yang memegang tangannya di mobil angkot, kebanyakan wanita biasanya ingin ditumpangi motor atau mobil pribadi, namun Jasmine berbeda wanita cantik itu lebih memilih bersama Zaki yang sudah bersamanya sejak dulu.
"wih, zak cepat bodoh kau bisa terlambat jam di ekskul sepak bola" salah seorang temannya yang berada di ekskul yang sama
dia yang baru turun lantas pergi bersama temannya itu , Jasmine yang pengertian melepaskan tangannya dari Zaki.
"oh ini hari pertama mu di ekskul sepak bola sayang"
"ya begitulah"
"baiklah, semangat ya aku akan pergi ke kelas nanti bertemu lagi saat pulang"
Jasmine pergi sembari mengedipkan matanya pada Zaki
orang orang yang disana hanya memandang nya dengan iri, sebagian kesal karena Jasmine juga terkenal di seluruh sekolah karena kecantikannya, sudah jadian dengan lelaki yang bahkan tidak mereka ketahui.
"sial , mereka marah "
"kenapa marah, daripada itu baiknya kita ke kelas sepakbola cepat".
tempat yang mereka tuju adalah stadion kecil di sekolah yang diperuntukkan untuk murid yang tertarik masuk klub sepakbola sekolah, sekolah ini memang yang terbaik soal olahraga.
mereka bahkan memiliki gedung gedung yang berbeda untuk setiap olahraga yang mereka miliki, bisa dibilang SMP ini adalah diperuntukkan untuk atlet.
lokasinya memang sedikit berbeda dari gedung lainnya, lokasi gedung sepak bola berada di timur gedung utama dan memiliki lebih banyak lapangan hijau dan memiliki ukuran yang lebih luas.
__ADS_1
......................
mereka sampai di gedung dengan patung presiden pertama Indonesia yang tengah memegang bola.
saat Zaki dan temannya yang bernama Petrus sampai di depan pintu masuk rupanya banyak sekali orang yang tengah mengantri untuk mendaftar dan mereka berdua adalah barisan terakhir dari barisan panjang itu, "sial zak aku lupa banyak anak baru yang mendaftar"
yahh aku tidak heran, setiap murid yang baru yang masuk pasti banyak yang memilih ekskul ini. aku ingat gedung ini memiliki 40 kamar dan gym yang lengkap dan pelatihan yang ketat, bisa dibilang ini seperti SSB namun hanya diperuntukkan untuk murid SMP ini, rupanya tidak ada yang berubah dari sini, bahkan yang menjaga pintu masuk masih sama,.
teman di sampingku adalah Petrus , dia murid pindahan dari timur Papua, kepalanya yang pelontos dengan kulit agak gelap dan tinggi 179 cm , serta otot-otot yang tumbuh membuatnya dijuluki monster dari timur , itu belum menjadi julukannya namun sekitar 5 tahun dari sekarang atau bahkan lebih cepat dia akan menjadi pemain buas dilapangan , dulu aku bahkan tidak tertarik masuk ke gedung ini dan ekskul ini, karena menganggap diriku paling jenius , namun aku belajar tidak ada yang namanya jenius.
dan aku sangat naif saat itu.
namun untuk kesempatan kedua ini aku tak akan memikirkan kalau aku jenis dan paling berbakat, aku akan berusaha menahan egoku untuk berfikir aku yang terbaik.
antrian sudah selesai hingga sampai pada Zaki dan Petrus
mereka berdua mengisi formulir dan langsung masuk ke dalam gedung yang menjadi impian para anak muda di seluruh negeri.
fasilitas kesehatan dan makanan kualitas tinggi membuat siapa saja akan betah berada disini.
mereka yang sudah masuk lantas dikumpulkan di lapangan kiri gedung yang mana lapangan itu untuk orang yang baru masuk ke ekskul.
ada 3 tipe lapangan di gedung itu, ada lapangan 1 untuk yang baru masuk dan berfungsi untuk mengetes peserta baru.
lapangan 2 untuk yang sudah di akui untuk masuk dan telah resmi menjadi bagian dari klub sepakbola itu,
lapangan 3 lapangan terakhir yang menjadi tujuan semua pemain untuk bermain disana , memiliki kapasitas bangku penonton 15.000 penonton, dan menjadi tempat pemain utama klub sepakbola SMP itu , lapangan ini biasanya akan dikunjungi agen sepakbola yang ingin merekrut pemain muda .
Zaki menoleh ke arah Petrus dan menganalisis kemampuannya
[nama : Petrus loss, posisi: CM,AM,DM, kecepatan: 75 , tembakan : 50 , umpan: 60, akurasi umpan: 60, dribble: 45 kemampuan : thinker seorang otak lapangan tengah]
[Tingkatkan C]
__ADS_1
Gila!! memang tidak salah jika dia akan menjadi pemain potensial di masa depan.
mereka dibariskan sesuai porsi masing masing-masing, yang mana Zaki dan Petrus berada di posisi yang berbeda, Zaki harus berada di barisan para egois lapangan , dimana tatapan mereka semua haus akan gol.
tidak ada yang mengajaknya mengobrol dan membuat Zaki berkeringat
sial mengapa orang orang ini sangat ....
ada sekitar 20 orang di barisan penyerangan, 15 di bagian tengah , dan 10 orang bek serta 10 orang kiper yang membuat mereka seperti upacara bendera.
seorang panitia yang merupakan para pemain dari tim utama di klub sekolah , memberikan hal hal yang akan mereka lakukan untuk benar benar diterima di klub, mulai dari tes lari, dribble serta terakhir bertanding sebagai tim yang akan dibagi menjadi 8 tim sesuai jumlah lapangan di lapangan besar itu dan untuk menjadi pemain utama di tes terakhir,mereka harus lulus di kedua tes tadi.
tes dimulai dengan lari berkeliling lapangan sebanyak yang mereka mampu .
hasilnya beberapa orang hanya mampu 3 bahkan ada 2 putaran saja. Zaki yang sudah berkeliling sebanyak 15 kali dan berusaha mencapai targetnya yakni 20 putaran, hanya ada beberapa yang tersisa bersama Zaki.
Petrus juga termasuk, bahkan dia tidak berkeringat sama sekali.
setelah tes itu, tes langsung dilanjutkan ke dribble setelah mereka diberi istirahat beberapa menit saja.
"zak bukankah itu kau" ucap seorang menyentuh pundaknya.
Zaki menoleh yang rupanya itu adalah andre yang mendaftar ke sekolah ini sebagai murid pindahan juga .
mereka mengobrol tentang pertandingan antar desa yang mana tim Andre berhasil menjadi runner-up dan dia juga membuat Andre menjadi top skorer.
"hahahaha mereka membicarakan liga kampung, aku pernah menjadi runner-up di pertandingan antar provinsi, kalian hanyalah remeh bagiku, lihat saja aku Adrian akan bisa mengalahkan kalian semua, bajingan kampung kotor"
mendengar seorang berkata seperti itu Andre marah dan akan memperingatinya, namun Zaki berhasil mencegahnya, karena jika Andre terpancing maka dia bisa di keluarkan dari sini dan perjuangannya akan sia sia pindah ke SMP ini.
"baiklah, ayo perlihatkan siapa kita zak"
Andre berdiri dengan serius
__ADS_1