
masih menunggu nya, daun daun yang berjatuhan dan angin yang menenangkan membuat hugo tenang menunggu sembari menikmati kicauan burung yang tepat didekatnya. lalu dari gym keluar dua orang yang mana satunya adalah zaki,
zaki dari kejauhan dapat melihatnya , dia tersenyum lalu melihatnya akan mendekatinya dia mengisyaratkan pada pria berkacamata itu dengan menaik turunkan tangannya sembari menunjuk pada abayomi. yang tengah mengoceh seperti biasa.
"ahh begitu baiklah aku mengerti ," dia duduk kembali sembari melihatnya masuk ke lapangan yang tengah sepi.
entah apa yang membuatnya ingin menemui zaki, namun sepertinya zaki tahu apa yang membawa pria itu datang ke temat pemain junior , dan zaki sepertinya sangat tenang seakan tahu dia akan datang.'dasar aneh seperti biasa'.
memasuki lapangan, zaki yang sudah memakai sepatu pemberian jasmine nampak sudah siap menembak, sementara abayomi sudah bersiap menggunakan sarung tangan kiper yang sudah ia pakai sedaritadi, ia merupakan penjaga gawang dari tim u 17 sekaligus pemain paling tua disana , yakni 18 tahun dan 6 bulan .
dia menempel tempelang sarung tangannya sembari menatap serius ke arah zaki yang memulai menembak dari jarak cukup jauh , ia lalu berteriak. "hey zaki apa kau tak masalah memulai latihan sejauh itu" katanya .
zaki hanya meledeknya . "apa kau takut masuk dari jarak segini hehe" ledeknya pada abayomi .
"sial aku kesal"
memulai ancang ancangnya , dia mulai melangkahkan kakinya dari luar kotak penalti lalu , dengan kaki kirinya ia menggunakan kaki bagian luar untuk menembak bagian bawah bola yang tepat ada didepannya,.
bam...
bola melayang ke arah gawang, abayomi yang bersiap mulai meloncat ke arah bola yang mengarah ke arah pojok kanan gawangnya , bola itu seperti tak bisa diprediksi akan kemana , dan posisinya sangat pojok sekali, untuk itu dia terbang untuk menepis bola yang melayang tak karuan itu.
tangan kanannya memanjang dan berusaha menggapai bola wajahya fokus ke bola yang terbang mendekatinya , zaki menunggi bola itu masuk , namun.
eughh abayomi berhasil sampai ke bola itu dan menepisnya dengan ujung jari jarinya .
dia terjatuh dengan mulus, wajahnya sedikit kaget , ia menghembuskan nafasnya . "wtf" pikirnya .
"sial " ucap zaki yang kesal karena tak masuk , ucapanya sampai ke telinga abayomi. untuk itu ia berlari mengambil bola yang sudah ia tepis , dan melemparkannya lagi pada zaki. " hey awalan yang bagus, coba lagi, sial aku tak percaya bola itu bergerak tak karuan, tapi jangan berharap bola yang kau tendang untuk yang kedua akan sama seperti yang tadi" teriaknya melempar bola ke arah zaki.
tak ada respon darinya, zaki sepertinya sangat fokus kali ini, untuk itu dia juga serius untuk meladeninya.
dengan ancang ancang yang tak terlalu jauh, zaki menembak di posisi yang sama , dan dengan kaki kirinya lagi ia menembak ke arah yang sama dan dengan bola yang berputar tak karuan juga, melihat itu, abayomi nampak kaget lalu meloncat kembali ke arah bola yang sama , namun kali ini dia agak terlambat akbiat kaget , tangannya tak daat menggapai bola yang mengarah ke kanan pojok atas tiang . namun....
__ADS_1
tang!.
bola yang mengarah ternyata hanya menyetuh tiang gawang pojok atas , zaki yang melihatnya dari luar kotak penalti nampak kesal , tangannya mengepal dan kakinya gatal ingin segera menendang bolanya lagi,
[kelemahan anda kaki kiri , gagal diperbaiki, batas latihan untuk kaki kiri 8 tak terbatas] sistem merah muncul di depannya dan membuat zaki tambah kesal.
sementara itu abayomi nampak kaget setelah melihat tembahan yang kedua , karena zaki dapat mengarah ke tempat yang sama kedua kali bahkan hampir tipis masuk ke dalam gawangnya . 'apa aaan tadi, apa tembakan pertama hanya kebetulan dan kedua juga sama atau mungkin-'
"hey cepat kembalikan bolanya , aku ingin lagi !" teriak zaki padanya yang melamun
abayomi tersadar dan memberikan bola pada zaki yang sudah menunggunya , ia masih menganggap tembakan kedua zaki hanya kebetullan belaka . namun ketika zaki melakukan tembakan yang ke 5 . ia mulai menyadari jika akurasi orang yang ada di depannya bukan hanya kebetulan belaka , ia bahkan harus meloncat 5 kali untuk menepis semua bola yang mengarah ke gawangnya . ia menatap kaget saat menepis tembakan ke 6 yang mengarah ke sisi yang berbeda , namun posisinya kurang lebih sama dengan target tadi.
"siaall kaki kiri sialan , hey mana bolanaya aku ingin mencoba lagi" teriak kesal zaki sembari menunjuk kaki kirinya .
abayomi hanya bisa terdiam dan mengembalikkan bolanya, melihat reaksi zaki yang kesal karena tak masuk, membuat dia heran karena , jika di ertandingan sesungguhnya mungkin tembakkannya tadi akan masuk ke kiper dan padanya juga. 'entah kenapa aku tak ingin berhenti, sialan latihannya juga bisa membuatku melatih teknik ku juga' tersenyum .
melihatnya marah dia meledek zaki kembali. sembari melemparkan bola kembali ke arahnya. "apa hanya itu kemampuanmu " wajahnya meremehkan .
.
.
.
hugo masih menunggu zaki yang sedang berlatih, ia menunggu hingga bosan , untuk itu ia berdiri untuk melihat latihan apa yang tengah dilakukan olehnya, dia berjalan ke arah lapangan dan melihatnya dari balik besi yang menghalangi setiap sisi lapangan.
"oh itu tembakan bagus" katanya melihat tembakan zaki yang membuat nya terpukau.
setelah beberapa saat ia juga mengira jika tembakkan zaki hanya kebetulan belaka , namun setelah melihatnya berkali kali membuat tangannya gatal, ia lalu menggenggam besi yang menghalagi pandangannya dan mendekati wajahnya ke lubang besi untuk melihat dengan jelas tendangan bebas zaki .
yang mana mebuatnya terpukau.
ia mengambil bolpennya dan mulai menulis setiap zaki menendang bola , ' sial itu akurasinya 90%, 5 tembakkan di posisi yang sama dan 1 tembakan ke arah berbeda. kiper itu beruntung ini bukan pertandingan hanya latihan , jika dipertandingan sungguhan dimana ada banyak tekanan mungkin zaki bisa membobolnya 10 kali. ' tandasnya.
__ADS_1
lalu ketika ia melihat zaki berjalan dengan kesal menuju tengah lapangan dan menjauhi gawang , dia terkejut karena zaki akan menendang dari posisi itu. "eyy no way" tak percaya dan menggeleng gelengkan kepalanya.
kepalanya yang dipenuhi pertanyaan sejak kejadian itu , mulai bertanya lagi . bagaimana dia melakukannya , padahal hari ini anginnya lumayan kencang , bolanya selalu tepat di posisi mata itu mengarah .
di dalam pikiran zaki, dia kesal karena masih tak dapat memasukkan bolanya ke dalam gawang pria dengan bakat A itu . 'apa hanya ini kemampuan kaki kiriku, aku sebelumnya dapat memasukkan bola ke pemain dengan bakat S , jadi mengapa sangat sulit sekali memasukkan bola ke gawang pria ini' kepalanya dipenuhi rasa kesal .
untuk itu ia langsung berlari ke arah bola yang tepat di depannya , matanya sesekali melihat ke terget yang akan ia arahkan.
abayomi yang melihat itu tak main main, ia langsung bersedia di posisinya . lalu..
dum! suara bola yang sukup keras , zaki menembak dengan kaki kirinya lagi , kali ini ia menggunakan kaki luar tepat kelingking kakinya .
"masukklah"
bola itu melesat dengan cepat, ditemani suara angin, bola itu nampaknya melawan suara angin hingga menghasilkan suara seperti peluru.
suara yang terdengar jelas dikuping abayomi yang bersiap menyambut bola yang berbelok melengkung dari kenan atas ke kiri pojok atas sesuai prediksinya. namun suaranya membuat ia sedikit gugup dia bahkan menelan ludahnya saat bola itu mendekati gawang. ia yang sudah ancang ancang berada di pojok kiri untuk dengan mudah menangkapnya atau menepisnya. namun....
"oh aku memiliki perasaan buruk untuk suara itu" ucap hugo di pinggir lapangan.
bola yang berbelok di posisi gawang ojok kiri , dia bersiap untuk melompat dan menepisnya dengan tangannya . namun ketika bola itu yang melayang tepat di udara dan melesat ke arahnya seperti roket . masuk ke garis gawang dan abayomi sudah meloncat .
tiba tiba berbelok ke sisi kanan yang kosong , dan dia sudah melompat ke arah bolapun nampak terkejut tak percaya dibuatnya , 'apa ....... tidak akan kubiarkann!!!!!!!!!!!!' dia berteriak saat bola itu berbelok secara tiba tiba . karena sudah melompat abayomi agak kesulitan untuk ke samping kanan , namun entah kemasukkan apa dia menggunakan taing di dekatnya untuk mendorongnya ke kanan dan menepis bolanya ,
tang!! kakinta mendorong badannya .
dia terbang ke arah bola itu akan mendarat , "aghhhhh" berteriak ke arah bola yang belok .
"heh itu tak mungkin, kau terlambat" zaki tersenyum
saat bola itu jatuh ke tanah abayomi semgira dia akan menangkapnya namun, dia tak melihat bola itu berputar ke arah depan yang membuat bola itu saat mendarat menamtul ke atas , pojok kanan yang mana bola itu mengenai tiang dan memantul masuk melewati garis gawang.
sementara ia terjatuh ke tanah dengan bahunya terlebih dahulu . "sial" di dalam kepala abayomi
__ADS_1