To Be Champs

To Be Champs
ep 51


__ADS_3

di pagi hari  dimana matahari masih belum naik dan para manusia masih tidur di kasurnya, zaki sudah berada di tempat latihan , ia kali ini sudah ada di gym yang disediakan disana. ia sedang melakikan latihan dengan intensitas tinggi , menggunakan berat barbel 50 kg di kedua tangannya zaki menganggkan kedua barbel itu seperti tak ada hambatan, urat urat di otot tanggannya keluar sedangkan hanya sedikit saja keringat yang mengucur di badannya .


     bersamaan dengan itu sistem di matanya terus melakukan penambahan masa otot di tubuh zaki , dengan begitu latihannya akan terbilang mudah dan akan mempercepat pertumbuhan otot ototnya.


'sialan layar ini menggangguku '


di pintu gym , seseorang masuk , tingginya lebih pendek dari zaki . dia menggendog tas yang isinya minuman dan juga kotak yang sepertinya susu protein.matanya melihat ke arah zaki . "astaga kau datang lebih awal lagi zak " katanya pada zaki yang satu satunya orang yang ada di sana selain dirinya.


      zaki menghentikan latihannya untuk menoleh ke belakang . "haha aku tak suka keramaian MATEO". katanya lalu melanjutkan latihannya. mateo hanya tersenyum sembari membuat susu protein yang aka buat disana juga.


namanya adalah mateo , MATEO GONZALEZ . dia adalah teman yang selalu zaki temui ketika di gym, dia adalah orang brazil yang sedari kecil sudah pindah ke belgia karena orang tuanya bekerja di sini, jadi mateo berada di anderlecht sedari kecil . dan dia umurnya sama dengan zaki jadi . saat latihan mereka juga selalu bertemu. tidak banyak yang zaki ketahui tentangnya , namun dia sangat menyukai mateo karena saat mereka mengobrol kemana pun pasti akan menyambung .


        dia menaruh barbelnya dan menghamiri mateo yang sedang mengocok proteinnya . " hey mateo apa besok kita akan bertanding ?" kata nya . mateo yang tengah mengocok menjawabnya. "yah begitulah , oh ya aku hampir lupa pelatih akan melihat latihan kita untuk memilih siapa saja yang akan diilih untuk tim yang akan bertanding di liga u17 anderlecht. jadi kau harus mempersiapkan dirimu, karena ada banyak anak yang tak suka kedatanganmu zak " meminum susu proteinnya .


    setelah bberapa lama mereka mengobrol gym itu mulai didatangi para pemain , yang memang hari ini adalah hari di gym, untuk itu zaki melanjutkan latihan untuk otot atasnya . sembari dipandu oleh sistem yang memberitahu teknik yang tepat menggunakan alat alat gym yang sangat modern disana .


   [menyusun otot otot 50%/100%]


'baru setengah , baiklah , aku akan menyelesaikannya hari ini juga '


.


.

__ADS_1


.


"apa maksudmu hugo, tidak aku tak bisa membiarkanmu mengambil dia seenaknya setelah ia berada di tim umur " hugo tengah mengobrol dengan pengurus akademi yang sepertinya begitu intens. hugo sepertinya kesal. "dengarkan aku pak, jika kau tak bisa memberikan dia padaku biarkan aku mengobrol dengannya 4 mata " katanya, matanya menatap serius pada pengurus yang marah dengannya . sepertinya sempat terjadi debat diantara mereka,.


      tak ada suara selama beberapa saat , mereka hanya saling bertukar pandangan dengan ekspresi serius . lalu sang pengurus yang kasal menghembuskan nafasnya . dan melemaskan tubuhnya untuk meredakan emosinya. "heeh ya ampun memang apa yg spesial darinya, baiklah akan kuberikan seksi untuk mu dan zaki , tapi setelah dia menyelesaikan latihan yang tengah ia lakukan bersama pemain yang lain." kata katanya pasrah dan lebih tenang dari sebelumnya .


    untuk sesaat hugo tersenyum , namun dengan segera ia merubah ekspresinya itu dihadaan pengurus yang perutnya mendekat dengan mejanya itu. setelah dirasa tak ada urusan lagi , hugo berdiri mendekati menja untuk menyalami si pengurus dan berterima kasih padanya . "baiklah terima kasih atas waktu dan bantuannya ." katanya .


   dengan dingin dia membalas salaman hugo .


di tempat lain , zaki tengah menyelesaikan latihannya yang ia mulai dari pagi buta hingga matahari keluar dan menyinari dunia, dia nampak hanya mengeluarkan keringat , nafasnya normal seperti tak melakukan apapun tadi , dia mengambil air yang ia simpan lalu meminumnya ,


    gym sudah ramai untuk itu zaki pergi ke loker tempat ia menyipan handuk dan tas yang ia bawa .


     saat ia akan masuk ke loker seseorang memanggilnya dari belakang suaranya sayup sayup terdengar olehnya di keramaian tempat itu. "z zaki" suara di belakang memanggilnya . zaki sempat akan menghiraukan suara itu .namun suara itu semakin dekat . untuk itu ia menoleh ke belakang.


'oh sial , kenapa harus dia' muka nya seketika berubah saat melihat pria yang memanggilnya.


di depannya terlihat orang yang berjalan sembari melambaykan tangannya pada zaki yang berhenti, dengan kulit coklat kehitam hitaman serta baju kaus oblong yang dibasahi oleh keringat , dan tinggi yang lebih tinggi dari zaki .


   "ya ampun zaki kau masih saja memasang wajah itu, kau akan ke loker kan , sebaiknya kita bersama sama " katanya mendekati zaki. dia sepertinya tak terlalu menyukai pria yang sepertinya berasal dari afrika itu.


tapi dia sepertinya orang yang asik dari sikapnya ."yeah".

__ADS_1


      zaki tak menyukainya karena sikapnya dan mulutnya yang terus mengatakan hal hal yang membuatnya bingung , dia benar benar menggangu . bahkan semenjak hari pertama mereka bertemu , namun dia selalu membawa berita dan informasi yang membantu zaki untuk beradaptasi .


mereka masuk ke loker , kebetulan tempat mereka menyimpan barang barang mereka berdekatan , untuk itu mereka pergi bersama sama ke tempatnya.


  Dia yang ada di lokernya mengusap dan mengelap air keringatnya , ia juga membuka bajunya untuk mengganti bajunya yang basah , sementara itu pria tadi menatap zaki dengan heran di sebelahnya ,"ada apa abayomi,apa yang kau lihat" zaki heran padanya yang menatap dengan serius .


               dengan suara yang berat . "apa kau memang anak 17 tahun " tanyanya pada zaki .


mengeluarkan barang barangnya dengan santai zaki menjawab pertanyaanya itu. "tidak aku 16 " mencari baju salinan di tas dibawanya.  abayomi menganga atas apa yang zaki katakan , dia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut zaki . karena tak mungkin anak 16 tahun memiliki tubuh dan otot yang sesempuna itu dan sebesar itu menurutnya. "kau bercanda kan?" menganga.


"tak aku serius ...." memakai bajunya. "oh yah apa kau ada waktu untuk membantuku latihan menembak"katanya pada abayomi yang masih menganga.


dia melihat ke tubuhnya untuk membandingkannya dengan zaki yang satu tahun lebih muda darinya itu. dan setelah berpikir , perbedaan mereka sangat besar . bahkan tubuhnya tak ada apa apanya jika dibandingkan dengan tubuh zaki yang baru saja ia lihat . "heyy!" teriak nya pada abayomi yang melamun. terkejut ia menoleh ke wajah zaki yang sudah mengganti baju. "apaa? ada apa" tanyanya .


  "apa kau tak mendengarkanku , aku bilang apa kau ada waktu untuk membatuku latihan menembak " suaranya diperbesar .


  "oh ada , sialan aku iri " katanya


"apa katamu tadi" meminum air .


"tak tak ada aapa, oh ya tunggu aku aku akan mengganti baju dan membasuh badanku".


di luar gedung gym , hugo tengah duduk dibawah pohon yang menyejukkan , tangannya membawa kertas dan juga bolpen , dia sedang menunggu zaki keluar dari gedung gym .

__ADS_1


__ADS_2