
masih menganga tak percaya , dia bertanya tanya siapa yang menyiapkan strategi se berani itu, dia melihat satu persatu pemain tim merah, entah mengapa perhatiannya terfokuskan pada zaki yang mengkoordinasi semua gerakan tim merah . 'dia , memiliki sikap layaknya seorang pemimpin dilapangan, dia mengarahkan orang orang yang baru dikenalinya dengan mulutnya , juga skil dan cara bermainya benar benar sudah mendekati pemain yang berpengalaman selama bertahun tahun , hahaahah bagaimana pun aku harus menemuinya'. wajahnya sumringah menatap kelapangan.
robert dan temannya hanya bisa menelan ludah , tanda mereka mulai gellisah , mereka saling menatap satu sama lain . mulut mereka seperti terkunci namun mereka mengisyaratkan jika ada ancaman yang datang, dan bisa saja mereka gagal menjadi agen zaki.
"ehemm" menatapnya dengan gelisah
tuan luke berpura pura tak mendengarkannya.
"sial"
........................................................................................................................................................................................
waktu kembali bergulir , menit demi menit pertandingan itu berjalan mulai tak seimbang , semua melihatnya dengan jelas , gempuran demi gempuran yang tak berakhir itu, tim merah benar benar sudah diluar kendali mereka terus terusan menggempur pertahanan tim kuning yang menggunakan strategi bertahan setelah kebobolan yang ketiga kalinya .
"sial , hey blok . kapten apa yang harus kami lakukan" teriak bek yang terus terusan menahan serangan tak berujung itu . adam hanya terlihat terdiam beberapa kali dan suaranya seperti gugup . entah mengapa kepercayaan dirinya bisa hilang begitu. "errr ya terus bertahan aku-". terdiam tak bergerak .
arthur terus terusan menepis semua tembakan demi tembakan yang diberikannya , namun ia heran mengapa mereka hanya menembak di titik yang menurutnya mudah untuk ditepis . 'apayang dipikirkan oleh mereka?' bola datang ke arah gawang dan bolanya berhasil ia tepis . 'errrh sial , mengapa kami sangat kacau, si adam itu ada apa dengannya........... tunggu aku baru sadar dari tadi kedua monster itu belum menembakkan bolanya'. matanya melihat ke arah kerumunan orang di dalam gawang yang tengah menunggu tendangan pojok.
ia menari dimana keberadaan kedua orang itu. karena dia lebih tinggi dari pemain pemain yang berkumpul dia , melihat mereka berdua di tengah lapangan. disana ia melihat. "kalian gila"
mereka berdua mengobrol sembari melihat ke arahnya , zaki yang melihatnya menatap ke arahnya , lantas tersenyum . yang membuat arthur kesal.
"sialan mereka mempermainkan kita seperti samsak"
__ADS_1
tendangan pojok di tembak menuju ke arah gawang , arthur yang dengan kekesalan tinggi langsung berlari ke arah bola yang melayang ke tengah dalam garis . banyaknya orang di dalam membuatnya merasa kesulitan berlari . terutama mereka semua bergerak agresif yang membuatnya sulit ke arah bola,,"pass"
"sialan kalian" arthur melompat ke arah bola yang terbang , di saat yang bersamaan ada sekitar 7 orang yang melompat ke arah bola . orang pertama tidak sampai ke arah bola begitupun yang kedua dan ketiga . dia arthur melompat di dekat pemain yang tingginya sama dengannya . "dasar jerapah sialan" ujarnya mengumpat.
bola sampai didekatnya . kedua tangannya memanjang untuk mendapatkan bola itu , si tinggi tak tinggal diam dia saling sikut dengan nya di udara . dan......... "dapat kau !" bola berhasil ditangkapnya ia terjatuh ke tanah bersamaan dengan pemain tinggi itu. "ADAM ! MAJU SIALAN KALIAN SEMUA JUGA" ia berdiri dan melemparkan bola ke arah adam yang berada di luar kotak penalti yang kosong tanpa penjagaan .
bola didapatkannya , para pemain tim kuning berlari ke depan dan menyadari hanya ada 2 pemain bertahan di garis pertahanan tim merah
"ayo adam oper" ucap tito yang berlari tepat ke arahnya . bola di oper ke kakinya
"bagus ayo maju" ucapnya semangat
adam menghela nafasnya. "waktunya habis bodoh" . titio dan 5 orang di belakangnya maju mereka melihat khan dan zaki yang dengan santai mendekati mereka dari jarak 20 meter dari garis pertahanan.
priit priit prittttt
mendengar itu tito berhenti melihat ke belakang sesaat dan menatap khan dan zaki yang tepat berada di depannya
dia melihat mereka yang dengan santai pergi ke pinggir lapangan . melemaskan semua otot ototnya ia berkata dengan lembut.
"kalian monster sialan haaaa"
setelah pertandingan berakhir tim merah saling memuji dan merayakan kemenangan mereka , zaki dan khan yang duduk di pinggir dekat tribun melihat mereka . khan perlahan matanya menoleh ke arah zaki yang duduk santai sembari minum. dengan suara yang agak seraknya dia bertanya pada pria dengan tinggi 178 cm dengan tubuh atletis dan berotot itu. "kau sengaja membuatsi arthur dan para pemain itu kan , dan kau memanas manasi mereka apa tujuanmu sebenarnya". matanya tajam ke arah zaki .
__ADS_1
lalu zaki melihat ke arahnya, "aku ingin membuat mereka membenciku" ucapnya sembari tersenyum . tak ada suara darinya . matahari yang sudah ulai terik menyorot ke tubuh zaki. untuk sesaat jawaban itu membuatnya bingung , namun setelah melihat zaki tersenyum dia mengerti apa tujuannya . sembari tertawa dia berdiri. "hahahhaha rupanya begitu kau ingin mengajari mereka semua , benar benar bajingan licik , bangun bagaimana kalau aku teraktir kau minum sebelum pengumuman " menjulurkan tangan ke arah zaki.
"baiklah kalau begitu," zaki berdiri , yah tubuh mereka begitu jauh tingginya
adam yang melihat mereka berdua pergi dari kejauhan, mulai mengikuti mereka , dia tak memperdulikan omongan timnya yang terus menyalahkannya , bahkan ia tak peduli dengan omongan mereka sama sekali.
ia hanya ingin menanyakan sesuatu pada zaki yang membuatnya penasaran , arthur yang sedang mengelap keringatnya , melihat adam yang pergi . ia lantas berlari dan menanyakan dia akan kemana.
"heyyy kau tunggu!" dia berlari
adam berhenti dan melihat ke belakang, arthur yang tengah berlari ke arahnya . "ada apa ?" tanya nya
melihat nya yang begitu serius arthur dibuat tambah penasaran lagi. "mau kemana kau serius? apa kau tidak ingin melihat peserta lainnya?" tanyanya basa basi.
ia menghela nafasnya dan langsung berjalan pergi untuk mengikuti zaki dan khan yang mungkin akan jauh. "sial kau dingin, baiklah aku ikut kau. gua gak begitu suka sikap orang orang" berjalan mengikuti nya.
singkat waktu......
aku dan khan mengobrol di luar, dia membelikanku air dan meneraktirku, dia sebenarnya orang periang disamping sikap pendiam dan primitifnya . ah aku lupa mereka masih mengikutiku baik aku menunggu mereka datang , yah aku juga seharusnya tak melakukan itu sih . tapi aku hanya ingin membantu mereka saja . "hey khan bisakah kita tunggu di sini , aku ingin menunggu seseorang" ucapnya pada khan yang membawakan minuman .
mendengar itu khan cukup penasaran dengan apa yang zaki katakan . " baiklah aku ikut toh masih lama menunggu pengumuman dan aku harus beristirahat juga".
mereka duduk di parkiran stadion besar itu . di depan mereka terlihat pintu masuk stadion . lalu saat mereka minum .
__ADS_1
adam dan arthur berjalan tepat ke arah mereka , tatapan mereka berdua cukup serius.....