
di tempat ganti baju...
Zaki yang mengganti bajunya
ia tak memikirkan apapun saat ini, pikirannya hanya terus bersyukur dan bersyukur ketika dia menyadari dia berhasil merubah masa depan.
para pemain lain yang ada di ruang ganti melihat Zaki dengan tatapan penuh semangat.
"hey Kau!!!"
Adrian yang masuk menunjuk Zaki
pria dengan perawakan besar itu mendekati Zaki yang menghiraukannya.
semua orang diam dan menduga akan terjadi keributan di ruang ganti baju.
sigh!!!
Zaki menghela nafasnya
"apa ?"
"mengapa kau tidak terdaftar di pertandingan antar SMP " teriaknya kesal
Zaki yang memasukan barang barangnya ke loker hanya menanggapinya dengan santai.
"aku ada janji Minggu depan kawan lagipula mereka tak memilihku"
"tidak tidak boleh begini kau adalah rivalku seharusnya kau juga terpilih, pasti ada yang salah ada yang salah !!!!"
"yah terserahlah aku ingin pemanasan"
Zaki berjalan keluar untuk melakukan latihannya
Adrian yang kesal lantas meninju tembok di dekatnya
"Bangsad"
bug...
.
.
"sial kenapa pelatih, apa yang salah dengan dia"
Adrian memprotes ke pelatih dikantornya
"tidak ada yang salah , hanya standard nya makasih kurang untuk ikut dalam turnamen, dia masih belum cukup pengalaman"
Adrian yang kesal dengan semua ini terus ber cekcok dengan pelatih mereka dalam tim , Adrian tidak menyangka Zaki tidak diterima hanya karena permasalahan kecil, dan dia sangat marah karena seorang yang dia anggap rivalnya tidak ikut.
brakk....
suara tutupan pintu yang dibanting
...----------------...
di sore saat Zaki pulang...
Jasmine yang menunggunya di gerbang akademi memberikan Zaki minum.
__ADS_1
"sayang bagaimana tadi"
"hari hari biasa , lihat kau memerah lagi hahaha"
.....
pasangan yang dimabuk cinta itu mengobrol di perjalanan pulang.
'entah kenapa ini terasa aneh seorang yang berumur 30 tahun kembali ke tubuhnya yang masih muda , semua yang kukatakan benar benar memalukan hehehe tapi kalau dipikir lagi Jasmine tidak pernah sedekat ini denganku di masa depan,. ........'
saat sudah sampai di halte untuk menunggu angkutan umum Zaki melihat Jamal berada di pojok halte , dia melihat ke arah Zaki dan bersyarat untuk mengobrol dengannya.
Jasmine melihat Zaki yang serius melihat Jamal lantas pergi terlebih dahulu karena sepertinya pacarnya itu akan mengobrol serius dengan pria itu.
"aku pergi dulu ..... jangan pulang terlalu malam nanti kak rose menunggu oke, dah sayang"
Zaki melambaikan tangannya
.........
Zaki menatap Jamal tanpa menyapanya, dia duduk di dekatnya.
suara sunyi sore dibarengi dengan matahari yang mulai meredup membuat suasana benar benar sunyi.
"jad-"
"maafkan aku!!!,"
"tapi kenap-"
"maafkan aku, hiks hiks mengapa aku melakukan itu, aku tak tahu harus berbuat bagaimana lagi, maafkan aku mungkin aku memang tak berbakat di sepakbola Zaki"
"berhenti meminta maaf padaku, minta maaflah pada diri sendiri dasar cengeng, apa kau ingat saat kita bermain dulu ...... huh itu menyenangkan bukan, kau pernah bilang padaku"
"aku akan menjadi pahlawan sepakbola untuk anak anak dinegaraku ini, sembari memakai topeng aneh"
"kuharap kau melakukan apa yang ingin kau lakukan , namun aku tak akan merubah mimpiku".
Zaki berdiri
"aku akan menjadi pemain bola nomor satu di dunia"
aku berjalan pergi meninggalkan nya yang tengah menangis , aku tidak bermaksud tidak membantunya, tapi aku yakin suatu saat dia akan sadar untuk menghadapi kenyataan nya sendiri.
dia pergi berjalan hingga lupa jika jam nya saat ini , angkutan umum sudah berhenti untuk mengangkut penumpang.
"benar benar sial"
"seharusnya aku naik dengan Jasmine tadi"
Brum Brum Brum!!!
suara motor dari belakang, Zaki terus berjalan berharap ada angkutan umum yang lewat.
ada sekitar 5 motor yang berhenti tepat di depannya. seorang membuka helmnya dan berteriak ke arahnya.
"hey Zaki apa kau mau menumpang" Andre dengan jaket kulitnya dan motor modifikasi nya.
bersama dengan temannya Andre mendirikan sebuah klub motor bernama balads, sepakbola mungkin hobinya dan bahkan darahnya namun motor juga salah satu kegemarannya.
'sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain'
__ADS_1
brummmmm!!!
kencang dijalanan itulah yang sering mereka lakukan.
Zaki yang menumpang di Andre bahkan sampai tak bisa melihat karena matanya yang terkena angin.
'orang ini berusaha membunuhku'
"hey lihat lihat saat bawa motor sialan" pedagang colok pinggir jalan
mereka dengan cepat menyalip motor dan mobil dijalanan seperti sebuah gocekan .
benar benar mempermainkan malaikat maut.
ngikkk....
mereka akhirnya sampai di depan panti asuhan.
Zaki yang turun merasa pusing dan akan mual, "kalian benar benar!!!! "
"hehehe maafkan aku, kami pergi dulu zak"
sialan kenapa mereka begitu gila, apakah mereka sedang taruhan dengan malaikat maut atau bagaimana, bisa bisa jantungku copot tadi.
kiek....
suara pintu terbuka
aku harus mandi untuk menenangkan pikiranku, Andre sialan kau .
"kakak pulang, lihat aku dapat baju Bawu"
anak paling kecil menunjukan wajah imutnya sembari memakai baju baru yang indah .
hati Zaki seketika merasa sakit melihat keimutan anak itu.
kak rose dan pengurus lainnya yang berada di ruangan tengah sedang membereskan baju yang mereka dapat dari kardus , ada sekitar 6 kardus di tengah sana .
melihat itu Zaki yang penasaran bertanya pada kak rose siapa yang mengirimkan banyak baju dan barang barang pada panti asuhan mereka.
"kakak tidak tahu, tidak ada nama pengirimnya, mereka hanya mengatakan ini semua dari AI industry "
mendengar itu dia bergegas melihat apa yang berada di masing masing kotak.
"astaga"
bukankah ini semua baju baju yang harga masing masing-masingnya 500 ribuan. bagaimana bisa segini banyaknya, dan semua inu baru semuanya baru, bahkan ada baju ini , aku lihat orang memposting ini jika ini adalah baju limited edition.
tersisa kotak terakhir, dan kotak ini yang paling besar .
membuka kotak paling besar aku menemukan hal yang mencengangkan, di dalam sana ada, segepok uang cash dan tv besar dengan barang elektronik lainnya.
ini produk AI industry, aku tahu siapa orang yang mengirimkannya.....
Sir Freddy jadi begini cara mainmu apa kau ingin membeliku begitu!!!?!!.
aku tak terima ini .
Zaki terlihat marah dan dengan cepat menuju kamarnya untuk menelepon nomor yang terselip di pojok kotak.
biiip....
__ADS_1