To Be Champs

To Be Champs
ep 16


__ADS_3

Ting


suara bell pintu toko


Jasmine masuk ke toko yang memiliki banyak sekali sepatu.


"kami baru saja akan tut- up"


sembari melihat ke kanan ke kiri Jasmine menyapa Jamal yang rupanya menjalankan bisnis sepatu. Putu adalah toko sepatu yang tersebar di seluruh Indonesia, sepatu mereka dinilai memiliki kualitas premium namun harganya murah.


kakek Jamal adalah pendiri dari perusahaan ini dan dia tidak pernah menaikan harga sepatunya bahkan sampai sekarang.


dan Jamal adalah cucu satu satunya yang diajari bagaimana cara membuat sepatu awet, berkualitas, elegan namun murah .


"kau pasti Jamal teman Zaki kan?"


Jasmine bertanya


"yah begitulah , jadi apa yang membawa pacar sahabatku ke sini?"


sembari melihat sepatu yang tersusun Jasmine langsung to the points mengatakan alasannya kesini.


"apaaa! kau ingin aku membuatkan Zaki sepatu bola buatan tangan, apa kau gila?, kau tahu kan sepatu bola dibuat dengan ketelitian agar pemain bisa sepleksibel dan senyaman mungkin saat dipakai bertanding, aku tidak bisa melakukan itu"


Jasmine yang terus memohon membuat Jamal kesal .


dia terus menggaruk-garuk kan kepalanya karena sangat sulit untuk meyakinkannya dengan apa yang dia katakan tadi. "sial sikapmu sama saja seperti pacarmu , ikuti aku"


Jamal mengajak Jasmine keruangan belakang tempat mereka memproduksi sepatu. "agak jarang yang meminta Kustom namun kami selalu siap jika ada yang memintanya" melangkahkan kaki melewati beberapa orang yang tengah membuat sepatu dengan tangan mereka


aku tak percaya aku membawa wanita keruangan kerjaku.


sesampainya di ujung ruangan Jamal membuka pintunya dan langsung mengambil bolpen nya dan secercah kertas, "jadi kau ingin aku membuat model seperti apa?"


tanyanya sembari menuliskan sesuatu di kertas.


Jasmine menjelaskannya dengan sangat rinci pada Jamal yang mendeskripsikan nya lewat gambar di kertas putih itu.


"baiklah, kurasa sudah, ya ampun kau benar, memang tahu segalanya tentang pria itu, jadi kira kira akan diselesaikan dalam 5 hari datang lagi setelah lima hari oke"

__ADS_1


Jasmine yang akan melakukan apapun untuk pacarnya itu pergi dari sana setelah melakukan rekomendasi nya.


"hanya ini yang bisa ku lakukan sayang untuk hadiah ulang tahun mu " ujarnya sembari menghadap ke belakang , rambutnya yang panjang terurai mulai mengimbangi ambing karena tertiup angin.


hari akan masuk ke tanggal yang di tunjukan di kalender , bersamaan dengan selesainya ulangan semester 2 yang hanya memberikan waktu murid 2 bulan untuk sekolah.


itu adalah aturan baru


bersamaan dengan itu Zaki menunggu Jasmine yang akan mengunjungi nya di belakang sekolah.


di dalam benaknya Zaki memikirkan cara untuk membantu kak rose bagaimana pun caranya, dia hanya tak ingin dia melakukan kesalahan yang sama lagi. "huhhh"


menghela nafasnya sembari tubuhnya bersandar di tembok .


lalu suara samar samar mengagetkan Zaki.


"..... z...Zaki"


dengan sedikit terkejut Zaki


"Astaga!!, ohhh ya ampun sayang, kau mengagetkan ku"


"hahaha kau kena lagi," Jasmine tertawa sembari tangannya ke belakang


dengan sedikit keringat dan muka gugup Jasmine menyembunyikan barang itu di belakang tubuhnya.


"Zaki ini adalah hari ulang tahun mu, aku tak bisa memberikan apapun, namun aku akan memberikan hadiah ini, ini mungkin bukan sesuatu yang akan berguna namun kurasa kau akan menerimanya"


Jasmine memberikan kotak sepatu dengan merek yang ia sudah tahu. saat ia akan membukanya Jasmine mencegahnya dan memohon untuk membukanya di rumahnya saja.


Jasmine terlihat malu , mukanya bahkan memerah.


Zaki terlihat tersenyum dan lantas melakukan hal ITU.


Zaki mencium Jasmine yang sepertinya mengharapkan hal itu. wajah Jasmine terlihat memerah seperti tomat yang sangat matang,.


.


.

__ADS_1


di gerbang sekolah saat Zaki dan Jasmine yang berjalan bersama disapa oleh teman temannya.


Jasmine yang masih malu dengan kejadian tadi lantas langsung pergi tanpa mengatakan apapun, "hey zak itu kotak sepatu?" tanya Andre


"ya".


"ada apa dengan wanita cerewet itu , mengapa ia langsung pergi?"


teman Zaki yang tak lupa ulang tahunnya memberikannya hadiah dan ucapan selamat ulang tahun padanya, bahkan para senior yang tengah dalam perjalanan pulang mengucapkan selamat ulang tahun padanya..


bagi sebagian orang mungkin ucapan ulang tahun saja tidak ada artinya tanpa hadiah , namun Zaki yang sudah dihidupkan kembali itu adalah hal paling istimewa baginya, wajah orang orang yang tersenyum padanya dengan tulus , dia belum pernah merasakan perasaan itu dulu dan sekarang ia merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan .


" Terima kasih "


atas semua yang telah kau siapapun yang memberikan kesempatan kedua ini , kuharap saat aku benar benar mati nanti aku bisa melihat wajahmu dan mengucapkan terima kasih.


...----------------...


Zaki pulang ke rumah dengan perasaan bahagia dan rasa syukur.


dan saat ia membuka pintunya......


door !!!!.


"Kejutan!!!!" suara serentak


"selamat ulang tahun adikku yang manis" kak rose memeluknya


disusul dengan anak anak lain yang mengerumuni nya, suasana hangat yang ia selalu pertanyakan pada kehidupan yang dulu, akhirnya ia rasakan sendiri.


mengapa orang orang ini sangat peduli pada ku ini?, pertanyaan itu tak pernah memiliki jawaban , namun kali ini aku sadar jika semua pertanyaan itu sudah ada di depan mataku saat ini.


Zaki merayakan dengan meriah di panti itu bersama anak anak yang lainnya,


dan saat setelah acara ulang tahun itu Zaki berjalan , dia berjalan mendekati kakak rose yang menunggunya di depan panti , cuaca sore yang indah serta matahari yang mulai turun .


dia duduk di dekatnya...


"aku tak percaya , kau sudah sebesar ini!, aku tak percaya seorang anak lemah ini sudah menjadi kuat, aku tak percaya kau akan pergi meninggalkan kakak mu ini hiks , kau sudah mengalami berbagai hal disini zak! rasa marah, sedih, terhina, dihina, diremehkan dan dikucilkan, namun kau selalu bisa bangkit , bangkit tanpa butuh bantuan orang lain. kau selalu percaya pada diri mu sendiri dan menanamkan dalam dirimu jika aku pasti bisa, kau selalu berubah seiring berjalannya waktu, dan saat kau pergi nanti pasti kau akan berubah. namun aku percaya jika kau akan tetap adikku yang selalu menangis setiap saat"

__ADS_1


mendengar itu Zaki hanya tersenyum dan menatap kak rose dan mengatakan.


"aku tak akan berubah , apapun yang terjadi kak" :)


__ADS_2