To Be Champs

To Be Champs
ep 36


__ADS_3

***    Apapun yang terjadi sepertinya akan terjadi hal yang membuat semua ini tambah menyusahkan\, dengan mengerutan dahinya robert mendekati luke yang sangat marah itu. "sialan apa maksudmu!!!!" mengototkan suara.


robert mendekati luke yang kesal dan melempar teleponnya ke tembok hingga membuat handphone itu hancur lebur tak terlihat lagi bentuknya.


zaki terkejut dengan suara itu, ia melihat ke arah luke, di pojok ruangan dekat jendela , robert  berusaha menenangkan sahabatnya itu, luke terduduk di lantai sembari menggosok gosokkan kedua tangannya ke kepala , "ayolah kawan berdiri , aku tahu kau lelah coba duduk dan tenang" mengangkat tubuh pria berambut putih dan jas biru gelap itu. zaki menghampiri mereka dan membatu mengangkat luke.


     mengangkat nya ke sofa bersama sama , dia duduk dan melihat luke yang berusaha mengendalikan emosinya, matanya menuju segelas kopi di meja di depan. tangan kanannya mengambil kopi itu, dan dengan hitungan detik kopi yang tadinya penuh itu habis dengan cepat .


zaki dan robert saling bertukar pandang, sepertinya harus ada yang memulai pembicaraan , dia melihat ekspresi robert yang memohon karena tak ingin membuat moodnya tambah parah. "em .....pak bukannya aku lancang bolehkah aku bertanya glup!" menelan ludah.


    sepi tanpa suara , luke  menyender di sofa , ia mengatur nafasnya karena dia seperti orang lain selama lebih dari 2 menit. rambutnya yang acak acakan karena dia rusak sendiri. "astaga maaf ya , sepertinya aku marah marah dan berteriak di pagi yang cerah ini........ini tentang klub yang sudah mengiyakan tawaran kita emmmm bagaimana ya mereka ,....." pelayan masuk dan membawakan kopi yang disodorkan ke zaki yang sedang serius mendengarkan dengan seksama, dia tak mengerti apa yang mereka katakan untuk itu luke terus mengoceh."mereka membatalkan tawaran mereka!" ucapnya.


prakk


robert menggebrak meja 


"APA!" membuat kopi berguncang dibuatnya. pelayan wanita yang akan keluar itu sempat kaget dengan apa yang ia dengar, namun denga segera ia menutup pintu lalu pergi.dengan muut yang membusa "JANGAN BERCANDA LUKE , ....... APA YANG MEREKA PIKIRKAN HINGGA MENOLAK , APA MEREKA BODOH SIALAN AKU AKAN MENELEPON BAJINGAN JERMAN ITU" mengambil hpnya dan dengan segera meneleponnya.


       berkali kali ia menelepon namun hasilnya sama , tak ada jawaban malahan teleponya ditolak . "aku tau ini menyebalkan , nak tenang saja kita akan mencari solusinya , si sialan itu mengatakan itu tanpa alasan dan dengan segera menutup teleponnya". menenangkan zaki yang seperti terkena petir di pagi buta.

__ADS_1


selagi robert yang berusaha menelepon kenalannya di klub yang dimaksud, luke berdiri dan berjalan ke meja di dekat sana , ia nampaknya berusaha untuk mendapatkan solusi. mereka berdua sibuk dengan urusan masing masing. sementara itu zaki terduduk menatap ke arah meja . hatinya seketika hancur sehancur hancurnya . matanya nampak tenang namun ia menahan amarah dari dalam. dia tak mengarti mengapa mereka dengan secara sepihak membatalkan kontraknya . apa yang salah . apakah dia membuat kesalahan .


       mengapa .pikirannya terus berputar tak karuan . kekecewaan nampak jelas dari wajahnya . tangannya mengepal . "apaapaan!" matanya gelisah . keringat mengucur di pipinya . dirinya berusaha membuat dirinya sendiri tetap tenang . sakit hati , dan takut


........................................................................................................................................................................................


KV Mechelen di kantor klub itu.....


seorang dengan perawakan tinggi besar dan kacamata hitam yang ia pakai, bajunya yang mengenakan pakaian bebas serta sandal di kantornya . dapat dilihat jika ia adalah tipikal orang yang santai.


setelah melihat teleponnya yang terus berdering, dia yang mengenakan telepon ketik membuka belakang hp itu, dan melepaskan baterainya.


    dia tersenyum.... "heheheheh bodoh , kau kira aku ingin menampung pemain dari negara aneh itu benar kan " matanya melihat ke orang yang duduk di depannya. kulitnya yang seputih salju dan mengenakan jas , dilihat dari wajahnya(bukan bermaksud rasis) ia sepertinya berasal dari korea . yang pastinya bukan korea yang utara.


    "biarlah mereka , pemainmu lebih baik 100 % darinya hahaha 10 gol di usianya yang 17 tahun hahaha mana mungkin aku menerima orang asia tenggara itu!" wajahnya meremehkan.


       namanya adalah yung oh dia adalah seorang agen sepakbola asal korea , ada 5 pemain dalam naungannya namun ada 1 pemain yang paling diminati beberapa klub eropa .


   namanya adalah min jo. seorang pemain 17 tahun yang melakukan debut di klub utama korea , dan berhasil mengemas 10 gol dalam semusim di usianya yang masih muda. dia dikenal sebagai wonderkid dari asia .

__ADS_1


dan orang orang korea sedang hangat membicarakannya atas apa yang ia lakukan.


"hahaha aku tertarik dengan THE NEXT RONALDO ini  bagaimana kita lupakan pembicaraan kita tadi dan memulai negosiasinya.


di balik pintu di dekat jendela ruangan itu, seseoorang tengah bersandar ke tembok sembari mengenakan earphone di kupingnya, sepertinya ia tengah mendengarkan pembicaraan mereka, saat mereka tengah membicarakan negosiasi, ia pergi dari sana . badannya yang mengenakan hoodie dan kepalanya tertutup oleh kupluk .


  berjalan melewati lorong dan penjaga . saat sudah diluar ia membuka earphone nya dan membuangnya di tempat sampah. "ya ini aku" menelepon seseorang di telepon yang ternyata adalah robert.


"apa yang kau dengar" tanyanya di telepon


pria itu mengatakan apa yang dibicarakan si bos di dalam , dengan seksama dan detail. robert yang mendengar itu jelas sangat kesal dan tersiggung . menggertakan gignya serta tangannya yang mengepal . saat teleponya selesai ia menggebrakan handphonya di meja . "sialan mereka!" kesalnya . matanya melihat ke zaki yang melamun.


lalu saat ia akan mengatakan sesuatu padanya . luke berteriak.


"ini dia!!!" katanya sembari melihat kertas yang ia temukan di  laci meja itu.


  "ada apa kawan" berdiri robert bergegas menghampiri dan menanyakan apa itu kabar bagus atau apa.


    "ini kontrak yang di berikan pria tua itu. masih berlaku sekarang!" mengangkat kertas yang berisikan kata kata yang panjang , dengan logo klub yang dimaksud. zaki berdiri dari lamunannya sembari menghampiri mereka . wajah robert perlahan tenang dan tak kesal . "oh aku ingat pria tua itu . ayah linda hahahaha"

__ADS_1


"zaki kau bisa tenang sekarang , kau akan ke klub barumu tapi klub ini sedang dalam zona degradasi yang aku tahu bahkan ada 5 kali pergantian pelatih dalam 10 pertandingan liga . apa kau tak masalah dengan itu nak"  melihat padanya yang sedang senang mendengar berita itu dari mulut mereka. karena sesaat dia pikir dia tak akan bisa bermain di eropa sesuai rencana yang ia buat berbulan bulan.


"tak apa pak aku senang.........


__ADS_2