To Be Champs

To Be Champs
ep 37


__ADS_3

astaga apa yang sudah ku pikirkan hingga berfikir secepat kilat tetang hal buruk yang akan menimpaku apa aku sudah kehilangan akal sehatku, aku seharusnya bisa lebih tenanglagi dari yang tadi, ku kira aku sudah dapat mengendalikan emosiku , namun hanya karena aku mendengar itu aku hampir mengira jika aku telah ditipu.


    zaki menyalahkan perasaannya yang sensitif, dia saat ini sedang berada di kamar mandi untuk membasuh muka, sementara luke dan robert mengurusi klub barunya . dia menatap ke arah cermin dengan tatapan heran .


kamar mandi itu sangat besar , dan semuanya terlihat mewah , bahkan jika diukur ukuran kamar mandi itu setara dengan 3 kamar di panti asuhannya .


"sial" ucapnya tenang melihat ke arah cerimin. [sistem mendeteksi tekanan cepat di dada serta emosi pemain mulai stabil] sistem di kepalanya.


       zaki berjalan pergi untuk kembali ke lokasi luke dan robert. rumah yang besar membuat perjalanannya sedikit lama . ia harus berbelok dan melewati beberapa lorong . rumah yang dipenuhi lukisan dan barang barang yang nampakantik itu terawat dengan sangat baik bahkan sejak tuan mereka pergi dalam 5 bulan . ia terus berjalan hingga sampai ke ruangan tengah yang besarnya sama dengan aula , zaki berhenti melihat patung 2 pemain sepakbola yang tetap membuatnya takjub .


      salah satu pemain mengenakan logo yang ia kenal . club brugge dia sepertinya pemain klub atas liga belgia itu.


 'aku tak peduli aku ada di klub degradai atau liga 2 belgia , yang aku pedulikan aku dapat beradaptasi dengan sepak bola eropa . ' menatap ke patung itu.


seorang pelayan lelaki yang tengah menyapu di sana melihat ke arahnya, tingginya hampir sama dengan zaki.ia menghampirinya karena penasaran , zaki yang seksama melihat patung yang tingginya akan menyentuh lampu disana itu. "emmm menakjubkan bukan!" ucapnya menggunakan bahasa belanda. zaki menoleh ke arahnya dan tak menjawab karena tidak mengerti bahasa belanda.


'mengapa ia diam saja, apa aku salah bicara'. menatapnya heran. ia terus mengatakan sesuatu yang tak dimengerti dan membuat zaki tak nyaman.


  lalu ....


zaki membuka mulutnya . "maaaf aku tak mengerti bahasa yang kau katakan" menoleh padanya dengan bahasa inggris. mendengar itu jelas mendengar itu ia kaget dan merasa malu karena terus mengoceh seperti orang gila . mulutnya ia menyalahkan mulutnya atas apa yang terjadi . melihat reaksinya itu membuat zaki terhibur."ffftttt tak apa haha semua orang pasti mempunyai kesalahan kan" katanya sembari menutup mulutnya.


    pria itu masih malu dan menundukan kepalanya . "ayolah lupakan yang tadi, melihat reaksimu sepertinya kau mengerti bahasa inggris . kalau begitu kita bisa mengobrol. " ucap nya.


     di ruangan tengah itu mereka berdiri melihat patung si pelayan lalu memperkenalkan dirinya .  "namaku zake .  " suara kecil. "ah namaku zaki senang berkenalan denganmu" menyodorkan lengannya untuk bersalaman. melihat itu pria bernama zeke itu langsung menjadi agresif lagi dan mengatakan sesuatu tentang hidupnya . "oh apa kau tahu patung apa ini" ucap zaki bertanya.

__ADS_1


    dia yang sedang mengatakan kehidupannya langsung menjawabnya dengan cepat. "oooooh ini , ini adalah patung tuan luke dan robert di masa muda , mereka dulu adalah 2 pemain hebat di belgia bahkan pernah dipanggil untuk bertanding di euro . dari kedua orang ini yang paling hebat adalah luke, dia adalah legenda di klub bruggue golnya sangat banyak saat ia bermain sebagai striker dulu . aku ingat saat aku masih kecil dia selalu menjadi bahan berita ..." selagi dia berkata zaki melihatnya dengan tak enak.


   "astaga apa mulutnya terbuat dari mesin motor atau sebagainya'. dalam hatinya


"jadi apa sekarang kau paham mengapa mereka membuat patung ini?" tanyanya . zaki melihat ke kedua patung itu "ya sepertinya begitu"..


.


.


.


di kantornya mereka berdua nampak masih ribut dengan urusannya masing masing . bahkan kertas kertas berserakan di lantai. "aku sudah bilang untuk menyimpannya di dompet " gerutu robert yang mencari di laci laci.


mereka nampak sangat kacau di dalam sana . zaki yang baru sampai bahkan mendengar suara keributan mereka dari ujung lorong .


tok tok tok


ia mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan itu. setelah ia masuk ,. ia melihat ruangan yang berantakan serta berbagaikertas berserakan dimana mana , bahkan terbang ke arahnya .


    "ehmm ada yang bisa ku bantu pak" ucap zaki. mereka sepertinya terlalu sibuk untuk menjawab pertanyaan bodohnya .zaki. ia berjalan melengahi berbagai kertas dan melewati kertas kertas di lantai .


pikirnya ini akan memakan waktu lama zaki berjalan menuju kursi . lalu saat sudah dekat sofa


sebuah kertas kecil terbang dan seperti mengarah ke arahnya . entah karena apa dan kenapa kertas yang akan melewati wajahnya itu di tangkap oleh tangannya . 'ya ampun tanganku bergerak sendiri' zaki kaget . ia melihat kertas yang ia genggam .

__ADS_1


melihat dengan seksama nama dari orang. karena ia tak tahu ia sempat akan membuangnya di jendela yang terbuka . namun ia kepikiran nomor hanphone yang dibucarakan robert tadi sebelum ia pergi . untuk itu ia berkata. "bukankah ini nomor handphonenya" ucap zaki.


     mendengar itu luke yang berada dekat dengan posisinya beranjak berdiri dan melihat kartu yang dipegang oleh zaki. sementara robert masih menggerutu dan mencari nya di laci. "ini ini dia nomornya hey robert ketemu" teriaknya.


dia dengan cepat mendekatinya untuk melihatnya. setelah dilihat itu nomor yang dimaksud . dengan cepat ia memasukan nomornya dan bergegas untuk meneleponnya . "hahaha ketemu juga " menyimpan nomornya di hpnya. zaki melihat mereka seperti anak kecil.


nuuud .......nuuuud ........ nudddd


"hallo siapa ini?" suara berat di telepon . "ini robert pak tua apa kau ingat" ucapnya senang .


"astaga robert itu kau . apa yang membuatmu meneleponku di pagi yang cerah di musim gugur ini"


dengan cepat mengambil telepon robert yang lama menjawab panggilan dari pria tua itu. "ini soal rekrutan pemain pak , apa bapak ingat hehe aku membawa pemain yang dibutuhkan pemain muda berbakat dan gratis" kata luke di telepon.


      "astaga luke ....... emmmm " tak ada jawaban setelah beberapa saat . sepertinya pria tua itu sedang berpikir keras saat ini. "bagaimana kalau kalian bawa pemain itu ke sini . aku sedang berada di klub kebetulan biar aku lihat apa yang kalian punya" dia mengatakan seseorang layaknya barang.


"ah baik baik pak kami akan datang ke s secepat yang kami bisa " senang luke. wajah zaki dari sampingya nampak senang , sedangkan robert seperti akan mati karena lega . ya ampun mereka menyelesaikan masalah dihari masalah terjadi .


      mereka sangat kompeten dan bertanggum jawab .


mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik pikir zaki yang senang.


'klub ini ada cukup dekat dengan tempat mereka sekarang , akhirnya aku akan memulai ceritaku'


kisah dimulai..........

__ADS_1


__ADS_2