
suara telepon berbunyi
dengan tangan yang sudah mengkerut Sir Freddy yang tak muda lagi mengangkat telepon itu.
di dalam telepon itu suara Zaki dengan nada agak tinggi.
"Apa maksud semua ini?"
dengan sedikit tersenyum sir Freddy menjawab, "apa yang kau maksud, dan siapa ini".
"aku tahu kau adalah orang yang mengirimkan barang barang ini ke panti kakek tua jangan mencoba membodohi ku" dengan nada tinggi
Zaki tak bisa menerima semua ini jika menyangkut dirinya, dia tidak ingin keluarganya menjadi alat untuk sir Freddy bisa 'membelinya'. dengan nada santai pria tua itu menjawab semua pertanyaan dengan singkat.
"tak bisa dikembalikan Zaki , aku tahu kau pasti berfikir hal yang lain kan, namun aku tak seperti apa yang kau pikirkan, aku melakukan apa yang ingin kulakukan dan ini adalah caraku melakukan hal yang akan membuat pemain Golden boy negara ini"
biiip
Zaki yang memegang handphone nya di kuping lantas menggebrak mejanya kesal, "sial!!!"
apa yang sudah kulakukan, aku seharusnya berfikiran jernih terlebih dahulu.
aku pikir sikapku akan berubah, namun sama saja aku selalu emosi , tenangkan dirimu Zaki kakek itu tidak memiliki niatan lain.
Zaki menghembuskan nafasnya
kak rose yang mendengar suara gebrakan dari bawah naik dan mengetuk pintu Zaki, "hey Zaki adik ku apa ada masalah" khawatir.
adik adiknya ikut karena mendengar suara. keras itu .
"astaga , sepertinya aku terlalu keras. ....."
membuka pintu , Zaki melihat ke arah mereka.
"aku tak apa kak , kalian semua kakak baik baik saja, dan tadi tidak sengaja terjatuh"
dasar aku , seharusnya aku tak menggebrak nya terlalu keras, ...... astaga cahaya apa ini.
Zaki melihat ke bawah kakinya, adik paling kecil menempel padanya dengan air mata mengalir . "weeek kakak akit , apa Kaka cakit weeek".
dengan wajah imutnya
Zaki yang tak tahan lantas menggendongnya untuk menenangkannya, kak rose yang melihat itu langsung menyuruh yang lainnya untuk makan , karena sudah masuk waktu makan malam.
"ayo anak anak baiknya kita kebawah waktunya makan"
__ADS_1
.
.
.
"astaga aku tak bisa tidur "
Zaki terbangun di tengah malam, ia mengangkat selimutnya untuk pergi ke jendela..
kulitnya yang berwarna sawo dan rambutnya yang pendek , serta memakai baju tidur hitam Zaki melihat ke arah depan. pemandangan lampu dari rumah rumah di sekitarnya. rumahnya yang ada di pedesaan di Bandung membuat udaranya masih segar disini, serta tidak adanya gedung yang tinggi membuat Zaki nyaman melihat bintang diatasnya.
suasana yang sunyi .. angin sepoi-sepoi
Zaki seakan dinyanyikan oleh angin angin yang melewati kupingnya, "uaaaah astaga cara ini masih saja jitu untuk membuat ku mengantuk lagi, ...... tapi aku ingin minum air putih beberapa gelas dulu".
menuruni tangga dengan mata yang masih sayup membuat Zaki agak sulit melangkahi tangga. sesampainya di bawah dia bergi ke dapur dan meminum 3 gelas air dari galon.
saat ia akan kembali ke kamarnya, dan saat melewati ruang tamu Zaki melihat kak rose yang tertidur di sofa dengan beberapa catatan dimeja.
"astaga kak rose, kau harusnya tak kerja lembur," Zaki menyelimutinya dan tak ingin membangunkan kak rose yang sedang nyenyak.
kertas apa ini?........ semuanya kebutuhan panti , panti ini tidak bisa selalu mengandalkan donatur dari luar untuk memenuhi kebutuhan, jadi kak rose berkebun di halaman belakang untuk memenuhi kebutuhan anak anak dan aku, huh..... kertas apa ini.
dikatakan disana jika tanah yang dibangun dari panti asuhan diberikan oleh seorang tuan tanah yang bernama asep dahulu. dan semuanya tentang perjanjian tanah ini.
namun dibawah surat itu menyatakan jika anak dari tuan tanah menginginkan tanah panti asuhan kembali kepadanya yang menjadi pemilik sah tanah itu, juga dia menginginkan bayaran yang seharusnya tidak perlu terjadi .
apa apaan ini 450 juta apaan ini semua . ini tidak benar , mengapa mengapa semua ini ada disini di masa depan aku tak pernah kembali ke panti asuhan jadi aku tak mengetahui ini, apakah kak rose di usir saat itu bersama anak anak .
...----------------...
setelah malam itu Zaki sudah tak sama lagi.
ia menjadi jarang berkumpul saat sarapan dan menjadi orang yang hemat, tak seperti biasanya.
hari hari berlalu begitu cepat , teman temannya merasa ada yang berbeda darinya.
ia begitu dingin dan hanya mengatakan beberapa kata saja saat mengobrol, ia bahkan jarang bertemu Jasmine saat pulang dan malah lebih menghindarinya.
"ADA APA DENGANMU ? KAU TAK PERNAH MENYAPAKU, KAU BAHKAN TAK PERNAH LAGI MENEMUIKU, APA AKU ADA SALAH SAYANG, - "
wanita yang marah itu berteriak seolah hanya mereka berdua saja yang mendengar. orang orang yang melihat itu tidak mengurusi urusan mereka, mereka semua hanya melihat saja.
Zaki menghembuskan nafasnya
__ADS_1
"ayolah cantik, maafkan aku, maukah kamu pergi bersama ku " Zaki memberikan tangannya pada Jasmine
wanita itu malu malu , namun ia memegang tangan Zaki pada akhirnya.
mereka berdua pergi ke suatu tempat di tengah taman itu, dimana disana suasananya sangat sunyi sekali.zaki berhenti di tengah jembatan di tengah taman itu.
"Jasmine, aku tidak tahu harus berkata apa lagi, semua hal terjadi begitu cepat dalam beberapa hari, aku sangat bingung. bagaimana lagi aku harus lakukan"
suara angin menghembuskan
Jasmine tersenyum pada Zaki yang menunduk, ia mengangkat kepala Zaki dan mengelusnya. "tak apa, aku yakin kau pasti bisa menyesaikan masalahmu, kau adalah kesatria ku".
"benar benar menjijikan sekali"(author)
dua bulan kemudian....
di umur Zaki yang bertambah, banyak hal yang terjadi. mulai dari SMP nya yang tidak berhasil masuk ke babak selanjutnya dari turnamen. dan pengunduran diri pemilik akademi yang mengejutkan.
Petrus yang mendapatkan kontrak pertamanya di persebaya FC....
dan Jamal yang melanjutkan bisnis kakeknya
sementara aku...
dua bulan ini Zaki habiskan untuk menghasilkan uang dan berlatih secara teratur , dia menghasilkan uang untuk membantu membayar hutan kak rose .
namun kak rose yang melihat itu malah menolak bantuan Zaki , karena kak rose tak ingin melibatkan siapapun dalam urusan nya .
Di kamar Zaki.
hup hup....
ia sedang berolahraga , kamarnya tidak banyak yang berubah, poster pemain bola favoritnya menempel di pintu dekat kaca dan baju sepakbola dengan tanda tangan di belakangnya.
Zaki berdiri...
"itu sit up ke 400 ku baiklah 600 lagi"
tubuhnya berubah drastis dalam dua bulan ini, perutnya yang tidak memiliki kotak pun sudah memunculkan 4 pack serta dadanya sekarang menjadi keras dan besar .
otot-otot tangannya tumbuh serta tinggi badannya yang bertambah.
Zaki yang berlatih tanpa henti berhasil melakukan hal yang mustahil .
dan melakukan transformasi yang luar biasa........
__ADS_1