
zaki nampak tak kaget dan malah lanjut untuk memakan makanannya.
ia melihat ke kanan dan kek kiri, kegelisahan dari masing masing orang , mulai dari adam yag nampak berkeringat khan yang melamun serta dani yang gugup. yah pastinya itu adalah hal biasa yang terjadi .
mungkin masing masing dari mereka ada yang ragu dengan kemampuan mereka dan ada yang sudah membayangkan menjadi superstar , itu lagi pula hal yang wajar menurutnya. " ehem" zaki membuat mereka terkejut. "ayolah lanjutkan makanan kalian , pembagian timnya 30 menit lagi baiknya habiskan makanan untuk bersiap", zaki mengobrol sembari makan .
melihatnya terlihat santai andi menyarankannya untuk tak sesantai itu . namun zaki tak peduli dia malah lanjut memakan makanannya sembari mengobrol dengan adam ,
melihatnya begitu percaya diri di dalam kepalanya dani hanya meremehkan zaki dan menganggap bahwa dirinya lebih baik ketimbang dirinya , ia yang dekat dengan khan mulai mengajaknya mengobrol disana ia mengatakan ketidaksukaanya pada sikap zaki pada khan.
khan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis sembari berkata "yahh " memakan makanannya kembali
dia bukanlah tipe orang yang menilai orang dari sikapnya , dia adalah orang yang menilai langsung seperti apa sebenarnya dirinya. khan tak peduli sikap santai zaki yang ia pedulikan adalah nanti saat dilapangan.
'ah kau akhirnya mengeluarkan wajah aslimu !' zaki melihatnya
ia nampaknya tahu sikap lugunya sangat kontra diktif dengan sikap aslinya. zaki juga menambahkan jika ia sudah tak menyukai dani sejak pertama melihatnya.
"adam semoga saja kau setim denganku!" ujar zaki memanas manasi dani.
'lihat pria kampung ini, aku yakin aku menjadi musuhmu dan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku sang raja bola ' di dalam pikiran dani. dengan tatapan santai zaki melihat wajah pria blasteran jepang itu yang menatapnya dengan jengkel dia tahu pria ini sudah tak suka padanya sejak pertama mereka bertemu.
"selanjutnya tim merah terakhir " panitia itu memasukan tangannya ke dalam toples lalu memutarnya. didalam toples yang berisi banyak kertas itu akhirnya tangannya memegang satu kertas.
panitia dengan kaca mata hitam itu membuka fulungan kertasnya lalu menyebutkan nomor yang tertulis di kertas polos itu. " nomor 333 silahkan berdiri". zaki melihak ke depan mejanya , khan yang merupakan bernomor 333 berdiri , ia memandang zaki dan menjentikan sebelah matanya sebelum ia mengambil rompi merah di panitia.
melihatnya yang setim dengan zaki dani nampakmeremas taplak mejanya.
__ADS_1
memegangi kepalanya adam mengeluh karena nomornya tak disebut, "sial ternyata dia bukan aku" . zaki tersenyum sembari mengusap pundaknya. "hahaha sabar " ujar zaki.
singkatnya pembagian telah dilaksanakan, zaki dan khan berada di tim yang sama. sedangkan adam harus bersama dengan dani di tim kuning. sebelum tesnya dimulai masing masing tim akan diberi waktu untuk memilih siapa kapten mereka. tim merah , khan diberikan ban kapten ditangannya karena dipaksa. "kau saja zaki" menolak dan memberikan ban kapten pada zaki." tak apa hahahaha kau pantas kok!" ucapnya yang nampak lega karena bukan dirinya yang ditunjuk.
tes dilakukan tim merah akan menghadapi tim kuning, yang mana zaki akan menghadapi adam, mereka yang sudah ada diatas lapangan mulai memberikan intruksi posisi dari masing masing orang, ya walaupun ada yang tak suka dengan posisinya , mereka harus melakukannya karena didesak. " apa aku bek, tidak aku seorang winger kanan kawan yang benar saja", ucap seorang pria berambut pirang yang menolak menjadi bek.
"nah dia saja , orang didekatmu itu" dia menunjuk zaki yang tengah mengikat tali sepatunya. "aku setuju badannya berotot sepertinya dia bisa diandalkan . zaki mengangkat kepalanya dan melihat orang orang memandangnya.'apa?' zaki terlihat terkejut.
namun saat ia melihat khan yang nampak tak bisa mengkoordinasi timnya zaki mengiyakan walaupun dengan wajah yang nampak tak ikhlas."hah baiklah!" menghembuskan nafasnya.
orang orang menjadi egois karena agen agen terkenal sudah datang dan melihat lihat, mereka ingin dilirik dengan menjadi striker atau gelandang. tak ada yang mau menjadi bek . zaki melihat ke arah kursi tribun timur yang mana robert dan luke sedang melihat kearahnya. zaki tersenyum . di tribun luke dan robert nampak berbisik karena zaki berada di bagian belakang yakni bek tengah. "apa apaan dia, mengapa dia ada dibelakang?" ujar luke heran.
robert dengan teropong menjawabnya dengan heran juga.
"entahlah tapi kita lihat apa yang sebenarnya ada di otak pria itu" ujar nya yang fokus menggunakan teropong.
'sekarang aku ada di belakang apa yang harus aku lakukan?......... mari kita lakukan seperti yang biasakulakukan saja' zaki pemanasan . di depan sana ia melihat khan sebagai penyerang ada 3 orang ditengah dan dibelakang ada 4 orang . khan sepertinya ingin menggunakan taktik 4-3-3 tapi apakah akan menjadi seperti yang ia harapkan. sementara itu tim kuning tak ada yang menginginkan menjadi kapten .
pluit dibunyikan dan sesuai prediksinya semua pemain maju ke depan tanpa memperdulikan posisi mereka . bola di beri ke kaki dani dan dengan egois ia membawa langsung kedepan , di tengah benar benar sudah penuh banyak pemain. "aku akan langsung direkrut oleh agen agen itu jika aku berhasil membobol gawang itu.ujar dani yang membawa bola dikakinya.
khan nampak berusaha mengambil bola itu namun ia berhasil di gocek. astaga ini benar benar kacau , hanya aku dan kiper dibelakang . yang benar saja apa kalian ini anak anak tk atau apa .
zaki menunggu di garis belakang bersama kiper. bola itu seperti sebuah bola pingpong bolak balik memantul tak karuan ke kanan dan kekiri. lalu adam yang kesal dengan situasi itu berlari ke arah bola yang memantul tepat didepannya . ia langsung menendang bola itu.
"bangsat.... " duk
bola diblok oleh salah satu pemain tim biru . bola itu melambung tinggi ke atas .
__ADS_1
zaki yang melihat bola memantul ke atas dan mengarah padanya pun tersenyum. " ah beruntung sekali aku". ujar zaki yang mengontrol bola dikaki kananya. kiper yang santai pun bersemangat. " maju kau nomor 400".
khan yang melihatnya memegang bola langsung berlari ke depan . zaki yang melihat itu lantas tersenyum 'kau memang orang yang aneh' . dia menendang bola itu dengan kaki bagian luar ia mengarah bagian bawah bola. seketika itu bola terbang jauh ke arah depan . bersamaan dengan itu khan sudah berlari tepat ke arah bola.
"sial kau orang kampung hey bodoh apa yang kalian lakukan balik kembali !. " ujar dani yang kesal pada timnya tak ada siapapun di depan , dan kiper mereka bahkan tak berani untuk majuuntuk membelokir bola.
"sial umpannya benar benar bagus " khan berhasil mendapatkan bola dengan dadanya dan langsug mengotrolnya dengan kakinya. kotrol bolanya benar benar hebat.
semua orang yang ada ditengah , nampak berusaha mengejar khan yang jauh didepan garis gawang . namun jarak mereka terlalu jauh. lalu adam yang berada di kanan lapangan berlari dengan kakinya. " sial kau zaki, umpannya benar benar akurat" . berlari melewati yang lainnya , ia sangat cepat hingga hampir mendekatinya yang tengah satu lawan satu dengan kiper. 'sudah kuduga dia benar benargila .' ujar zaki yang melihat adam berlari dengan cepat ka arah khan.
'namun kau sudah terlambat'
bola ditendang secara perlahan oleh khan saat adam akan memblokir tembakannya .
dia melakukan chip shot dan berhasil mengelabui kiper yang mengira khan akan menembak bagian bawah.
'apaaaa' kiper yang menganga karena tertipu
bola melewati kepala nya dan dengan dua pantulan menuju gawang .......
"itu masuk" ujar robert yang menggunakan teropong
luke di sampingnya "aku melihatnya" .
bola berhasil menggelinding masuk ke mulut gawang , khan yang barada di depan menunjuk ke arah belakang yang mengarah ke zaki. zaki dari kejauhan menaikan tangannya " gooool" ujar penjaga gawang yang ikut berselebrasi dengan zaki .
para pemain tim biru entah mengapa juga terlarut dalam gol yang disematkan khan ke mulut gawang tim kuning.
__ADS_1
sementara itu entah mengapa, tim kuning nampak kesal karena kemasukan gol. padahal mau menang atau kalah mereka bisa saja lolos .
........... " siapa pria berambut hitam pekat di dekat kiper itu" tanya seorang perempuan yang berada di bangku tribun