Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Diam Nya Rumput Ilalang


__ADS_3

"Kak Elsa." panggil Mimin.


Semua mata tertuju pada Mimin termasuk ketiga pelayan lelaki itu, Mimin yang diperhatikan kayak gitu langsung diam tak bicara.


"Iyah Min." jawab Kak Elsa.


"Kak maaf Mimin tadi melamun jadi Mimin tidak tau tugas Mimin ngapain." ucap Mimin sambil menunduk wajah terlihat sekali takut dan sedih.


Kak Elsa pun mengembuskan nafas berat dia pun kembali menerangkan tugasnya Mimin begitu fokus dan mereka pun setelah mendapat tugas langsung membubarkan diri.


"Mimin, jangan bubar dulu yang lain boleh langsung ke job nya masing masing." ucap Kak Elsa.


Dengan cepat Mimin mendekati Kak Elsa yang raut wajahnya seperti menahan kesal tapi juga mengkhawatirkan.


"Min, lain kali kalo lagi ada intruksi memberi tau tugas kamu dengeri dengan fokus jangan seperti ini kalo pas yang ngasih tau Pak Joy, Tuan Yohan, gimana kamu memanggil nya kayak barusan, tadi beruntung saya yang ngasih intruksi masih bisa ditolenransi beda dengan Tuan, jadi tolong kerjasama nya yang baik jalani tugas kamu dengan baik disini, kita ini pelayan harus sadar diri, disini kita digaji dikasih makan, untuk itu kita harus ada timbal baliknya bekerja dengan giat. Jangan karna saya baik sama kamu jadi seenaknya saja, saya menasehati kamu bukan karna saya benci sama kamu Min, karna Saya sayang sama kamu jadi mulai sekarang rubah sikap kamu kita sekarang bukan dinegara kita tapi dinegara orang lain. kamu ngerti." nasehat panjang Kak Elsa, Mimin hanya menunduk dia benar benar bersalah.


"Iyah kak maafin Mimin lain kali Mimin janji akan bekerja dengan giat dan fokus." ucap Mimin.


"Ya sudah sana kembali bekerja." ucap Kak Elsa.


Mimin pun permisi dan pergi dari situ menuju tempat nya dia bekerja Kak Elsa pun mengawasi Mimin, tak lama Kak Elsa masuk ke dalam untuk memberi intruksi pelayan lainya yang bertugas didalam ruangan.


Mimin pun menyapu halaman yang luasnya tak terkira itu sambil berkali kali mengesek gesek kan tangan nya karna suasana disitu sangat dingin padahal salju sudah turun dari dua hari yang lalu.


Tiga jam berkutik di halaman sekarang tigas nya sudah selesai telinga Mimin Mmemerah menahan dingin nya Salju yang mencair perlahan tapi menyisakan suasana dingin namun hangat, Mimin pun kumpul ditaman bareng pelayan tadi ibaratnya mereka satu Tim yang diketuai oleh Pak Asep.


"Dinginya." ucap seorang pelayan yang tadi bareng berbaris.

__ADS_1


Wanita itu lalu duduk disamping Mimin berjejer dengan para pelayan lainya yang sedang istirahat sebentar melepaskan capek ditubuhnya sambil bercerita.


"Ehh iyah Kak." ucap Mimin sambil tersenyum.


"Panggil aja aku Lisa, sepertinya kita seumuran." ucap Lisa menatap Mimin.


"Ohh iyah, Lisa kenal kan nama aku Mimin." ucap Mimin sambil mengulurkan tangan Lisa pun menyambut hangat uluran tangan Mimin.


"Jangan dimasukin kehati yah ucapan Kak Elsa, Kak Elsa itu dewasa banget dulu waktu aku baru juga Kak Elsa mengarah kan dan menuntun pelayan nya supaya tidak kena hukuman dari Tuan Yohan." ucap Lisa.


"Iyah, bahkan Kak Elsa menolak rasa suka dari Pak Joy." sambung Seorang Wanita lagi dia agak berumur nada nya seperti ora jowo.


Mimin tadi sempet tersenyum mendengar logat nya memanggil Pakk Joy, lucu aja cara ngomong nya.


"Nan dia Kak Inur, udah lama disini sama kayak Kak Elsa bahkan satu pelatihan yah Kak Inur." sambil memeluk Kak Inur manja.


"Hai Kak sama kenal yah, Ohh yah Kak Inur orang jowo yah." tebak Mimin.


Mereka pun tertawa karna logat Kak Inur ngomong apalagi sih Lisa tak tau malunya atau terlalu ngelunjaknya, Lisa bahkan menyuruh Kak Inur ngomong Korea tapi cara ngomong nya medok banget kayak seakan kolaborasi Korea plus Jowo.


Karna waktu istirahat sudah selesai mereka pun bergegas untuk masuk ke kamar saat akan melangkah Mimin tak sengaja melihat rumput rumput Ilalang yang warna nya masih fresh dimata Mimin hijau muda.


Lisa yang melihat Mimin berhenti mengikuti arahan kepala Mimin melihat rumput ilalang itu senyum Lisa tertawa pahit.


"Kita seperti rumput Ilalang bedanya dia bisa bergerak kita hanya diam saja saat direndahkan." ucap Lisa.


Diam nya rumput ilalang? apakah hidup ku seperti itu. Mimin.

__ADS_1


Tanpa disadari Mimin juga tersenyum pahit, masa muda nya dia habiskan menjadi pembantu sangat disayangkan Ijazah SMA nya tak laku kalo bukan dari lulusan sarjana, kerja dinegara sendiri gaji tidak mencukupi terpaksa harus jadi pelayan di negara orang.


Sementara itu, Yohan setelah Mamihnya datang wajah nya terlihat murung sekali terlihat beberapa kali menghembuskan nafas berat.


"Joy, Mamih bilang Nindy hamil cepat urus dia aku tidak mau dia mengaku gaku mengandung anak ku, walaupun dia sering nginap disini aku sama sekali tak menyentuh tubuhnya walaupun dia memaksa menyerahkan nya." ucap Yohan panjang lebar.


"Baik Tuan." ucap Joy.


"Cihh, merepotkan sekali punya mantan macam ular berbisa." gerutu Joy.


Joy menatap Tuan nya dia hendak tertawa karna ucapan Tuan Yohan baru kali ini dia mengerutu seperti manusia pada umumnya biasanya kalo ada masalah Yohan tak segan segan mengkuliti musuh nya itu sendiri.


"Tuan, kenapa Mamih anda mendukung perempuan berbisa itu padahal jelas jelas Tuan sudah sangat membenci nya." ucap Joy tak habis fikir dengan Mamihnya Tuan.


"Kamu jangan kepo dikehidupan ku, gak guna juga aku memberi tau urusan pribadiku padamu." ucap Yohan marah.


Yohan pun langsung pergi dari kamar nya dia pergi ke kamar mandi ingin merendam tubuhnya dengan air hangat.


Setelah kepergian Yohan, Joy pun langsung membereskan tugas yang diterimanya barusan bergegas mencari tau semua kebohongan wanita ular itu, saat akan ke bagasi Joy melihat Elsa sedang berdiri menatap jalanan yang sepi itu karna khusus jalanan itu area Tuan Yohan.


"Kamu ngapain disini, ngelamun macam tak ada kerjaan aja." ucap Joy menegur Elsa.


Elsa yang baru tersadar pun kaget dia langsung menunduk hormat pada Joy, sementara Joy menatap wajah Elsa yang terlihat sekali memikirkan sesuatu entah itu apa.


"Besok kamu libur kan." tanya Joy pada Elsa.


"Iyah Tuan." jawab Elsa sopan.

__ADS_1


"Temenin saya keluar saya tunggu jam 9 malam dicafe Xxx jangan telat." ucap Joy.


Tanpa menunggu jawaban dari Elsa, Joy berlalu saja meninggalkan Elsa yang menatap nya aneh, Joy pun masuk ke mobil dia bergegas pergi dari rumah itu dengan perasaan campur aduk wajah gelisah Elsa tergiang giang dikepalanya rasa cinta ini entah tumbuh sejak kapan.


__ADS_2