
Tanpa abah abah Yohan langsung mencium bibir Mimin dengar lembut Mimin yang kaget dengan sikap Yohan pun terdiam.
Tok, tok, tok.
Tiba tiba pintu ruangan nya ada yang mengetuk Mimin langsung mendorong Yohan sementara Yohan tersenyum dengan saat manis nya melihat sikap Mimin yang lucu menurut nya.
"Walaupun saat ini kamu membenci ku aku jamin suatu saat kamu mencintai ku." ucap Yohan dan langsung mengecup bibir Mimin lagi.
"Tuan." Mimin lagi lagi dibuat jantungan oleh Tuan iblis nya.
"Masuk Joy." ucap Yohan.
Mimin yang masih jantungan pun langsung buru buru terbaring dan menyelimuti tubuh nya membelakangi Tuan Yohan.
"Tuan Ini Dokter nya." ucap Joy dengan lembut.
"Cepat obati luka nya." ucap Yohan dengan suara datar dan wajah dingin.
Mimin yang mendengar ucapan Yohan pun hanya terdiam sementara Dokter itu dengan cepat mengobati luka Mimin dan kembali memasang infus nya Mimin sedikit meringis ngilu saat infus dipasang lagi di tangan nya.
Yohan yang melihat Mimin menahan sakit pun langsung berhambur kehadapan Mimin dan membelai lembut kepala Mimin, Joy yang melihat tindakan Tuan nya itu menatap nya dengan ragu.
Apakah dia betul Tuan Yohan. Joy.
"Hey, kamu apakah cinta ku sampai dia menahan sakit." bentak Yohan pada Dokter yang mengobati luka Mimin itu.
Buahahha, apa tadi Tuan Yohan memanggil Mimin Cintaku, seperti dia bukan Tuan Yohan. Joy.
Nie orang kenapa lagi. Mimin.
"Maaf Tuan." ucap Dokter itu menunduk takut.
Dokter itu tau siapa orang yang ada dihadapan nya ini dia Psikopat terkejam dinegara nya ini bahkan polisi pun takut berurusan dengan nya.
"Apakah masih sakit." tanya Yohan suara nya lembut tak seperti tadi.
__ADS_1
Kepala Mimin mengeleng sebagai bentuk bahwa dia baik baik saja tak sakit sedikit pun.
Hey, Kepala siapa yang memerintah kan mu menjawab ucapan Tuan Iblis itu, Hey ku mohon menurut lah padaku. Mimin.
"Tuan sudah selesai, saya permisi dulu." ucap Dokter itu hendak buru buru keluar dari kerak neraka.
"Tunggu." ucap Yohan menatap wajah Dokter itu.
"Kapan Cinta ku sudah dibolehkan pulang." tanya Yohan dengan Mimik wajah yang biasa aja tapi berbeda dengan orang yang ditanyaiin nya.
Hey, nama ku Mimin bukan Cinta ku. Mimin protes di dalam hati nya.
"Dua atau tiga hari Tuan, karna kondisi Nona Mimin yang masih lemah dan perlu cairan infus alangkah baiknya selama tiga hari masih dirawat inap Tuan." ucap Dokter itu dengan senyum seramah mungkin.
"Kamu boleh pergi." ucap Yohan dengan masih dingin.
"Baik Tuan, permisi." ucap Dokter itu pergi
Joy pun ikut keluar dari ruangan itu kini tinggal Mimin dan Yohan, Yohan pun duduk di kursi dekat dengan Mimin.
Tangan Yohan meraih tangan Mimin yang tadi di obati oleh Dokter, Yohan langsung mengecup luka itu dengan lembut, hampir saja Mimin tersentuh dengan sikap nya.
"Ehmm." jawab Yohan.
Yaa ampuun, kenapa wajah nya menjadi semegemas kan itu, stop Mimin dia musuh mu bukan idola mu. Mimin.
Yohan pun meraih dagu Mimin dan mengecup Bibir nya dengan lembut tubuh Mimin tak bisa menolak entah kenapa sekarang tubuhnya dikuasai oleh Tuan Iblis itu.
"Tuan." ucap Mimin mendorong dada bidang Yohan menjauh dari nya.
Sadar Mimin, sadar. Mimin.
"Tolong jaga sikap anda Tuan." ucap Mimin.
"Min, aku suami kamu. apakah menurut mu aku tidak pantas melakukan itu dan aku tidak suka kamu memanggil lelaki lain begitu akrab." ucap Yohan.
__ADS_1
Semenjak pertama melihat Mimin terluka tubuh Yohan terasa tak bernyawa, dan itu membuat Yohan yakin dirinya sangat mencintai wanita yang ada di depan nya ini.
"Mana ada seorang suami tega menembak istri dan juga mertua nya, kamu fikir dengan kamu berbuat baik dan merayu ku seperti ini membuat aku luluh pada mu, tidak sama sekali yang ada justru aku semakin membenci mu, membencimu bahkan aku sangat menyesal pernah menjadi pelayan mu dan akhirnya bertemu dengan mu, andai saja aku tidak kesini mungkin sekarang aku akan bahagia dengan Ujang." ucap Mimin mengeluarkan semua uneg uneg nya.
Yohan mengepalkan tangan saat Mimin menyebut lelaki itu, Mimin yang tau Yohan sedang marah pun terdiam Mimin sangat yakin dia akan memukul nya.
"Istirahat lah, aku akan kembali lagi." ucap Yohan mengecup kepala Mimin.
Dan Mimin pun terdiam kaget karna tindakan Yohan barusan itu Yohan pun keluar dari ruangan Mimin saat keluar dari ruangan Mimin wajah Yohan sungguh sangat menyeramkan Joy yang melihat Tuan nya marah pun langsung menghampiri Tuan nya.
"Tuan." ucap Joy.
"Aku tidak mau tau bunuh Ujang, dan buat dia merasakan apa yang sekarang aku rasa kan." ucap Yohan langsung melangkah pergi meninggalkan Joy yang terpatung mendengar perintah Tuan nya.
Sementara itu Mimin masih menatap pintu rumah sakit itu, ada rasa bersalah mengatakan itu pada nya kenapa hati nya selalu tak tega pada orang, bahkan orang yang telah melukai Ibunya sendiri.
"Ya Tuhan, aku harus bagaimana." ucap Mimin.
Tanpa sadari air mata nya terjatuh di pelupuk matanya, tangis Mimin pecah diruangan sunyi sepi itu kini Mimin menangis dengan suara tanpa ada yang di tahan.
"Hiks, hiks, hiks." Mimin.
Joy yang mendengar dari luar pun menatap pintu itu, seakan teringat suara tangisan Elsa di kamar mandi begitu rapuhnya hati seorang perempuan.
Elsa maaf kan aku, kenapa aku berbuat kasar pada orang yang aku cintai, harusnya aku lebih bisa menahan diri. Joy.
Joy mematung berdiri di depan pintu kamar ruangan Mimin, sementara tangisan Mimin masih terdengar dengan pilu.
Yohan memasuki mobil nya dan meninju stir mobil nya dengan keras ucapan Mimin terakhir itu membuat nya marah tapi Yohan sama sekali tak berani menunjukan kemarahan nya di depan Mimin.
Entah sejak kapan dirinya menjadi selembut ini pada wanita bahkan dulu Yohan tak pandang bulu jika menyangkut harga dirinya tapi tadi dirinya benar benar direndah oleh Mimin.
Bahkan hanya untuk mengatakan saja Yohan sungguh tidak bisa, lagi dan lagi Yohan memukul stir mobil nya melampiaskan ke marahan nya pada benda mati itu.
Dreeet.
__ADS_1
Sebuah pesan dan di lanjutkan vidio rekaman dari sih pengirim dengan cepat Yohan keluar dari mobil nya berlari masuk ke rumah sakit dengan nafas yang terengah engah karna berlari tadi.
Yohan melihat Joy yang berdiri di depan pintu Mimin sedang menunggu Tuan nya datang daei kejauhan Yohan berlari menuju Joy tanpa ada pertanyaan pada Joy Yohan langsung masuk ke dalam ruangan Mimin.