
Mobil melaju sangat cepat sekali, Mimin melihat ke arah Ibunya dia langsung memeluk Ibunya dengan erat sekali.
"Min, maafkan Ibu karna Ibu kamu jadi mengalami nasib buruk seperti ini." ucap Ibunya Mimin.
Mimin yang mendengar ucapan pun langsung mengeleng kan kepala nya justru sebaliknya karna dirinya lah membuat Ibu harus merasakan luka fisik.
Berkali kali mereka sama sama mengatakan maaf, Ujang yang mendengar rintihan wanita yang sangat di sayangi nya menangis itu hanya mengenggam erat jerami tangan nya seakan ingin langsung memukul orang yang membuat nya menangis.
*****
Sementara itu dikediaman Yohan, dia tau Mimin melarikan diri tapi Yohan tidak langsung menangkap penghianat yang membantu Mimin kabur.
Tuk, tuk, tuk.
Jari Yohan mengetuk meja yang ada di depannya sambil memikirkan sesuatu, sementara Joy menunggu perintah nya.
"Biarkan, mereka pergi jangan menghentikan nya saya mau kamu cari sekutu lelaki jelek itu, saya yakin ada dalang yang lebih besar mendukung nya dibelakang, tapi awasi Mimin jangan sampai Lelaki jelek itu menyentuh sedikit pun." ucap Yohan lagi.
"Baik Tuan." ucap Joy melangkah pergi dari ruangan Tuan Yohan.
setelah kepergian Joy, Yohan pun langsung terdiam menatap tembok yang ada didepannya.
Praaggg.
gelas kaca yang di depan nya Yohan lempar dengan kuat.
"Setelah aku berbuat baik padamu ini balasan mu pada ku, bersenang senanglah karna setelah ini aku akan mencincang mu hidup hidup dan menjadikan mu santapan buaya kesayangan ku." ucap Yohan berteriak kesal sekali.
Mata Yohan menatap tajam pelayan yang sedang membersihkan rumput di bawah balkon nya.
Tangan ku gatal ingin langsung membunuh wanita itu. Yohan.
****
Sementara itu Mimin sudah sampai di sebuah rumah sederhana tapi suasana rumah itu tampak indah karna tanaman semuanya di rawat dengan baik sekali tanpa Mimin sadari bibir nya tersenyum sangat indah, Ujang yang melihat pun ikut tersenyum.
"Kau suka." ucap Ujang menatap Mimin.
Mimin yang ditanya Ujang begitu langsung reflek melihat Ujang yang sudah sedari tadi melihat nya.
__ADS_1
Hati, tolong jangan berdebar.
"Ehmm, rumah nya sangat indah." ucap Mimin sambil terus tersenyum.
"Ibu dan yang lainya boleh masuk duluan saya mau berbincang sebentar sama Mimin." ucap Ujang.
Ibu pun mengerti dan melangkah masuk diikuti yang lainya kini tinggal Ujang dan Mimin suasana yang tadi hangat entah kenapa berubah menjadi tegang.
"Min." ucap Ujang tangan Ujang langsung meraih tangan Mimin lembut.
"Saranghae Min." ucap Ujang lagi.
Mata Mimin melotot mendengar ucapan Ujang barusan itu, kata yang ingin Mimin dengar saat dirinya belum kotor, kenapa Ujang selalu terlambat.
Dengan cepat Mimin melepaskan tangan Ujang dan membetulkan sikap nya.
"Ujang, aku sedang tidak ingin menjalin hubungan cukup seperti ini aja, aku gak mau kamu terluka karna ku." ucap Mimin hendak melangkah pergi.
"Tunggu." ucap Ujang.
Ujang menarik tangan Mimin dan langsung memeluk nya dengan erat sekali seakan takut Mimin pergi.
"Ujang, aku banyak terima kasih sama kamu sudah mau membantu, tapi tolong aku ingin sendiri, aku tidak ingin terlibat apa pun dengan cowok mana pun termasuk kamu Ujang, karna prioritas ku sekarang ingin hidup damai tanpa ada orang yang mencap diriku sebagai budak." ucap Mimin lagi.
"Aku akan pergi ke kediaman Ibunya Tuan Yohan, mungkin aku akan datang lagi tapi agak lama, saat aku datang dihari itu aku ingin kamu punya jawaban, Min aku tidak suka ditolak." ucap Ujang lagi.
Ujang pun melepaskan pelukannya dan lalu masuk kedalam sementara Mimin menegak kan kepalanya supaya air mata nya tidak jatuh ke pipi.
*******
"Tuan, markas nya sudah ditemukan dan saya sudah menyelundupkan satu orang disana." ucap Joy melaporkan hasil kerja nya.
"Bagus, aku penasaran kenapa lelaki jelek itu bisa tau gerak gerik ku" tanya Yohan pada Joy.
"Tuan sebenarnya, dia dulu mantan sekretaris Mafia yang terkenal dengan kehebatan nya dan Mommy Tuan lah pimpinan dari mafia itu." ucap Joy memberi tau.
"Mommy, kau yakin. bukan kah selama ini sikap nya seperti perempuan lemah." ucap Yohan masih tidak percaya dengan ucapan Joy barusan itu.
"Tuan ini foto ketika anak buah saya membuntuti nya diam diam." ucap Joy.
__ADS_1
Joy pun memberikan foto Mommy nya Tuan Yohan yang sedang duduk di club dengan lima pria berjas hitam keempat pria itu Yohan sangat mengetahui sementara satu pria yang duduk berhadapan dengan Mommy itu Yohan tidak tau.
"Cari tau pria ini, aku punya firasat yang buruk." ucap Yohan menunjuk foto lelaki yang asing itu.
"Baik Tuan." ucap Joy akan pergi.
"Tunggu, jangan lupa juga bawa wanita itu kesini dia sudah lama bersenang-senang." ucap Yohan pada Joy.
"Baik Tuan." ucap Joy.
Joy pun langsung keluar dari kamar Tuan Yohan dan melangkah dengan gagah akan menyelesaikan tugas nya yang berat itu.
Sementara itu Yohan menatap foto yang diberikan Joy barusan dengan tajam sambil mengamati pria yang ada di foto itu dengan wajah tajam.
"wajah nya seperti tak asing." ucap Yohan.
Masih mengamati foto itu dengan mata tajam nya.
***
Ujang yang mendapatkan pesan dari anak buah nya kalo keadaan sudah tidak aman pun bergegas ke markas disana orang terpercaya nya sudah ada dan tak jauh dari duduk nya seorang wanita paruh baya tapi masih nampak muda itu menatap Ujang dengan wajah sedikit kecewa.
"Nyonya." ucap Ujang menundukan kepala.
"Aku tidak mau tau bawa perempuan itu jauh jauh dari anak ku, dan aku tidak mau kamu buat aku kecewa kedua kalinya, satu markas kita sudah tercium oleh nya aku tidak mau markas selanjutnya juga tercium, bagaimana pun cara nya aku mau kamu menghalangi nya." ucap perempuan paruh baya itu.
Wajah nya terlihat sekali sedang menahan amarah, Ujang yang menerima perintah itu pun hanya mengangguk patuh karna kecerobohan nya markas ketauan.
"Ujang, jawab pertanyaan ku dengan jujur." ucap perempuan itu lagi.
"Apa kamu mencintai perempuan kampung itu." tanya nya.
"Nyonya, saya setia kepada Nyonya, dan saya juga cinta pada nya Nyonya, karna dia orang yang sangat spesial di hati ku." ucap Ujang tanpa sedikit pun rasa gentar mengatakan itu.
"Ohh sangat mencintai nya, bagaimana kalo aku tukar dengan anak gadis ku, kamu bisa menikahi setelah menikahi anak ku" tawar nya.
"Nyonya, tolong tarik kembali perkataan Nyonya, bagaimana pun saya tidak pantas untuk Nona." ucap Ujang kali ini wajah nya sudah sedikit pucat.
Mommy nya Yohan pun menatap Ujang dari atas sampai bawa dan hanya mengembuskan nafas dengan kasar.
__ADS_1