Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Bab 38 Aku sangat mencintai nya


__ADS_3

Pagi ini Yohan dan Mimin kembali kerumah Yohan, semalam Joy sudah mempersiapkan kedatangan Tuan dan Nona baru nya.


Sementara itu diperjalanan Mimin tak henti-henti nya menatap ke jendela mobil karna kini status dirinya berubah yang dulu single menjadi istri orang terkaya di negara ini.


Bukan nya senang justru Mimin merasa takut dan tidak pantas, Yohan yang melihat Mimin gelisah sedari tadi pun meraih tangan Mimin dengan lembut.


"Sayang, kamu gak perlu takut sekarang ada aku yang akan selalu ada menemani mu." ucap Yohan menatap wajah lekat.


Aku takut, jika suatu saat nanti kau sudah tak mencintai ku lagi, kau akan memperlakukan ku sama seperti Nindy, itu yang aku takut kan sekarang. Mimin.


Tapi Mimin tidak bisa mengatakan nya langsung dia hanya mengangguk kan kepala dan tersenyum.


Mobil pun sampai di kediaman Tuan Yohan, pelayan langsung membuka pintu mobil Tuan Yohan yang berhenti tepat didepan itu.


Yohan turun disana penjaga dan pelayan sudah berbaris rapih sejajar, Mimin pun digandeng tangan nya oleh Tuan Yohan, tak jauh dari Mimin, Elsa menatap dengan penuh cemas dan khawatir.


Sementara pelayan yang mengenali wajah Mimin menatap nya dengan tatapan penuh kebencian dan juga rasa iri yang besar terhadap Mimin.


Mimin berhenti saat Tuan Yohan mengajak nya ke kamar nya, Yohan yang gandengan tangan nya terputus pun membalikan tubuhnya menatap Mimin yang berdiri terpaku.


"Kenapa sayang." tanya Yohan.


"Ehmm apa kah kita harus sekamar." tanya Mimin.


"Apakah kau tidak ingat, saat kau kabur dari sini kau sudah sah menjadi istri ku." ucap Yohan.


"Tuan aku tau, tapi izin kan saya untuk tidur berbeda kamar dengan Tuan." ucap Mimin.


"Kenapa, apakah sayang tidak suka dengan kamar ku atau aku rubah sesuai keinginan mu." ucap Yohan tak mengerti.


"Tidak Tuan, kamar Tuan sangat bagus saya merasa tidak pantas memakai nya." ucap Mimin.


"Sudahlah, aku sudah lelah." ucap Yohan dia pun meraih tangan Mimin dan menuntun nya masuk.


Pintu kamar pun tertutup dan Yohan langsung memeluk Mimin dan terbaring tidur di kasur nya, Mimin yang hendak melepaskan dekapan tangan Yohan pun berhenti karna suara Yohan.

__ADS_1


"Aku tidak akan melakukan apa pun, aku hanya ingin tidur sambil memeluk mu." ucap Yohan mengatakan sambil mata nya terpejam.


Mimin melihat wajah Tuan Yohan yang tampak sangat lelah sekali, dan akhirnya Mimin membiarkan Yohan tidur sambil memeluk tubuhnya.


Yang tadinya Mimin tidak bisa tidur akhirnya ikut terlelap juga bersama Tuan Yohan, Joy yang sedari tadi menunggu Tuan nya tidak turun untuk makan pun.


Mata nya menatap pintu kamar Tuan Yohan, ingin mengetuk nya dan menyuruh nya makan tapi Joy takut menganggu jadi Joy duduk di kursi dekat kamar Tuan Yohan sambil menggerjakan kerjaan nya.


Sampai malam Tuan Yohan dan Mimin belum juga keluar dari kamar nya, membuat Joy takut apa yang sebenarnya mereka lakukan dikamar sampai tidak ingat waktu makan.


Sementara itu dikamar Mimin terbangun karna mendengar kemercik air dari dalam kamar mandi, dengan mata berat Mimin melihat ruangan Yohan sudah tidak ada.


Mata Mimin mencari nya kesetiap sudut ruangan, tepat saat itu Yohan keluar dari pintu kamar mandi sudah rapih mengenakan baju kaos berwarna putih dan celana boxer selutut Mimin menatap Yohan dengan tak berkedip karena baru menyadari Tuan Yohan ganteng banget.


"Sayang udah bangun." tanya Yohan hendak menghampiri Mimin.


"Tuan, bangun jam berapa." tanya Mimin balik.


"Jam Enam, sayang mau mandi aku tungguin nanti makan bareng." ucap Yohan mengelus rambut Mimin.


"Ehmm, Tu, Tuan aku tidak punya baju ganti." ucap Mimin gugup menahan malu juga.


Yohan yang mendengarkan ucapan Mimin pun tersenyum dan menatap Mimin.


Tuan tolong berhenti tersenyum membuat jantung ku tak karuan. Mimin.


"Buka aja dilemari pakaian sudah ada." ucap Yohan santai.


"Makasih Tuan." ucap Mimin dan langsung menutup pintu kamar mandi nya dan menatap cermin didepan nya.


"Kenapa jantung ku berdebar yah dengan sikap Tuan Yohan belakang ini, dan ini kenapa lagi pipi ku memerah." ucap Mimin sambil menepuk-nepuk pipinya.


Yohan yang mendengar suara air dari kamar mandi pun tersenyum, dan langsung menelpon Joy.


"Halo Tuan." ucap Joy dengan cepat.

__ADS_1


"Tolong suruh pelayan membersihkan kamar ku dan siapkan makanan nasi goreng spesial dan jangan dikasih udang, ohh yah sama teh hangat." ucap Yohan langsung menutup telvon nya.


Joy yang mendapatkan perintah dari Tuan Yohan langsung memanggil pelayan dan memberi perintah juga untuk Koki nya memasak menu yang di inginkan Tuan nya.


Joy lalu menelvon Elsa menyuruh nya untuk membersihkan kamar Tuan Yohan dengan cepat Elsa datang membawa peralatan dan saat hendak masuk ke kamar Tuan Yohan, Elsa menunduk hormat pada Joy lalu melangkah masuk.


Kenapa Elsa berubah yah. Joy.


"Tuan saya disuruh Tuan Joy membersihkan kamar Tuan Yohan." ucap Elsa.


Yohan hanya mengangguk sementara mata Elsa sambil membersihkan sambil melihat dan mencari keberadaan Mimin.


"Fokus membersihkan, dan jika saya tau kamu berbicara dengan istri ku, habis kau." ucap Yohan dengan ancaman.


"Baik Tuan, ini sudah selesai saya pergi dulu." ucap Elsa.


Elsa pun melangkah pergi dari kamar Tuan Yohan dan kembali ke kamar nya, dan tidak lama Mimin keluar dari kamar mandi mengenakan baju tidur panjang.


Yohan sedikit terpesona dengan pakaian Mimin yang begitu cantik dikenakan nya.


"Tuan." panggil Mimin.


"Sayang, panggil aku sayang." ucap Yohan berdiri dan mendekati Mimin.


Mimin terpaku diam gemetar.


"Min, aku tidak akan membuat mu menangis, jadi aku tidak melakukan hal itu sebelum kamu mencintai ku dengan tulus, sekarang tidak apa-apa aku yang mencintaimu duluan tapi aku yakin suatu saat nanti kamu akan mencintai ku dengan tulus, sekarang panggil aku sayang." ucap Yohan mengelus pipi Mimin.


Dengan gemetar Mimin pun mengatakan kata yang sangat memalukan untuk dirinya.


"Sa, sayang." ucap Mimin akhirnya.


Yohan pun gemas karna sikap Mimin pun langsung mencubit Pipi Mimin dengan keras dan langsung memeluknya dengan erat.


"Ayo makan, aku sudah siap kan makanan kesukaan mu." ucap Yohan dan menarik tangan Mimin keluar dari kamar nya.

__ADS_1


Yohan dan Mimin pun turun dari tangga Joy yang melihat Tuan nya bahagia bahkan seperti tidak ada beban pun tersenyum senang kini Tuan Yohan sudah kembali seperti dulu Tuan Yohan yang ramah senyum.


__ADS_2