
Gila, Tuan benar benar sayang pada ku sampai sampai aku tidak diperbolehkan istirahat sedikit pun, dan kenapa dua orang itu belum juga pergi.
"Sayang." panggil Om Nata pada Mommy nya Berly.
Mommy pun dipanggil oleh Om Nata langsung tersenyum manis dan langsung memeluk tubuh Om Nata.
Tidak, tidak mungkin Ibunya Tuan Yohan berselingkuh dengan lelaki itu, eeh eh mau kemana mereka. Joy.
Joy pun menyudahi pikiran nya dengan langkah cepat Joy langsung membuntuti kedua orang itu dan mereka masuk ke dalam mobil.
Mobil pun meninggalkan cafe itu, Joy pun mengekor dibelakang mobil nya, mobil yang dibuntuti Joy begitu pelan sekali berjalan nya dan sampai lah di sebuah hotel.
Kedua orang itu pun masuk tak lama Joy pun mengikuti nya masuk, setelah pesan kamar mereka masuk ke lift Joy yang sedari tadi mengikutinya pun hanya melihat lift yang menuju lantai 7.
****
Cahaya matahari begitu cerah menyinari dunia ini semua orang sibuk dengan aktivitas nya, wajah mereka pun terlihat segar dan sangat cantik cantik dan juga tampan karna memakai seragam kerja.
Tapi berbeda dengan orang yang kini berdiri di dekat lift, sedari malam Joy mengikuti semua aktifitas dua orang itu.
Setelah cukup mendapatkan Informasi Joy pun bergegas pergi dari hotel itu dengan langkah cepat menuju mobil nya.
***
Di kediaman Tuan Yohan gerbang rumah Tuan Yohan dibuka dengan cepat setelah melihat mobil Joy datang.
Joy pun turun dari mobil nya semua pelayan dan penjaga yang melihat Joy menunduk hormat tapi ketika melihat Joy mereka sedikit terkejut dengan wajah dan penampilan nya tapi tidak berani bertanya.
Joy melangkah masuk kekediaman Tuan Yohan dan sampailah di depan pintu kamar Tuan Yohan dengan hati hati Joy mengetuk pintu itu.
Tok ttok ttok.
"Tuan." panggil Joy sopan.
Yohan yang baru bangun dari tidur nya pun melihat ke arah pintu, berani sekali orang itu menganggu nya tidur.
"Tuan ini saya Joy." ucap Joy lagi karna tidak ada sahutan dari Tuan Yohan.
Ceklek.
Pintu kamar Tuan Yohan terbuka.
__ADS_1
"Ahh." teriak Yohan kaget saat melihat orang yang berdiri di depan pintu nya dengan wajah acak acakan di tambah mata nya merah serta kelopak mata bagian bawa nya hitam.
Penjaga yang mendengar teriak Tuan nya langsung berhambur lari ke kamar Tuan Yohan sementara di sana.
Ada adegan yang tak sepatutnya di lihat anak buahnya, Yohan menutupi muka nya dengan tangan sementara Joy sedang memberitahu bawa dirinya Joy.
"Tuan ini saya Joy, Tuan. Sekretaris Tuan." ucap Joy.
Perlahan Yohan pun membuka matanya dia melihat Joy dengan teliti, setelah tau dia Joy Yohan pun langsung mendorong Joy hingga Joy terpental beberapa langkah dan Yohan pun langsung membetulkan sikap nya.
"Kenapa pagi pagi berdandan seperti itu, kau mau membuat bos mu mati terkena serangan jantung." maki Yohan pada Joy.
Sementara itu penjaga yang melihat adegan itu hanya terpaku menonton TV dadakan itu.
"Ini juga karna Tuan, Tuan tidak ingat memberi saya tugas. dan karna membuntuti mereka saya begadang ini semua demi siapa demi Tuan, sekarang Tuan tidak mengakui kerja keras saya yang semalaman bergadang, Tuan benar benar jahat." ucap Joy merajuk seperti cewek.
"Ohh." ucap Yohan dengan wajah enteng nya.
"Tuan." panggil Joy.
Joy menatap Tuan nya, dia ingin Tuan nya memberi sedikit waktu istirahat untuknya.
"Apa." sahut Yohan kali ini wajah nya terlihat menyeramkan.
"Tidak Tuan." ucap Joy menunduk.
"Masuk lah, dan jelaskan semua nya yang kamu dengar pembicaraan mereka." ucap Yohan.
Saat Yohan akan masuk ke kamar Yohan melihat penjaga nya yang sudah berdiri dengan tegak dan berbaris dengan rapi.
"Kalian ngapain berdiri disini." tanya Yohan dengan suara yang meninggi.
"Maaf Tuan, saya langsung berlari ke sini saat mendengar teriak Tuan, takut Tuan kenapa kenapa." jawab kepala penjaga itu.
"Tadi saya berteriak karna liat Valak pagi pagi gini, udah sekarang kalian kembali ke tugasnya." ucap Yohan dengan nada terlihat kesal.
"Baik Tuan saya permisi dulu." ucap kepala penjaga itu dan langsung pergi.
Sementara Joy menatap Tuan Yohan dengan mulut manyun, Yohan yang melihat Joy pun langsung menatap nya tajam.
Apa. Joy.
__ADS_1
"Cepat masuk tunggu apa lagi." ucap Yohan.
"Baik Tuan." ucap Joy langsung mengekori Tuan Yohan sambil ngedumel di hati nya.
Kayak nya Tuan Yohan perlu Tk lagi deh, udah tau ini siang udah jam setengah satu masih dikatain pagi, versi siang nya Tuan Yohan tuh kek gimana, suasana nya gelap gitu, ohh iyah Joy kamu tuh bodoh udah tau Tuan Yohan psikopat mana bisa bedain siang dan pagi kan dunia nya udah gelap. Joy.
"Kamu lagi ngatain saya." sebuah suara yang membuyarkan lamunan Joy.
Dengan gelagapan Joy pun mengeleng.
Sepertinya Tuan Yohan sudah pandai berbicara. Joy.
Dengan langkah kaki yang cepat tiba tiba Yohan berhenti mendadak dan membuat Joy yang dibelakang tidak bisa mengerem dan hasilnya Joy pun menabrak Tuan Yohan hingga terjatuh ke lantai tepat di tindih tubuh Joy.
"Aww." pekik Yohan karna siku nya terkena keramik hinggak bengkak.
Joy yang melihat Tuan nya kesakitan pun dengan cepat membantu Tuan Yohan tapi tubuh Joy membeku diam saja karna Tuan Yohan sedang menatap nya penuh dengan amarah.
"Berdiri." ucap Yohan keras sampai memenuhi ruangan itu.
Plakk.
Sebuah tamparan keras mengenai wajah Joy tapi Joy tidak berani berbicara atau pun memegang pipinya yang sakit.
"Dasar tidak becus, ini yang dinamakan seketaris." ucap Yohan dengan penuh amarah.
"Maaf Tuan, itu terjadi karna Tuan tadi berhenti mendadak." ucap Joy gemetar.
"Alesan, lihat. Nie liat siku saya bengkak, pokok nya saya tidak mau tau hari ini bawa Mimin kesini." ucap Yohan lagi wajah nya masih marah.
"Ahh Mimin, kenapa Mimin yang dibawa kesini Tuan." tanya Joy terkejut.
"Karna tadi aku memikirkan dia jadi begini, pokok nya kamu harus bawa perempuan itu kesini aku ingin menyiksa nya." bentak Yohan dengan wajah marah.
"Baik Tuan." ucap Joy.
Joy pun langsung berlari keluar dari dalam kamar Tuan Yohan, dan bergegas menuju mobil nya.
Kini Joy sudah ada di dalam mobilnya melamun sebentar tentang hidup nya, kenapa Tuan nya tidak memberikan tidur sedikit pun sedang asik melamun tangan Joy pun melihat cermin yang tergantung di mobil nya.
Seketika saat melihat wajah nya dari balik cermin itu Joy pun kaget dengan wajah yang seperti panda hidup.
__ADS_1
"TIDAAKKKK, MUKA GLOWING KU." Joy.