Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Bab 18 Masa Kelam Tuan Yohan.


__ADS_3

Tubuh Yohan berkeringat, sementara rohnya sedang berkelana memimpi kan dirinya ketika membunuh teman nya yang mengatainya anak Psikopat gila, kata kata itu membuat nya kesal Yohan pun menatap empat lelaki kecil itu dengan wajah dingin dan datar tapi sorot mata nya begitu menakutkan sekali.


"Ayo lari dia sudah berubah menjadi monster." teriak salah satu anak lelaki itu.


Dan mereka berempat pun berlari ketakutan, karna sudah terlanjur kesal dengan anak itu Yohan pun berlari mengejar mereka sehingga salah satu anak itu tersandung batu karna panik lelaki itu mencoba berdiri tapi sayang sekali lutut nya itu berdarah.


Yohan yang melihat darah itu entah kenapa tubuhnya seakan bahagia, senyum nya begitu menakutkan padahal anak itu menangis karna sakit dan takut sementara teman temannya meninggalkan dirinya.


"Aku bantu obatin yah." ucap Yohan sambil duduk dihadapan anak itu, sementara anak itu berangsur angsur mundur kebelakang takut berdekatan dengan Yohan.


"Tolong maafin aku, aku hanya ikut ikut mereka." ucap Anak itu sambil masih menangis.


"Tak masalah." ucap Yohan.


Bibir nya tersenyum sangat menakutkan sekali, tangan nya masuk ke kantong celana sementara anak itu tubuh nya sudah berkeringat dan wajah nya sudah pucat basi.


"Jangan." teriak anak kecil itu saat Yohan hendak menyentuh luka nya.


Tangan Yohan terhenti, sekarang mata Yohan menatap mata itu dengan wajah dingin dan datar tanpa ekspresi sekali.


"Diam atau kamu akan terluka." ucap Yohan dengan nada dingin.


Anak lelaki itu terdiam, Yohan mengeluarkan plester dan mengobati luka itu dengan serius anak lelaki itu menatap wajah Yohan kaget dia tidak mengira tindakan Yohan berbanding sebalik dengan pikirannya.


"Sudah." ucap Yohan dia pun berdiri.


Anak kecil itu ikut berdiri tapi masih takut menatap Yohan yang wajah nya terlihat menakutkan walau Yohan itu ganteng.


"Makasih." ucap Anak itu.


"Emm." Yohan pun hendak berbalik ingin pulang tapi tangan nya diraih.


"Kenalkan aku Elbrat." ucap Elbat.


Dengan senang hati Yohan menyalami tangan itu.


Semenjak kejadian itu mereka dekat bagaikan sahabat tapi teman teman Elbrat tidak suka jika Elbrat berteman dengan Yohan sehingga salah satu teman Elbrat menjebak Yohan.


*****


Sudah empat tahun mereka bersahabat dan malam itu hari terakhir mereka bersahabat sekaligus bermain karna Elbrat meninggalkan Yohan selama lamanya.

__ADS_1


Dan di hari itu juga keluarga nya mengusir Yohan dari rumahnya karna mengecap Yohan seorang psikopat tanpa mereka sadari membuat Yohan menjadi seorang psikopat.


Sore hari Yohan dan Elbrat sedang main kejar kejaran, dan teman Elbrat pun datang dengan wajah kesal karna sudah jarang bermain lagi.


"Elbrat." panggil Likoy salah satu teman Elbrat.


Elbrat dan Yohan pun berhenti berlari dan menatap Likoy yang mulai menghampiri mereka berdua.


"Elbrat jauhi Psikopat gila itu, ayo kita bermain lagi." ucap Likoy.


"Likoy, Yohan itu tidak seburuk yang kamu fikirkan dia baik." ucap Elbrat membela Yohan.


"Kau bilang baik, kau lupa Zhe Ran meninggal gara gara dia, kau mau meninggal juga seperti Zhe Ran." ucap Likoy dengan nada marah.


Sementara Yohan hanya diam saja sejujurnya yang dikatakan Likoy tidak semuanya benar Zhe Ran yang mendorong nya duluan.


"Jauhi Elbrat anak psikopat tak tau diri." ucap Likoy mata nya sungguh ingin keluar karna memlototi wajah Yohan.


Bugg.


Yohan meninju wajah Likoy hingga terjatuh ke tanah, Elbrat yang melihat Yohan marah pun berusaha menenangkan nya tapi Likoy yang tidak terima karna pukulan itu maju hendak memukul tapi saat itu Elbrat melihat hendak menghadang tapi malah dirinya yang kena pukulan itu dan tersungkur jatuh ke tanah dan disitu dan dahan pohon bekas penembangan dahan yang lancip itu mengenai perut Elbrat.


Dan langsung mematahkan batang pohon itu niat Yohan supaya Elbrat bisa segera dibawa ke rumah sakit, tapi karna tindakan itu malah nyawa Elbrat tak tertolong.


"Elbraaaattt." teriak Yohan saat mata Elbrat tertutup.


Sementara Likoy yang melihat Elbrat meninggal tertegun saat itu Mamih dan Papihnya Yohan datang karna mendengar teriak Yohan.


Tanpa disangka mereka melihat hal mengerikan di situ, Likoy langsung menghampiri kedua orang tua Yohan dan menangis.


"Tante, Yohan pembunuh dia mendorong Elbrat Tante, di, dia hiks hiks hikss." ucap Likoy sambil menangis wajah nya benar benar ketakutan.


Plak.


Tamparan sangat keras mengenai wajah Yohan, Papihnya Yohan langsung menampar anak nya itu didepan jenazah Elbrat.


"Papih buka Yohan yang bunuh Yohan dituduh." ucap Yohan sambil memegangi tangan Papihnya sementara satunya lagi masih memeluk Elbrat dengan erat.


"Papih malu punya anak macam kamu, sekarang juga kamu pergi dari sini jangan pernah muncul dimuka Papih." ucap Papihnya Yohan.


Tangan Yohan langsung ditarik paksa oleh Papihnya hingga tersungkur sungkur kakinya tergores oleh bebatuan yang menghalangi tapi Papihnya Yohan tanpa rasa kasian, dan langsung mendorong anak nya ke jurang yang tak jauh dari tempat itu.

__ADS_1


"Pergi anak psikopat jangan pernah lagi menginjakan kaki mu disini." ucap Papihnya Yohan.


Sementara itu Yohan memanggil manggil nama Elbrat dia tidak merasakan sedikit pun rasa sakit ditubuhnya.


"Yohan." ucap Elbrat dibelakang Yohan.


Mata Yohan terbuka dengan bulat karna didepan nya ada Elbrat yang begitu sehat tanpa terluka sedikitpun.


"Elbrat ini kamu." ucap Yohan langsung berhamburan memeluk Yohan.


"Yohan, jaga diri baik baik, jangan menyalahkan diri sendiri aku sudah bahagia disini." ucap Elbrat.


Mendengar ucapan Elbrat itu Yohan melepaskan pelukan nya senyum Elbrat begitu tulus dan Elbrat pun melepaskan pelukannya dan melangkah mundur, Yohan yang melihat Elbrat mundur pun berusaha meraih raih tangan nya tapi terjatuh dan Elbrat pun semakin jauh jauh jauh dan menghilang.


"Elbraaaaaaaaaaattttt." teriakk Yohan.


******


Joy yang mendengar teriak Tuan Yohan pun bangun, sementara Yohan memanggil manggil nama Elbrat, dengan cepat Joy langsung membangunkan Yohan.


"Tuan, Tuan bangun, Tuan." ucap Joy menepuk nepuk pipi Yohan.


Yohan pun langsung terbangun, keringat nya bercucuran jantung Yohan berdetak sangat cepat.


"Air." ucap Yohan pada Joy.


Dengan cepat Joy mengambil gelas disamping Tuan Yohan dan memberikan pada Yohan melihat gelas itu Yohan langsung meminumnya hingga habis.


Setelah tandas Yohan memberikan gelas itu kepada Joy, dengan cepat Joy meraih gelas kosong itu dan menaruh nya ditempat semula.


"Tuan tidak apa apa." tanya Joy memastikan keadaan Tuan nya.


"Siap kan mobil, sekarang juga kita pergi ke pemakaman Elbrat." ucap Yohan suaranya masih gemetar.


"Tapi Tuan, ini sudah malam." ucap Joy.


"Aku tidak mau tau, aku bilang sekarang yah sekarang." ucap Yohan suara nya tinggi sekali.


"Baik Tuan." ucap Joy.


Dengan cepat Joy melangkah keluar dari ruangan kerja Tuan Yohan menuju tempat mobil.

__ADS_1


__ADS_2