
Yohan berusaha menyadarkan kepala nya yang sedari tadi merasa pusing, tiba tiba pintu ruangan nya terbuka dengan keras.
braag.
"Oppa." panggil Clara sambil berlari dan memeluk Yohan dengan erat.
Mata Yohan melihat kebelakang mencari keberadaan Mimin tapi tidak ada sedikit pun tanda tanda keberadaan Mimin, saat melihat kedua kalinya Joy datang dan masuk, mata Yohan melirik lagi kebelakang Joy.
Dan beberapa saat lamanya Mimin berdiri mengintip dari pintu yang masih terbuka lebar melihat Yohan yang sedang duduk terbaring sementara Clara memeluk nya erat.
"Oppa, bagaimana keadaan Oppa." tanya Clara khawatir.
"Ehmm." Yohan mendehem saat nya akting dimulai.
"Maaf kamu siapa." ucap Yohan sambil muka nya pura pura terlihat bodoh.
Joy, Clara menatap satu sama lain nya sementara Mimin yang tadi melihat Yohan hendak pergi langkah nya berhenti dan membalik kan tubuh nya.
"Oppa, jangan becanda. aku adik mu Oppa." ucap Clara sambil berusaha sekuat tenaga memegang dadanya.
"Maaf aku gak ingat." ucap Yohan pura pura sedih.
"Apa." ucap Joy kaget dengan ucapan Tuan nya itu baru kali ini dia mengatakan maaf.
"Tidak, Joy panggil Dokter sekarang aku tidak mau sedikit pun terjadi sesuatu pada Oppa ku." ucap Clara.
Saat Joy akan pergi ucapan Tuan Yohan benar benar menghentikan langkah nya.
"Sayang." panggil Yohan menatap Mimin.
Mimin terdiam tubuh nya terpaku, Yohan pun melangkah menuju Mimin dan langsung memeluk nya erat.
__ADS_1
"Sayang lihat mereka, mereka mau membunuh ku, Ohh yah dimana Clay." tanya Yohan masih terus berakting.
"Clay." ucap Mereka bertiga bersamaan.
"Iyah Clay anak kita sayang." ucap Yohan masih berakting.
"Tuan ngigo yah." ucap Mimin masih memasang muka polos nya.
Aku gak sabar ingin melahap mu sekaligus bagaimana kamu terlihat mengemaskan seperti itu. Yohan.
Yohan pun langsung memeluk Mimin dengan manja saat Mimin hendak menolak Mimin menyenggol luka Tuan Yohan hingga membuat nya meringis kesakitan.
"Aww." Yohan memegang luka nya ini benar benar menyakitkan tapi saat melihat wajah Mimin yang tampak khawatir dengan dirinya pun membuat Yohan kembali berinisiatif mengerjai Mimin.
"Sayang aku gak papa, aww." ucap Yohan pura pura kuat sementara Joy dan Clara juga tampak khawatir.
"Cepat Joy panggil dokter." teriak Clara hendak menuntun Yohan kembali keranjang nya tapi Yohan langsung menepis tangan Clara.
"Sayang ayo. bantu aku." ucap Yohan manja.
Mimin pun terdiam, tapi langsung mengikuti perintah Tuan Yohan yang menuntun nya duduk di keranjang.
"Tuan istirahat saja." ucap Mimin saat Mimin hendak pergi tangan Mimin dipegang Yohan.
"Sayang kita kan sudah nikah kok kamu paling aku kayak majikan sama pembantu, selama aku sakit apakah kamu juga melupakan ku." ucap Yohan serius.
"Oppa benar, Mimin kamu harus merawat nya sampai sembuh. aku titip Oppa sama kamu yah, anggap saja kamu lagi menebus kesalahan mu karna telah membuat nya menjadi seperti ini." ucap Clara sambil menepuk pundak Mimin.
Clara menyuruh Joy keluar Joy yang melihat kode itu pun berjalan keluar dulu lalu disusul dengan Clara di belakang nya.
Diluar kamar Tuan Yohan, Joy pun menatap Clara meminta jawaban atas ucapannya barusan bukan nya pas awal dia yang menentang Mimin disamping Tuan Yohan tapi kenapa sekarang dia malah yang mengasih kesempatan mereka berdua.
__ADS_1
"Maaf Joy, saya tau kamu khawatir dengan keadaan Oppa, tapi lihat Joy apakah kamu tidak sadar kalo Oppa selalu ngasih kode untuk kita keluar itu tandanya Oppa tidak Amesia dia hanya ingin membuat Mimin selalu ada disampingnya dengan begitu Oppa sebisa mungkin membuat Mimin jatuh cinta kepadanya." ucap Clara menjelaskan.
"Tapi bagaimana dengan Mimin kalo Mimin sudah mulai menyukai Tuan Yohan dengan tulus, apakah Tuan Yohan akan meninggalkan nya." bertanya pada Clara dengan nada khawatir pada Mimin.
Clara menatap Joy dan mengembus kan pelan nafas nya dia tau orang didepan nya ini seperti apa.
"Aku tidak tau tapi yang aku tau pasti sekarang Oppa sangat menyukai Mimin, dan aku baru tau sekarang kalo Oppa sampai segitu nya melakukan apa pun demi wanita itu, kamu tau sendiri kan Oppa tidak pernah mencintai wanita serius seperti itu bahkan dengan Kak Nindy." ucap Clara menatap Joy.
Joy terdiam mendengar penjelasan Clara, ada benarnya juga dengan ucapan Clara tapi Joy takut jika ketauan itu akan memperburuk keadaan.
"Itu tugas mu bagaimana kamu harus bisa melancarkan tugas itu sampai akhir." ucap Clara seakan tau apa yang di pikirkan orang yang ada di depan nya itu.
"Baik Nona, saya akan menjalankan perintah itu dan tidak akan pernah membuat nya gagal saya janji Nona." ucap Joy menatap Clara dengan sungguh-sungguh.
"Bagus, yah sudah aku pergi dulu, titip Oppa dan awasi tingkah nya lalu laporkan pada ku." ucap Clara lalu melangkah pergi meninggalkan Joy yang berdiri masih menatap nya.
Nona anda memang unik bisa melucu, mereog, bahkan bisa membuat masalah baru bertambah, hah menambah beban ku saja. Joy.
Clara pun sampai dimobilnya dan langsung masuk ke mobil saat pintu mobil di tutup Clara langsung memukuli setir mobilnya.
"Waw, gila tadi gua keren banget bahkan sekretaris kunyuk itu terdiam dan mengikuti semua perintah ku, hahaha. akhirnya nya aku sudah dewasa, tapi apakah aku tidak menimbulkan masalah baru yah, ehmm entahlah aku mau party untuk merayakan kedewasaan aku." ucap Clara lalu menjalankan mobilnya dan pergi dari area parkir rumah sakit itu menuju Club.
Sementara itu Mimin tertidur karna menjaga Tuan Yohan sedari tadi dan berusaha menunggu Joy kembali tapi sampai hari berganti gelap Joy tidak kembali lagi, Yohan mengelus pipi Mimin perlahan yang tidur di samping nya sambil duduk.
"Aku mencintai mu Min." ucap Yohan tanpa mengeluarkan sedikit pun suara karna tidak ingin menganggu tidur perempuan yang sangat di cintai nya itu.
Aku akan buat kamu mencintai ku Min, mungkin saat ini kamu belum mau menerima ku tapi aku bakal selalu menunggu hari hari itu dimana kamu menyukai balik. Yohan.
Senyum Yohan melebar sambil mengelus pipi Mimin yang mulus itu tanpa Yohan sadari Joy sellu mengawasi dari luar ruangan untuk memantau keadaan, senyum Joy berkembang saat melihat Tuan Yohan tertidur sambil mengelus Pipi Mimin begitu juga Mimin yang tertidur pulas walaupun posisi tidur nya sangat tidak nyaman.
Semoga kalian selalu bahagia Tuan dan nyonya baru selamat anda akan mendapatkan sikap bucin Tuan. Joy
__ADS_1