Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Bab 6 Ancaman.


__ADS_3

Kak Elsa mengambil es batu di dapur setelah mendapatkan dengan cepat Kak Elsa pergi menuju kamar Manda disana Manda dan Mimin sedang menangis sambil berpelukan.


"Kalian kenapa." ucap Kak Elsa dengan wajah khawatir.


Mimin dan Manda pun melihat Kak Elsa mereka langsung memeluk nya dengan erat sekali membuat Kak Elsa panik.


"Sebenarnya ada apa." ucap Kak Elsa dengan wajah sangat Khawatir sekali.


"Kak kita Mau ganti majikan." ucap Manda dan Mimin mereka hampir bebarengan.


"Manda kamu tau kan peraturan disini saat kalian tanda tangani surat kontrak." ucap Elsa menatap mereka bergantian.


Manda pun terdiam sementara Mimin dia mencoba mengingat nya beberapa memori indah saat Mimin datang kesini.


"Kak Elsa benar tapi aku sudah tidak tahan lagi Kak." ucap Mimin sambil menangis.


"Berhenti membuat masalah apa kalian tidak mengkhawatir kan ku, apa kalian hanya memikirkan diri kalian sendiri." ucap Elsa dengan nada mulai tinggi.


Mendengar ucapan Kak Elsa barusan mereka berdua tersadar dan langsung meminta maaf pada Elsa.


"Kak Elsa maaf aku tidak bermaksud berkata seperti itu." ucap Mimin dia merasa bersalah.


"Jika kalian hanya mementingkan diri kalian sendiri silahkan pergi dari sini aku tidak akan memberi tau Tuan Yohan." ucap Elsa.


Pintu kamar tiba tiba terbuka Joy berdiri di depan pintu itu dengan marah menatap mereka bertiga.


"Elsa ikut aku." ucap Joy lalu menarik tangan Elsa.


Elsa dan Joy ada di ruangan gudang yang tak akan di dengar oleh tikus tikus berambut hitam.


"Maaf Tuan." ucap Elsa dia menunduk melepaskan tangan nya.


"Kau mau mati hanya demi mereka." ucap Joy menatap marah atas ucapan Elsa barusan.


"Karna aku sudah menganggap mereka adik ku Tuan." ucap Elsa kali ini menatap Joy dengan berani.


"Lalu kau anggap aku apa." ucap Joy lagi.


Wajah Elsa tampak kaget sekali dengan pertanyaan Joy barusan Elsa terlihat gugup sekali dia mundur kebelakang.


"Tuan, kenapa anda bersikap tidak sopan." ucap Elsa dia tidak berani menatap Joy yang terus maju ke depan Elsa.


Ciuman lembut mendarat di bibir Elsa dengan lama Joy sambil memeluk Elsa sementara Elsa dia membalas ciuman Joy tanpa mereka sadari mereka sudah saling jatuh cinta.

__ADS_1


"Tuan." ucap Elsa dia mendorong tubuh Joy karna baru menyadari perbuatan nya.


Sementara Joy pun kaget dengan apa yang telah dia lakukan Elsa langsung mendorong tubuh Joy dan pergi dari gudang itu dengan perasaan kacau.


Elsa masuk ke kamar nya dan mengunci pintu nya dia memikirkan hal tadi wajah nya benar benar merah sekali sementara Joy dia mengacak rambut nya karna tidak bisa menahan diri.


Sementara di kamar Mimin dia sedang tidur sambil melihat lihat handphone nya dengan perasaan bersalah.


"Kak Elsa maafkan Mimin." ucap Mimin dia benar benar merasa sangat bersalah.


Mimin pun lalu bangun dari tidur nya dia pun keluar dari kamar nya menuju kamar Elsa, sewaktu Mimin keluar sebuah tangan menahan nya.


"Tuan." ucap Mimin kaget dia menunduk sopan.


"Sudah saya bilang jangan pernah keluar kamar, kau tidak fikir perasaan Elsa." ucap Joy nada bicara nya tinggi.


"Maaf Tuan, saya lupa." ucap Mimin dia gemetar.


"Masuk." ucap Joy dengan suara tinggi.


Mimin pun pergi meninggalkan tempat itu kembali ke kamar nya dengan cepat sekali Joy pun menatap pintu kamar Elsa sangat lama, Lalu dia pergi dari situ.


"Tuan." ucap Joy kaget saat melihat Yohan ada di sekitar kamar pelayan.


Joy yang mendengar ucapan Yohan barusan tercengang kaget sekali karna baru kali ini Tuan Yohan datang ke tempat ini.


"Itu Tuan." tunjuk Joy.


Yoga langsung melangkah menuju pintu yang di tunjuk oleh Joy, dengan langkah cepat Yohan langsung mengetuk pintu itu dengan keras.


Mimin yang ada di dalam kamar kaget sekali dia pun langsung membuka kan pintu nya.


"Tuan." ucap Mimin kaget sekali.


"Kamu yang nama nya Mimin." ucap Yohan menatap Mimin dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Iyah Tuan." ucap Mimin dia makin menunduk karna takut.


"Joy bawa dia." ucap Yohan pada Joy.


Joy yang mendengar ucapan Yohan barusan itu langsung cepat menarik tangan Mimin.


"Turuti apa perintah Tuan Yohan." sebuah suara di berbisik di dekat telinga Mimin.

__ADS_1


Dengan ragu Mimin mengikuti mereka berdua mereka membawa Mimin ke sebuah ruangan yang terlihat sangat mewah.


Yohan langsung duduk di bangku kebesaran nya dia menatap Mimin lagi kali ini lebih teliti dan serius.


Seperti nya gadis kampung ini cukup menarik, walaupun penampilan nya norak. Yohan.


"Saya akan gaji kamu lima kali dari gaji pelayan, tapi kau harus berpura pura menjadi kekasih ku dan ikut aku malam ini di pesta." ucap Yohan.


Mimin kali ini memberani kan diri melihat Yohan dia hampir saja jatuh karna kaki nya sangat lemas mendengar ucapan Tuan Yohan barusan.


"Tapi Tuan." ucap Mimin di hendak menolak.


"Itu gampang kalo kamu tidak mau, kamu beserta ibu mu tersayang itu akan mati mengenaskan." ucap Yohan karna tau arah pembicaraan Mimin.


Ibu. Mimin.


Wajah Mimin pucat sekali mendengar ucapan Yohan barusan dia pun hanya bisa menunduk.


"Tuan saya bersedia jadi pacar pura pura Tuan, tapi saya meminta dua syarat." ucap Mimin dia menatap Yohan.


Yohan menatap Mimin dengan tajam mendengar ucapan Mimin barusan banyak pelayan yang ingin menjadi pacar nya walau pun itu pura pura, tapi dia berani sekali dia meminta syarat.


"Tidak ada syarat apa pun." ucap Yohan.


"Tuan." suara Mimin hampir berteriak.


"Berani sekali kau membantah ku." ucap Yohan.


Mimin terdiam dia menunduk suasana sangat menakut kan bagi nya air mata Mimin terjatuh.


Joy pun hanya berdiri tegak melihat pemandangan ini sementara Yohan dia masih emosi dengan sifat Mimin yang tidak menurut ucapan nya.


"Joy bawa dia, dan bersih kan aku akan membawa nya ke pesta." ucap Yohan menyuruh Joy.


Langkah kaki Mimin seakan berat melangkah dari ruangan ini tapi Mimin harus melangkah mengikuti Joy, saat sudah keluar dari ruangan itu kaki Mimin lemas dia terduduk di lantai.


Joy yang melihat nya sedikit tak tega tapi dia harus menjalankan perintah karna Yohan akan marah jika tidak segera di laksana kan.


"Min, cepat lah berdiri kalo kamu tidak mau hal buruk terjadi pada ibu mu." ucap Joy dia menatap Mimin.


Mendengar ucapan Joy barusan Mimin pun langsung berdiri dengan cepat dia tidak ingin Ibu nya, terluka karna dirinya.


Mereka lalu pergi ke sebuah ruangan yang disana ada seorang gadis cantik yang menyambut Joy dengan senyum di bibir mungil nya.

__ADS_1


__ADS_2